Cara Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Visiuniversal-blog---Kualitas pembelajaran adalah gambaran komitmen kita terhadap peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. Cara siswa memahami materi, mengembangkan keterampilan, dan membentuk pemikiran kritis sangat bergantung pada cara kita menyusun kurikulum yang tepat.
Berkaca dari kurikulum di Finlandia, upaya peningkatan kualitas pembelajaran seyogianya tidak hanya terbatas pada metode pengajaran, tetapi juga mencakup pengembangan kurikulum yang relevan dan inklusif. Tidak kalah penting, peran guru dalam mengakomodasi keberagaman potensi siswa juga perlu diperhatikan.
Cara meningkatkan kualitas pembelajaran berkaitan erat dengan bagaimana peran guru dalam menyajikan materi secara inovatif, merangsang kreativitas siswa, dan memfasilitasi lingkungan belajar yang inklusif. Oleh karenanya, cara meningkatkan kualitas guru menjadi salah satu kunci utama.
Bagaimana Cara Meningkatkan Kualitas Pembelajaran?
Kualitas pembelajaran adalah indikator utama efektivitas suatu sistem pendidikan. Kualitas ini mencakup berbagai aspek, seperti relevansi kurikulum, metode pengajaran yang inovatif, serta kemampuan guru dalam mengelola dan memotivasi siswa.
Selain itu, peningkatan kualitas pembelajaran juga mencerminkan sejauh mana siswa dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam, keterampilan praktis, dan kemampuan berpikir kritis. Pemahaman konsep ini membantu merancang strategi pendidikan yang lebih efektif dan mendukung perkembangan komprehensif siswa di era yang terus berubah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim, telah menyiapkan strategi yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Beberapa cara meningkatkan kualitas pembelajaran antara lain:
1. Mengubah Standar Penilaian
Langkah pertama dalam strategi ini adalah mengubah standar penilaian, seperti yang diterapkan pada assessment kompetensi minimum yang terinspirasi oleh PISA. Dengan mengikuti standar internasional, pendekatan penilaian menjadi lebih menyeluruh. Tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga penilaianan karakter dan lingkungan belajar.
Soal-soal PISA yang diadopsi dalam assessment kompetensi minimum dapat memberikan gambaran lebih mendalam tentang pemahaman siswa. Misalnya, melibatkan siswa dalam pertanyaan atau situasi yang menguji tidak hanya pengetahuan akademis, tetapi juga kemampuan mereka dalam menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks dunia nyata.
2. Transformasi Kepemimpinan Sekolah
Transformasi kepemimpinan sekolah meliputi penempatan guru-guru terbaik sebagai pemimpin sekolah. Mereka diberikan fleksibilitas dan otonomi dalam pengelolaan anggaran serta dilengkapi dengan fasilitas teknologi. Dengan demikian, mereka dapat fokus pada mentoring guru-guru di sekolah.
Contoh nyata bisa terlihat di sekolah-sekolah di berbagai daerah yang mengimplementasikan program di mana guru-guru terbaik berperan sebagai kepala sekolah. Mereka memainkan peran kunci dalam peningkatan kualitas pembelajaran.
3. Transformasi Pengajaran
Transformasi pengajaran bertujuan untuk menyederhanakan kurikulum, membuatnya lebih fleksibel, dan berorientasi pada kompetensi siswa. Fleksibilitas dalam kurikulum memungkinkan respons yang lebih baik terhadap kebutuhan dan minat individu siswa.
Sebagai contoh, revisi kurikulum dapat mencakup pengurangan materi yang terlalu rumit atau kurang relevan, sementara penambahan toolkit online dapat membantu guru mempersonalisasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Dengan pendekatan ini, pengajaran menjadi lebih sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.
4. Kemitraan dengan Daerah dan Organisasi
Perubahan dalam pendidikan bukan hanya dari pemerintah pusat, namun memerlukan kemitraan dengan daerah dan berbagai organisasi yang didukung oleh langkah konkret. Ini merupakan cara meningkatkan kualitas pembelajaran yang efektif.
Contohnya, kemitraan dengan pemerintah daerah, perusahaan-perusahaan yang berkomitmen pada pendidikan, organisasi nirlaba, serta startup teknologi pendidikan. Hal ini dapat membawa keberagaman perspektif dan sumber daya ke dalam pengembangan strategi pendidikan yang lebih efektif.
5. Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Pembukaan program PPG di berbagai institusi lokal dan internasional merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas guru. Melalui kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi, pemerintah dapat meningkatkan kualitas lulusan PPG dengan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia pendidikan.
Selain itu, dibutuhkan juga pendekatan yang berbeda dalam memberikan keterampilan kepada guru. Pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, melainkan dilakukan melalui interaksi langsung, observasi, dan feedback. Sebagai contoh, program pelatihan di dalam sekolah-sekolah yang memiliki kualitas lebih baik dapat diadopsi untuk memberikan pengalaman langsung kepada guru.
Cara Meningkatkan Kualitas Guru
Cara meningkatkan kualitas guru merupakan bagian yang tak terpisahkan dari cara meningkatkan kualitas pembelajaran. Keduanya membentuk fondasi utama untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif bagi siswa. Perhatian pada peningkatan kualitas guru menjadi krusial dalam menyongsong masa depan pendidikan yang lebih berkualitas.
Cara meningkatkan kualitas guru antara lain:
1. Peningkatan Kualifikasi Pendidikan
Guru yang terus meningkatkan kualitasnya melalui pendidikan lanjutan dapat membawa dampak positif dalam kelas. Sebagai contoh kurikulum di Finlandia yang menetapkan kualifikasi pendidikan guru minimal bergelar Master atau lulus pendidikan jenjang S2.
Kebijakan seperti ini tidak hanya menekankan pada keahlian akademis, tetapi juga menunjukkan komitmen pada pengembangan profesional. Dengan mendorong guru untuk mengejar gelar lanjutan, maka akan terbentuk guru yang terdidik dengan baik, memiliki perspektif yang luas, dan siap menghadapi dinamika perubahan dalam dunia pendidikan.
2. Mentoring dan Kolaborasi
Membangun budaya mentoring dan kolaborasi antar guru merupakan langkah tepat dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan mendorong pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik antar sesama guru, lingkungan belajar profesional menjadi lebih dinamis.
Contohnya, melalui sesi mentoring guru yang berpengalaman dapat memberikan wawasan tambahan kepada rekan-rekan guru yang baru memulai karier. Kolaborasi antar guru juga dapat melibatkan pengembangan proyek bersama atau diskusi reguler untuk mengidentifikasi solusi terbaik dalam menghadapi tantangan di kelas.
3. Evaluasi Kinerja yang Konstruktif
Sistem evaluasi kinerja yang konstruktif berfungsi sebagai alat untuk memberikan umpan balik kepada guru. Dengan mengidentifikasi kekuatan dan area pengembangan bagi setiap guru, pendekatan ini membantu membentuk rencana pengembangan pribadi yang sesuai.
Sebagai contoh, evaluasi kinerja yang berfokus pada peningkatan akan melibatkan dialog terbuka antara guru dan evaluator, bukan hanya sebatas memberikan penilaian numerik. Ini memberikan kesempatan bagi guru untuk merefleksikan praktik pengajaran mereka dan bekerja sama dengan para evaluator dalam merencanakan langkah-langkah perbaikan.
4. Pemanfaatan Teknologi Pendidikan
Cara meningkatkan kualitas guru juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pendidikan. Guru yang mahir dalam menggunakan alat dan platform digital dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan relevan.
Pemanfaatan platform pembelajaran daring atau aplikasi pendidikan dapat memberikan akses kepada siswa untuk belajar secara mandiri, sementara guru dapat memantau kemajuan mereka secara real-time. Dengan menggunakan teknologi ini secara efektif, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
5. Pengembangan Soft Skills
Pentingnya pengembangan soft skills bagi guru tidak bisa diabaikan dalam konteks pendidikan. Guru yang dapat membina hubungan yang baik dengan siswa, berkolaborasi dengan rekan sejawat, dan memiliki keterampilan kepemimpinan akan lebih efektif dalam mengelola kelas dan memfasilitasi pembelajaran.
Contoh mengembangkan soft skills bisa melalui pelatihan keterampilan komunikasi. Guru dapat memperoleh keahlian untuk berinteraksi dengan beragam siswa dan merespons secara efektif terhadap kebutuhan masing-masing siswa.
Memahami esensi kualitas pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Ini langkah awal menuju pencapaian tujuan pendidikan yang lebih baik. Peningkatan kualitas pembelajaran perlu terus dilakukan demi masa depan generasi yang terampil, kreatif, dan mampu berkontribusi secara positif pada masyarakat global.
Cara Melakukan perencanaan Pembelajaran Berbasis Data
pada dasarnya terdapat 2 (dua) cara untuk melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA, SMK dan SLB), yaitu sebagai berikut.
Melakukan PBD melalui analisa unduhan Rapor Pendidikan
Melakukan PBD melalui eksplorasi dasbor platform Rapor Pendidikan
CARA 1: PBD Dengan Analisa Unduhan Rapor Pendidikan
Untuk menggunakan cara 1 ini, Anda harus mengunduh laporan Rapor Pendidikan satuan pendidikan Anda.
Berikut adalah tahapannya.
1. Buka platform Rapor Pendidikan Anda
2. Klik ‘Unduh’ pada bagian atas platform Rapor Pendidikan, Lalu kemudian Anda akan mendapatkan 1 berkas Excel lembar Laporan Pendidikan dan Rekomendasi PBD
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Tahap 1 : Identifikasi untuk memilih dan menetapkan masalah
Setelah berhasil mengunduh data hasil Rapor Pendidikan satuan pendidikan Anda, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut untuk melakukan proses identifikasi dan menetapkan masalah.
Buka file/dokumen yang sudah berhasil diunduh dari platform Rapor Pendidikan
Pilih tab Rekom. Keseluruhan
Lihat kolom identifikasi, lalu pilih masalah yang akan menjadi fokus untuk diperbaiki
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
4. Anda juga dapat melakukan Identifikasi pada tab Rekomendasi Prioritas dengan melihat kolom Identifikasi. Pada tab ini, Indikator prioritas sudah diurutkan berdasarkan yang paling perlu pembenahan
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Catatan:
– Anda dapat menghapus kolom masalah beserta dengan refleksi dan benahi yang tidak Anda pilih
Tahap 2 : Memilih Akar Masalah
1. Dari masalah yang sudah dipilih di tahap 1, pada tahap 2 ini Anda dapat memilih seluruh atau sebagian akar masalah level 1 dan 2 yang ingin diperbaiki yang terdapat di kolom Akar Masalah.
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Catatan:
Anda dapat menghapus Akar masalah yang tidak dipilih bersamaan dengan bagian ‘benahi’-nya
Anda dapat memilih dari kolom Akar Masalah baik dari tab Rekomendasi Keseluruhan atau Rekomendasi Prioritas
Tahap 3 : Memilih Benahi
1. Dari akar masalah yang sudah dipilih di tahap 2, Anda dapat memilih sebagian atau seluruh inspirasi kegiatan benahi yang ingin dilakukan.
2. Untuk memilih inspirasi kegiatan benahi, Anda dapat mempelajari dari kolom Tautan Referensi Benahi
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Catatan:
• Inspirasi kegiatan benahi yang tidak dipilih bisa dihapus bersama dengan contoh kegiatan ARKAS
• Dari inspirasi kegiatan benahi yang dipilih, Anda dapat memilih sebagian atau seluruh contoh kegiatan ARKAS
Contoh: Pengisian Lembar Kerja ARKAS dengan Menggunakan Cara 2
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Tahap 4 : Memasukkan detail IRB ke dalam lembar kerja ARKAS
Kegiatan yang dimasukkan ke dalam Lembar Kerja ARKAS merupakan kegiatan yang membutuhkan anggaran untuk pelaksanaannya. Berikut merupakan tata cara memasukkan dokumen rencana kerja ke dalam lembar ARKAS
1. Pindahkan kolom inspirasi kegiatan benahi yang terpilih dari RKT ke dalam kolom Benahi di lembar kerja ARKAS
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
2.Pindahkan contoh kegiatan ARKAS yang terpilih dari RKT ke dalam kolom Kegiatan di lembar kerja ARKAS. Anda juga perlu mengisi Kolom Penjelasan Kegiatan dengan rincian kegiatan apa saja yang ingin dilakukan sesuai dengan yang terdapat pada kolom Kegiatan. Selain itu Anda dapat mengisi kolom Uraian Kegiatan diisi dengan rincian barang dan jasa yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
3. Anda dapat mengisi kolom Jumlah dengan jumlah barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Untuk kolom Satuan berisi satuan barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Kolom Harga Satuan berisi harga per satu satuan (rujukan dapat melihat ke aplikasi SIPlah atau sumber lainnya yang relevan) dan kolom Total berisi perkalian antara jumlah dan harga satuan
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Catatan:
Jika jumlah total anggaran melebihi estimasi total anggaran yang dimiliki, maka Anda dapat mengurangi: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan
Jika jumlah total anggaran kurang dari estimasi total anggaran yang dimiliki, maka anda dapat menambahkan: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan
Jika total anggaran sudah sesuai, di reviu dan disetujui; Anda dapat memasukkan lembar kerja ARKAS ke dalam aplikasi ARKAS
Setelah tahap 4 selesai, Anda sudah memiliki dokumen ARKAS untuk satuan pendidikan Anda.
Contoh: Pengisian Lembar Kerja ARKAS dengan Menggunakan Cara 2
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
CARA 2: Eksplorasi Dasbor Platform Rapor Pendidikan
Tahap 1 : Identifikasi untuk memilih dan menetapkan masalah
Anda akan menemukan 6 indikator prioritas untuk Dasmen dan 8 indikator prioritas untuk SMK saat membuka halaman ringkasan Rapor Pendidikan
Proses identifikasi dapat dilakukan dengan 4 (empat) cara yaitu:
1. Anda dapat memilih indikator-indikator dengan label capain yang paling rendah dengan urutan sebagai berikut: berwarna merah, kuning dan hijau
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
2. Jika terdapat 2 label capaian dengan warna yang sama Anda dapat memilih indikator mana yang lebih membutuhkan intervensi dengan melihat detail Peringkat/Kuintil yang lebih rendah: Misalnya, Anda dapat memilih Peringkat menengah bawah (61-80%) atau Peringkat menengah (41-60%)
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
3. Jika pada peringkat/Kuintil masih memiliki nilai yang sama. Anda dapat memilih Indikator mana yang lebih membutuhkan intervensi/perbaikan dengan melihat delta atau kenaikan/penurunan capaian dengan prioritas sebagai berikut, yakni Penurunan yang paling tinggi, atau Kenaikan yang paling rendah
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
4. Pada tahap terakhir jika pada delta masih memiliki nilai yang sama, Anda dapat membandingkan skor capaian dengan klik ‘Apa arti capaian saya?’, dan dilanjutkan dengan memilih indikator yang memiliki skor lebih rendah
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Tahap 2 : Memilih Akar Masalah
1. Dari masalah yang dipilih, klik ‘Pelajari akar masalah’. Anda akan melihat 4 kartu akar masalah dari indikator level 1 dan level 2 yang menyertainya. Perlu diketahui basis/dasar untuk melakukan perbaikan pada indikator prioritas atau akar masalah adalah:
– Sumber daya satuan pendidikan
– Anggaran yang dimiliki oleh satuan pendidikan
– Kondisi dari masing-masing satuan pendidikan
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
2. Kemudian, pilih indikator level 2 dari indikator level 1 yang sudah Anda pilih menjadi masalah, karena Indikator level 2 tersebut juga merupakan akar masalah
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
3. Lalu, Anda dapat melihat 3 kartu akar masalah yang terdapat di bagian bawah. Kartu-kartu tersebut sudah diurutkan berdasarkan indikator-indikator yang paling membutuhkan intervensi.
Tahap 3 : Merumuskan Benahi
Ketika akan memulai untuk merumuskan Benahi, Anda dapat memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Dari akar masalah yang sudah dipilih, baik dari level 1 maupun level 2 Anda dapat merumuskan benahi dengan melihat Inspirasi Benahi yang ada di bagian bawah halaman Ringkasan
2. Anda dapat memilih sebagian atau seluruh inspirasi kegiatan benahi.
Selanjutnya, Anda dapat mempelajari inspirasi kegiatan benahi dengan klik tombol “Lihat di Merdeka Mengajar”
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Tahap 4 : Memasukkan detail IRB ke dalam dokumen RKT
Setelah selesai merumuskan Benahi, Anda dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya, yakni memasukkan ke dalam dokumen RKT. Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Memindahkan hasil dari tahap 1, 2, dan 3 ke dalam dokumen RKT Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
2. Satuan pendidikan melakukan reviu dokumen RKT yang sudah lengkap, hasil reviu dapat berupa penambahan atau pengurangan.
Tahap 5 : Memasukkan detail IRB ke dalam lembar kerja ARKAS
Kegiatan yang dimasukkan ke dalam Lembar Kerja ARKAS merupakan kegiatan yang membutuhkan anggaran untuk pelaksanaannya
1. Pindahkan kolom inspirasi kegiatan benahi yang terpilih dari RKT ke dalam kolom Benahi di lembar kerja ARKAS
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
2. Pindahkan contoh kegiatan ARKAS yang terpilih dari RKT ke dalam kolom Kegiatan di lembar kerja ARKAS. Anda juga perlu mengisi Kolom Penjelasan Kegiatan dengan rincian kegiatan apa saja yang ingin dilakukan sesuai dengan yang terdapat pada kolom Kegiatan. Selain itu, Anda dapat mengisi kolom Uraian Kegiatan diisi dengan rincian barang dan jasa yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
3. Anda dapat mengisi kolom Jumlah dengan jumlah barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Untuk kolom Satuan berisi satuan barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Kolom Harga Satuan berisi harga per satu satuan (rujukan dapat melihat ke aplikasi SIPlah atau sumber lainnya yang relevan) dan kolom Total berisi perkalian antara jumlah dan harga satuan
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Catatan:
1. Jika jumlah total anggaran melebihi estimasi total anggaran yang dimiliki, maka Anda dapat mengurangi: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan
2. Jika jumlah total anggaran kurang dari estimasi total anggaran yang dimiliki, maka anda dapat menambahkan: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan
3. Jika total anggaran sudah sesuai, di reviu dan disetujui; Anda dapat memasukkan lembar kerja ARKAS ke dalam aplikasi ARKAS
Setelah tahap 5 selesai, Anda sudah memiliki dokumen ARKAS untuk satuan pendidikan Anda.
Demikian informasi “Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen”.
Demikian Terima kasih sudah berkunjung, apabila artikel “Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen” Viaiuniversal blog ini bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain. Wassalam.







0 comments:
Post a Comment