
Awal Organisasi Pramuka di Indonesia ditandai dengan munculnya cabang milik Belanda dengan nama Nederlandesche Padvinders Organisatie (NPO) pada 1912 yang kemudian berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIVP) pada 1916, di tahun yang sma Mangkunegara VII membentuk Organisasi Kepanduan pertama Indonesia dengan nama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO). Lahirnya JPO memicu gerakan nasional lainnya untuk membuat organisasi sejenis pada saat itu diantaranya Hizbul Wahton (HM) pada 1918, JJP (Jong Java Padvinderij) pada 1923, Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS) dan dan penyatuan organisasi pandu diawali dengan lahirnya INPO (Indonesische Padvinderij Organisatie) pada 1926 sebagai peleburan dua organisasi kepanduan, Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).
Melihat semakin banyaknya organisasi pramuka milik Indonesia, Belanda melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda mengguakan istilah Padvinder. Oleh karena itu K.H Agus Salim memperkenalkan istilah “Pandu” atau “Kepanduan” untuk organisasi Kepramukaan milik Indonesia. Pada 23 Mei 1928 muncul PAPI (Persaudaraan Antar Pandu Indonesia) yang anggotanya terdiri dari INPO, SIAP, NATIPIJ, PPS. Setelah kemerdekaan lahirlah kepanduan yang bersifat nasional yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada 28 Desember 1945. Dalam perjalanan sejarahnya organisasi kepanduan yang jumlahnya ratusan dibagi menjadi beberapa federasi, menyadari adanya kelemahan dari beberapa federasi tersebut maka dibentuklah PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia), namun juga terkendala karena kurangnya kekompakan antara anggota yang tergabung didalamnya.
Pada 1960 pemerintah dan MPRS berupaya untuk membenahi organisasi kepramukaan di Indonesia, sebagai tindak lanjut upaya tersebut pada 9 Maret 1961 Preseiden Soekarno mngumpulkan tokoh-tokoh dari gerakan kepramukaan indonesia, presiden mengatakan bahwa organisasi kepanduan yang ada harus diperbaharui, aktivitas pendidikan haruslah diganti dan seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu dengah nama Pramuka. Dalam kesempatan ini juga Presiden membentuk panitia pembentukan gerakan Pramuka yang tediri dari Sultan Hamengkubuwono XI, Prof. Prijono. Dr. A. Aziz Saleh serta Achmadi. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Hari Tunas Gerakan Pramuka.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Sri Sultan Hamengkubuwono IX menerima panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno pada 14 Agustus 1961
(Foto: Koleksi Museum Sumpah Pemuda)
Buah hasil kerja panitia tersebut yaitu dikeluarkannya lampiran keputusan Presiden nomor 238 tahun 1961 pada 20 Mei 1961 tentang gerakan Pramuka, maka peristiwa ini disebut sebagai Hari permulaan Tahun kerja. Pada 30 Juli 1961 bertempat di Istora Senayan, seluruh tokoh–tokoh kepanduan indonesia menyatakan menggabungkan diri dengan orgnaisasi gerakan Pramuka, dan hari bersejarah ini disebut sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka. Pada 14 Agustus 1961 dilakukan MAPINAS (Majelis Pimpinan Nasional) yang diketuai oleh Preiden Soekarno, wakil ketua I Sultan Hamengkubuwono XI dan wakil ketua II Brigjen TNI Dr. A. Azis Saleh. Ditandai dengan penyerahan panji-panji pramuka oleh Presiden Soekarno kepada tokoh-tokoh pramuka dihadiri oleh ribuan anggota pramuka unuk memperkenalkan gerakan Pramuka kepada Masyarakat, maka peristiwa ini dikenal sebagai hari lahir Pramuka yang sampai saat ini masih diperingati.
Sumber Informasi: https://museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id/sejarah-pramuka-di-indonesia
Akhmad Solihin March 30, 2026 CB Blogger Indonesia
Sejarah Kepanduan Pramuka Indonesia
Visiuniversal---Mulai 28 Maret 2026, pemerintah melalui Komdigi memberlakukan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun (Penggalang & Siaga) sebagai bagian dari upaya perlindungan anak di ruang digital, kebijakan ini mengatur bahwa anak tidak lagi dapat membuat akun baru di berbagai platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan lainnya, bahkan akun yang sudah ada berpotensi dibatasi, platform juga diwajibkan melakukan verifikasi usia pengguna, langkah ini diambil untuk mengurangi risiko paparan konten berbahaya, perundungan siber, eksploitasi, serta dampak kecanduan digital yang semakin nyata pada anak-anak.
TUGAS PEMBINA
Para Pembina Pramuka diharapkan dapat menyampaikan kebijakan ini kepada adik-adik binaannya dengan pendekatan yang bijak dan membangun, penting untuk ditekankan bahwa ini bukan bentuk pelarangan terhadap akses internet secara keseluruhan, melainkan upaya melindungi mereka dari ruang digital yang belum sepenuhnya aman, adik-adik tetap bisa belajar, berkomunikasi, dan berkembang melalui berbagai sarana lain yang lebih sesuai dengan usia mereka, dengan pendampingan yang tepat dari orang dewasa.
Momentum ini justru dapat kita gunakan untuk menguatkan kembali nilai-nilai kepramukaan, mendorong adik-adik untuk lebih aktif dalam kegiatan nyata, berinteraksi langsung dengan teman sebaya, mengasah keterampilan hidup, serta membangun karakter yang tangguh dan mandiri, dunia digital bukan satu-satunya ruang untuk tumbuh, dan Pramuka telah lama menyediakan ruang belajar yang kaya, menyenangkan, dan penuh makna.
Pusdiklatnas mengajak seluruh Pembina Pramuka Indonesia untuk bersama-sama mendukung kebijakan ini dengan memberikan pemahaman yang utuh dan menenangkan, menjaga semangat adik-adik agar tetap positif dan tidak merasa kehilangan, serta mengarahkan mereka untuk melihat sisi baik dari pembatasan ini sebagai kesempatan untuk tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap ketika saatnya tiba untuk memasuki dunia digital dengan bijak.
"Pramuka tidak pernah dibuat terkejut. Ia tahu apa yang harus dilakukan ketika hal yang tidak terduga terjadi" (Baden Powell)
Sumber;
https://inet.detik.com/law-and-policy/d-8417156/mulai-besok-komdigi-batasi-akses-medsos-anak-di-bawah-16-tahun?utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=oa&utm_source=wachannel&utm_content=detikinet
Akhmad Solihin March 30, 2026 CB Blogger Indonesia
AKUN MEDSOS DILARANG, PRAMUKA SIAGA PENGGALANG TETAP RIANG
Visiuniversal-blog---Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program unggulan pemerintah Prabowo-Gibran yang resmi berjalan mulai Januari 2025 untuk meningkatkan kesehatan, menekan stunting, dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Program ini menyasar anak sekolah (PAUD-Menengah), ibu hamil, dan menyusui, serta melibatkan UMKM/petani lokal untuk menggerakkan ekonomi.
Melalui Badan Gizi Nasional Makan bergizi gratis resmi di louncing tahun 2025 Tepatnya tanggal 6 Januari 2025. Badan Gizi Nasional (BGN) pun menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan strategis dalam percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi melalui kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa.
Poin-Poin Penting Kebijakan MBG:
Tujuan utama: Meningkatkan kualitas gizi anak-anak untuk fokus belajar, menurunkan stunting, dan memperkuat SDM, sebagai bagian dari Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Target Sasaran: Peserta didik (PAUD hingga menengah), balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Pelaksana: Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab penuh, dibantu dengan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Anggaran: Pemerintah mengalokasikan Rp71 triliun pada APBN 2025 untuk tahap awal (hingga Juni 2025), dengan kebutuhan total yang diproyeksikan hingga Rp420 triliun untuk cakupan penuh.
Dampak Ekonomi: Program ini mendorong pemberdayaan UMKM, petani, dan nelayan lokal sebagai penyedia bahan pangan, serta menciptakan lapangan kerja melalui dapur-dapur umum.
Keamanan Pangan: Kementerian Kesehatan memperketat pengawasan dan percepatan sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada setiap dapur umum untuk menjamin keamanan makanan.
Cakupan: Hingga Januari 2026, program telah mencapai 55 juta penerima manfaat dan menargetkan jangkauan yang lebih luas secara.
Edukasi gizi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Edukasi gizi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya terintegrasi untuk meningkatkan status gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui melalui penyediaan makanan bergizi seimbang (karbohidrat, protein, sayur, buah) dan edukasi perilaku sehat untuk mengatasi stunting dan malnutrisi. Program ini diterapkan mulai tahun 2025 resminya tepat pada tanggal 6 Januari 2025 dengan fokus pada pemenuhan gizi, peningkatan kebiasaan makan sehat, perilaku hidup bersih (cuci tangan), dan pemantauan tumbuh kembang.
Komponen Edukasi:
Pendidikan Gizi: Mengenalkan konsep "Tumpeng Gizi Seimbang" dan pentingnya keberagaman makanan.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Pembiasaan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.
Interaksi Langsung: Momen makan digunakan untuk edukasi mengenai nutrisi, pengenalan sayur/buah, dan porsi seimbang.
Metode Edukasi:
Melalui pendekatan kurikuler di sekolah, cerita (storytelling), permainan, pantun gizi, kampanye digital, dan pendampingan oleh kader.
Integrasi: Program MBG berjalan beriringan dengan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang fokus pada sehat bergizi, fisik, imunisasi, jiwa, dan lingkungan.
Keterlibatan: Melibatkan satuan pendidikan, puskesmas, orang tua, dan masyarakat untuk memastikan edukasi berkelanjutan.
Permasalahan MBG
penerapan MBG menuai banyak kritik dan penolakan di berbagai daerah, terutama karena menyebabkan keracunan massal. Lebih dari 10.000 kasus keracunan MBG terjadi di seluruh Indonesia (per September 2025), dengan kasus serentak terbanyak terjadi pada 1.333 pelajar di Bandung Barat, Jawa Barat,[2][3] dan sampai saat ini belum ada tersangka yang bertanggung jawab atas kasus keracunan massal tersebut.
Program MBG bertujuan untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak. Namun, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mengkritik bahwa program ini belum sepenuhnya tepat sasaran. Salah satu masalah utama adalah distribusi yang tidak merata, karena kasus gizi buruk dan stunting lebih tinggi di beberapa daerah dibandingkan dengan daerah lainnya. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa pemangkasan biaya per porsi makan dari Rp15.000–20.000 menjadi Rp10.000 akan menurunkan kualitas makanan yang diberikan. Hal ini bisa membuat program MBG kurang efektif dalam mengatasi stunting. Pembagian MBG pada saat libur sekolah dan hari raya juga menjadi masalah yang masih dipertanyakan.
Sejumlah lembaga koalisi masyarakat sipil diinisiasi Celios, Unitrend, Lapor Sehat, LBH Jakarta, Transparency International Indonesia, dan Bareng Warga merespons maraknya kasus keracunan, pencairan dana ke SPPG dan sejumlah polemik lain dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan cara meluncurkan
Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG)
Cara Mencontek 3
Cara Mencontek 5
CARA MENCONTEK YANG HARUS DIWASPADAI
Cara Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Visiuniversal-blog---Kualitas pembelajaran adalah gambaran komitmen kita terhadap peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. Cara siswa memahami materi, mengembangkan keterampilan, dan membentuk pemikiran kritis sangat bergantung pada cara kita menyusun kurikulum yang tepat.
Berkaca dari kurikulum di Finlandia, upaya peningkatan kualitas pembelajaran seyogianya tidak hanya terbatas pada metode pengajaran, tetapi juga mencakup pengembangan kurikulum yang relevan dan inklusif. Tidak kalah penting, peran guru dalam mengakomodasi keberagaman potensi siswa juga perlu diperhatikan.
Cara meningkatkan kualitas pembelajaran berkaitan erat dengan bagaimana peran guru dalam menyajikan materi secara inovatif, merangsang kreativitas siswa, dan memfasilitasi lingkungan belajar yang inklusif. Oleh karenanya, cara meningkatkan kualitas guru menjadi salah satu kunci utama.
Bagaimana Cara Meningkatkan Kualitas Pembelajaran?
Kualitas pembelajaran adalah indikator utama efektivitas suatu sistem pendidikan. Kualitas ini mencakup berbagai aspek, seperti relevansi kurikulum, metode pengajaran yang inovatif, serta kemampuan guru dalam mengelola dan memotivasi siswa.
Selain itu, peningkatan kualitas pembelajaran juga mencerminkan sejauh mana siswa dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam, keterampilan praktis, dan kemampuan berpikir kritis. Pemahaman konsep ini membantu merancang strategi pendidikan yang lebih efektif dan mendukung perkembangan komprehensif siswa di era yang terus berubah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim, telah menyiapkan strategi yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Beberapa cara meningkatkan kualitas pembelajaran antara lain:
1. Mengubah Standar Penilaian
Langkah pertama dalam strategi ini adalah mengubah standar penilaian, seperti yang diterapkan pada assessment kompetensi minimum yang terinspirasi oleh PISA. Dengan mengikuti standar internasional, pendekatan penilaian menjadi lebih menyeluruh. Tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga penilaianan karakter dan lingkungan belajar.
Soal-soal PISA yang diadopsi dalam assessment kompetensi minimum dapat memberikan gambaran lebih mendalam tentang pemahaman siswa. Misalnya, melibatkan siswa dalam pertanyaan atau situasi yang menguji tidak hanya pengetahuan akademis, tetapi juga kemampuan mereka dalam menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks dunia nyata.
2. Transformasi Kepemimpinan Sekolah
Transformasi kepemimpinan sekolah meliputi penempatan guru-guru terbaik sebagai pemimpin sekolah. Mereka diberikan fleksibilitas dan otonomi dalam pengelolaan anggaran serta dilengkapi dengan fasilitas teknologi. Dengan demikian, mereka dapat fokus pada mentoring guru-guru di sekolah.
Contoh nyata bisa terlihat di sekolah-sekolah di berbagai daerah yang mengimplementasikan program di mana guru-guru terbaik berperan sebagai kepala sekolah. Mereka memainkan peran kunci dalam peningkatan kualitas pembelajaran.
3. Transformasi Pengajaran
Transformasi pengajaran bertujuan untuk menyederhanakan kurikulum, membuatnya lebih fleksibel, dan berorientasi pada kompetensi siswa. Fleksibilitas dalam kurikulum memungkinkan respons yang lebih baik terhadap kebutuhan dan minat individu siswa.
Sebagai contoh, revisi kurikulum dapat mencakup pengurangan materi yang terlalu rumit atau kurang relevan, sementara penambahan toolkit online dapat membantu guru mempersonalisasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Dengan pendekatan ini, pengajaran menjadi lebih sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.
4. Kemitraan dengan Daerah dan Organisasi
Perubahan dalam pendidikan bukan hanya dari pemerintah pusat, namun memerlukan kemitraan dengan daerah dan berbagai organisasi yang didukung oleh langkah konkret. Ini merupakan cara meningkatkan kualitas pembelajaran yang efektif.
Contohnya, kemitraan dengan pemerintah daerah, perusahaan-perusahaan yang berkomitmen pada pendidikan, organisasi nirlaba, serta startup teknologi pendidikan. Hal ini dapat membawa keberagaman perspektif dan sumber daya ke dalam pengembangan strategi pendidikan yang lebih efektif.
5. Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Pembukaan program PPG di berbagai institusi lokal dan internasional merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas guru. Melalui kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi, pemerintah dapat meningkatkan kualitas lulusan PPG dengan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia pendidikan.
Selain itu, dibutuhkan juga pendekatan yang berbeda dalam memberikan keterampilan kepada guru. Pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, melainkan dilakukan melalui interaksi langsung, observasi, dan feedback. Sebagai contoh, program pelatihan di dalam sekolah-sekolah yang memiliki kualitas lebih baik dapat diadopsi untuk memberikan pengalaman langsung kepada guru.
Cara Meningkatkan Kualitas Guru
Cara meningkatkan kualitas guru merupakan bagian yang tak terpisahkan dari cara meningkatkan kualitas pembelajaran. Keduanya membentuk fondasi utama untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif bagi siswa. Perhatian pada peningkatan kualitas guru menjadi krusial dalam menyongsong masa depan pendidikan yang lebih berkualitas.
Cara meningkatkan kualitas guru antara lain:
1. Peningkatan Kualifikasi Pendidikan
Guru yang terus meningkatkan kualitasnya melalui pendidikan lanjutan dapat membawa dampak positif dalam kelas. Sebagai contoh kurikulum di Finlandia yang menetapkan kualifikasi pendidikan guru minimal bergelar Master atau lulus pendidikan jenjang S2.
Kebijakan seperti ini tidak hanya menekankan pada keahlian akademis, tetapi juga menunjukkan komitmen pada pengembangan profesional. Dengan mendorong guru untuk mengejar gelar lanjutan, maka akan terbentuk guru yang terdidik dengan baik, memiliki perspektif yang luas, dan siap menghadapi dinamika perubahan dalam dunia pendidikan.
2. Mentoring dan Kolaborasi
Membangun budaya mentoring dan kolaborasi antar guru merupakan langkah tepat dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan mendorong pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik antar sesama guru, lingkungan belajar profesional menjadi lebih dinamis.
Contohnya, melalui sesi mentoring guru yang berpengalaman dapat memberikan wawasan tambahan kepada rekan-rekan guru yang baru memulai karier. Kolaborasi antar guru juga dapat melibatkan pengembangan proyek bersama atau diskusi reguler untuk mengidentifikasi solusi terbaik dalam menghadapi tantangan di kelas.
3. Evaluasi Kinerja yang Konstruktif
Sistem evaluasi kinerja yang konstruktif berfungsi sebagai alat untuk memberikan umpan balik kepada guru. Dengan mengidentifikasi kekuatan dan area pengembangan bagi setiap guru, pendekatan ini membantu membentuk rencana pengembangan pribadi yang sesuai.
Sebagai contoh, evaluasi kinerja yang berfokus pada peningkatan akan melibatkan dialog terbuka antara guru dan evaluator, bukan hanya sebatas memberikan penilaian numerik. Ini memberikan kesempatan bagi guru untuk merefleksikan praktik pengajaran mereka dan bekerja sama dengan para evaluator dalam merencanakan langkah-langkah perbaikan.
4. Pemanfaatan Teknologi Pendidikan
Cara meningkatkan kualitas guru juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pendidikan. Guru yang mahir dalam menggunakan alat dan platform digital dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan relevan.
Pemanfaatan platform pembelajaran daring atau aplikasi pendidikan dapat memberikan akses kepada siswa untuk belajar secara mandiri, sementara guru dapat memantau kemajuan mereka secara real-time. Dengan menggunakan teknologi ini secara efektif, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
5. Pengembangan Soft Skills
Pentingnya pengembangan soft skills bagi guru tidak bisa diabaikan dalam konteks pendidikan. Guru yang dapat membina hubungan yang baik dengan siswa, berkolaborasi dengan rekan sejawat, dan memiliki keterampilan kepemimpinan akan lebih efektif dalam mengelola kelas dan memfasilitasi pembelajaran.
Contoh mengembangkan soft skills bisa melalui pelatihan keterampilan komunikasi. Guru dapat memperoleh keahlian untuk berinteraksi dengan beragam siswa dan merespons secara efektif terhadap kebutuhan masing-masing siswa.
Memahami esensi kualitas pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Ini langkah awal menuju pencapaian tujuan pendidikan yang lebih baik. Peningkatan kualitas pembelajaran perlu terus dilakukan demi masa depan generasi yang terampil, kreatif, dan mampu berkontribusi secara positif pada masyarakat global.
Cara Melakukan perencanaan Pembelajaran Berbasis Data
pada dasarnya terdapat 2 (dua) cara untuk melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA, SMK dan SLB), yaitu sebagai berikut.
Melakukan PBD melalui analisa unduhan Rapor Pendidikan
Melakukan PBD melalui eksplorasi dasbor platform Rapor Pendidikan
CARA 1: PBD Dengan Analisa Unduhan Rapor Pendidikan
Untuk menggunakan cara 1 ini, Anda harus mengunduh laporan Rapor Pendidikan satuan pendidikan Anda.
Berikut adalah tahapannya.
1. Buka platform Rapor Pendidikan Anda
2. Klik ‘Unduh’ pada bagian atas platform Rapor Pendidikan, Lalu kemudian Anda akan mendapatkan 1 berkas Excel lembar Laporan Pendidikan dan Rekomendasi PBD
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Tahap 1 : Identifikasi untuk memilih dan menetapkan masalah
Setelah berhasil mengunduh data hasil Rapor Pendidikan satuan pendidikan Anda, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut untuk melakukan proses identifikasi dan menetapkan masalah.
Buka file/dokumen yang sudah berhasil diunduh dari platform Rapor Pendidikan
Pilih tab Rekom. Keseluruhan
Lihat kolom identifikasi, lalu pilih masalah yang akan menjadi fokus untuk diperbaiki
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
4. Anda juga dapat melakukan Identifikasi pada tab Rekomendasi Prioritas dengan melihat kolom Identifikasi. Pada tab ini, Indikator prioritas sudah diurutkan berdasarkan yang paling perlu pembenahan
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Catatan:
– Anda dapat menghapus kolom masalah beserta dengan refleksi dan benahi yang tidak Anda pilih
Tahap 2 : Memilih Akar Masalah
1. Dari masalah yang sudah dipilih di tahap 1, pada tahap 2 ini Anda dapat memilih seluruh atau sebagian akar masalah level 1 dan 2 yang ingin diperbaiki yang terdapat di kolom Akar Masalah.
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Catatan:
Anda dapat menghapus Akar masalah yang tidak dipilih bersamaan dengan bagian ‘benahi’-nya
Anda dapat memilih dari kolom Akar Masalah baik dari tab Rekomendasi Keseluruhan atau Rekomendasi Prioritas
Tahap 3 : Memilih Benahi
1. Dari akar masalah yang sudah dipilih di tahap 2, Anda dapat memilih sebagian atau seluruh inspirasi kegiatan benahi yang ingin dilakukan.
2. Untuk memilih inspirasi kegiatan benahi, Anda dapat mempelajari dari kolom Tautan Referensi Benahi
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Catatan:
• Inspirasi kegiatan benahi yang tidak dipilih bisa dihapus bersama dengan contoh kegiatan ARKAS
• Dari inspirasi kegiatan benahi yang dipilih, Anda dapat memilih sebagian atau seluruh contoh kegiatan ARKAS
Contoh: Pengisian Lembar Kerja ARKAS dengan Menggunakan Cara 2
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Tahap 4 : Memasukkan detail IRB ke dalam lembar kerja ARKAS
Kegiatan yang dimasukkan ke dalam Lembar Kerja ARKAS merupakan kegiatan yang membutuhkan anggaran untuk pelaksanaannya. Berikut merupakan tata cara memasukkan dokumen rencana kerja ke dalam lembar ARKAS
1. Pindahkan kolom inspirasi kegiatan benahi yang terpilih dari RKT ke dalam kolom Benahi di lembar kerja ARKAS
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
2.Pindahkan contoh kegiatan ARKAS yang terpilih dari RKT ke dalam kolom Kegiatan di lembar kerja ARKAS. Anda juga perlu mengisi Kolom Penjelasan Kegiatan dengan rincian kegiatan apa saja yang ingin dilakukan sesuai dengan yang terdapat pada kolom Kegiatan. Selain itu Anda dapat mengisi kolom Uraian Kegiatan diisi dengan rincian barang dan jasa yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
3. Anda dapat mengisi kolom Jumlah dengan jumlah barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Untuk kolom Satuan berisi satuan barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Kolom Harga Satuan berisi harga per satu satuan (rujukan dapat melihat ke aplikasi SIPlah atau sumber lainnya yang relevan) dan kolom Total berisi perkalian antara jumlah dan harga satuan
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Catatan:
Jika jumlah total anggaran melebihi estimasi total anggaran yang dimiliki, maka Anda dapat mengurangi: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan
Jika jumlah total anggaran kurang dari estimasi total anggaran yang dimiliki, maka anda dapat menambahkan: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan
Jika total anggaran sudah sesuai, di reviu dan disetujui; Anda dapat memasukkan lembar kerja ARKAS ke dalam aplikasi ARKAS
Setelah tahap 4 selesai, Anda sudah memiliki dokumen ARKAS untuk satuan pendidikan Anda.
Contoh: Pengisian Lembar Kerja ARKAS dengan Menggunakan Cara 2
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
CARA 2: Eksplorasi Dasbor Platform Rapor Pendidikan
Tahap 1 : Identifikasi untuk memilih dan menetapkan masalah
Anda akan menemukan 6 indikator prioritas untuk Dasmen dan 8 indikator prioritas untuk SMK saat membuka halaman ringkasan Rapor Pendidikan
Proses identifikasi dapat dilakukan dengan 4 (empat) cara yaitu:
1. Anda dapat memilih indikator-indikator dengan label capain yang paling rendah dengan urutan sebagai berikut: berwarna merah, kuning dan hijau
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
2. Jika terdapat 2 label capaian dengan warna yang sama Anda dapat memilih indikator mana yang lebih membutuhkan intervensi dengan melihat detail Peringkat/Kuintil yang lebih rendah: Misalnya, Anda dapat memilih Peringkat menengah bawah (61-80%) atau Peringkat menengah (41-60%)
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
3. Jika pada peringkat/Kuintil masih memiliki nilai yang sama. Anda dapat memilih Indikator mana yang lebih membutuhkan intervensi/perbaikan dengan melihat delta atau kenaikan/penurunan capaian dengan prioritas sebagai berikut, yakni Penurunan yang paling tinggi, atau Kenaikan yang paling rendah
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
4. Pada tahap terakhir jika pada delta masih memiliki nilai yang sama, Anda dapat membandingkan skor capaian dengan klik ‘Apa arti capaian saya?’, dan dilanjutkan dengan memilih indikator yang memiliki skor lebih rendah
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Tahap 2 : Memilih Akar Masalah
1. Dari masalah yang dipilih, klik ‘Pelajari akar masalah’. Anda akan melihat 4 kartu akar masalah dari indikator level 1 dan level 2 yang menyertainya. Perlu diketahui basis/dasar untuk melakukan perbaikan pada indikator prioritas atau akar masalah adalah:
– Sumber daya satuan pendidikan
– Anggaran yang dimiliki oleh satuan pendidikan
– Kondisi dari masing-masing satuan pendidikan
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
2. Kemudian, pilih indikator level 2 dari indikator level 1 yang sudah Anda pilih menjadi masalah, karena Indikator level 2 tersebut juga merupakan akar masalah
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
3. Lalu, Anda dapat melihat 3 kartu akar masalah yang terdapat di bagian bawah. Kartu-kartu tersebut sudah diurutkan berdasarkan indikator-indikator yang paling membutuhkan intervensi.
Tahap 3 : Merumuskan Benahi
Ketika akan memulai untuk merumuskan Benahi, Anda dapat memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Dari akar masalah yang sudah dipilih, baik dari level 1 maupun level 2 Anda dapat merumuskan benahi dengan melihat Inspirasi Benahi yang ada di bagian bawah halaman Ringkasan
2. Anda dapat memilih sebagian atau seluruh inspirasi kegiatan benahi.
Selanjutnya, Anda dapat mempelajari inspirasi kegiatan benahi dengan klik tombol “Lihat di Merdeka Mengajar”
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Tahap 4 : Memasukkan detail IRB ke dalam dokumen RKT
Setelah selesai merumuskan Benahi, Anda dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya, yakni memasukkan ke dalam dokumen RKT. Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Memindahkan hasil dari tahap 1, 2, dan 3 ke dalam dokumen RKT Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
2. Satuan pendidikan melakukan reviu dokumen RKT yang sudah lengkap, hasil reviu dapat berupa penambahan atau pengurangan.
Tahap 5 : Memasukkan detail IRB ke dalam lembar kerja ARKAS
Kegiatan yang dimasukkan ke dalam Lembar Kerja ARKAS merupakan kegiatan yang membutuhkan anggaran untuk pelaksanaannya
1. Pindahkan kolom inspirasi kegiatan benahi yang terpilih dari RKT ke dalam kolom Benahi di lembar kerja ARKAS
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
2. Pindahkan contoh kegiatan ARKAS yang terpilih dari RKT ke dalam kolom Kegiatan di lembar kerja ARKAS. Anda juga perlu mengisi Kolom Penjelasan Kegiatan dengan rincian kegiatan apa saja yang ingin dilakukan sesuai dengan yang terdapat pada kolom Kegiatan. Selain itu, Anda dapat mengisi kolom Uraian Kegiatan diisi dengan rincian barang dan jasa yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
3. Anda dapat mengisi kolom Jumlah dengan jumlah barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Untuk kolom Satuan berisi satuan barang dan jasa yang dibelanjakan dalam 1 tahun. Kolom Harga Satuan berisi harga per satu satuan (rujukan dapat melihat ke aplikasi SIPlah atau sumber lainnya yang relevan) dan kolom Total berisi perkalian antara jumlah dan harga satuan
Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen
Catatan:
1. Jika jumlah total anggaran melebihi estimasi total anggaran yang dimiliki, maka Anda dapat mengurangi: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan
2. Jika jumlah total anggaran kurang dari estimasi total anggaran yang dimiliki, maka anda dapat menambahkan: Jumlah barang dan jasa, Barang dan jasa, dan Kegiatan
3. Jika total anggaran sudah sesuai, di reviu dan disetujui; Anda dapat memasukkan lembar kerja ARKAS ke dalam aplikasi ARKAS
Setelah tahap 5 selesai, Anda sudah memiliki dokumen ARKAS untuk satuan pendidikan Anda.
Demikian informasi “Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen”.
Demikian Terima kasih sudah berkunjung, apabila artikel “Cara Melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk Dikdasmen” Viaiuniversal blog ini bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain. Wassalam.
CARA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BERBASIS DATA
Visiuniversal-blog--Sejarah perkembangan kereta Api di dunia sebagai salah satu alat transportasi darat yang banyak digunakan sejak jaman dahulu.
Sejarah kereta api dunia dimulai pada tahun 1804 di Inggris pertamakali dengan pembangunan kereta uap pertama oleh Richard Trevithick, yang kemudian berkembang menjadi transfortasi penting di seluruh dunia.
Perkembangan selanjutnya mencakup pembangunan lokomotif uap komersial pertama seperti "The Rocket" karya Stephenson, serta transisi ke lokomotif diesel dan listrik di abad ke-20.
Meskipun banyak negara telah mengalami kemunduran dalam penggunaan kereta api sebagai metode transportasi utama, namun kereta api masih tetap menjadi bagian penting dari infrastruktur transfortasi di banyak negara di seluruh dunia.
Kereta Cepat di Indonesia
Di Indonesia kereta cepat sudah mulai di kembangkan Metode kereta api cepat terbaru berpusat pada teknologi Electric Multiple Unit (EMU) generasi baru seperti CR400AF (untuk Whoosh Indonesia) dengan kecepatan operasional hingga 350 km/jam, menggunakan daya listrik dan sistem sinyal canggih (CTCS) untuk kontrol otomatis, rel kualitas tinggi (R60) hasil las khusus (flash-butt welding), serta integrasi teknologi digital untuk komunikasi (seperti Huawei) dan keamanan berlapis (dua rem darurat).
Yang paling baru adalah CR450 dari Cina, yang sedang uji coba dengan rekor kecepatan gabungan 896 km/jam, berpotensi menjadi tercepat komersial di dunia dengan kecepatan operasional 400 km/jam.
Demikian tentang Sejarah Perkembangan Kereta Api dari masa ke masa. yang dapat Admint blog visiuniversal sharing. semoga bermanfaat.
Akhmad Solihin December 16, 2025 CB Blogger Indonesia
Sejarah Perkembangan Kereta Api dari masa ke masa.
Visiuniversal--- Dalam Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025. Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 memperkenalkan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (PPM) sebagai penguatan kurikulum (K13 dan Merdeka), fokusnya pada pemahaman konsep holistik (bukan hafalan), pengembangan berpikir kritis, refleksi, dan penerapan bermakna, dengan pilar Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan, serta didukung praktik pedagogis, lingkungan kondusif, teknologi, dan kemitraan untuk menciptakan lulusan yang kompeten dan berkarakter.
Prinsip Utama Pembelajaran Mendalam:
Berkesadaran: Menciptakan suasana belajar yang memuliakan, melibatkan olah pikir, hati, rasa, dan raga.
Bermakna: Peserta didik memahami konsep secara menyeluruh dan dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Menggembirakan: Pengalaman belajar yang menyenangkan dan aktif.
Fokus Pengembangan:
Keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kemandirian.
Pengembangan karakter, kesehatan, kewargaan, keimanan, dan ketakwaan.
Komponen Pendukung:
Praktik Pedagogis: Model pembelajaran inovatif (seperti PjBL, PBL, Discovery Learning) yang berpusat pada siswa.
Lingkungan Pembelajaran: Suasana yang suportif, kolaboratif, dan memanfaatkan teknologi.
Pemanfaatan Teknologi Digital: Mengintegrasikan teknologi untuk memperkaya pengalaman belajar.
Kemitraan: Kerjasama antara sekolah, orang tua, dan komunitas.
Implikasi bagi Satuan Pendidikan:
Fleksibilitas: Berlaku untuk sekolah yang masih menggunakan Kurikulum 2013 (K13) maupun Kurikulum Merdeka.
Transformasi Peran Guru: Dari mengajar menjadi memfasilitasi pemahaman konsep.
Penguatan Karakter & Keterampilan Abad 21: Menjawab tantangan zaman, termasuk pengenalan mata pelajaran pilihan seperti Koding & Kecerdasan Artifisial.
Baca juga : Antara Deep Learning, Machine Learning dan AI
Pengertian Pembelajaran Mendalam Depplearning
Pembelajaran Mendalam Definisi Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu
Deep Learning atau pembelajaran mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara mendalam dalam cakupan materi yang lebih sempit. Siswa didorong untuk secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran hingga memahami topik melalui proses “penjelajahan” lebih dalam dari topik tersebut.
Pembelajaran mendalam dilatarbelakangi karena perubahan masa depan yang sulit diprediksi : permasalahan mutu pendidikan yaitu literasi, numerasi, kemampuan HOTs (High Order Thinking Skills) peserta didik Indonesia yang rendah, ketimpangan mutu pendidikan, Bonus Demografi 2035 dan visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan :
“Kami sekarang mulai melakukan pengkajian terkait dengan penerapan pendekatan Deep Learning dan sudah selesai. Tentu saja setelah nantinya kami terbitkan peraturan menterinya, kami akan melakukan pelatihan-pelatihan untuk para guru terkait penerapan Deep Learning”
Menurut Abdul Mu’ti, pendekatan pembelajaran Deep Learning dapat tercapai melalui 3 elemen utama, yakni Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning.
1. Meaningful Learning
Proses pembelajaran dimana siswa merasa apa yang mereka pelajari memiliki makna dan relevansi dalam kehidupan mereka. Siswa mampu mengaitkan konsep baru yang diajarkan dengan konsep-konsep yang mereka pahami sebelumnya sehingga lebih bermakna bagi siswa.
Contoh: Tidak hanya mempelajari rumus matematika, namun juga mempelajari penerapan dan penggunaannya seperti contohnya mengelola anggaran atau menghitung bunga tabungan.
2. Mindful Learning
Dalam teori pendidikan dikenal sebagai metakognisi, dimana siswa diajak untuk memiliki kesadaran penuh, fokus, dan terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran yang sedang ia jalani.
Teknik mindfulness juga dapat diterapkan melalui kegiatan latihan pernapasan dan refleksi pribadi sebelum atau sesudah belajar. Guru juga dapat membiasakan siswa membuat kesimpulan pembelajaran di akhir sesi belajar sebagai proses refleksi.
3. Joyful Learning
Bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan positif dengan pengalaman belajar interaktif, menantang dan penuh rasa ingin tahu. Siswa diharapkan merasa tertarik dan menikmati proses belajar sehingga mudah menyerap informasi dan mempertahankan hasil belajar.
Metode yang digunakan melibatkan permainan edukatif, penggunaan media kreatif, hingga diskusi kelompok yang dinamis sehingga merangsang motivasi dan kreatifitas siswa dalam menemukan solusi.
Ketiga pendekatan diatas dilakukan melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika) dan olahraga (kinestetik) secara holistik dan terpadu yang mana dengan kata lain, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik namun juga perkembangan karakter dan kemampuan fisik.
Pembelajaran mendalam yang lebih humanis ini diharapkaan dapat mengembangkan 8 dimensi profil lulusan yang sesuai tuntutan zaman dan kebutuhan masa depan yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Implementasi Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam ini memerlukan kerjasama dan sinergi antara berbagai elemen pendidikan diantaranya guru, siswa, wali murid, dan lingkungan sekolah. Beberapa langkah yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut:
- Sosialisasi konsep Pembelajaran Mendalam kepada seluruh pihak terkait
- Pelatihan guru untuk penerapan dalam KBM
- Penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai
- Integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran
- Monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas implementasi pembelajaran mendalam di sekolah
Jadi apakah sekolah dan satuan pendidikan anda sudah siap menerapkan Pembelajaran Mendalam ?
Pastikan sekolah Anda siap dalam infrastruktur pendukung dan teknologi digital yang mendukung proses pembelajaran di kelas, sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru, bahkan tetap dapat beroperasi walau tanpa adanya internet.
Referensi:
Sumber relevan Seputar Deep Learning:
https://www.sman1montong.sch.id/artikel/detail/989153/pembelajaran-deep-learning-yang-kontekstual-mindful-meaningful-dan-joyful/ (Diakses pada 12 Januari 2025)
https://www.youtube.com/watch?v=KnIynokRfd4 (Diakses pada 10 Januari 2025)
https://pendidikan-sains.fmipa.unesa.ac.id/post/pembelajaran-mindful-meaningful-dan-joyful-dan-integrasinya-di-ruang-kelas-dan-sekolah (Diakses pada 13 Januari 2025)
Seputar Latar Belakang Deep Learning:
https://www.melintas.id/pendidikan/345490311/info-terkini-paparan-kemendikdasmen-tentang-deep-learningpembelajaran-mendalampm-latar-belakang-definisi-8-dimensi-profil-lulusan (Diakses pada 10 Januari 2025)
Seputar Raker Menteri:
https://www.youtube.com/watch?v=8lpIOqP7QiI (Diakses pada 13 Januari 2025)
Seputar 8 dimensi profil lulusan dalam Deep Learning dan penerapan di sekolah:
https://www.melintas.id/pendidikan/345492136/8-dimensi-profil-lulusan-dalam-pembelajaran-mendalam-deer-learning-apakah-sekolah-anda-sudah-siap (Diakses pada 13 Januari 2025)
Seputar keputusan Mendikdasmen
https://tirto.id/mendikdasmen-akan-terapkan-deep-learning-di-kurikulum-berlaku-g65C (Diakses pada 10 Januari 2025)
Penyesuaian Intrakurikuler dengan Pendekatan Pembelaran Mendalam
Visiuniversal--- Pendekatan Pembelajaran Mendalam Depp Learning Dalam Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025.
Akhmad Solihin August 04, 2025 CB Blogger Indonesia
Pendekatan Pembelajaran Mendalam Depp Learning
Visiuniversal-blog---Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengeluarkan kebijakan ijazah digital atau e-ijazah pada tahun 2025. Kebijakan ini menandai berkembangnya transformasi digital di dunia pendidikan Tanah Air. yang akan terus dibenahi dalam rangka mendukung program pendidikan yang bermutu di Indonesia.
Lewat kebijakan ini, sekolah yang telah memenuhi syarat berwewenang untuk mencetak ijazahnya secara mandiri. Sehingga, proses pencetakan ijazah pun menjadi lebih cepat dan efisien.
Para guru turut dilibatkan dalam uji coba sistem verifikasi dan validasi (verval) e-ijazah. Namun, bagaimana cara login aplikasi e-ijazah? Simak panduan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Sekilas tentang E-Ijazah
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2024 tentang Ijazah Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, penerbitan ijazah harus memenuhi tiga prinsip utama, yakni validitas, akurasi, dan legalitas.
Selama ini, pelaksanaan penerbitan ijazah selalu mengalami kendala akibat sistem yang terus diperbaiki. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kemendikdasmen memperkenalkan e-ijazah sebagai solusinya.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), penerapan e-ijazah bertujuan untuk meningkatkan efisiensi administrasi. Kebijakan ini juga dinilai mampu meminimalkan kesalahan dalam proses penerbitan ijazah.
Informasi penting disajikan secara kronologis
Lewat kebijakan e-ijazah, diharapkan proses penerbitan ijazah di Indonesia menjadi lebih efisien, aman, dan sesuai standar. Sehingga, sekolah dapat mempercepat distribusi ijazah kepada peserta didik.
![]() |
| https://ijazah.data.kemdikbud.go.id/dasbor/beranda |
Cara Login Aplikasi E-Ijazah
Untuk memastikan penerbitan ijazah berjalan lancar dan tanpa kesalahan, sekolah harus mengikuti dua tahap utama, yaitu verifikasi dan validasi data. Proses ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan keabsahan data peserta didik yang akan lulus.
Dalam prosesnya, pihak sekolah perlu login terlebih dahulu. Dirangkum dari unggahan YouTube berjudul Video Panduan Login Verval Manajemen E-Ijazah Tahun 2025 oleh Pak Munz, berikut cara login aplikasi e-ijazah dengan mudah:
Kunjungi link yang disediakan oleh Kemdikbud di https://referensi.data.kemdikbud.go.id/pd_akhir/. atau https://ijazah.data.kemdikbud.go.id/dasbor/beranda
Klik tombol "Login" yang ada di halaman utama aplikasi.
Pada halaman login, masukkan alamat email yang telah terdaftar sebagai akun verval. Pastikan email yang digunakan konsisten untuk kedua keperluan.
Bagi yang belum memiliki akun verval, dapat mendaftar melalui pusdatin.
Setelah login, pengguna dapat memeriksa data verifikasi, yang mencakup satuan pendidikan, peserta didik, residu NISN, residu kependudukan, dan residu kepala sekolah.
Pengguna juga dapat mengecek Daftar Nominasi Sementara (DNS) dan Data Nominasi Tetap (DNT). Fitur ini memungkinkan pengecekan cepat terhadap validitas data siswa.
Untuk mulai melakukan pengisian atau pengeditan, pengguna dapat memilih kategori jenjang pendidikan dan memfilter berdasarkan wilayah.
Aplikasi akan menampilkan jumlah peserta didik yang terdaftar di wilayah yang telah dipilih.
Pastikan data yang ditampilkan sesuai dengan data peserta didik kelas akhir di sekolah.
Dengan menggunakan aplikasi e-ijazah, pendidik dan pihak sekolah dapat memantau keabsahan data dengan mudah. Mereka bisa memastikan apakah semua siswa sudah tercatat dengan benar atau belum.
Tahap tahap dan langkah-langkah supaya bisa mengunduh SK Penetapan di E-ijasah
1. Buka aplikasi E-Ijasah lalu klik Data Referensi Kemendikbudristek
2. Lalu buka Manajemen Ijasah
3. Setelah masuk di manajemen ijasah klik DNS
4. Lalu klik Unggah SK Penetapan
5. Cari dan Lihat kelas 12 terus ada tulisan perhatian diakhir tulisan ada klik disini lalu klik disini
6. Lalu klik belum ditetapkan
7. Lalu akan muncul nama2x siswa didaftar siswa
8. Cari gambar pinsil di sebelah kiri dekat NISN do daftar nama siswa perhatikam siswa paket C kelas 12 ya
9. Lalu klik gambar pinsil tersebut lalu akan muncul nama siswa dan ada kolom kelulusan dibuka kolom kelulusan ada tulisan lulus dan tidak lulus lalu klik salah satunya
10. Setelah proses ini simpan
11. Lakukan terus ya proses nomer 10 baik yang siswa lulus maupun tidak lulus
12. Setelah selesai proses ini akan muncul tukisan unduh Format dan belum unggah SK di unggah SK Penetapan klik unduh Format dan belum unggah SK di unggah SK Penetapan klik unduh Format
13. Setelah klik unduh Format diprint ditandatangani dan stempel
14. Lalu konvert ke pdf kembali untuk di unggah SK di unggah sk penetapan
15. Selesai
















%20Nomor%2013%20Tahun%202025.jpg)
