TEORI ASAL USUL NEGARA

Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, dalam pembahasan materi Pelajaran PKn dan Tatanegara kita sering menyinggung masalah Negara. Apa itu negara?, kemaren sudah kita bahas bersama tentang pengertian dan konsep negara termasuk konsep atau definisi negara yang pernah diutarakan oleh para pakar (Konsep dan Definisi Negara oleh para pakar dan ahli lihat di sini !!). 

Soekarno Presiden Negara RI Pertama
Istilah negara, bangsa, dan masyarakat kerap kali kita dengar dari ucapan seorang pejabat pemerintah atau orang-orang yang mengurusi pembangunan negara kita, secara langsung atau melalui media elektronik maupun cetak. Namun, istilah-istilah tersebut tidak mudah kita pahami dengan baik. Sering terjadi kerancuan dalam menafsirkan yang berakibat pada kesalahan penerapan dalam kehidupan kita berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Oleh karena itu, Anda sebagai warga negara, warga bangsa dan warga masyarakat berkewajiban, memahami konsep-konsep tersebut.

Asal mula terjadinya negara dibagi menjadi 2 yaitu; 1) Secara Primer atau Asal mula terjadinya negara berdasarkan pendekatan teoritis, dan 2) Secara Sekunder atau Asal mula terjadinya negara berdasarkan fakta.

1. Secara Primer

Terjadinya negara secara primer adalah bertahap yaitu dimulai dari adanya masyarakat hukum yang paling sederhana, kemudian berevolusi ketingkat yang lebih maju dan tidak dihubungkan dengan negara yang telah ada sebelumnya. Dengan demikian terjadinya negara secara primer adalah membahas asal mula terjadinya negara yang pertama di dunia.

Menurut G. Jellinek, terjadinya negara secara primer melalui 4 tahapan (Fase) yaitu :
    • Fase Persekutuan manusia.
    • Fase Kerajaan.
    • Fase Negara.
    • Fase Negara demokrasi dan Diktatur.


2. Secara Sekunder

Terjadinya negara secara sekunder adalah membahas terjadinya negara baru yang dihubungkan dengan negara lain yang telah ada sebelumnya, berkaitan dengan hal tersebut maka pengakuan negara lain dalam teori sekunder merupakan unsur penting berdirinya suatu negara baru.
Untuk mengetahui terjadinya negara baru dapat menggunakan pendekatan faktual yaitu suatu pendekatan yang didasarkan pada kenyataan dan pengalaman sejarah yang benar–benar terjadi.

Menurut kenyataan sejarah, terjadinya suatu negara karena :

a. Penaklukan/Pendudukan (Occupasi).
Suatu daerah belum ada yang menguasai kemudian diduduki oleh suatu bangsa. Contoh : Liberia diduduki budak–budak negro yang dimerdekakan tahun 1847.

b. Pelepasan diri (Proklamasi).
Suatu daerah yang semula termasuk daerah negara tertentu melepaskan diri dan menyatakan kemerdekaannya. Contoh : Belgia melepaskan diri dari Belanda tahun 1839, Indonesia tahun 1945, Pakistan tahun 1947 (semula wilayah Hindustan), Banglades tahun 1971 (semula wilayah Pakistan), Papua Nugini tahun1975 (semula wilayah Australia), 3 negara Baltik (Latvia, Estonia, Lituania) melepaskan diri dari Uni Soviet tahun 1991, dsb.c. Peleburan menjadi satu (Fusi). Beberapa negara mengadakan peleburan menjadi satu negara baru. Contoh : Kerajaan Jerman (1871), Vietnam (1975), Jerman (1990), dsb.

d. Pencaplokan / Penguasaan ( Anexatie )
Suatu negara berdiri di suatu wilayah yang dikuasai ( dicaplok ) oleh bangsa lain tanpa reaksi berarti. Contoh: negara Israel ketika dibentuk tahun 1948 banyak mencaplok daerah Palestina, Suriah, Yordania dan Mesir.

e. Pelenyapan dan pembentukan negara baru.
Suatu negara pecah dan lenyap, kemudian diatas wilayah itu muncul negara baru.
Contoh : Jerman menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur tahun 1945.

f. Fusi – Peleburan 
dua negara atau lebih dan membentuk menjadi 1 negara.

g. Acessie – Penarikan
Bertambahnya suatu wilayah karena proses pelumpuran laut dalam kurun waktu yang lama dan dihuni oleh kelompok.

h. Cessie – Penyerahan
Sebuah daerah diserahkan kepada Negara lain berdasarkan perjanjian.

i. Inovasi
Suatu Negara pecah, kemudian lenyap dan memunculkan Negara baru di atasnya.

j. Separasi 
Suatu wilayah yang semula merupakan bagian dari negara tertentu, kemudian memisahkan diri dari negara induknya dan menyatakan kemerdekaan. Contoh: Belgia pada tahun 1839 melepaskan diri dari Belanda


Di berbagai buku dan literatur banyak teori tentang asal usul negara di antaranya akan dijelaskan secara singkat sebagai berikut :

1. Teori Ketuhanan

Teroi ini menganggap bahwa terjadinya negara memang sudah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Anggapan ini berawal dari deteminisme religius, yaitu segala sesuatu yang terjadi ini sudah takdir Allah. Misalnya, Anda dapat membaca Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 atas berkat rahmat Allah...dan seterusnya.


2. Teori Kenyataan

Teori ini menganggap bahwa negara itu timbul karena kenyataan, artinya berdasarkan syarat-syarat tertentu yang sudah dipenuhi, misalnya adanya pemerintahan, wilayah, penduduk dan pengakuan dari dalam dan luar.


3. Teori Perjanjian atau kontrak sosial

Teroi ini mengenganggap negara itu terbentuk berdasarkan perjanjian bersama. Perjanjian ini dapat antar-individu yang bersepakat mendirikan suatu negara ataupun perjanjian antar-individu yang menjajah dengan yang dijajah.


4. Teori Penaklukan

Teori ini menganggap negara itu timbul karena adanya kelompok manusia mengalahkan kelompok manusia yang lain. Dengan demikian, pembentukan negara dapat terjadi karena proklamasi, peleburan dan penguasaan atau pemberontakan (Kansil, 1985: 2-3). Teori ini juga disebut teori kekuatan (force theory) karena dalam teori ini kekuatan membuat hukum, dan kekuatan itu sendiri adalah pembenaran atau raison d'etic-nya negara


5. Teori Alamiah

Teori ini menganggap bahwa negara adalah ciptaan alam karena manusia dianggap sebagai makhluk sosial dan sekaligus makhluk politik. Oleh karena itu, manusia ditakdirkan untuk hidup bernegara. Jadi dalam situasi dan kondisi tempat yang ada, negara terbentuk dengan sendirinya.


6. Teori Filosofis

Teori filosofis ini juga dikenal sebagai teori idealistis, teori mutlak, teori  metafisis. Teori ini bersifat filosofis karena merupakan renungan-renungan tentang negara dan bagaimana negara itu seharusnya ada. Bersifat idelis karena merupakan pemikiran tentang negara sebagaimana negara itu seharusnya ada, "Negara sebagai ide" bersifat mutlak karena melihat negara sebagai suatu kesatuan yang omnipetent dan omnikompeten. Bersifat metafisis karena adanya negara terlepas dari individu yang menjadi bagian dari bangsa. Negara mempunyai atau memiliki kemauan sendiri, kepentingan sendiri, dan nilai moral sendiri.


7. Teori Historis

Teori ini menganggap bahwa lembaga-lembaga sosial tidak dibuat, tetapi timbul secara evolusioner sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan manusia. Olaeh karenanya, lembaga-lembaga sosial kenegaraan itu dipengaruhi oleh situasi dan kondisi dari lingkungan setempat, waktu, dna tuntutan zaman sehingga secara historis berkembang menjadi negara-negara seperti yang kita lihat sekarang ini.


8. Teori Organis

Teori ini menganggap bahwa negara sebagai manusia. Pemerintah dianggap sebagai tulang, undang-undang dianggap sebagai syaraf, kepala negara dianggap sebagai kepala, masyarakat dianggap sebagai daging. Dengan demikian, negara itu lahir, tumbuh, dan berkembang lalu mati.



9. Teori Patrilineal dan Matrilineal

Teori Partilineal dan Matrilineal ini menganggap bahwa negara itu timbul dari perkembangan kelompok keluarga yang dikuasai oleh garis keturunan Ayah (patrilineal) atau garis keturunan ibu (matrilineal). Keluarga tersebut terus berkembang menurut garis keturunan yang ada dan menjadi benih-benih negara sampai terbentuknya pemerintahan yang terdesentralisasi.


10. Teori Kedaluwarsa

Teori Kedaluwarsa menganggap bahwa negara terbentuk karena memang kekuasaan raja (diterima atau ditolah oleh rakyat) sudah kedaluwarsa memiliki kerajaan (sudah lama memiliki kekuasaan) dan pada akhirnya menjadi hak milik oleh karena kebiasaan. Menurut teori ini, raja bertahta bukan karena jure devino (kekuasaan berdasarkan hak-hak ketuhanan), tetapi berdasarkan kebiasaan jure consetudinarjo. Laju dan organisasinya yaitu negara kerajaan timbul karena adanya milik yang sudah lama yang kemudian melahirkan hak milik. Raja bertahta oleh karena hak milik itu yang didasarkan pada hukum kebiasaan.


Dari semua teori asal usul negara tersebut, terlihat jelas bahwa masing-masing teori memiliki konsepsi dasar sesuai dengan angapan dan pandangannya sendiri. Pada dasarnya Negara itu mempunyai sifat-sifat khusus sebagai manisfestasi dari kedaultan yang dimilikinya. Umumnya setiap negara mempunyai sifat memaksa, sifat monopoli dan sifat mencakup semua.

Demikianlah tentang teori dan asal usul negara, semoga bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan kita dan sebagai bahan belajar baik pada mata pelajaran PKn ataupun Ketatanegaraan. Terimakasih.

INTISARI MATERI BIOLOGI : LINGKUNGAN


Visiuniversal---Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri). (id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan).

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para ahli ;

Lingkungan Hidup adalah pengetahuan dasar tentang bagaimana makhluk hidup berfungsi dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain dengan lingkungan mereka. Lingkungan hidup merupakan bagian dari kehidupan manusia. Bahkan, manusia menjadi salah satu komponen dari lingkungan hidup itu sendiri. Kehidupan manusia juga sangat bergantung pada kondisi lingkungan hidup, tempat ia tinggal. Dengan demikian, lingkungan hidup sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia.

Lingkungan hidup menjadi kajian ilmu pengetahuan diawali dari ahli seorang Biologi bernama Ernest Haeckel. Pada tahun 1860, Ernest Haeckel memperkenalkan istilah lingkungan hidup atau ekologi. Istilah ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos berarti rumah, sedangkan logos berarti ilmu. Berawal dari konsep ekologi yang diperkenalkan oleh Ernest Haeckel tersebut mendorong banyak ahli untuk lebih memperdalam konsep tentang lingkungan hidup.

Emil Salim

Menurut Emil Salim, lingkungan hidup diartikan sebagai benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. Definisi lingkungan hidup menurut Emil Salim dapat dikatakan cukup luas. Apabila batasan tersebut disederhanakan, ruang lingkungan hidup dibatasi oleh faktor-faktor yang dapat dijangkau manusia, misalnya faktor alam, politik, ekonomi dan sosial.

Soedjono

Soedjono mengartikan lingkungan hidup sebagai lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat di alam. Pengertian ini menjelaskan bahwa manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan dilihat dan dianggap sebagai perwujudan fisik jasmani. Menurut definisi Soedjono, lingkungan hidup mencakup lingkungan hidup manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan yang ada di dalamnya.

Munadjat Danusaputro

Lingkungan hidup adalah semua benda dan daya serta kondisi termasuk didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup yang lain. dengan demikian, lingkungan hidup mencakup dua lingkungan, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan budaya.

Otto Soemarwoto

Otto Soemarwoto berpendapat bahwa lingkungan hidup merupakan semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang kita tempati dan mempengaruhi kehidupan kita. Menurut batasan tersebut secara teoritis ruang yang dimaksud tidka terbatas jumlahnya. Adapun secara praktis ruang yang dimaksud selalu dibatasi menurut kebutuhan yang dapat ditentukan.

Sambas Wirakusumah

Lingkungan merupakan semua aspek kondisi eksternal biologis, dimana organisme hidup dan ilmu-ilmu lingkunga menjadi studi aspek lingkungan organisme itu.

Definisi mengenai lingkungan hidup tidak hanya datang dari para ahli, tetapi definisi tersebut dituangkan pula dalam undang-undang, yaitu Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Di dalam undang-undang ini, lingkungan hidup diartikan sebagai kesatuan, dan mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya.

Menurut Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tersirat bahwa lingkungan hiduplah yang mempengaruhi mahluk hidup, termasuk di dalamnya manusia. Manusia hendaknya menyadari kalau alamlah yang memberi kehidupan dan penghidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pengertian Lingkungan hidup

Berdasarkan beberapa pegertian diatas dapat disumpulkan bahwa lingkungan hidup adalah ruang dengan kesatuan benda, daya keadaan, dan mahluk hidup, termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan mahluk hidup lain.

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Komponen-komponen lingkungan dikelompokan menjadi dua yaitu :

  1. Komponen Biotik, adalah komponen lingkungan yang terdiri dari makhluk hidup meliputi hewan, tumbuhan dan manusia.
  2. Komponen Abiotik, adalah komponen lingkungan yang terdiri dari makhluk tak hidup seperti udara, air,  tanah, suhu, kelembaban udara. Intensitas cahaya matahari dan sebagainya.

Antara komponen biotik dengan komponen abiotik di dalam lingkungan terjadi hubungan saling ketegantungan.

A. Keseimbangan Lingkungan

Suatu lingkungan dikatakan seimbang bila semua komponen dalam lingkungan tersebut sesuai dengan fungsinya masing-masing. fungsi komponen biotik dalam ekosistem antara lain:

  1. Produsen (penghasil), organisem yang dapat menyusun zat makanan.
  2. Konsumen (pemakai), organisem yang memakai zat makanan yang dihasilkan oleh produsen.
  3. Dekompoesr (pengurai), organisme yang berperan sebagai pengurai sisa-sisa organisme lain.

Pada umumnya tumbuhan berperan sebagaio produsen dan hewan berperan sebagai konsumen. Agar populasi keseimbangan ekosistem tetap terjaga maka penurunan atau kenaikan jumlah populasi pada tiap jenis hewan ataupun tumbuhan harus dalam batas-batas tertentu.

B. Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan adalah masuknya zat-zat pencemar (polutan) ke dalam lingkungan yang menyebabkan kualitas lingkungan menurun.

1. Macam-macam Pencemaran

a. Pencemaran tanah
    Polutan: pesetisida, sampah pelastik, dan lain-lain
b. Pencemaran udara
    Polutan: CO2, SO2, CO, H2S, H2SO4 yang berasal dari asap kendaraan bermotor, 
    cerobong asap 
    pabrik.
c. Polutan suara
    Polusi : suara kendaraan bermotor, suara mesin pabrik.
d. Polusi air
    Polutan : detergen, Cu, Pb, Hg, dan 2n yang berasal dari limbah rumah tangga dan          
    limbah pabrik.
e. Polusi Radiasi
    Polutan : Penggunaan bahan radioaktif dalam pembuatan senjata modern, pembangkit 
    listrik tenaga nuklir, dan lain-lain.

2. Pencegahan Pencemaran

a. membuat jalur hijau dan taman kota
b. daur ulang sampah
c. penggunaan pestisida sesuai aturan
d. larangan membuang sampah atau limbah pabrik ke sungai
e. menjauhkan lokasi pabrik dan industri dari pemukiman

C. Perubahan Lingkungan

  1. Secara alamiah, misalnya kemarau panjang, banjir, gempa bumi, angin ribut, dan sebagainya.
  2. Akibat campur tangan manusia, misalnya menangkap dan memberantas hama dengna zat beracun, menebang dan membakar hutan, ladang berpindah-pindah, dan sebagainya.

Pengaruh perubahan lingkungan terhadap makhluk hidup yang hidup di dalamnya antara lain :

  1. Makhluk hidup yang dapat beradaptasi akan tetap bertahan hidup, melangsungkan dan mengembangkan jenis.
  2. Makhluk hidup yang tidak dapat beradaptasi akan mati sehingga populasi berkurang

D. Etika Lingkungan

Usaha atau tindakan manusia untuk mempertahankan keseimbangan lingkungan antara lain:

  1. Melakukan reboisasi/penghijauan kembali pada lahan yang kritis
  2. Mengembalikan kesuburan tanah dengan pemupukan dan rotasi tanaman
  3. Membuat sengkedan atau terasering pada lahan miring
  4. Penuliaan tanaman dan hewan.
Demikianlah tentang intisari materi biologi "lingkungan", semoga bermanfaat. terimakasih.

INILAH ALASAN PERLUNYA PENDIDIKAN PENDAHULUAN BELA NEGARA (PPBN) UNTUK MASYARAKAT

Pendidikan-Kewarganegaraan, bela negara, siswa bela negara, drumband bela negara

Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, sebagai warga negara kita perlu memahami dan menumbuhkan semangat untuk membela Negara. Semangat bela negara sebagai perwujudan nasionalisme merupakan hal yang mutlak diperlukan, karena membela negara dan bangsa ini adalah kewajiban semua masyarakat yang merupakan bagian dari seluruh warga negara Indonesia. Dalam perjalanan sejarah "Nusantara", di Indonesia sejak kurun waktu 2000 tahun tercatat hanya tiga negara kesatuan yang dapat tegak berdiri di bumi Nusantara ialah Sriwijaya, Majapahit dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebinnekaan budaya dan kondisi geografisnya tersebut, membuat bangsa Indonesia mudah di pecah belah. Dengan kata lain, secara fisik - geografis dan sosial budaya Negara Indonesia "Nusantara" rawan perpecahan.

Kenyataannya, penjajahan itu dapat mengakibatkan kebodohan dan penderitaan, dan hal ini yang pada awal abad XX mendorong tumbuhnya semangat kebangsaan. Kebangkitan Nasional ini ditandai dengan lahirnya gerakan Budi Utomo pada tahun 1908. Peristiwa Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tonggak sejarah yang sangat penting. Sumpah tersebut merupakan perwujudan sikap dan tekad bangsa Indonesia untuk bersatu dalam wadah negara, bangsa dan bahasa Indonesia. "Satu tanah air menunjukan satu kesatuan geografis, satu bangsa menunjukan satu kesatuan politik, dan satu bahasa menunjukan satu kesatuan sosial budaya". Tekad ini mewujudkan perjuangan yang akhirnya melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Kendatipun kita sudah merdeka, pengalaman membuktikan bahwa kemerdekaan tidak membebaskan bangsa Indonesia seutuhnya dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG). Dari sejarah perjuangan bangsa, Anda mengetahui adanya invasi (serangan) Belanda, berbagai pemberontakan, penghianatan, serta penyelewengan terhadap negara kesatuan Republik Indonesia. 

Sejarah kita telah memberikan pelajaran berharga kepada masyarakat Indonesia sebagai bangsa, bahwa ATHG tidak hanya datang dari luar melainkan juga dari dalam tumbuh bangsa Indonesia sendiri.

Untuk menghadapi ATHG yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia, perlu dikerahkan segenap kemampuan, kekuatan, serta potensi yang ada pada bangsa Indonesia yang terwujud sebagai kesadaran berkemampuan bela negara. Karena itu seluruh warga negara sejak dini perlu dibekali dengan kemampuan tersebut melalui Pendidikan pendahuluan bela negara (PPBN). PPBN ini bertujuan untuk :
1. Meningkatkan kecintaan pada tanah air;
2. Meningkatkan kesadaran berbansa dan bernegara;
3. Meningkatkan keyakinan Pancasila sebagai ideologi bangsa;
4. Meningkatkan kesadaran bela negara;
5. Mengembangkan kemampuan awal bela negara.

Maksud bela negara ini adalah tekad, sikap, semangat, serta tindakan warga negara dalam upaya menjaga, memlihara, serta mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Tekada upaya ini tidak hanya terbatas dalam wujud perjuangan mengangkat sejata, melainkan mencakup semua wujud gagasan, sikap, serta perbuatan pengabdian melalui bidang masing-masing dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam mencapai tujuan Nasional.

Demikianlah Warga belajar dan siswa sekalian tentang perlunya pendidikan pendahuluan Bela Negara (PPBN) untuk masyarakat, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan kita tentang perlunya  pendidikan bela negara dan pendidikan Kewarganegaraan yang sudah kita pelajari di hari-hari sebelumnya. terimakasih.

PENGERTIAN UMUM DAN CARA MUDAH MELAKUKAN SAMADHI-MEDITASI


Visiuniversal---Kita sering mendengar istilah meditasi, apakah itu meditasi? apakah sama dengan Samadhi dan bagaimana melakukannya? itulah yang sering menjadi pertanyaan banyak orang. Meditasi secara umum dapat diartikan sebagai suatu daya pemusatan bathin ke arah percaya pada Tuhan untuk tujuan kesempurnaan hidup manusia baik rokhaniah maupun jasmaniah.

Menurut pengertiannya dalam (https://id.wikipedia.org/). Meditasi, terkadang disebut juga semadhi, adalah praktik relaksasi yang melibatkan pelepasan pikiran dari semua hal yang menarik, membebani, maupun mencemaskan dalam hidup kita sehari-hari. Makna harfiah meditasi adalah kegiatan mengunyah-unyah atau membolak-balik dalam pikiran, memikirkan, merenungkan. Arti definisinya, meditasi adalah kegiatan mental terstruktur, dilakukan selama jangka waktu tertentu, untuk menganalisis, menarik kesimpulan, dan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk menyikapi, menentukan tindakan atau penyelesaian masalah pribadi, hidup, dan perilaku.

Dengan kata lain, meditasi melepaskan kita dari penderitaan pemikiran baik dan buruk yang sangat subjektif yang secara proporsional berhubungan langsung dengan kelekatan kita terhadap pikiran dan penilaian tertentu.Kita mulai paham bahwa hidup merupakan serangkaian pemikiran, penilaian, dan pelepasan subjektif yang tiada habisnya yang secara intuitif mulai kita lepaskan.[3] Dalam keadaan pikiran yang bebas dari aktivitas berpikir, ternyata manusia tidak mati, tidak juga pingsan, dan tetap sadar.

Guru terbaik untuk meditasi adalah pengalaman.Tidak ada guru, seminar, atau buku-buku meditasi yang dapat mengajarkan secara pasti bagaimana seharusnya kita melakukan hidup bermeditasi.

Setiap orang dapat secara bebas memberikan nilai-nilai tersendiri tentang arti meditasi bagi kehidupannya. Oleh karena hanya dengan mempraktikkan semadi dalam hidup, orang bisa merasakan manfaat suatu perjalanan semadi. Ada banyak arti tentang semadi, di antaranya adalah:
  • Jalan untuk masuk dalam kesadaran jiwa.
  • Jalan untuk introspeksi diri.
  • Jalan untuk berkomunikasi dengan sang pencipta.
  • Jalan untuk mengubah hidup.
  • Jalan untuk meraih ketenangan batin.


Berbagai cara dan metode meditasi dikembangkan manusia di berbagai bangsa sejak ribuan tahun yang lalu, sebagian besar semata-mata untuk mencari "penerangan bathin" serta ketentraman jiwa.

Meditasi yang dalam bahasa Sansekerta dikenal dengan istilah Samadhi yang kemudian oleh bangsa kita disebut "semadi". Hampir mirip dengan pengertian ini di kalangan Jawa dahulu kala (sebeum masuknya agama Islam sekitar abad ke-15) sudah gemar menjalankan "tapa brata", sebagian dengan cara ekstrim yaitu meninggalkan kehidupan duniawi dengan mengucilkan diri di tempat sunyi (di gua, puncak gunung). Di kalangan kejawen hingga sekarang "laku tapa brata" masih kuat berakar sebagai ilmu yang dikagumi, walaupun hanya untuk difahami dan bukan dipraktekkan.

Meditasi atau Samadhi yang tekenal di dunia adalah cara yang berasal dari India dari kalangan ajarang Buddhis, yang kemudian juga dikebangkan oleh kalangan Theosofi di berbagai negara. Praktinya sih disebut dengan Yoga yang dilakukan dengan teknik dan cara-cara tertentu - Baca juga Yoga di sini!! 

Menurut mereka, meditasi adalah suatu cara untuk mengembangkan bathin menuju taraf kesempurnaan yang selanjutnya menjadi dasar dari kebijaksanaan. Latihan meditasi dengan memusatkan fikiran pada pernafasan di sebut Anapanasati, Dengan metoda ini fikiran tetap terjaga dengan baik dan senantiasa terkontrol, dengan demikian membuahkan jasmani dan rokhani selalu jenih dan segar. Juga daya fikir bertambah kuat dan tajam, membawa pada kecerdasan otak.

Melalui latihn secara kontinyu, akan membuahkan pula ketenangan serta ketentraman jiwa, kedamian hati. Fikiran menjadi manunggal, yang berarti fikiran akan selalu bersatu dengan nafas.

Dalam latihan meditasi lanjutannya adalah pengendalian fikiran serta pengamatan segenap anggota tubuh (detak jantung, urat nadi, panca indera dan lain-lain)

Dengan pengamatan secara sadar dalam meditasi tersebut akan menambah kesadarannya bahwa tubuh jasamani itu hanya terdiri dari perpaduan unsur-unsur air, api, angin dan tanah. 

Manusia beranggapan bahwa tubuh adalah "milik pribadi". Akan tetapi sesungguhnya tubuh jasmani hanyalah merupakan gabungan empat unsur, jadi bukan milik pribadi yang kekal. Karena pada saatnya usia rapuh jasmani itu tidak akan berfungsi lagi (mati).

Bilamana fikiran telah menyadari akan kenyataan itu, maka anggapan bahwa "aku gagah", "aku budiman"' "aku miskin" dan sebagainya akan terhapus. dirinya akan terbebas dari sang Aku, dan sang aku yang tadinya melekat pada sifat duniawi kini sudah meningkat menjadi suatu pribadi yang percaya kepada Yang Maha Kuasa.

Dengan cara demikian manusia akan terbebas dari penderitaan, tidak lekat pada duniawi, tidak ada bedanya baginya kaya atau miskin. Keberadaannya di dunia dianggapnya hanya sebagai "kewajiban" kodrat Ilahiah yang harus dilaluinya sementara waktu. Selanjutnya akan timbullah jalan menuju "nirwana", keadaan yang bebas dari penderitaan dak kelekatan duniawi.

Fikiran rendah yang memikirkan duniawi akan berhenti, walaupun masih menjalankan kewajiban hidup (bekerja, berumah-tangga dan sebagainya). Keserakahan, nafsu amarah serta kebodohan akan lenyap, yang akhirnya hanya ada satu bentuk fikiran saja, yaitu fikiran suci. Inilah yang dinamakan dengan "Melaksanakan Meditasi".

Berikut adalah beberapa tips sederhana dan mudah tentang bagaimana cara untuk memulai meditasi. Kegiatan meditasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan diri, baik secara fisik maupun fisikis

1. Sikap

Apakah anda duduk di kursi atau bersila di lantai, pastikan bahwa tulang belakang dan kepala anda dalam posisi tegak. Jika anda membungkuk, pikiran anda akan melayang. Pikiran dan tubuh saling terkait. Jika tubuh anda seimbang, pikiran anda juga akan seimbang. Untuk semakin menguatkan, bayangkan bahwa kepala anda menyentuh langit.

2. Mata

Coba dan jaga mata anda tetap terbuka. Membuka mata memungkinkan anda untuk menjadi lebih hadir. Turunkan mata dan biarkan pandangan anda menjadi lembut. Jika anda menutup mata, anda akan lebih mungkin untuk menjauh dari pikiran. Namun, penting untuk melakukan apa yang nyaman bagi anda. Beberapa orang merasakan dengan menutup mata akan jauh lebih efektif dalam meditasi. Ada baiknya untuk bereksperimen dan melihat apa yang terasa paling baik untuk anda.

3. Fokus

Dalam kesadaran biasa, kita hampir tidak pernah merasakan kehadiran. Misalnya, kadang-kadang kita mengendarai mobil secara autopilot ketika sedang sibuk dengan pikiran kita. Tiba-tiba kita telah tiba di tempat tujuan dan tidak ingat apa-apa tentang mengemudi!

Jadi, meditasi adalah cara yang indah untuk membangun hidup kita. Jika tidak, kita akan kehilangan sebagian dari pengalaman meditasi karena kita sedang berada di tempat lain dalam pikiran kita! Mari kita lihat apa yang kita fokuskan. Dalam kehidupan biasa, kita cenderung untuk menyamakan fokus dengan konsentrasi. Itu seperti sinar cahaya yang terkonsentrasi. Tetapi dalam meditasi, pikiran semacam itu justru tidak membantu. Itu terlalu tajam dan cenderung membuat kita cepat terganggu. Untuk fokus dalam meditasi berarti memperhatikan dengan lembut untuk apa pun yang anda tempatkan di pusat kesadaran. Disarankan untuk menggunakan napas sebagai fokus. Ini seperti sebuah pintu yang menghubungkan alam ‘dalam’ dan ‘luar’. Guru Zen Toni Packer mengatakan:

“Perhatian datang entah dari mana. Ia tidak memiliki penyebab. Ia tidak milik siapa pun.”

3. Nafas

Memperhatikan nafas adalah cara yang baik untuk menjangkarkan diri anda pada saat ini.

Perhatikan nafas anda saat mengalir masuk dan keluar. Tidak perlu untuk mengatur nafas – hanya membiarkannya secara alami.

4. Menghitung Nafas Anda

Jika anda mengalami kesulitan melakukannya, anda dapat mencoba menghitung nafas – yang merupakan latihan meditasi kuno. Pada hembusan nafas anda, di dalam hati menghitung “satu”, kemudian “dua”, sampai “empat”. Kemudian kembali ke “satu”. Setiap kali anda melihat pikiran anda telah menyimpang jauh atau anda menemukan diri anda telah menghitung sampai “tigapuluh tiga” misalkan, segera kembali ke “satu”. Dengan cara ini, “satu” seperti pulang ke rumah pada saat sekarang. Ada baiknya untuk kembali tanpa melirik ke belakang.

5. Pikiran

Ketika anda terganggu oleh pikiran, secara perlahan biarkan mereka pergi dengan cara kembali fokus pada nafas anda. Jangan mencoba menghentikan pikiran, ini hanya akan membuat anda merasa gelisah. Bayangkan bahwa mereka adalah tamu tak diundang di depan pintu anda: mengakui kehadiran mereka dan dengan sopan meminta mereka untuk pergi meninggalkan. Kemudian berikan perhatian lembut pada nafas anda.

6. Emosi

Sulit untuk menyelesaikan meditasi jika anda sedang berjuang dengan emosi yang kuat. Hal ini karena beberapa emosi cenderung untuk berkembang biak dan menjalar dalam pikiran. Terutama rasa marah, malu dan takut yang akan membuat cerita berulang-ulang dalam pikiran. Emosi-emosi tersebut membuat kita terus melihat peristiwa-peristiwa di masa lalu dan takut melihat masa depan dengan perandaian yang dimulai dengan, “Bagaimana jika …”

Cara untuk mengatasi emosi yang kuat dalam meditasi adalah dengan fokus pada perasaan tubuh yang menyertai emosi. Sebagai contoh, ini bisa berupa ikatan yang kuat dari ketakutan di sekitar dada atau bergolak panas kemarahan di dalam perut. Lepaskan pengalaman-pengalaman tersebut dan kembali fokus pada tubuh anda. Dengan cara ini anda menghormati emosi anda, tetapi tidak menjadi terjerat dalam pengalaman tersebut.

7. Keheningan

Hening adalah penyembuhan. Ada banyak ‘meditasi musik’ di sekitar, tapi tidak ada yang mengalahkan keheningan. Musik atau suara dalam rekaman hanya bisikan-bisikan dalam pikiran anda. Ketika kita duduk diam, kita benar-benar mendapatkan pengalaman apa yang sedang ada di pikiran kita. Ada kemantapan dan ketenangan yang berasal dari duduk dalam keheningan.

8. Lama Meditasi

Mulailah dengan 10 menit dan hanya duduk lebih lama jika anda merasa bahwa itu terlalu pendek. Jangan memaksakan diri untuk bermeditasi lebih lama jika anda tidak siap untuk melakukan itu. Pada waktunya, anda mungkin ingin memperpanjang meditasi anda sampai 25 menit. Yang terpenting adalah lamanya tersebut memungkinkan anda untuk menyelesaikan pikiran anda tanpa menyebabkan terlalu banyak tekanan pada tubuh anda, dan hindari setiap ‘keharusan’. Beberapa orang menikmati duduk selama satu jam pada suatu waktu, sementara yang lain menemukan bahwa mereka tidak bisa duduk lebih lama dari 10 menit. Lakukan apa yang terasa tepat untuk anda!

9. Tempat

Sangat baik jika anda membuat tempat khusus untuk duduk. Anda bahkan dapat membuat sebuah kuil atau sebuah altar yang bisa anda hadapi ketika anda duduk dalam meditasi. Anda mungkin ingin menempatkan lilin di altar dan benda-benda yang memiliki arti bagi anda. Akan terasa indah jika anda menemukan objek untuk altar anda saat anda bermeditasi. Mungkin anda menemukan batu-batu, atau kerang, atau bunga yang ‘berbicara’ kepada anda.

10. Kenikmatan

Yang tidak kalah penting dari semua adalah menikmati meditasi. Anda mungkin ingin mencoba duduk dengan sedikit senyum. Jadilah baik kepada diri sendiri. Mulailah duduk bermeditasi sebentar setiap hari. Ini membantu untuk membangun kebiasaan anda sehari-hari.

Demikian tentang pengertian umum dan cara mudah melakukan meditasi-atau-samadhi, semoga bermanfaat. terimakasih.

Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber :
Source:
- https://id.wikipedia.org/wiki/Meditasi
- https://studybuddhism.com/id/agama-buddha-sehari-hari/apa-itu/apa-itu-meditas
- https://www.davidpurba.com/pengertian-meditasi-makna-meditasi-tujuan-meditasi
- http://www.akuinginsukses.com/bagaimana-melakukan-meditasi-10-tips-penting/

MATERI BELAJAR BAHASA INGGRIS : DAILY ACTIVITIES

Untuk memudahkan warga belajar dan siswa pemula yang mempelajari bahasa Inggris dasar, maka berikut ini akan kita lakukan kegiatan belajar dengan mengulas secara perbagian-bagian, mulai dari Bacaan, dialog, Struktur Kalimat, Menulis dan Kosakata secara sederhana dalam materi Bahasa Inggris "Daily Activities". Agar mudah dipahami dan membantu dalam belajar bahasa Inggris secara mandiri di rumah : 

A. Bacaan

I always get up at 4 : 30
[ ai e : lwiz get ap aet fowr : 0 : ti ]

After I get up, I go to
[ aef t e ai ger ap ai gou t uw ]

the bathroom
[ de ba : erum ]

Then, I pray. After thet
[ den ai prei aef t e aet

I riview my lesson
[ ai revju mai l e s an ]

I study Package B.
[ ai stadi paekedz bi ]

At seven o'clock, I have
[ aet sevae ekljk ai haev ]

I leave for the office
[ ai li : v fe de ofis ]

at 7 : 30
[ aet seven oi : ti ]

I begin working at 8 : 00
[ ai begin wa : ki n aet eit ]

I finish working
[ ai finis wa : ki n ]

at 3 p.m. I get home at
[ aet tri pi em ai get hom eat ]

4.00 I play tennis
[ fe ai plei teniz ]

At seven, I
[ aet seven ai ]

have dinner
[ haev' di na ]

After I watch TV, I go
[ aef t a ai wate tivi ai gou ]

to bed
[ ta bed ]


Terjemahan
Saya selalu bangun pada pukul 4.30 pagi. Setelah saya bangkit, saya pergi kekamar mandi. Kemudian saya sholat. Sesudah itu saya mengulang pelajaran saya. Saya belajar bahasa Inggris. Saya memperlajari buku Paket B.

Pukul 7 saya makan pagi. Saya pergi ke kantor pukul 7.30. Saya mulai bekerja pukul 8. Saya selesai bekerja pukul 3 sore. Saya sampai di rumah pukul 4. Saya main ternis. Pukul 7, saya makan malam Setelah saya menonton TV, saya pergi tidur. 

Sesudah mengucapkan "cara baca" coba ucapkan lagi dengan menutup telinga.


Keterangan
- "Always, often, usually", dan lain-lain disebut keterangan. Kata-kata ini ditempatkan di depan kata kerja atau di belakang "to be"
Contoh : I always go there
               I am always there

- Setelah kata "begin" dan "finish" boleh diikuti kata kerja berbentuk "ing".

Contoh : begin working
              begin dancing
              finish working
              finish dancing


B. Dialog

Dialog atau percakapan antara Umar dan Ali mengenai kegiatan di pagi hari :

Umar  :  What time do you get up every morning Ali?
Ali       :  I get up at five o'clock
Umar  :  Do you have break-fast every morning:
Ali       :  Yes, I do
Umar  :  What do you have for breakfast?
Ali   :  I have rice and fish.

Umar dan Ali bekerja di kantor Kepala Desa. Mereka bicara mengenai kegiatan mereka ini.

Umar  :  What are you doing?
Ali       :  I am reading a letter
Umar  :  Whose letter is it?
Ali       :  It is a letter from Pak Kepala Desa
Umar  :  Is he ill?
Ali       :  Yes, he is ill
              He is absent today.


Percakapan Ali dengan Ibunya sepulang dari kantor.

Ali   :  Good evening, Mum
Mather:  Good evening, Ali How is Pak Kepala Desa?
Ali   :  He is absent
Mather:  Why?
Ali   :  He is ill



C. Struktur Kalimat

1. Kata keterangan "always, often, usualiy" dipakai bersama kata kerja dan "to be".


Gambar struktur Kalimat Daily Activities


Keterangan:
"Always, usually" ditempatkan sebelum kata kerja atau setelah "to be"

Gambar struktur Kalimat Daily Activities


2. Perhatikan bentuk berikut :


Gambar struktur Kalimat Daily Activities


3. Perhatikan kata kerja berbentuk "ing" setelah "to be" dan setelah kata-kata" begin, finish, stop.


4. Pemakaian "after dan "before".



D. Menulis

1. Tulis kembali kalimat-kalimat berikut, lengkapi dengan kata yang sesuai (stelah selesai, baru kemudian dicocokan dengan bacaan).
I ....... get ....... at 4 : 30 a.m ..... I get ........
I go ....... the bathroom, .......that, I review my 
lesson ...... seven o'clock, I ........ breakfast. 
I leave ........ the office at 7 : 30. I .......working 
at 8, and ....... at 3 p.m. I ......... home at 4.
............... I watch TV, I go ............. bed 


2. Buatlah kalimat-kalimat sesuai dengan contoh :

Contoh : I always get up at 5
You        You always get up at 5
?            Do you always get up at 5?
She        Does she always get up at 5?

- They
- ( + )
- at 7
- often
- ( - )
- he
- go to work
- at 8
- begin working
- ( + )

Keterangan :
Tanda  +  =  mengubah kalimat menjadi kalimat berita postif
Tanda  -  =  mengubah kalimat menjadi kalimat negatif
Tanda  ?  =  mengubah kalimat menjadi kalimat tanya.


E. Kosakata

a.m [  'aenti meri : diem ]   = pagi sebelum jam 12 siang
p.m [  'Poust meri : diem ]   = setelah jam 12 siang
absent [ aebsant ] = bolos; tidak hadir.
after [ aef ta : ] = sesudah
always [ e : l wi z ] = selalu
bed  [ bed ] = ranjang
before [ bi' fa : ] ] = sebelum
begin [ befin ] = mulai
breakfast [ 'brekfast ] = sarapan pagi
busy  [ 'bi zi ] = sibuk
evening [ 'i : Vnin ] = malam
fish [ fis ] = ikan
finish [ 'finis ] = selesai
from [ fram ] = dari
get up [ 'get ap ] = bangun
ill [ il ]  =  sakit
leave  [ li : v ] = pergi; berangkat
letter [ 'lete ] = surat
O'clock  [ e'klak ] = masing-masing.

ENTREPRENEURSHIP ATAU KEWIRAUSAHAAN

Teori Entrepreneurship, bahan kewirausahaan, menjadi wiriusaha kreativ
Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, bagi anda yang sudah lulus dan siap mandiri dengan bekerja di berbagai bidang usaha dan jasa. Salah satu alternatif untuk mencapai sukses adalah dengan menjadi seorang wirausaha atau Entreprenurship.  Apa itu Entreprenurship? Berikuti ini akan kita ulas sedikit sebagai bahan pengetahuan dan pemahaman Warga belajar dan siswa sekalian sebelum terjun kedunia usaha dan menjadi seorang ENTREPRENEURSHIP ATAU KEWIRAUSAHAAN.

Beberapa pandangan para ahli berikut ini memberikan gambaran pada kita tentang apa dan bagaimana kewirausahaan atau Entreprenurship itu;  

James M. Higgins dalam bukunya The Management Challenge (1994), menguraikan: secara historis, kewirausahaan dianggap sebagai salah satu fungsi ekonomi. Di awal abad ke-18, Richard Catillon mengobservasi bahwa seorang wirausaha adalah seseorang yang menanggung resiko pembelian dan penjualan. Ahli ekonomi Adam Smith dan Jean Baptiste Say mengatakan, bahwa seorang wirausaha adalah seorang yang menyatukan faktor-faktor produksi. Selanjutnya ahli ekonomi Austria, Joseph Schumpeter (1883 - 1950) menambahkan inovasi dan pemanfaatan peluang sebagai bagian dari aktivitas wirausaha.

Beberapa ahli teori manajemen mengatakan, bahwa kewirausahaan adalah kehebatan dalam pembentukan perusahaan baru yang di dalamnya mengandung pemanfaatan peluang dan penghasilan risiko serta melakukan perubahan.

Menurut William H. Sahlman, bisa saja seorang wirausaha tidak melakukan pembelian maupun penjualan, tidak pula menyatukan faktor-faktor produksi, dia bukan seorang inovator tetapi seorang peniru. Ia tidak mempunya bisnis sendiri tetapi menata bisnis orang lain yang didalamnya mengandung upaya pemanfaatan peluan dan pengambilan risiko.

Jose Carlos Jarillo-Mossi mendefinisikan, kewirausaan sebagai "seseorang yang merasakan adanya peluang, mengejar peluang-peluang yang sesuai dengan situasi dirinya; dan yang percaya bahwa kesuksesan merupakan suatu hal yang bisa dicapai".

James M. Higgins mengatakan pula, hal utama yang membedakan para wirausaha dengan para manajer lainnya terletak pada pendekatan mereka terhadap pemecahan masalah. Para wirausaha bukan hanya memecahkan masalah atau bereaksi terhadap masalah; melainkan juga mencari peluang. Wirausaha adalah para pengambil risiko. Pandangan mengenai kewirausahaan seperti itu dikemukakan oleh Peter Drucker di tahun 1964, yang mengindikasikan, "agar sumber daya membawa hasil, maka sumber daya tersebut harus dialokasikan dalam lingkup pemanfaatan peluang, bukan dialokasikan kepada masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan pengembangan sumber daya manusia. Pemanfaatan peluang merupakan suatu definisi yang tepat dari kewirausahaan." Di tahun 1974, Drucker mengatakan, "Seorang wirausaha harus mengalokasikan sumber daya dari bidang-bidang yang memberikan hasil rendah atau menurun ke bidang-bidang yang memberikan hasil tinggi atau meningkat."

Wirausaha juga harus mulai dan menata perubahan. Mereka membuat perubahan dalam segala aspek dari fungsi-fungsi organisasi pemasaran, keuangan operasional, sumber daya manusia, dan informasi. Menurut Drucker "Para wirausaha selalu mencari perubahan, menanggapi masaaah tersebut dan menggunakan berbagai peluang."

Beberapa penulis tentang kewirausahaan telah berusaha mengidentifikasi ciri-ciri para wirausaha. Di antaranya paling sering diungkapkan adalah adanya kebutuhan untuk mencapai sesuatu (achievement), adanya kebutuhan akan kontrol, orientasi intuitif dan kecendrungan untuk mengambil risiko. Salah satu alasan utama mengapa menjadi seorang wirausaha adalah untuk memacu otonomi yang berkelanjutan.

Konsultan manajemen dan dosen Fakultas ekonomi Universitas Indonesia, Heru Sutojo dalam suatu diskusi tentang "kewirausahaan dalam koperasi" mengatakan, bahwa semangat entrepreneur yang selalu memacu kreativitas bisa merupakan natural talent, bakat alamiah yang diturunkan atau diwariskan tetapi bisa juga dibentuk, dipelajari atau dipengaruhi oleh lingkungan.

Namun demikian, apakah bakat tersebut diturunkan atau dipelajari, Entreprenurship selalu mempunyai ciri yang mampu menahan dan mengembangkan diri secara tepat guna.

H. Leibenstein mendefinisikan entrepreneur sebagai seorang atau kelompok individu yang memiliki karakter:
- mampu menggandengka peluang-peluang menjadi pasar;
- mampu memperbaiki kelemahan pasar
- bisa menjadi seorang input compelementer;
- dapat menciptakan atau memperluas time bending dan input transforming entities.

Menurut Gary Hamel dan Aime Heene dalam bukunya Competence Based Competition, 1994, ada banyak cara untuk mengkategorikan core competencies. Tetapi pada hakekatnya core competencies dapat dikategorikan kedalam tiga golong besar yaitu: market-access competencies (pengelolaan pengembangan merek, penjualan dan pemasaran, distribusi dan logistik, bantuan teknis, dan keahlian-keahlian lainnya yang membantu perusahaan menjalin hubungan yang akrab dengan pelanggannya); integrity-related competencies (seperti masalah kualitas, manajemen waktu, manajemen persediaan just-in-time, dan sebagainya yang memungkinkan perusahaan untuk beroperasi secara lebih cepat, fleksibel, atau dapat diandalkan dibandingkan dengan para pesaingnya); dna functionality-related competencies (keahlian-keahlian yang memungkinkan perusahaan menghasilkan barang atau jasa dengan fungsi-fungsi unik, yang memiliki nilai lebih yang jelas dimata konsumen).

Seorang wirausaha yang akan berhasil di masa mendatang adalah mereka yang memperhatikan kekuatan-kekuatan intinya (core competencies) dam memacu persaingan berpijak pada kemampuan (competing on capabilities). Juga memperhatikan apa yang dikatakan dengan expenditionary marketing, yang mana memacu kreativitas di dalam pemasaran untuk meraih competitive space atau ruangan untuk bersaing.


Istilah kewirausahaan yang masuk dalam kamus bisnis pada tahun 1980-an memiliki definisi yang berbeda-beda. Ada dua pendekatan yang digunakan di dalam mendefinisikan kewirausahaan, yaitu pendekatan fungsional dan pendekatan kewirausahaan sisi penawaran (sumber psikologis dan sosiologis).

Howard H. Stevenson, Presiden Harvard Business School, mengatakan bahwa tak satupun dari kedua pendekatan di atas yang cukup menjelaskan teori kewirausahaan. Menurut Stevenson, kewirausahaan merupakan suatu pola tingkah laku manajerial yang terpadu. Kewirausahaan adalah merupakan suatu pola tingkah laku manajerial yang terpadu. Kewirausahaan adalah upaya pemanfaatan peluang-peluang yang tersedia tanpa mengabaikan sumber daya yang dimilikinya. Kewirausaan berbeda dengan suatu fungsi ekonomi. Kewirausahaan juga lebih dari sekedar kumpulan tingkah laku individu. Selanjutnya, Howard H. Stevenson, mengatakan bahwa pola tingkah laku manajerial yang terpadu tersebut bisi dilihat dalam enam praktek bisnis yaitu:
1. Orientasi strategis
2. Komitmen terhadap peluang yang ada
3. Komitmen terhadap sumber daya
4. Pengawasan sumber daya
5. Konsep manajemen
6. Kebijakan balas jasa.

Dari keenam ciri di atas, dihasilkan dua bentuk pelaku bisnis dengan corak yang berbeda, yaitu apa yang disebut:
  1. Promotor, yaitu orang yang percaya akan kemampuan yang dimilikinya untuk menangkap peluang yang ada tanpa menghiraukan sumber daya yang dimilikinya.
  2. Trustee, yaitu orang yang lebih menekankan penggunaan sumber daya yang telah dimilikinya secara efisien.
Kewirausahaan merupakan sebuah pola dari tingkah laku manajerial yang terpadu yang terletak di antara promotor dan trustee. Pola tingkah laku lainnya yang terletak antara promotor dan trustee adalah tingkah laku administratif. Stevenson menjelaskan pula perbedaan antara tingkah laku kewirausahaan dan tingkah laku administratif. Menurut Stevenson, kita harus memahami faktor-faktor yang mendorong kita ke dalam pola tingkah laku kewirausahaan serta faktor-faktor yang akan mendorong kita ke dalam pola tingkah laku administratif. Diungkapkannya pula, bahwa tingkah laku kewirausahaan akan memampukan kita mencapai serta memelihara vitalitas perusahaan jangka panjang.

Demikian rangkuman dan ulasan tentang ENTREPRENEURSHIP ATAU KEWIRAUSAHAAN, semoga bahan pembelajaran ini dapat bermanfaat untuk para siswa dan warga belajar yang ingin memasuki dunia kerja dan dunia wirausaha yang sesungguhnya. Terimakasih.

Source: 
Refensi:
Covey, Stephen R; The Seven Habits of Hinghly Effective People, Simon and Scuster, 1993.
Hamel, Gary and Aime Heene (editor); Competence Based Competition, New York, John Willey and Swons, 1994.
Hamelm Gari and C.K Pahalad; Strategic Intent, Harvard Business Review Paerback, Boston, Harvard University Press, 1991.
Henry, Jane and Daand David Walker; Managing Innovation, London, Sage Puclication Ltd, 1992.
Higgins, James M, The Management Challenge (scond edition), New York, Maxwell Macmillan, 1994.
Kao, Jhon J; Entrepreneurship, Creativity and Orgnization, Text, Cases and Reading, New Jersey, Pretice-hall Inc, 1989.
__________; The Entrepreneurship, (Harvard Business School), New Jersey, Pretice-hall Inc, 1991.
Sutojo, Heru; Mengembangkan Entrepreneurship dalam Koperasi, (makalah yang disampaikan pada Diskusi Panel yang diselenggarakan oleh majalah Warta Koperasi di Jakarta tanggal 20 Februari 1993). 


Cari Artikel