Visi Universal Blog---Bagaimana sejarah burung Garuda sebagai lambang negara Indonesia? Sejarah Asal-Usul Lambang Burung Garuda Pancasila & Arti Simbolnya
Garuda dan Sejarah Indonesia Kuno
Berdasarkan catatan Museum Nasional Indonesia, Lambang Negara Indonesia terinspirasi dari arca Garuda Wisnu yang ditemukan di Trawas, Jawa Timur.
Garuda merupakan kendaraan atau wahana Dewa Wisnu dalam agama Hindu. Garuda digambarkan bertubuh emas berwajah putih, dan bersayap merah.
Paruh dan saya Garuda digambarkan mirip elang, tetapi memiliki tubuh seperti manusia. Garuda berukuran besar hingga bisa menghalangi matahari
Menurut Mohammda Yamin, dalam 6000 Tahun Sang Merah Putih (1951), simbol burung garuda sebagai kendaraan Dewa Wisnu mulai dikenal orang-orang Nusantara sejak abad kelima.
Kerajaan Hindu pada masa itu, Kerajaan Tarumanegara, diketahui memiliki raja bernama Purnawarman yang merupakan penganut Hindu aliran Wisnu. Hal tersebut menjadi bukti bahwa simbol garuda sudah dikenal orang nusantara sejak masa itu.
Dalam mitologi Hindu, Garuda memiliki kisah dimana ia berhasil membebaskan ibunya dari cengkraman perbudakan.
Baca juga cerita selengkapnya; Sang Garuda (Kisah burung garuda Anak Bhagawan)
Bagaimana sejarah burung Garuda sebagai lambang negara Indonesia?
Lambang negara Indonesia yang disimbolkan melalui burung garuda dengan perisai berkolom lima di tubuhnya, memiliki asal-usul bersejarah serta arti filosofis tersendiri.
Dalam jurnal Proses Penetapan Garuda Pancasila Sebagai Lambang Negara Indonesia Tahun 1949-1951 (2014), mengungkapkan, pada rapat Panitia Perancangan Undang-Undang Dasar 1945 yang dilaksanakan sebelum kemerdekaan, 13 Juli 1945, terdapat seorang bernama Parada Harahap yang menyuarakan dibuatnya lambang negara untuk Indonesia.
Menurut Agus Sachari dalam Budaya Visual Indonesia (2007:185), saat UUD 1945 serta Pancasila sudah ditetapkan, simbol sebagai lambang negara Indonesia belum ditetapkan.
Melanjutkan proses ini, pada 16 November 1945, dibentuklah Panitia Indonesia Raya untuk mencari arti lambang-lambang selama peradaban Indonesia ada.
Langkah pertama sudah ditetapkan oleh organisasi yang diketuai Ki Hajar Dewantara. Akan tetapi, harus ditunda karena sebuah masalah.
Sejarah Burung Garuda Pancasila
Pada 1947, sayembara dibuka oleh pemerintah untuk mencari pelukis yang bisa memberikan desain lambang negara terbaik.
Haris Purnomo dalam Katalog Pameran “Di Bawah Sayap Garuda (Under The Wings of Garuda)”, mengungkapkan, kebanyakan penulis kurang memahami sejarah Indonesia dan lambang negara karena pemerintah tidak memberikan penjelasan mengenai kriterianya.
Sayembara Lambang Negara kedua pun dilakukan pada 1950, setelah terbentuknya Panitia Lencana Negara tanggal 10 Januari 1950 yang diatur langsung oleh Koordinator Menteri Sultan Hamid.
Terdapat dua buah macam desain yang dipilih oleh pemerintah saat itu. Lukisan tersebut milik Muhammad Yamin dan Sultan Hamid II. Namun, lambang negara tidak diperoleh secepat itu.
Simbol negara memerlukan pendapat-pendapat dari petinggi lain untuk mencapai kesempurnaannya.
Perbincangan ini melibatkan Sultan Hamid II, Muhammad Yamin, dan Soekarno. Sebenarnya, karya Sultan Hamid II yang dipilih oleh Soekarno dan para anggota DPR.
Akan tetapi, Muhammad Yamin yang tidak terpilih, ikut serta memberikan masukkan pada lukisan Sultan Hamid II. Lalu, Soekarno memberikan usul pencantuman semboyan “Bhineka Tunggal Ika” pada pita di kaki burung.
Pada 8 Februari 1950, bentuk terakhir lambang Garuda Pancasila akhirnya tercipta. Setelah itu, tanggal 20 Februari, lukisan sudah ditempelkan di ruang sidang tepat ketika rapat pertama DPR-RIS berlangsung.
Arti Lambang Garuda Pancasila
Berdasarkan penjelasan yang dituliskan Kementerian Luar Negeri, arti dari Garuda Pancasila dibagi menjadi dua bagian.
Pertama, menyangkut jumlah bulu burung serta pita yang dicengkramnya. Lalu, perisai yang berkolom lima di tubuh burung.
Garuda
- Garuda dipakai sebagai simbol negara untuk menggambarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bangsa dan negara yang kuat dan besar.
- Warna kuning keemasan di burung Garuda menggambarkan kejayaan dan keagungan
- Garuda memiliki sayap, paruh, cakar, dan ekor yang melambangkan tenaga dan kekuatan pembangunan
- Jumlah bulu pada lambang Garuda Pancasila menggambarkan hari atau tanggal proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945. Jumlah bulu pada masing-masing sayap ada 17. Jumlah bulu pada ekor ada 8. Jumlah bulu di bawah perisai atau pangkal ekor ada 19. Jumlah bulu di leher ada 45.
Jumlah Bulu dan Pita yang Dicengkram
1. Sayap: berjumlah 17, menandakan tanggal kemerdekaan Indonesia;
2. Ekor: terdapat 8 helai yang menyatakan bulan kemerdekaan Indonesia, Agustus;
3. Bawah perisai/tubuh: ada 19, menggambarkan angka pertama dan kedua tahun kemerdekaan, dan;
4. Leher: sebanyak 45, menandakan angka akhir dari tahun kemerdekaan Indonesia;
5. Pita: Bertuliskan “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti “berbeda, tapi tetap satu”.
Dalam Perisai
1. Bintang: melambangkan sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa;
2. Rantai: menggambarkan sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab;
3. Pohon beringin: menyimbolkan persatuan Indonesia;
4. Kepala banteng: bermakna kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan;
5. Padi dan Kapas: mendeskripsikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Makna Warna pada Garuda Pancasila
- Warna putih untuk warna perisai kiri bawah dan kanan atas, serta pita yang dicengkeram oleh burung Garuda melambangkan kesucian, kebenaran, dan kemurniaan.
- Warna hitam pada kepala banteng, tulisan “Bhineka Tunggal Ika”, perisai tengah latar belakang bintang, melambangkan keabadian
- Warna merah untuk warna perisai kiri atas dan kanan bawah memiliki makna keberanian.
- Warna hijau sebagai warna pohon beringin mempunyai makna kesuburan dan kemakmuran.
- Warna kuning sebagai warna garuda, bintang, rantai, dan padi memiliki makna kebesaran, kemegahan, dan keluhuran.Sejarah Asal-Usul Lambang Burung Garuda Pancasila & Arti Simbolnya
Baca juga Mengenal Garuda Pancasila Lambang Negara Indonesia
Garuda dan Sejarah Indonesia Kuno
Berdasarkan catatan Museum Nasional Indonesia, Lambang Negara Indonesia terinspirasi dari arca Garuda Wisnu yang ditemukan di Trawas, Jawa Timur.
Garuda merupakan kendaraan atau wahana Dewa Wisnu dalam agama Hindu. Garuda digambarkan bertubuh emas berwajah putih, dan bersayap merah.
Paruh dan saya Garuda digambarkan mirip elang, tetapi memiliki tubuh seperti manusia. Garuda berukuran besar hingga bisa menghalangi matahari
Menurut Mohammda Yamin, dalam 6000 Tahun Sang Merah Putih (1951), simbol burung garuda sebagai kendaraan Dewa Wisnu mulai dikenal orang-orang Nusantara sejak abad kelima.
Kerajaan Hindu pada masa itu, Kerajaan Tarumanegara, diketahui memiliki raja bernama Purnawarman yang merupakan penganut Hindu aliran Wisnu. Hal tersebut menjadi bukti bahwa simbol garuda sudah dikenal orang nusantara sejak masa itu.
Dalam mitologi Hindu, Garuda memiliki kisah dimana ia berhasil membebaskan ibunya dari cengkraman perbudakan.
Baca juga cerita selengkapnya; Sang Garuda (Kisah burung garuda Anak Bhagawan)
Bagaimana sejarah burung Garuda sebagai lambang negara Indonesia?
Lambang negara Indonesia yang disimbolkan melalui burung garuda dengan perisai berkolom lima di tubuhnya, memiliki asal-usul bersejarah serta arti filosofis tersendiri.
Dalam jurnal Proses Penetapan Garuda Pancasila Sebagai Lambang Negara Indonesia Tahun 1949-1951 (2014), mengungkapkan, pada rapat Panitia Perancangan Undang-Undang Dasar 1945 yang dilaksanakan sebelum kemerdekaan, 13 Juli 1945, terdapat seorang bernama Parada Harahap yang menyuarakan dibuatnya lambang negara untuk Indonesia.
Menurut Agus Sachari dalam Budaya Visual Indonesia (2007:185), saat UUD 1945 serta Pancasila sudah ditetapkan, simbol sebagai lambang negara Indonesia belum ditetapkan.
Melanjutkan proses ini, pada 16 November 1945, dibentuklah Panitia Indonesia Raya untuk mencari arti lambang-lambang selama peradaban Indonesia ada.
Langkah pertama sudah ditetapkan oleh organisasi yang diketuai Ki Hajar Dewantara. Akan tetapi, harus ditunda karena sebuah masalah.
Sejarah Burung Garuda Pancasila
Pada 1947, sayembara dibuka oleh pemerintah untuk mencari pelukis yang bisa memberikan desain lambang negara terbaik.
Haris Purnomo dalam Katalog Pameran “Di Bawah Sayap Garuda (Under The Wings of Garuda)”, mengungkapkan, kebanyakan penulis kurang memahami sejarah Indonesia dan lambang negara karena pemerintah tidak memberikan penjelasan mengenai kriterianya.
Sayembara Lambang Negara kedua pun dilakukan pada 1950, setelah terbentuknya Panitia Lencana Negara tanggal 10 Januari 1950 yang diatur langsung oleh Koordinator Menteri Sultan Hamid.
Terdapat dua buah macam desain yang dipilih oleh pemerintah saat itu. Lukisan tersebut milik Muhammad Yamin dan Sultan Hamid II. Namun, lambang negara tidak diperoleh secepat itu.
Simbol negara memerlukan pendapat-pendapat dari petinggi lain untuk mencapai kesempurnaannya.
Perbincangan ini melibatkan Sultan Hamid II, Muhammad Yamin, dan Soekarno. Sebenarnya, karya Sultan Hamid II yang dipilih oleh Soekarno dan para anggota DPR.
Akan tetapi, Muhammad Yamin yang tidak terpilih, ikut serta memberikan masukkan pada lukisan Sultan Hamid II. Lalu, Soekarno memberikan usul pencantuman semboyan “Bhineka Tunggal Ika” pada pita di kaki burung.
Pada 8 Februari 1950, bentuk terakhir lambang Garuda Pancasila akhirnya tercipta. Setelah itu, tanggal 20 Februari, lukisan sudah ditempelkan di ruang sidang tepat ketika rapat pertama DPR-RIS berlangsung.
Arti Lambang Garuda Pancasila
Berdasarkan penjelasan yang dituliskan Kementerian Luar Negeri, arti dari Garuda Pancasila dibagi menjadi dua bagian.
Pertama, menyangkut jumlah bulu burung serta pita yang dicengkramnya. Lalu, perisai yang berkolom lima di tubuh burung.
Garuda
- Garuda dipakai sebagai simbol negara untuk menggambarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bangsa dan negara yang kuat dan besar.
- Warna kuning keemasan di burung Garuda menggambarkan kejayaan dan keagungan
- Garuda memiliki sayap, paruh, cakar, dan ekor yang melambangkan tenaga dan kekuatan pembangunan
- Jumlah bulu pada lambang Garuda Pancasila menggambarkan hari atau tanggal proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945. Jumlah bulu pada masing-masing sayap ada 17. Jumlah bulu pada ekor ada 8. Jumlah bulu di bawah perisai atau pangkal ekor ada 19. Jumlah bulu di leher ada 45.
Jumlah Bulu dan Pita yang Dicengkram
1. Sayap: berjumlah 17, menandakan tanggal kemerdekaan Indonesia;
2. Ekor: terdapat 8 helai yang menyatakan bulan kemerdekaan Indonesia, Agustus;
3. Bawah perisai/tubuh: ada 19, menggambarkan angka pertama dan kedua tahun kemerdekaan, dan;
4. Leher: sebanyak 45, menandakan angka akhir dari tahun kemerdekaan Indonesia;
5. Pita: Bertuliskan “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti “berbeda, tapi tetap satu”.
Dalam Perisai
1. Bintang: melambangkan sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa;
2. Rantai: menggambarkan sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab;
3. Pohon beringin: menyimbolkan persatuan Indonesia;
4. Kepala banteng: bermakna kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan;
5. Padi dan Kapas: mendeskripsikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Makna Warna pada Garuda Pancasila
- Warna putih untuk warna perisai kiri bawah dan kanan atas, serta pita yang dicengkeram oleh burung Garuda melambangkan kesucian, kebenaran, dan kemurniaan.
- Warna hitam pada kepala banteng, tulisan “Bhineka Tunggal Ika”, perisai tengah latar belakang bintang, melambangkan keabadian
- Warna merah untuk warna perisai kiri atas dan kanan bawah memiliki makna keberanian.
- Warna hijau sebagai warna pohon beringin mempunyai makna kesuburan dan kemakmuran.
- Warna kuning sebagai warna garuda, bintang, rantai, dan padi memiliki makna kebesaran, kemegahan, dan keluhuran.
Akhmad Solihin August 31, 2023 CB Blogger Indonesia
Sejarah Asal-Usul Lambang Burung Garuda Pancasila Beserta Arti Simbolnya
Visiuniversal---Pada dasarnya sejak awal prinsip orang dewasa dalam belajar diperlukan suatu kemerdekaan, merdeka pendidiknya, merdeka peserta didiknya karena memiliki fleksibilitas waktu dan tempat belajarnya (kapam saja dan dimana saja), dan cara belajarnya dapat memilih sesuai dengan perkembangan teknologi.
Penilaian hasil belajar pada orang dewasa
Untuk melaksanakan penilaian hasil belajar pada orang dewasa harus berhati-hati, yang utama menyangkut aspek psikologi, karena secara psikologi orang dewasa tidak mau digurui dan tidak mau diketahui kelemahan dan kekurangannya oleh orang lain meskipun itu adalah orang yang memfasilitasi belajarnya. Untuk itu dalam menilai hasil belajar orang dewasa yang merdeka, harus menggunakan metode atau cara yang tepat yang sesuai dengan kondisi mereka seperti dengan menggunakan cara melalui penilaian portopolio dan pengamatan panjang mengikuti proses pembelarannya.
Akhmad Solihin March 31, 2023 CB Blogger Indonesia
PRINSIP DASAR PENILAIAN HASIL BELAJAR ORANG DEWASA DALAM MERDEKA BELAJAR
Visiuniversal---Seperti kita ketahui, untuk mewujudkan visi Indonesia maju dan berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila. Kementrian Pendidikan kebudayaan Riset dan Teknologi,terus memikirkan berbagai terobosan merdeka belajar. Merdeka belajar yang diusung Kemdikbudristek memiliki tujuan untuk mencapai pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia melalui transformasi pada 4 hal yakni; Inprstruktur dan teknologi, kebijakan prosedur dan perencanaan, kepemimpinan masyarakat dan budaya, serta kurikulum Pedagogi dan asement.
Terkait dengan program merdeka belajar, Transformasi pendidikan Indonesia dimulai pada :
1. Merdeka Belajara Episode 1 (4 Pokok Kebijakan)
merdeka belajar tahap pertama yang menghadirkan terobosan 4 pokok kebijakan, agar paradigma dan cara lama dalam belajar dan mengajar dapat bertransformasi kearah kemajuan.
Adapun kebijakan utama pada tahap merdeka belajar Episode 1 ini adalah:
1. Mengganti Ujian Nasional menjadi Asesmen Nasional
2, Menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional
3. Menyederhanakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
4. Menyesuaikan kuota jalur prestasi Penerimaan penerimaan peserta didik baru berbasis zona.
2. Merdeka Belajar Episode 2 (Kampus Merdeka)
Adapun kebijakan utama pada tahap merdeka belajar Episode 2 ini adalah:
1. Memberikan kemudahan dalam pembukaan program studi baru
2. Menyederhanakan akreditasi perguruan tinggi
3. Kemudahan menjadi PTN BH
4. Hak belajar tiga semester di luar bidang studi
3. Merdeka Belajar Episode 3 (Perubahan Mekanisme Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun anggaran 2020).
1. Transfer dana BOS langsung ke rekening sekolah
2. Keleluasaan bagi sekolah dalam menggunakan dana BOS
3. Peningkatan Satuan biaya per siswa dalam dana BOS]
4. Perbaikan sistem pelaporan BOS untuk transpransi dan akuntabilitas
4. Merdeka Belajar Episode 4 (Program Organisasi Penggerak)
Adalah dengan memberdayakan organisasi kemasyarakatan untuk bergotong royong meningkatkan kualitas kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan agar tercipta transformasi ekosistem pembelajaran yang berorientasi pada murid.
5. Merdeka Belajar Episode 5 (Program Guru Penggerak)
Program guru penggerak dalam merdeka belajar merupakan program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan yang mewujudkan SDM unggul Indonesia.
Merdeka Belajar Episode 6 (Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi)
1. Insentif berdasarkan capaian IKU (untuk PTN)
2. Matching fund untuk kerja sama dengan mitra (untuk PTN dan PTS)
3. Compertitive fund program kim
6. Merdeka Belajar Episode 7(Program Sekolah Penggerak)
Program sekolah dalam merdeka belajar adalah mengembangkan sekolah-sekolah katalis yang diawali dengan pemberdayaan kepala sekolah dan guru menjadi SDM unggul melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan intervensi yang holistik dalam hal pembelajaran perencanaan, digitalis, sampai pendampingan selama tiga tahun ajaran bagi sekolah negeri maupun swasta.
7. Merdeka Belajar Episode 8 (SMK Pusat Keunggulan)
Menghasilkan lulusan yang terserap didunia kerja atau berwirausaha melalui kesetaraan pendidikan vokasi dengan dunia kerja danmenjadi rujukan bagi SMK lainnya, melalui :
1. Keterlibatan idustri dalam proses pembelajaran
2. Pelatihan guru-guru kejuruan yang sesuai dengan standar industri
3. Pelatihan manajerial dan kepemimpinan kepala sekolah
4. Fasilitasi pembelajaran berbasis industri
5. Terlibatnya perguruan tinggi sebagai pendamping SMK agar terwujud link anda match yang semakin optimal.
9. Merdeka Belajar Episode 9 (KIP Kuliah Merdeka)
1. Memeberikan kemerdekaan bagi murid dari keluarga miskin dan rentan agar dapat kuliah pada program studi unggulan di perguruan tinggi terbaik
2. Menaikan alokasi biaya pendidikan yang dibayarkan kepada perguruan tinggi akan memberikan peluang kepada seluruh mahasiswa untuk memilih apapun program studi yang diminati sesuai dengan prestasi akademiknya.
3. Meningatkan bantuan biaya hidup untuk mendorong mobilitas sosial siswa penerima KIP Kuliah merdeka sehingga para siswa akan lebih percaya diri dan tidak ragu-ragu untuk mencari perguruan tinggi terbaik dikota-kota besar.
10. Merdeka Belajar Episode 10 (Perluasan Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)
1. Program beasiswa kampus merdeka
2. Beasiswa bagi dosen, guru, dan tenaga kependidikan
3. Beasiswa program vokasi dan progaram prestasi
4. Beasiswa kebudayaan
11. Merdeka Belajar Episode 11 (Kampus Merdeka Vokasi)
1. Dana Kompetitif kampus vokasi (competitive fund vokasi), dengan program SMK-D2 jalur cepat dan program peningkatan prodi D3 menjadi sarjana terapan (D4)
2. Dana padanan kampus vokasi (matching fund vokasi) dengan program penguatan pusat unggulan teknologi (PUT) hilirisasi produk purwarupa/teknologi, start-up produk inovasi perguruan tinggi.
12. Merdeka Belajar Episode 12 (Sekolah Aman Berbelanja Bersama Siplah)
1. Tata keuangan yang baik karena semua transaksi didokumentasikan secara elektronik. Selain itu juga mendorong transparansi dan akuntabilitas.
2. Efisiensi anggaran dengan tingkat harga keseluruhan cenderung lebih rendah dan opsi penyediaan yang lebih banyak atau beragam
3. Membuka kesempatan bagi pelaku UMKM di daerah yang bisa berpartisipasi.
13. Merdeka Belajar Episode 13 (Merdeka Berbudaya dengan Kanal Indonesiana)
1. Untuk pertama kalinya di Indonesia Kemdikbudristek menghadirkan platform media ekspresi, pustaka, serta promosi budaya yang terintegrasi dan dapat diakses melalui:
- Laman Indonesiana.tv.
- Siaran televisi jaringan Indihome saluran 200(SD) dan 916 (HD)
- Media sosial Indonesiana (Facebook, Twitter, Instgram, Tiktok, Youtube)
2.Kanal Indonesiana merupakan wadah ekspresi Merdeka berbudaya. Kanal Indonesiana bermitra denan masyarakat, serta Para pelaku seni dan komunitas seni budaya.
3. Kanal Indonesiana menyediakan pustaka audio visual keragaman budaya Indonesia
4. Kanal Indonesiana merupakan salah satu upaya mewujudkan visi pemajuan kebudayaan.
14. Merdeka Belajar Episode 14 (Kampus merdeka dari Kekerasan Seksual)
1. Pemenuhan hak pendidikan setiap WNI
2. Penanggulangan kekerasan seksual dengan pendekatan institusional dan berkelanjutan
3. Peningkatan pengetahuan tentang kekerasan seksual
4. Penguatan kolaborasi antara Kemendikbudristek dan perguruan tinggi.
15. Merdeka Belajar Episode 15 (Kurikulum Merdeka dan Platform merdeka Mengajar)
Adalah yang menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan dari proses pembelajaran, dan perbaikan kualitas pembelajaran, serta menjadi terobosan terbaru dalam membantu guru untuk saling terhubung berkolaborasi, dan berinspirasi dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila demi kemajuan pendidikan Indonesia.
Merdeka Belajar Episode 15 ini merupakan merdeka belajar yang berhubungan langsung dengan akselarasi mutu pembelaran dan peningkatan kualitas guru yaitu kurikulum dan platform merdeka belajar.
Demikian ringkasan merdeka belajar dari Episode 1 hingga sekarang memasuki episode 15, semoga tulisan singkat ini bermanfaat. Sukses selalu.Sumber :
https://kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id/
Akhmad Solihin June 02, 2022 CB Blogger Indonesia
INILAH RINGKASAN MERDEKA BELAJAR EPISODE 1 - 15
Soal-soal
I. Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D.
1. Pepatah “lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya” menggambarkan kondisi bangsa Indonesia yang mengalami penderitaan akibat penjajahan. Pada tahun 1942 Indonesia lepas dari penjajahan Belanda ganti dijajah oleh ....
A. Jepang
B. Sekutu
C. Inggris
D. Amerika Serikat
2. Penderitaan bangsa Indonesia yang diakibatkan oleh peraturan tentara Jepang di masa penjajahan adalah . . . .
A. kerja rodi
B. tanam paksa
C. kerja paksa
D. romusha.
3. Ketika mulai terdesak oleh Sekutu (Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda), Jepang berusaha mengambil hati bangsa Indonesia dengan . . .
A. memerintahkan BPUPKI untuk menyiapkan kemerdekaan
B. menjanjikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia
C. mendesak tokoh-tokoh bangsa Indonesia agar segera bersidang
D. meminta agar BPUPKI menyusun rancangan dasar negara
4. BPUPKI dilantik oleh Jepang dengan anggota yang terdiri dari tokoh-tokoh bangsa Indonesia dan beberapa orang anggota perwakilan dari Jepang. Ketua BPUPKI tersebut ialah . . .
A. dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat
B. Ir. Soekarno
C. Moh Yamin
D. Drs. Moh. Hatta.
5. Tugas Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) ialah . . . .
A. menyiapkan dan mengesahkan Pancasila Dasar Negara
B. membuat rancangan undang-undang dasar Negara RI
C. mempersiapkan calon presiden dan wakil presiden RI
D. mempersiapkan segala sesuatu untuk kemerdekaan.
6. Sidang BPUPKI yang menghasilkan rancangan dasar negara adalah sidang pertama yang diselenggarakan pada tanggal . . .
A. 29 April sd. 1 Mei 1945
B. 28 Mei sd. 1 Juni 1945
C. 29 Mei sd. 1 Juni 1945
D. 10 Juli sd. 17 Juli 1945
7. Perhatikan rumusan Dasar Negara berikut ini!
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat
Rumusan tersebut adalah rumusan yang diusulkan oleh . . .
A. Ir. Soekarno
B. Mr. Moh Yamin
C. Mr. Soepomo
D. Drs. Mohammad Hatta.
8. Perhatikan rumusan rancangan dasar negara berikut ini!
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan
Rumusan tersebut adalah rumusan yang diusulkan oleh . . .
A. Ir. Soekarno
B. Mr. Moh Yamin
C. Mr. Soepomo
D. Drs. Mohammad Hatta
9. Perhatikan rumusan Dasar Negara berikut ini!
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kebangsaan persatuan Indonesia
3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
4. Kerakyatanyangdipimpinolehhikmatkebijak- sanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Rumusan tersebut adalah rumusan yang diusulkan oleh . . .
A. Ir. Soekarno
B. Mr. Moh Yamin
C. Mr. Soepomo
D. Drs. Mohammad Hatta
10. Tokoh yang mengemukakan pemikirannya tentang nama Pancasila untuk Dasar Negara Indonesia ialah . . . .
A. Drs. Mohammad Hatta
B. Ir. Soekarno
C. Mr. Moh Yamin
D. R. Abikusno Tjokrosoejoso.
II. Uraian
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar.
1. Apakah semboyan yang dipromosikan Jepang untuk mengambil hati bangsa Indonesia agar mau membantu Jepang? Jelaskan!
2. Berapa kali BPUPKI mengadakan persidangan, dan kapan?
3. Apa hasil-hasil sidang BPUPKI?
4. Mengapa dasar negara harus disusun sekuat mungkin?
5. Nilai-nilai apakah yang tercermin dalam sikap para tokoh ketika berlangsungnya proses perumusan/penetapan dasar negara yang dapat kita teladani?
SOAL ULANGAN PPKn PAKET B SETARA SMP KELAS VIII SEMESTER I TAHUN 2018 SKB
USULAN DASAR NEGARA OLEH PARA PENDIRI NEGARA
KETAQWAAN, PERSAMAAN DERAJAT, CINTA TANAH AIR, MUSYAWARAH DAN BEKERJA KERAS
LAGU INDONESIA RAYA STANZA 1, 2, 3 LENGKAP DENGAN PENJELASANNYA
![]() |
| Soekarno Presiden Negara RI Pertama |














