CARA MENGUKUR DENYUT NADI YANG BENAR DALAM PENJASKES

Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, dalam pembahasan materi pembelajaran Pendidikan jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) berikut ini tentang cara mengukur denyut nadi, yang kita lakukan baik sebelum melakukan olahraga maupun setelah berolahraga. Pada dasarnya denyut nadi dapat dipakai sebagai tolak ukur kondisi jantung. Jadi, penting untuk diketahui. Denyut nadi adalah frekuenssis irama denyut/detak jantung yang dapat dipalpasi (diraba) di permukaan kulit pada tempat-tempat tertentu. Frekuensi denyut nadi pada umumnya sama dengan frekuensi denyut/detak jantung.

Berikut ini adalah cara mengukur dan mengetahui denyut nadi/frekuensi detak jantung yang benar sbb:

1. Tempat meraba denyut nadi

Denyut nadi dapat dipalpasi pada beberapa tempat misalnya:
a. Di pergelangan tangan bagian depan sebelah atas pangkal ibu jari tangan (ar. Radialis)
b. Di leher sebelah kiri/kanan depan otot sterno cleido mastoidues (ar. Carolis)
c. Di dada sebelah kiri, tepat di apex jantung (ar. Temparalis)
d. Di pelipis. Baik pada pelipis kiri ataupun pada pelipis kanan.

2. Hal-hal yang dapat diperiksa pada denyut nadi adalah:

a. Frekuensinya (berapa denyut per menit)
b. Isinya
c. Irama teratur/ tidak
-  Frekuensi Nadi akan meningkat bila kerja jantung meningkat
- Bila kita berlatih maka dengan sendirinya frekuensi denyut nadi akan semakin cepat sampai batas tertentu sesuai dengan beratnya latihan yang dilakukan.
- Setelah latihan selesai, frekuensi nadi akan turun lagi.
- Orang yang berlatih nadi istirahatnya lebih lambat dibandingkan dengan orang yang tidak berlatih


3. Cara menghitung denyut nadi

a. Nadi dihitung selama 6 detik dikalikan 10 atau 
b. Nadi dihitung selama 10 detik dikalikan 6 atau
c. Nadi dihitung selama 15 detik dikalikan 4 atau
d. Nadi dihitung selama 30 detik dikalikan 2

Disamping cara manual tersebut, juga ada alat untuk mengukur denyut nadi yang disebut "Pulse Meter", yaitu Alat elektronik yang dapat digunakan untuk mengukur frekuensi nadi setiap detik. Alat ini sangat mudah penggunaannya.

4. Denyut Nadi yang perlu diketahui:

a. Nadi Basal (bangun tidur, sebelum turun dari tempat tidur)
b. Nadi Istirahat (nadi waktu tidak bekerja)
c. Nadi latihan (nadi saat latihan)
d. Nadi Pemulihan (nadi setelah selesai latihan)

Menghitung sendiri denyut nadi kita dengan cara meraba pada bagian tempat meraba seperti dijelaskan diatas.

Pada orang dewasa normal, denyut nadi saat istirahat berkisar antara: 60 - 80 denyut setiap menitnya.

Demikian cara mengukur dan mengetahui denyut nadi/frekuensi detak jantung yang benar menurut Penjaskes. Semoga bermanfaat untuk bahan belajar pendidikan jasmani dan kesehatan. terimakasih.


Sumber : dirangkum dan disarikan dengan perubahan seperlunya dari buku : "Ketahuilah Tingkat Kesegaran Jasmani Anda" Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi Departemen Pendidikan Kebudayaan, Jakarta. Tahun 2006.

BELAJAR DARI KESALAHAN BELALANG DALAM KOTAKNYA

Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian banyak ilmu dan pelajaran berharga yang kita dapatkan dari pengalaman dan perjalanan hidup, pelajaran itu terkadang tidak akan kita dapatkan dibangku sekolah, tetapi melalui proses dan perjalanan panjang kehidupan kita sehari-hari. Berikut ini sebuah cerita yang menarik tentang seekor belalang dan kotaknya, semoga dapat menjadi inspirasi kita tentang bagaimana kita harus belajar dari kehidupan kita sebenarnya.
Gambar: ua.depositphotos.com
Seekor "belalang A" yang telah lama tinggal dan menikmati hidup enak dalam sebuah kotak, suatu hari mencoba keluar dari kotak yang selama ini menjadi sarangnya sejak kecil. Dengan sedikit ragu-ragu tapi gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Diperjalanan dia bertemu dengan seekor Belalang lainnya, namun dia keheranan mengapa "belalang" itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri "belalang" itu dan bertanya, "Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun besar dan bentuk tubuh ?".

    Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan "Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan. " Saat itu belalang A baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

     Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang A. Lingkungan yang buruk, hinaan, masa lalu yang buruk, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga seolah membuat kita terkurung kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita.

    Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri. Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa "melompat lebih tinggi dan lebih jauh" kalau Anda mau menyingkirkan "kotak" itu ? Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa.

   Mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda ? Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang,tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai. 

   Menjalani itu semua memang memerlukan pengorbanan dan perasaan mendalam. Sakit memang, lelah memang... tapi bila Anda sudah sampai di puncak semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.

Demikian warga belajar dan siswa sekalian, semoga bermanfaat


Sumber : Copas-copasan di Facebook dengan perubahan dan penambahan seperlunya.

Sumber Gambar: ua.depositphotos.com

PENELITIAN PENDIDIKAN

Visiuniversal---Banyak hal yang terkait dengan masalah pendidikan, salah satunya adalah masalah penelitian dalam bidang pendidikan. Pendidikan dapat dilihat sebagai objek kajian interdisiplin yang menurut MC.Milan dan Schumcher (1984) banyak meminjam konsep dan teori bidang ilmu lain seperti psikologi, sosiologi, antropologi, politik, dan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian pendidikan juga mengacu pada metodologi yang lazim digunakan di berbagai bidang ilmu tersebut, yakni pendekatan behavioral science. Berbagai konsep seperti intelegensi, peran, status, norma, konsep diri, keefektifan biaya juga dikaji dalam penelitian pendidikan dengan menggunakan pendekatan tersebut.

A. Pengertian Penelitian Pendidikan

Apakah yang dimaksud dengan penelitian pendidikan? Penelitian pendidikan adalah upaya ilmiah untuk memahami beragam masalah pendidikan dan fenomena yang ada di dunia pendidikan. Fenomena merujuk pada masalah yang muncul dalam sistem pendidikan formal, nonformal, maupun informal. Masalah ini dapat muncul dalam berbagai bentuk. Hampir setiap aspek dari ketiga sistem pendidikan tersebut mempunyai peluang untuk muncul menjadi masalah yang layak teliti. Beberapa contoh yang mencerminkan hal tersebut adalah penelitian tentang tingkat putus sekolah, kecepatan belajar, motivasi belajar, dan sebagainya.

B. Ruang lingkup Penelitian Pendidikan

Ruang lingkup penelitian pendidikan luas sekali karena pendidikan sendiri merupakan bidang kajian yang terkait erat dengan beberapa disiplin ilmu lain seperti psikologi, sosiologi, antropologi, politik, dan ekonomi. Banyak sekali konsep atau teori pendidikan yang dikembangkan dengan mendapatkan insipirasi atau berlandaskan berbagai bidang ilmu tersebut. Contoh dalam hal ini adalah pengkajian konsep intelegensia, pengembangan sumber daya manusia, difusi, otoritas, efektivitas biaya, konsep diri dan budaya dalam praktik pendidikan dilapangan.

Penelitian pendidikan semula berorientasi pada pendekatan behavioristik. Hal ini tampak jelas dari pengaruh disiplin ilmu psikologi yang digunakan untuk uji pengukuran berbagai aspek belajar-mengajar. Meskipun demikian, akhir-akhir ini tampak ada kecendrungan bahwa penelitian pendidikan menoleh pada pendekatan lain yang digunakan dalam ilmu sosial. Pendekatan seperti observasi-partisipatif dalam antropolig dalam antropologi serta analisis ekonomi pendidikan merupakan beberapa contoh yang menunjukan adanya kecenderungan tersebut.  

Penggunaan berbagai konsep dan pendekatan dari berbagai disiplin ilmu memperkaya khasanan penelitian pendidikan. Hal tersebut membuka kemungkinan satu aspek pendidikan dikaji dari berbagai pendekatan yang berbeda sehingga peluang untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh semakin terbuka lebar. Salah satu conto mengenai hal ini adalah kajian dalam pendidikan matematika. Kajian dalam bidang tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan survei kebutuhan atau kelayakan kurikulum yang akan digunakan, pendekatan observasi langsung terhadap interaksi guru dan siswa di kelas,atau pendekatan eksperimental mengenai efek berbagai jenis bahan ajar dan terhadap prestasi siswa.

Demikian ringkasan tentang pengertian dan ruang lingkup penelitian pendidikan. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

PENGERTIAN KORUPSI DAN AKIBAT DARI PERILAKU KORUPSI

Korupsi
Visiuniversal---Wargabelajar dan siswa sekalian, hampir setiap orang dapat menyebutkan istilah korupsi dan memberikan batasan tentang korupsi menurut pengetahuannya masing-msing. Sebagian besar orang berpendapat bahwa korupsi itu menyelewengkan uang negara atau milik pihak lain untuk digunakan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada dan digunakan untuk keuntungan diri sendiri. Menurut katanya; pengertian Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

Untuk lebih jelasnya tentang pengertian korupsi ini kita dapat melihat hal tersebut pada pengertian korupsi menurut pengertian yang ada di dalam peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.

Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme menjelaskan di dalam pasal-pasalnya sebagai berikut:
  1. penyelenggara negara adalah pejabat negara yang melaksanakan fungsi eksektuf, legislatif dan yudikatif dan pejabat lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara sesuai dengan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  2. penyelenggara negara yang bersih adalah penyelenggara negara yang menaati asas-asas umum penyelenggaraan negara dan bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme serta perbuatan tercela lainnya;
  3. asas umum pemerintahan negara yang baik adalah asas yang menjunjung tinggi norma kesusilaan, kepatuhan dan norma hukum, untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme;
  4. korupsi adalah tindak pidana yang dilakukan orang secara sengaja melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain suatu korporasi dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Definisi korupsi yang dipahami umum adalah merugikan negara atau institusi baik secara langsung atau tidak langsung sekaligus memperkaya diri sendiri.
Korupsi pada dasarnya sangat membahayakan kehidupan suatu bangsa karena dengan adanya korupsi yang membawa dampak negati bagi negara dan masyarakat di berbagai bidang kehidupan. Mengapa demikian? Apakah yang dimaksud membawa dampak negatif itu? Adapaun akibat-akibat yang terjadi bila para pemimpin negara banyak melakukan korupsi dapat digambarkan sebagai berikut :
  1. menghabiskan atau memakan harta kekayaan negara hanya untuk kepentingan pribadi pemimpin
  2. menjadikan negara miskin
  3. menjadikan negara memiliki banyak hutang luar negeri untuk menutupi kekurangan anggaran
  4. hanya akan memperkaya sekelompok orang yang dekat dengan pimpinan tersebut
  5. menimbulkan ketidakadilan dalam hal pendapatan dan kekayaan.
  6. menimbulkan ketidakpercayaan rakyat terhadap pemimpin negara
  7. menciptakan rasa frustasi, kekesalan, kemarahan dan dendam pada kalangan rakyat yang tidak memperoleh pendapatan yang adil
  8. menciptakan aksi penentangan, permusuhan, kerusuhan dan tindak perusakan terhadap fasilitas negara.
Pejabat negara yang melakukan korupsi dapat diberhentikan, juga dihukum oleh pengadilan negara, banyak yang terjadi penjabat negara dijatuhi hukuman berat karena terbukti terlibat korupsi.

Demikian tentang pengertian korupsi dan akibatnya jika terjadi perilaku korupsi tersebut. Semoga bermanfaat. terimakasih.

Selanjutnya untuk menambah pengetahuan kita tentang korupsi di Indonesia silakan warga dan siswa belajar untuk membaca tentang pemberatasan korupsi ini di berbagai media dan literatur yang ada.

CIRI-CIRI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK)

Belajar Komputer, IPTEK, Siswa belajar IPTEK, Pengetahuan Yang berkmbang
Visiuniversal---Wargabelajar dan siswa sekalian, dalam pembahasan kita kali ini, kita akan menggali lebih jauh tentang ilmu pengetahuan dan Teknologi. Berikut ini akan kita uraikan secara singkat tentang ciri-ciri ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Agar lebih memudahkan pemahaman kita pada postingan selanjutnya secara perbagian kita uraikan juga tentang : IPTEK yang berkembang di Masyarakat, Pengaruh IPTEK terhadap teknologi yang berkembang di lingkungan sekitar kita.

Dalam Ensiklopedia Indonesia dinyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu sistem dari berbagai pengetahuan yang masing-masing mengenal suatu lapangan pengalaman tertentu yang disusun sedemian rupa menurut azas-azas hingga menjadi kesatuan; suatu sistem dari berbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan memakai metode tertentu (induksi deduksi).

Ilmu pengetahuan menyebabkan manusia dapat mengetahui dan mempelajari berbagai hal baik secara langsung maupun tidak langusung dari peristiwa dan berbagai fenomena yang terdapat di dunia ini. Karena itu, ilmu pengetahuan memiliki empat fungsi, yaitu :
  1. Fungsi deskriptif. Menggambarkan, melukiskan, dan memaparkan suatu obyek atau masalah sehingga mudah dipelajari oleh peneliti.
  2. Fungsi pengembangan. Melanjutkan hasil penemuan yang lalu dan menemukan ilmu pengetahuan yang baru.
  3. Fungsi Prediksi. Meramalkan kejadian-kejadian yang besar kemungkinan terjadi sehingga manusia dapat mengambil tindakan-tindakan yang perlu dalam usaha menghadapinya.
  4. Fungsi kontrol. Berusaha mengendalikan peristiwa-peristiwa yang tidak dikehendaki.
Ilmu pengetahuan tidak dapat dilepaskan dari teknologi yang berbentuk peralatan hidup untuk memudahkan dan meningkatkan hasil kerja manusia. Alvin Toffler mengumpamakan teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebagai akselerator (alat pemicu) yang dahsyat, dan ilmu pengetahuan sabagai bahan bakarnya. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualitatif, maka kian meningkat pula proses percepatan yang ditimbulkan oleh mesin pengubah, lebih-lebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi.

Teknologi berasal dari kata techne yang berarti serangkaian  prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu obyek atau kecakapan tertentu; pengetahuan tentang prinsip-prinsip metode; seni, dan logos yang dalam bahasa Yunani mengacu pada tata pikir atau keteraturan.

Menurut Sastrapratedja, fenomena teknologi pada masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Rasionalistik, artinya teknologi selalu bertindak sesuai rencana dengan perhitungan rasional
  2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu buatan yang tidak alamiah.
  3. Otomatisme, artinya dalam hal metode organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Selain itu juga mampu merubah kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis.
  4. Teknologi berkembang pada suatu kebudayaan
  5. Monisme, artinya, semua teknologi bersatu, saling berinteraksi, dan saling bergantung.
  6. Universalisme, artinya mampu melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.
  7. Otonomi, artinya teknologi berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Sebagai wujud kongkrit kebudayaan (kebudayaan material), teknologi erat hubungannya dengan unsur-unsur kebudayaan lainnya, karena dalam mempelajari teknologi akan selalu dihubungkan dengan fungsi teknologi tersebut. Teknologi sebagai peralatan hidup akan berhubungan dengan aktivitas hidup manusia seperti, teknologi dengan pertanian; teknologi dengan susunan atau struktur masyarakat, teknologi dengan ilmu pengetahuan, dan lain-lain. 

FUNGSI AGAMA/RELIGI, KEPERCAYAAN DAN PERILAKU KEAGAMAAN DALAM KEHIDUPAN

Visiuniversal---Warga belajar dan Siswa sekalian, dalam pembahasan kali ini kegiatan belajar kita akan menguraikan tentang bagaimana fungsi Agama atau religi, kepercayaan dan perilaku keagamaan. Diharapkan dengan pembahasan ini warga belajar dan siswa dapat memahami mengapa agama  bagi individu dapat menjado pembimbing hidup, mengatasi dalam kesukaran, dan memberikan ketenangan batin ?, juga mengapa agama atau religi dapat menjadi pengikat integrasi masyarakat?, Kalian juga dapat memberikan contoh perilaku ritual keagamaan yang mencerminkan hubungan manusia dengan Sang Maha Pencipta dan hubungan manusia dengan sesama manusia !

A. Fungsi Agama/ Religi dalam Kehidupan 

Menurut Clifford Geertz, agama adalah sistem simbol yang berfungsi untuk menanamkan semangat dan motivasi yang kuat, mendalam, dan bertahan lama pada manusia dengan menciptakan konsepsi-konsepsi yang bersifat umum tentang eksistensi, dan membungkus konsepsi-konsepsi itu sedemikian rupa dalam suasana faktualitas sehingga suasana dan motivasi itu kelihatan sangat realistis.

Pertama, fungsi agama adalah pertama-tama memberi keterangan. Agama menjawab pertanyaan-pertanyaan eksistensial, seperti bagaimana asal mula dunia, bagaimana hubungan atnara manusia dengan spesiesi lain serta kekuatan alam lainnya, mengapa manusia mati, dan mengapa usaha manusia bisa sukses atau gagal.

Kedua, Agama memberi pengesahan. Agama menerima adanya kekuatan-kekuatan di dalam alam semesta yang mengendalikan dan menopang tata susila dan tata sosial masyarakat. Leluhur, roh, atau dewa-dewa memberi pengesahan serta arti kepada perbuatan manusia. Dengan mengeramatkan peraturan-peraturan serta hubungan-hubungan yang diciptakan manusia, dengan memberinya suasana kemutlakan dan keabadian, agama menempatkan diri sebagai sesuatu yang tak dapat ditentang.

Ketiga, agama menambah kemampuan manusia untuk menghadapi kelemahan kehidupannya - kematian, penyakit, kelaparan, banjir, dan kegagalan. Dengan memberi dukungan psikologis waktu terjadi tragedi, kecemasan, dan krisis, agama memberi kepastian dan arti bagi manusia di dunia yang "dilihat secara naturalistis nampaknya penuh dengan hal-hal yang tidak dapat diramalkan, berubah-ubah, kejadian yang tragis". Agama juga menambah intensitas pengalaman bersama, intensitas pergaulan sosial.

B. Fungsi Agama/Religi bagi Individu

Agama memberikan pegangan hidup bagi manusia, penganut agama akan dibimbing sesuai dengan ajaran-ajarannya, sehingga orang yang memegang teguh agamanya akan merasa berada dalam lindungan Tuhan YME, di dalam dirinya akan mendjapatkan ketenangan, perilaku tidak akan merugikan orang lain, masyarakat, bahkan negara, karena yakin bahwa sikap dan perbuatannya ada yang mengawasi, maka perbuatan buruk merupakan perbuatan yang dilarang oleh agama. Karena itu, agama memberikan arahan terhadap perilaku manusia sebagai penganutnya melalui perintah-perintah yang harus dijalankan, berupa tindakan dan perilaku seseorang dan hubungannya dengan orang lain, ataupun perintah dalam melakukan peribadatan, sehingga seseorang atau masyarakat mendapat bimbingan agama dalam kehidupannya.

Manusia kadang-kadang tidak selalu dapat mengatasi dan menyelesaikan setiap permasalahan yang datang kepada dirinya, adakalanya menyerah kepada keadaan yang demikian. Hal itu merupakan sifat manusia yang memiliki kelemahan-kelemahan dan keterbatasan, sehingga harus disadari bahwa ada yang lebih kuasa dan sebagai tumpuan harapan untuk keluar dari masalah yang dihadapinya dengan jalan berdoa.

Di samping itu, manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri dan memerlukan manusia lain dalam kehidupannya, maka untuk mengatasi masalah yang dihadapinya melalui adanya saling mengisi kehidupan, misalnya saling tolong menolong, kerja bakti,atau gotong royong. Dengan demikian, bahwa dalam menghadapi masalah kehidupan yang tidak dapat diatasi sendiri, manusia dapat menyerahkan sepenuhnya kepada yang maha kuasa untuk diberi jalan keluar dari masalah tanpa meninggalam masalah tersebut, atau masalah dalam kehidupan masyarakat dapat dipecahkan bersama-sama dengan manusia lain, karena manusia sebagai makhluk sosial memerlukan manusia lainnya.

Agama memberikan ketenangan bagi manusia dalam menjalankan kehidupan ini, seperti dalam menghadapi permasalahan tanpa harus terjadinya kegelisahan yang dapat merusak kesehatan jiwa. Karena melalui ketenangan dalam hidup dan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa merupakan usaha untuk menghindari tekanan mental (stress), sebagai akibat banyaknya tuntutan kehidupan yang tidak dapat dipenuhi. Karena itu, berserah diri sebagai kesadaran untuk dapat mengekang dan mengendalikan setiap keinginan sesuai dengan kemampuan, yang dapat diperoleh melalui agama.

Dari penjelasan dan uraian di atas tentang Fungsi Agama/Religi bagi Individu, dapat ditarik  suatu kesimpulan bahwa fungsi agama bagi individu adalah sebagai pembimbing hidup, mengatasi dalam kesukaran, dan memberikan ketenangan batin.


C. Fungsi Agama/Religi bagi Masyarakat 

Agama memberikan dukungan psikologis dan memberikan rasa percaya diri kepada pemeluknya dalam menghadapi segala macam kehidupan yang serba tidak menentu. Kegiatan keagamaan dan organisasi agama mempunyai pengaruh luas terhadap masyarakat, sehingga merupakan suatu komitmen terhadap perilaku atau amaliah, agam a tidak hanya sekedar kepercayaan masyarakat saja.

Agama berfungsi untuk mengintegrasikan masyarakat, baik dalam perilaku lahiriah maupun bersifat simbolik (lambang upacara keagamaan, dll). kegiatan keagamaan (ritual) bertujuan memelihara keseimbangan masyarakat. Ritual menimbulkan rasa aman secara individual maupun bagi masyarakat. Misalnya, cara orang berdoa atau doa bersama-sama karena menginginkan suatu keselamatan dan kesejahteraan.

Agama menyangkut aspek kehidupan manusia, terutama mengatur hubungan antar manusia dan mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya. Manusia membutuhkan agama, karena manusia tidak dapat menjawab semua tantangan yang terdapat di lingkungannya dan perlu adanya tuntunan rohani sebagai pegangan hidup.


Tantangan yang tidak bisa diatasi dan dijangkau oleh kemampuan manusia, berasal dari lingkungan seperti, terjadinya longsor, banjir, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, kegagalan panen, dan lain-lain, sehingga untuk menghadapinya agama memberikan dukungan berupa harapan dan kekuatan mental untuk tegar dalam menghadapi cobaan dari Yang Maha Kuasa, agar manusia terus berusaha dan menambah keyakinan. Dengan demikian, kepada Yang Maha Kuasa manusia menggantungkan harapannya, sehingga agama menjadi kebutuhan karena adanya beberapa faktor, antara lain:
  1. Eksistensi manusia ditandai oleh rasa ketidak pastian dalam menghadapi alam
  2. Kemampuan manusia untuk mengendalikan alam sangat terbatas, sehingga timbul konflik internal antara keinginan dan ketidak-berdayaan
  3. Manusia sebagai makhluk sosial dengan segala alokasi kelangkaan fasilitas karena adanya perbedaan sumber daya alam, nilai, dan norma hidup.
Dengan demikian, ketidakpastian, ketidakberdayaan, dan kelangkaan sumberdaya sebagai kebutuhan hidup manusia, menyebabkan manusia mencari jawabannya, sehingga manusia mencari hubungan rohani dengan Yang Maha Kuasa, maka melalui agama dapat diperoleh jawaban tersebut. Oleh karena itu agama memiliki fungsi sebagai berikut :
  1. Agama menyajikan dukungan moral dan sarana emosional, pelipur lara di saat manusia menghadapi ketidakpastian dan frustasi
  2. Agama menyajikan sarana hubungan transendental melalui amal ibadat yang menimbulkan rasa damai dan identitas baru yang menyegarkan.
  3. Agama mengesahkan, memperkuat, memberi legitimasi, dan mensucikan nilai dan norma masyarakat yang telah mapan, dengan membantu mengendalikan ketentraman, ketertiban, dan stabilitas masyarakat.
  4. Agama memberikan standar nilai untuk mengkaji ulang nilai-nilai dan norma yang telah mapan.
  5. Agama memberikan rasa indentitas diri dengan cara memeluk agama yang diyakininya.
  6. Agama memberikan status baru dalam pertumbuhan dan siklus perkembangan individu melalui berbagai upacara keagamaan.
Jadi Agama selain mengatur hubungan antar manusia, juga mengatur hubungan dengan Yang Maha Kuasa melalui ketaatan melaksanakan perintah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Hubungan manusia dengan Yang Maha Kuasa merupakan hal yang disadari dan disengaja.



D. Perilaku Ritual Keagamaan

Perilaku ritual keagamaan adalah perilaku yang ditampilkan oleh orang yang memeluk suatu agama dan atau kepercayaan. Perilaku itu didasarkan pada beberapa latar belakang sebagai berikut:
  1. Manusia mulai sadar adanya konsep ruh/jiwa
  2. Manusia mengakui adanya berbagai gejala yang tak dapat dijelaskan dengan akal
  3. Keinginan manusia untuk menghadapi berbagai krisis yang senantiasa dialami manusia dalam daur hidupnya
  4. Kejadian-kejadian luar biasa yang dialami manusia di alam sekelilingnya.
  5. Adanya getaran (emosi) berupa rasa kesatuan yang timbul dalam jiwa manusia sebagai warga dari masyarakatnya
  6. Manusia menerima firman dari Tuhan
Perilaku ritual keagamaan diwujudkan dalam dua bentuk, yaitu :
Pertama, hubungan manusia dengan Sang Maha Pencipta, seperti menjalankan segala pemerintah Tuhan dan menjauh segala larangannya, dan 
Kedua, hubungan manusia dengan manusia lainnya, seperti berbuat baik sesama manusia, saling tolong menolong, saling hormat menghormati, dan lain-lain.

Demikian tentang fungsi Agama/religi, kepercaayaan dan perilaku keagamaan dalam kehidupan ini, semoga bermanfaat sebagai bahan belajar dan menambah pengetahuan kita tentang Agama/religi, kepercayaan. Semoga bermanfaat.


Baca selengkapnya di sini !!

INILAH ALASAN BANGSA INDONESIA MEMPERTAHANKAN IDEOLOGI PANCASILA

Pancasila
Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, dalam pembahasan materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kita akan melihat tentang alasan bangsa Indonesia mempertahankan Ideologi Pancasila. Seperti kita ketahui bahwa Pancasila adalah dasar negara dan ideologi negara yang wajib dipahami, diamalkan, dan dipertahankan oleh seluruh warga negara Indonesia.

Jika kita melihat kembali ke masa lalu dalam rentang sejarah perjalanan Pancasila sebagai ideologi, maka kita akan melihat banyak nya godaan dan gangguan yang berusaha untuk merubah dan mengganti ideologi Pancasila ini dengan paham dan ideologi lain. Tetapi kita bangsa Indonesia tetap tak bergeming dan terus mempertahankan Ideologi Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bagi bangsa Indonesia ini.

Adapun alasan bangsa Indonesia mempertahankan Ideologi Pancasila dapat diketahui dari tiga aspek, yaitu ; Historis,  Sosiologis, dan Ancaman ideologi lain. 

a. Historis

     Secara Historis, nilai-nilai Pancasila telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sebelum adanya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia wajib menghayati, melestarikan, dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila itu dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


b. Sosiologis

       Melemahnya kepercayaan rakyat terhadap ideologi Pancasila dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang sudah lama dibina, dipelihara serta dijaga. Oleh karena itu, sebagai bangsa Indonesia wajib mengembangkan dan mengkaji lagi nilai-nila Pancasila sebagai hasil karya besar dari bangsa sendiri.


c. Ancaman ideologi lain

       Dalam rangka mempertahankan ideologi Pancasila kita sadar akan keberadaan ideologi lain yang membahayakan kelangsungan hidup Pancasila, misalnya;
1) Paham komunis
2) Paham liberalisme
3) Paham yang menyalahgunakan agama

Golongan-golongan yang mengatas-namakan agama sering melakukan kegiatan yang membahayakan kelestarian Pancasila. Agama mengajarkan kebaikan dan kebenaran, cinta kasih sesama manusia, tetapi sering disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan agama tetapi ajarannya bertentangan agama sehingga menyesatkan masyarakat.

Demikian tentang alasan bangsa Indonesia mempertahankan Ideologi Pancasila, semoga bermanfaat sebagai bahan belajar untuk memahami lebih jauh tentang Ideologi Pancasila. Terimakasih.

* * *

INILAH KERUSAKAN-KERUSAKAN DIRI YANG MEMBUAT ANAK/SISWA LAMBAT BELAJAR


Visiuniversal-----Para siswa dan warga belajar sekalian, dalam permasalahan dan kesulitan belajar, terkait juga dengan ketidak sanggupan dan lamban belajar yang terjadi pada diri seseorang. Ketidak sanggupan siswa atau anak lamban belajar dalam menguasai pengetahuan mempengaruhi sikap dan perilakunya menjadi tidak cocok dengan lingkungan sekelilingnya sehingga mengundang masalah orang-orang di sekitarnya. Sebuah pandangan baru tentang ketidak sanggupan belajar yang disebabkan kerusakan-kerusakan tertentu pada diri seseorang yang membuat seseorang itu lamban belajar. Kerusakan-kerusakan itu dikategorikan kedalam empat hal, yaitu; 
1. Dyslexia
2. dyscalculia
3. Attention defisit hyperactive disorder 
4. Spatial, motor and perceptual defisits

Berikut ini akan kita bahas secara ringkas satu-persatu dari keempat hal katergori kerusakan pada diri seseorang yang membuat seseorang itu lamban belajar sebagai berikut   

1. Dyslexia

Dyslexia adalah kelemahan-kelemahan belajar di bidang menulis dan berbicara. Ciri-ciri adalah sulit mengingat huruf, kata , tulisan, dan suara. Gejala-gejalanya antara lain:

  • Ganjil dalam pembicaraan, dalam arti kekurangnyambungan (tidak memahami) isi pembicaraan dengan maksud yang sebenarnya.
  • Tulisan tidak jelas.
  • Mengalami kekacauan di dalam melihat bentuk dan mendengar lafal huruf, seperti antara b dan d.
  • Mengalami kekacauan kata, seperti dalam kata pergi dengan perigi
  • Mengalami kekacauan pengertian seperti dalam memahami antara saling dan silang
  • Mengalami buta kata, seperti dalam hal ungkapan panjang tangan, kaki gajah, dan lain-lain
  • Mengalami lemah persepsi visual dan auditif. Siswa lamban belajar lemah di bidang penglihatan dan pendengaran, membuat pengetahuan yang seharusnya dikuasai dengan baik tak dapat dilakukannya dengan sempurna.  

Berdasarkan penelitian para pakar psikologi, siswa lamban belajar yang disebabkan oleh kerusakan dyslexia, 80% kebanyakan wanita. Penelitian lain mengemukakan bahwa penyebab kerusakan dyslexia adalah terlampau dininya siswa masuk sekolah, disamping faktor keturunan.


2. Dyscalculia

Dyscalculia adalah kesulitan mengenal angka dan pemahaman terhadap konsep dasar matematika. Kelemahan umum di bidang dyslexia kadang-kadang muncul di bidang pelajaran matematika. Karena itu kerusakan-kerusakan di bidang dyslexia berpengaruh terhadap kerusakan-kerusakan di bidang dyscalculia, demikian pula sebaliknya. Gejala kesulitan-kesulitan belajar di bidang dyscalculia antara lain :
  • Kesulitan mengingat-ingat angka lebih dari satu yang dipelajarinya
  • Kesulitan menulis angka dengan jelas
  • Kesulitan membuat kolom-kolom angka yang lurus atau jumlah yang diharapkan
  • Kesulitan menangkap pelajaran matematika terutama materi yang disajikan melalui kata atau tulisan


3. Attention Defisit Hyperactive Disorder

Attention defisit hyperactive disorder adalah pemusatan perhatian terhadap masalah-masalah yang sedang dihadapinya. Siswa lamban belajar dapat memusatkan perhatiannya hanya berkisar pada satu pokok bahasan saja, ia kurang mampu menyelesaikan tugas-tugas yang beraneka ragam yang membuat dirinya menjadi kacau. Gejala-gejala kelemahannya antara lain:
  • Ketidaksanggupan menyelesaikan sebuah masalah.
  • Penampilannya seperti orang yang tidak suka mendengarkan pendapat orang lain
  • Kebiasaan memotong pembicaraan orang lain
  • Tidak mau diam di tempat duduk, selalu mengganggu temannya, dan selalu merasa kaget melihat benda-benda yang berada di sekelilingnya 
  • Tingkah lagunya sehendak dirinya
  • Temperamennya hangat dan mengarah kepada agresivisme
  • Kurang sanggup mengontrol tingkah laku yang salah.
  • Perubahan secara tiba-tiba dari sifat rajin kesifat malas
  • Tidak terbiasa menggunakan energi atau semangat yang membaja
  • Suka meraba, meninju, medorong, dan berkelahi.

Para pakar psikolog berpendapat bahwa kurang perhatian individu terhadap lingkungan atau pelajaran-pelajaran yang disampaikan gurunya di sekolah menjadi penyebab kesulitan belajar siswa. Perhatian itu adalah sangat vital dalam meraih sukses belajar di sekolah. Berkaitan dengan itu, terdapat empat macam perhatian.


4. Spatial, Motor and  Perceptual Defisits

Spatial, Motor and  Perceptual Defisits adalah gejala kondisi lemah dalam menilai dirinya menurut ukuran ruang dan waktu. Gejala-gejala antara lain:
  • Sangat lemah dalam melakukan koordinasi motorik dan tidak seimbang, seperti dalam meloncat, berterjun, melompat, dan lain-lain.
  • Sangat lembah mengontrol gerakan otot-ototnya seperti dalam memegang pensil, menggambar, menggunakan sisir dan lain-lain.
  • Gagap saat berbicara.
  • Sulit mengukur jarak, kecepatan, dan arah gerakan benda-benda di sekitarnya.
  • Dapat dikageti dengan mudah, apalagi jika diperkuat oleh rangsangan yang tiba-tiba.


5. Social Defisits

Social Defisits adalah kesulitan mengembangkan keterampilan sosial. Kesulitan itu dapat membuat ketidaksanggupan menemukan jati dirinya. Gejala-gejalanya adalah:
  • Sulit menangkap tanda-tanda tingkah laku sosial, seperti dalam mencurahkan idea melalui raut muka dan gerakan-gerakan motorik lainnya.
  • Sering memotong pembicaraan orang lain
  • Berbicara dengan keras
  • Sulit berteman
  • Ketidaksadaran terhadap cara-cara orang lain mengamati perilakunya.

Berdasarkan hasil penelitian para pakar psikologi bahwa siswa yang tidak sanggup mengembangkan keterampilan sosial dapat dilatih melalui bimbingan guru-gurunya. Ukuran kepercayaan yang tumbuh pada dirinya dapat menjadi alat untuk mengembangkan keterampilan bergaul dalam lingkungannya.

Demikian uraian singkat tentang ketidak sanggupan belajar yang disebabkan kerusakan-kerusakan tertentu pada diri seseorang yang membuat seseorang itu lamban belajar. Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita tentang kesulitan-kesulitan belajar. terimakasih.

SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN REMEDIAL

Ramedial, Kesulitan belajar Anak, Siswa lambat belajar, masalah belajar, siswa dikelas
Kesulitan Belajar Siswa
Visiuniversal---Jika kita cermati kembali tentang pendidikan dibelakang masa lalu, Pendidikan pada masa lampau diartikan sebagai proses individual bukan proses kelompok. Pengajaran yang dilakukan guru untuk murid-muridnya diselenggarakan secara perorangan. Oleh karena itu, siswa yang mendapat kesulitan belajar di sekolah dan di rumah tidak terlalu menonjol sebab semuanya telah dapat dipecahkan oleh guru pada saat berlangsungnya pengajaran di sekolah. Berlainan dengan realitas, saat itu pada satu segi pengajaran di kelas dilakukan secara individual, pada segi lain kurikulum masih dibuat secara umum, artinya kurikulum yang disediakan itu tidak memuat program khusus yang diarahkan untuk kepentingan pengembangan potensi perseorangan, sedangkan kenyataan di kelas sebaliknya. Keberadaan kasus pada saat itu hanya dapat dirasakan oleh adanya perbedaan-perbedaan dan kesenjangan-kesenjangan tingkah laku yang muncul sewaktu-waktu. Untuk menjembatani perbedaan-perbedaan dan kesenjangan-kesenjangan itu diciptakan pelayanan sistematis dan terarah untuk kepentingan penanggulangan kasus. Pelayanan itu bersifat mendadak dengan kurikulumnya juga dibuat secara mendadak, diberi nama kurikulum muatan kecelakaan (Accident Prone Curriculum). Bantuan yang diberikan berupa pelayanan ambulan untuk kepentingan individu yang mendapat kecelakaan.

Pengertian Remedial

Remedial merupakan suatu treatmen atau bantuan untuk mengatasi kesulitan belajar. Berikut adalah beberapa program asesmen yang bisa dijalankan atau dijadikan acuan dalam melakukan pengajaran remedial. Yang antara lain dalam bidang berhitung, membaca pemahaman dan menulis.

Remediasi mempunyai padanan remediation dalam bahasa Inggris. Kata ini berakar kata ‘toremedy’ yang bermakna menyembuhkan. Remediasi merujuk pada proes penyembuahan. Remedial merupakan kata sifat. Karena itu dalam bahasa Inggris selalu bersama dengan kata benda, misalnya ‘remedial work’, yaitu pekerjaan penyembuhan, ‘remeial teaching’ – pengajaran penyembuhan. Dsb. Di Indonesia, istilah ‘remedial’ sering ditulis berdiri sendiri sebagai kata benda. Mestinya dituliskan menjadi pengajaran remedial, atau kegiatan remedial dsb. Dalam bagian ini istilah remediasi dan remedial digunakan bersama-sama, yang merujuk pada suatu proses membantu siswa mengatasi kesulitan belajar terutama mengatasi miskonsepsi - miskonsepsi yang dimiliki.

Remediasi adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk membetulkan kekeliruan yang dilakukan siswa. Kalau dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran, kegiatan remediasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang berhasil. Kekurangberhasilan pembelajaran ini biasanya ditunjukkan oleh ketidakberhasilan siswa dalam  menguasai kompetensi yang diharapkan dalam pembelajaran.

Dari pengertian di atas diketahui bahwa suatu kegiatan pembelajaran dianggap sebagai kegiatan remediasi apabila kegiatan pembelajaran tersebut ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran. Guru melaksanakan perubahan dalam kegiatan pembelajarannya sesuai dengan kesulitan yang dihadapi para siswa.

Pada tahun 1930'an, para pakar Psikologi berpendapat bahwa kemampuan (ability) itu bisa diukur dan pengelompokan siswa bisa dilakukan sehingga pengajaran klasikal dapat diselenggarakan. Kurikulum sebagai sarana untuk mencapai tujuan dibuat sesuai dengan kebutuhan individu dan kelompok. Konsekuensinya, pada tahun 1940, Program pendidikan dan pengajaran remedial mulai terorganisasi melalui kebijakan-kebijakan pemerintah dan butir-butir aspirasinya dimasukan ke dalam UU Pendidikan. Alat ukur pendidikan dibuat sedemian rupa dengan maksud untuk mengembangkan cita-cita di atas. Gerakan pendidikan dan pengajaran remedial memberi harapan baik terhadap murid-murid yang mengalami kesulitan belajar. Apabila kesulitan belajar itu tidak ditangani secara serius, maka kegagalan akan dialami selama-lamanya.

Gerakan itu pula memberi kejelasan terhadap perbedaan-perbedaan antara anak lemah pikir dan lamban belajar yamg membutuhkan latihan tertentu dalam bidang mata pelajaran dasar. Perbedaan-perbedaan itu membuahkan keyakinan para pakar pendidikan untu berpendapat sebagai berikut :
  1. Abilitas manusia diukur melalui alat ukur tertentu yang dibuat dengan cermat dan memenuhi kriteria validitas, reliabilitas, dan relevansi. 
  2. Pengelompokan siswa dapat dilakukan sehingga pengajaran klasikal dapat diselenggarakan 
  3. Pelayanan pendidikan dan pengajaran remedial dapat dilakukan sesuai dengan tipe belajar siswa, kemampuan, umur, mental, dan bakat individual.
  4. Pendidikan dan pengajaran remedial diselenggarakan di sekolah dan dilakukan secara individual dengan program yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari kurikulum sekolah,



Pada tahun 1978 Warnock melaporkan hasil penemuannya tentang ketiadaan perbedaan antara pendidikan remedial dan pendidikan khusus. Pada tahun 1981, Undang-undang Pendidikan di Amerika menghendaki pengkajian yang mendalam terhadap pendidikan khusus dan kaebutuhan-kebutuhan belajar siswa, sehingga jenis dan hakikat bantuan tambahan yang diberikan itu dapat diidentifikasi secara cermat. Sumber-sumber belajar yang diperlukan dapat diperoleh dengan mudah serta sesuai dengan tujuaan yang diharapkan.

Antusiasme yang disampaikan bangsa-bangsa di dunia terhadap konsepsi pendidikan dan pengajaran remedial mengundang keinginan untuk mendirikan organisasi dalam bidang pendidikan remedial. Usaha mereka berfokus pada upaya pengintegrasian siswa yang lembah mental dan pisik, disamping memberikan perhatian khusus terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar.

Dapat disimpulkan bahwa (1) gerakan pendidikan dan pengajaran remedial melejit maju dari konsepsi lama mengenai layanan ambulan ke konsepsi baru mengenai pengintegrasian kembali siswa yang mendapat kesulitan belajar ke dalam kelas biasa (ordinary class), (2) pergeseran upaya bimbingan kuratif ke preventif, (3) pengintegrasian kembali siswa lamban belajar ke dalam kelas biasa mengundang perhatian khusus dibidang organisasi sekolah, sistem pengelolaan kelas, pengkajian tentang kebutuhan siswa dan kurikulum yang relevan.

Latar belakang historis tersebut berpengaruh terhadap perubahan konsep pendidikan dan pengajaran remedial. Berkaitan dengan hal itu, terdapat dua aliran pemikiran yang berpengaruh.
  1. Pendapat mengenai kemampuan intelektual rendah dalam diri seseorang merupakan kondisi permanen yang tak dapat diubah. Usaha remediasi sudah tidak mungkin dilakukan, karena utu usaha membina siswa untuk bisa kembali menempati kedudukan yang sejajar dengan teman sebayanya sudah tidak bisa lagi diharapkan.
  2. Siswa yang lamban belajar pada umumnya sebagai akibat dari kegagalan dalam proses belajar. Kesimpulannya terdapat salah satu fungsi organ jasmani dan rohani yang sedang mengalami kelainan dan dianggap sebagai sesuatu yang patologis. Menurut pandangan ini, siswa yang sedang mengalami kesulitan belajar dapat didiagnosis dan kemudian dapat diberikan latihan-latihan khusus secara temporer. Siswa penderita yang sedang berada di kelas itu dapat segera ditarik ke kelas remedial untuk diberikan penyembuhan-penyembuhan (therapy), dan bila telah sembuh dia segera dikembalikan ke kelas biasa (ordinary class).

Menurut konsep di atas, guru dipandang sebagai therapist dan untuk itu mereka harus dilengkapi dengan pengetahuan dalam bidang psikologi dan neurologi. Mereka yang terlibat langsung menangani proses remediasi harus mempunyai kemampuan membaca dengan cermat terhadap pelajaran-pelajaran tertentu yang akan disembuhkan.

Dalam kontek kedua teori di atas, pendidikan dan pengajaran remedial berfungsi untuk membantu tugas-tugas sekolah dibidang pengajaran. Kemungkinan besar dalam pelaksanaannya akan memerlukan waktu yang relatif lama untuk kepentingan-kepentingan di atas. Untuk itu dalam beberapa hal kurikulum yang dibuat harus diarahkan kepada dua keperluan; Pertama untuk kepentingan bersama (comunal) dan kedua untuk kepentingan kasus, agar beban tanggung jawabnya lebih jelas dan terarah.


Sumber: Diragkum dari berbagai sumber !!

Referensi:
Demetrio D. Monis, 1992, Left Brain Hemisphere/Strategies in Remedial Education Philipines:Innotech, Quezon City
Demetrio D. Monis, 1992, Left Brain Hemisphere Strategies in Remedial Education, Impact System, Resource Approach, Precision Teaching, Philipines: Innotech Quezon City.
Villamin, Araceli M., 1990, Remedial Reading, Philines, Qoezon City: Phoenix Publishing House.


     

INILAH ALASAN MENGAPA NYAMUK YANG TERLIHAT TIDAK BERMANFAAT DICIPTAKAN TUHAN !

Visiuniversal----Siswa dan warga belajar sekalian, kita pasti pernah berpikir kenapa ya Tuhan menciptakan sesuatu yang kelihatannya tidak bermanfaat dan hanya mengganggu sifatnya?, seperti nyamuk misalnya, kita sering digigit nyamuk, rasanya sudah gatal juga menimbulkan bengkak dan bentol-bentol ditubuh kita. Jadi apasih gunanya nyamuk diciptakan Tuhan jika hanya jadi pengganggu manusia saja?. Nah mungkin ulasan berikut ini dapat menjadi tambahan ilmu dan bahan perenungan bagi kita tentang bagaimana Tuhan itu menciptakan sesuatu pasti ada maksud dan tujuannya untuk manusia, Artikel ini penulis dapatkan kiriman dari seorang teman, dari teman yang menyarankan pertemanan dst..pokoknya teman di FB lah.. tentang alasan mengapa nyamuk yang terlihat tidak bermanfaat itu diciptakan Tuhan untuk menemani hidup manusia dengan mesra..hihi!

Ini adalah foto Seekor nyamuk diletakkan di bawah mikroskop, diperbesar 400 kali!



Dari beberapa penelitian dan tampilan nyamuk yang di Zoom dan diperbesar dengan tampilan ala mikroskopik tersebut ada hal-hal mengejutkan yang kita temukan bahwa;
  • Ternyata di kepalanya terdapat 100 mata..
  • Berat nyamuk yg hanya 0,001 gram
  • Di mulutnya ada 48 gigi
  • Di dadanya ada 3 buah jantung!, ditiap jantung ada 2 atrium,2 bilik jantung ,dan 2 katup jantung
  • Nyamuk memiliki alat pendeteksi panas dan nyamuk melihat segala sesuatu dengan pendeteksi panasnya
  • Memiliki alat pencair darah karena darah manusia itu kasar bagi nyamuk agar bisa mengalir di belalai nyamuk,dia mengambil contoh darah dulu baru mulai menggigit dan menghisap darah manusia.
  • Nyamuk juga memiliki alat pembius sehingga orangg yg di ambil darahnya tidak merasa sakit saat proses pengambilan darah,beberapa detik kemudian barulah efek bius itu hilang. Dan...
  • Belalai nyamuk memiliki 6 buah pisau! 4 buah pisau untuk membuat luka berbentuk segi empat sedang 2 pisau membentuk lubang sesuai tabung penghisap darah
  • Di kaki nyamuk terdapat cakar dan terdapat alat seperti bekam sehingga dapat menempel di tempat yang licin.


Masya Allah semoga nyamuk yg kecil ini bisa menambah keimanan kita kpd Allah SWT, aamiin yaa Rabbal 'aalamiin

Firman Allah SWT ;

"SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK SEGAN MEMBUAT PERUMPAMAAN SEEKOR NYAMUK ATAU YANG LEBIH KECIL DARI ITU.

ADAPUN ORANG-ORANG YANG BERIMAN, MEREKA TAHU BAHWA ITU KEBENARAN DARI MAHAPENCIPTA.

TETAPI MEREKA YANG KAFIR BERKATA, "APA MAKSUD ALLAH DENGAN PERUMPAMAAN INI ? DENGAN PERUMPAMAAN ITU BANYAK ORANG YANG DIBIARKAN-NYA SESAT & DENGAN ITU BANYAK PULA ORANG YANG DIBERI-NYA PETUNJUK.

TETAPI TIDAK ADA YANG DIA SESATKAN DENGAN PERUMPAMAAN ITU SELAIN ORANG-ORANG FASIK". (Al Baqarah,26)

Masya Allah...

Benar-benar Allah tidak pernah mendzolimi mahluknya, di balik perlengkapan dan senjata nyamuk untuk menghisap darah manusia, Allah telah memberi obat bius untuk menjaga supaya manusia tidak merasa sakit karena Allah maha tahu bahwa manusia akan sulit sekali menghindar dari gigitan nyamuk itu. Dan bersama nyamuk telah dilengkapi suatu yang meringankan untuk menyelamatkan manusia itu sendiri. 

Demikian artikel singkat tentang alasan mengapa nyamuk yang terlihat tidak bermanfaat itu diciptakan Tuhan, semoga bermanfaat. Terimakasih.


Sumber Artikel: Kopas-kopasan Facebook dengan perubahan dan penambahan seperlunya!
Sumber Gambar : Google Taken!

INILAH PENYELENGGARAAN DAN JADWAL UNBK (UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER) 2017

Visiuniversal----Sebagai siswa dan warga Belajar yang nantinya akan menghadapi ujian Nasional Khususnya UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) 2017 Kita sebaiknya mengenal apa itu yang dimaksud dengan UNBK ini, dan apa saja persyaratan dan perangkat yang diperlukan dalam pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) 2017 tersebut.


Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Menurut Kemendikbud, Ujian berbasis komputer dilaksanakan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, reliabilitas, integritas, dan kehematan pelaksanaan ujian nasional. Untuk Ujian Nasional berbasis Komputer sendiri Kemendikbud akan memperluas pelaksanaan ujian berbasis komputer, baik untuk ujian nasional (UN) maupun ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Penyelenggaraan UN dijadwalkan berlangsung pada bulan April sampai dengan Mei tahun 2017.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

PERSYARATAN SEKOLAH PESERTA UNBK (UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER) TAHUN PELAJARAN 2016/2017 :

1. Tersedia petugas laboratorium komputer (minimal 1 proktor dan 1 teknisi);

2. Dapat menyediakan sarana komputer dengan spesifikasi (minimal) sebagai berikut:

a. Server (utama dan cadangan):
  1. PC/Tower/Desktop (bukan laptop)
  2. Processor Xeon atau i5
  3. RAM 8 GB, DDR 3
  4. Harddisk 250 GB
  5. Operating System (64 bit): Windows Server/Windows 8/Windows 7/Linux Ubuntu 14.04
  6. LAN CARD, dua unit
  7. UPS (tahan 15 menit)
  8. Jumlah server mengikuti rasio 1 : 40 (1 server maksimal untuk 40 client)
  9. Cadangan 1 server.

b. Client (utama dan cadangan):
  1. PC atau Laptop
  2. Monitor minimal 12 inch
  3. Processor minimal dual core
  4. RAM minimal 512 MB
  5. Operating System: Windows XP/Windows 7/Windows 8/LINUX
  6. Web Browser: Chrome/Mozilla Firefox/Xambro
  7. Hardisk minimal tersedia 10 GB (free space)
  8. LAN Card
  9. Jumlah client mengikuti rasio 1 : 3 ( 1 client untuk 3 peserta)
  10. cadangan minimal 10%.
  11. Headset/earphone (untuk ujian listening English SMA/MA dan SMK)

c. Jaringan internet dengan bandwidth minimal 1 Mbps

d. Jaringan area lokal (Local Area Network – LAN)

Prosedur Pendaftaran Sekolah Calon Penyelenggara UNBK 2017 :

  1. Provinsi dan Kota/kab membentuk Tim UNBK 2017, dan menyampaikan ke Pusat.
  2. Pusat memasukkan data Tim Provinsi ke web unbk, dan menyampaikan username dan password ke tim propinsi.
  3. Tim Provinsi memasukkan data tim Kota/Kab ke web unbk, dan menyampaikan username dan password ke tim Kota/kab.
  4. Kota/kab mengirimkan usulan sekolah calon penyelengara ke pusat melalui propinsi.
  5. Tim Kota/kab memasukkan data calon sekolah penyelenggara UNBK ke web unbk, dan menyampaikan username dan password ke masing2 sekolah.
  6. Pusat membentuk Tim Teknis UNBK Pusat, terdiri dari unsur Puspendik, Pustekkom, PDSP, Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Pembinaan SMA, Kemenag dan Perguruan Tinggi Negeri.
  7. Tim Teknis Kota/Kabupaten/Propinsi melakukan verifikasi kesiapan sekolah.
  8. Hasil Verifikasi dilaporkan ke pusat dan propinsi.
  9. Verifikasi Sekolah langsung oleh Tim Teknis Pusat hanya dilakukan jika dipandang perlu.
  10. Setelah verifikasi dan ditetapkan sebagai penyelenggara UNBK 2016, sekolah mengakses web unbk dan mengisi formulir pendaftaran.
  11. Sekolah yang telah ditetapkan sebagai penyelenggara UNBK 2017, mencetak formulir yang telah diisi dan menguploadnya setelah ditandatangani kepala sekolah, koordinator teknis kab/kota, serta pejabat dinas pendidikan kab/kota (min eselon III).


JADWAL PELAKSANAAN UNBK (UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER) 2017


Untuk Jadwal UNBK tahun 2017  sebagai berikut UN untuk SMK/MAK akan dilaksanakan terlebih dahulu pada tanggal 3 sampai dengan 6 April 2017. Untuk SMA/MA, UN akan dilaksanakan pada 10 sampai dengan 13 April 2017. Kemudian untuk UN SMP/MTs akan dirancang menjadi dua gelombang sebagai solusi untuk masalah kekurangan komputer. Gelombang pertama UN SMP/MTs akan berlangsung pada 2, 3, 4, dan 15 Mei 2017, sedangkan gelombang kedua akan dilaksanakan pada 8, 9, 10, dan 16 Mei 2017.

Dowload Jadwal UNBK UNBK (UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER) 2017 di sini !!




Saat ini telah terdata sebanyak 12.053 sekolah/madrasah dengan kapasitas total 2.188.947 siswa siap menjadi tempat pelaksanaan ujian berbasis komputer. Dengan jadwal UN SMK/MAK, SMA/MA, dan SMP/MTs yang berbeda-beda, komputer dapat digunakan secara bergantian. Sekolah atau madrasah dengan jumlah komputer lebih dari 20 buah dan memiliki server dapat ditetapkan menjadi tempat pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2017.

Demikian tentang UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) 2017 dan rencana jadwal (UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER) 2017, semoga bermanfaat. Terimakasih.

Sumber : http://www.kemdikbud.go.id/

Cari Artikel