Home » All posts
![]() |
| Perang di Malaka |
Visiuniversal----Salah satu Kerajaan terpenting di Nusantara pada abad ke 15 M adalah Kesultanan Malaka. Didirikan oleh Parameswara, seorang Pangeran beragama Hindu dari Palembang. Malaka yang tadinya hanya sebuah desa nelayan kecil dan sederhana berhasil dibangun dan berkembang menjadi bandar serta pusat perdangan yang sangat penting dijalur perdagangan dan pelayaran yang melintasi Malaka.
Tahun 1414 Parameswara masuk Islam dan bergelar Sultan Iskandar Syah. Karena Malaka diperintah penguasa Muslim, menjadikan pedagang Muslim dari Arab, India dan daerah lain mulai berdagang dengan Malaka, semakin banyak yang datang dan semakin ramailah bandar perdagangan di Malaka ini.
![]() |
| Sultan Iskandar Syah |
Malaka menjadi sangat mahsyur dan makmur, terutama pada waktu diperintah oleh Sultan Mansyur Syah. Wilayahnya bertambah luas setelah menaklukkan Pahang, Kedah, Trengganu, dan beberapa daerah di Sumatera. Penaklukan daerah-daerah itu disertai dengan penyebaran agama Islam, sehingga daerah Aceh, Kampar, Idragiri dan Riau penduduknya memeluk agama Islam. Kejayaan dan masa keemasan kesultanan ini semakin meningkat. Sayangnya usia kesultanan ini hanya ada satu abad. Pada waktu diperintah oleh Sultan Mahmud Syah, kepentingan pemerintahan kurang dipedulikan, sehingga korupsi dikalangan para pejabat merajalela. Hal ini diperparah dengan pertengkaran penduduk asal Melayu dengan Muslim India. Selain itu pertahanan negara juga lemah karena hanya mengandalkan tentara bayaran dari Jawa, yang bertempur demi uang. Ketika tahun 1511 M Portugis penyerang Malaka, tentara bayaran dari Jawa banyak yang malah lari menyelamatkan diri, sehingga Malaka kalah dan jatuh ketangan Portugis.
* * *
Sumber Gambar: Google
KESULTANAN MALAKA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
February 03, 2017
Visiuniversal---Wargabelajar dan siswa sekalian, kita akan membahas tentang apa itu desa, tentunya kita semua sering mendengar istilah desa, bahkan kita tahu banyak dari kita yang sebelumnya berasal dari desa. Nah untuk memahami lebih jauh tentang pengertian desa dan ciri-ciri desa tersebut, mari kita ikut pembahasan di bawah ini :
A. Pengertian Desa
1. Menurut R. Bintarto
Desa adalah perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
2. Menurut Suratdjo Kartohadikusumo
Desa adalah suatu kesatuan hukum
3. Menurut Bambang Utoyo
Desa merupakan tempat sebagian besar penduduk yang bermata pencarian di bidang pertanian dan menghasilkan bahan makanan
4. Menurut Sutarjo Kartohadikusumo
Desa merupakan kesatuan hukum tempat tinggal suatu masyarakat yang berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri merupakan pemerintahan terendah di bawah camat.
5. Menurut William Ogburn dan MF Nimkoff
Desa adalah kesatuan organisasi kehidupan sosial di dalam daerah terbatas.
S.D. Misra
Desa adalah suatu kumpulan tempat tinggal dan kumpulan daerah pertanian dengan batas-batas tertentu yang luasnya antara 50 – 1.000 are.
6. Menurut Paul H Landis
Desa adalah suatu wilayah yang jumlah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan cirri-ciri sebagai berikut :
- Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antra ribuan jiwa
- Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuaan terhadap kebiasaan
- Cara berusaha (ekonomi) aalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
7. Menurut UU no. 22 tahun 1999
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan Nasional dan berada di daerah Kabupaten
8. Menurut UU, Nomor 5 Tahun 1979
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat hukum, yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah, langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri-sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
9. Menurut UU no. 6 tahun 2014
Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Cukup jelas bukan? Dari pandangan dan para ahli tersebut di atas, ada yang menyoroti dari aspek geografi, hukum. Kira-kira bisakah Anda membuat pengertian sendiri? selain desa, kita juga pernah mendengar istilah kelurahan. Samakah arti dan penjelasannya dengan desa?
Istilah kelurahan tercantum dalam pasal 1 huruf B. UU No.5 Tahun 1979. yaitu
"Kelurahan adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk yang mempunyai organisasi pemerintah terendah, langsung di bawah camat yang tidak berhak menyelenggarakan rumah tangganya".
Dari penjelasan di atas, cukup jelas memang perbedaan pengertian desa dengan kelurahan. Desa merupakan wilayah pedesaan (rural areas). Pegawai desa tidak memperoleh gajih setiap bulannya tetapi carik/bengkok (tanah yang hanya bisa diolah). Kepala desa dipilih langsung oleh masyarakat desa. Sedangkan kelurahan merupakan wilayah perkotaan (urban areas). Pegawai kelurahan memperoleh gaji dari pemerintah karena pada umumnya Pegawai Negeri sedangkan Kepala Kelurahan diangkat dan diberhentikan oleh Pemerintah yang ada di atasnya.
Yang akan kita pelajari di sini adalah desa yang ada wilayah pedesaan. Ada beberapa istilah di beberapa daerah di Indonesia yang maknanya sama dengan desa antara lain :
1. Jawa = Desa
2. Minangkabau = Nagara
3. Aceh = Gampong
4. Bali = Banjar
5. Kalimantan = Banjar
6. Sumatera Utara = Huta/Kuta
7. Sulawesi Utara = Wanus
8. Kalimantan Timur = Kampung
Selain berdasarkan definisinya, untuk memahami pola keruangan wilayah desa. Anda juga perlu mengetahui unsur-unsur desa. Menurut Bintaro, dalam bukunya Geografi Desa (halaman 15,17 tahun 1977), ada tiga unsur desa yang harus Anda fahami, yaitu :
a. Daerah, dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, beserta penggunaannya, termasuk juga unsur lokasi dan luas dan batas yang merupakan lingkungan geografi setempat.
b. Penduduk, unsur penduduk yang perlu diperhatikan dalam memahami suatu desa antara lain jumlah, penambahan, kepadatan, penyebaran, mata pencaharian, struktur penduduk menurut umur, sex ratio, tingkat kematian, pertumbuhan dan tingkat kelahiran.
c. Tata Kehidupan, dalam hal pola tata pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan warga desa. Jadi seluk beluk kehidupan masyarakat desa (Rural Society). Tata kehidupan yang baik akan memberikan jaminan ketentraman dan keserasian hidup bersama di desa. Corak kehidupan desa didasarkan pada ikatan kekeluargaan yang erat, masyarakatnya merupakan suatu "Gemeinsshaff" yang memiliki unsur gotong-royong yang kuat, tatap muka (face to face) yang kental. Mengapa demikian? Karena di desa ikatan kehidupan cukup erat sebagai akibat dari kebiasaan, kepercayaan dan tradisi yang sama istilah lainnya "consensius" (menurut Auguste Comte).
B. Pengertian Desa
Anda perlu tahu bahwa desa sebagai suatu kesatuan geografis tentu memiliki ciri khas bila dibandingkan dengan daerah di sekitarnya. Coba Anda perhatikan desa tempat tinggalmu!, ciri khas tersebut dapat berupa aspek fisik atau aspek sosial.
1. Ciri wilayah desa menurut geografis
Secara geografis, ciri-ciri wilayah pedesaan adalah :
a. Pemukiman penduduk cenderung tidak padat
b. Fasilitas transportasi yang cukup langka
c. Lahan digunakan sebagai persawahan pada umumnya.
2. Ciri wilayah desa menurut Dirjen Bangdes antara lain :
a. Perbadingan lahan dengan manusia (man land ratio) cukup besar artinya bahwa lahan di wilayah pedesaan masih relatif luas dibandingkan dengan jumlah penduduk yang menempatinya.
b. Lapangan kerja yang dominan adalah pertanian (agraris)
c. Hubungan antara warga akrab, dan
d. Sifat-sifat masyarakat masih memegang teguh tradisi yang berlaku.
Sekarang kita lihat ciri-ciri masyarakat desa itu apa saja. Apakah kalian tahun ciri-cirinya? syukur kalau kalian tahu dan bisa menjelaskannya, kalau belum mari kita pelajari sama-sama dari pakar sosiologi pedesaan di bawah ini :
Rouceck dan Warren memperincikan ciri-ciri masyarakat desa sebagai berikut :
- Kelompok primer (yang bermata pencaharian utama dikawasan tertentu) berperan besar.
- Komunikasi keluarga terjalin secara langsung, mendalam dan informal
- Kelompok (asosiasi) dibentuk atas dasar faktor geografis di kota berdasarkan ikatan kepentingan
- Hubungan bersifat mendalam, awet, kekeluargaan, tatap muka (face to face) dan langsung langgeng adanya.
- Keseragaman (homogenitas) merupakan ciri kehidupan sehari-hari dan menyebabkan mobilitas sosial cukup rendah (bersifat horizontal), misalnya anak seorang petani lagi, anak dukun jadi dukun, dan lain-lain.
- Keluarga lebih ditekankan fungsinya sebagai unit ekonomi keluarga nampak jelas dalam produksi pertanian.
Demikian tentang pengertian desa dan ciri-ciri desa, semoga bermanfaat untuk bahan belajar dan menambah pengetahuan tentang wilayah khususnya pedesaan. Terimakasih.
Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber
Foto : gambar gratis https://pixabay.com/
PENGERTIAN DESA DAN CIRI-CIRI DESA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
February 02, 2017
![]() |
Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, pembahasan materi sejarah kali ini
tentang kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara, yaitu kerajaan kesultanan
Islam yang ada di Indonesia. Dalam beberapa literatur dan naskah-naskah
peninggalan masa lalu, tercatat ada 10 Kesultanan yang ada di Nusantara ini.
Kesultanan-kesultanan ini pernah mengalami masa dan zaman keemasan yang membuat
kerajaan dengan latar belakang ajaran Islam itu berkembang dengan baik. Banyak
warisan kebudayaan kesultanan kesultanan Islam di Nusantara ini, yang secara
umum terdiri dari warisan arsitektur, Warisan Seni Sastra dan Warisan
Tradisi dan Islam Nusantara. Warisan-warisan tersebut menjadi bukti jika
Kesultanan Islam di Nusantara pernah ada dan berkembang hingga mencapai puncak
keemasan dan kejayaannya.
Berikut ini adalah 10 (sepuluh) kesultanan-kesultanan Islam yang ada di Nusantara kita yang dapat para siswa dan warga belajar pelajari sebagai bagian dari sejarahnya sbb:
1. Kesultanan Samudra Pasai (Baca selengkapnya !!)
2. Kesultanan Malaka (Baca selengkapnya !!)
3. Kesultanan Aceh (Baca selengkapnya !!)
4. Kesultanan Demak (Baca selengkapnya !!)
5. Kesultanan Pajang (Baca selengkapnya !!)
6. Kesultanan Mataram (Baca selengkapnya !!)
7. Kesultanan Cirebon (Baca selengkapnya !!)
8. Kesultanan Banten (Baca selengkapnya !!)
9. Kesultanan Makasar (Baca selengkapnya !!)
10. Kesultanan Ternate dan Tidore (Baca selengkapnya !!).
Sumber Gambar : berbagaireviews.com
Sumber Referensi:
Bactiar, Harsja (Eds). 1980. Ensiklopedi Indonesia, Jilid 1,2,3,4,6. Jakarta. Ichtia Baru-Van Hoeve
Kartodirdjo, Sartono; Poesponegoro Mawwati Djoened; Notosusanto, Nugroho. 1975. Sejarah nasional Indonesia, I, II, III, IV, V, VI, Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Ricklefs, M.C. 2005. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Penerjemah: Satrio Wahono, dkk. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.
Sudarmanti, Y.B. 1996. Jejak-jejak Pahlawan: dari Sultan Agung Hingga Syekh Yusuf, Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana.
10 KESULTANAN-KESULTANAN ISLAM DI NUSANTARA INDONESIA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
February 02, 2017
Visiuniversal--Mutu pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tak bisa ditawar-tawar lagi untuk terus ditingkatkan. Karena suatu negara yang dikatakan maju adalah negara yang memiliki mutu pendidikan yang baik. Kualitas manusia suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya, karena itu adalah sangat wajar jika mereka berlomba-lomba meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dalam rangka memajukan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik lagi.
Isu tentang peningkatan mutu pendidikan merupakan masalah kontemporer yang akan terus dijadikan dasar pemikiran dan perumusan kebijakan di bidang pendidikan. Mengapa demikian? Karena tugas filsafat pendidikan adalah memberikan landasan agar pendidikan memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan model pendidikan yang bermutu. Di samping itu, filsafat pendidikan juga mampu merespon dinamika dan tuntutan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan khususnya bidang keguruan dan pendidikan. Masalah kontemporer pendidikan di Indonesia seperti terungkap dalam Rembuk Nasional pendidikan tanggal 4 Februari 2008 yang mengkaji dan membahas isu-isu seputar permasalahan pendidikan seperti bagaimana meningkatkan pemerataan dan perluasan akses pendidikan, bagaimana peningkatan mutu pendidikan, bagaimana peningkatan relevansi pendidikan, bagaimana meningkatkan daya saing, bagaimana meningkatkan dan penguatan tata kelola (governance), serta bagaimana peningkatan akuntabilitas, dan citra publik pendidikan.
Berdasarkan Rembuk Nasional tersebut, maka isu penting yang dijadikan dasar pemecahan masalah pendidikan di Indonesia adalah (1) pemerataan dan perluasan akses, (2) peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing, serta (3) penguatan tata kelola (governance), akuntabilitas, dan citra masyarakat pendidikan. Hal tersebut diidentifikasi merupakan isu-isu pendidikan kontemporer yang selanjutnya akan dijadikan dasar untuk merumuskan berbagai kebijakan dan program pemerintah dalam pembangunan pendidikan nasional.
Posisi Mutu Pendidikan Indonesia
Untuk menambah wawasan kita tentang isu-isu kontemporer pendidika nasional, sebaiknya perhatikan juga tentang mutu pendidikan karena isu peningkatan mutu pendidikan masih menjadi pusat perhatian masyarakat dan pemerintah. Bagaimana posisi mutu pendidikan Indonesia di antara negara ASEAN? Apabila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, mutu pendidikan di Indonesia masih rendah sebagaimana dilaporkan Human Development Indek (HDI). Laporan tahun 2003 menunjukan bahwa Indonesia di posisi ke-112 (0,682) dari 175 negara. Posisi ini jauh di bawah Singapura yang berada di posisi ke-28 (0,888), Brunei Darussalam di posisi ke-31 (0,872), Malaysia di posisi ke-58 (0,790), Thailand di posisi ke-74 (0,768), dan Filipina di posisi ke-85 (0,751). Kendati laporan HDI tersebut bukan hanya mengukur status pendidikan saja, tetapi juga ekonomi dan kesehatan, namun laporan tersebut dapat dijadikan dokumen rujukan yang valid guna melihat tingkat kemajuan pembangunan pendidikan di suatu negara. Kondisi mutu pendidikan ini terkait pula dengan kualitas guru dan tenaga kependidikan seperti pengelola pembelajaran, bahan ajar, media dan alat bantu pembelajaran. Semua unsur saling terkait dan sangat menentukan mutu pendidikan. Dengan demikian, isu peningkatan mutu pendidikan perlu memperhatikan mutu dari setiap unsur tersebut. Oleh karena itu isu peningkatan mutu bukanlah hal yang sederhana. Namun, guru tetap merupakan faktor deteminan dalam menentukan tinggi-rendahnya mutu pendidikan.
Perlu kita pahami pula bahwa mutu guru akan banyak ditentukan oleh kualitas lembaga pendidikan guru. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana membangun sistem pendidikan guru yang berkualitas. Seperti diketahui, jumlah total guru untuk jenjang TK-SD-SMP saat ini sekitar 2,4 juta orang, dimana sebagian besar berlatar belakang pendidikan SLTA dan D-3 serta sebagian kecil tamatan S-1 untuk jenjang SLTA. Tentu saja hal ini akan berpengaruh pada kemampuan mengajar karena kemampuan tersebut diukur dari tingkat penguasaan materi pembelajaran dan metodologi pengajaran. Selain itu, masih banyak guru yang mengajar di luar bidang keahliannya atau secara teknis disebut mismatch. Contoh ekstrem adalah guru sejarah yang mengajar matematika atau IPA. Hal ini terutama banyak dijumpai di Madrasah (MI, MTS, dan MA) guru mismatch ini jelas tidak mempunyai kompetensi dan keahlian yang memadai untuk mengajar mata pelajaran yang bukan bidang keahliannya karena dapat menurunkan mutu pembelajaran. Dengan demikian, upaya peningkatan mutu guru mutlak diperlukan, yaitu melalui program sertifikasi dan penyetaraan D-3 dan S-1 menurut bidang studi yang relevan. Namun upaya ini juga harus disertai pula dengan peningkatan kesejateraan guru melalui pemberian insentif. Hal ini sangat penting agar motivasi guru dalam mengajar makin kuat dan semangat pengabdian menjalankan tugas mulia sebagai pendidik kian bergelora.
Demikian artikel singkat tentang isu peningkatan pendidikan di Indonesia, semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan kita dalam bidang pendidikan pada umumnya dan filsafat pendidikan pada khususnya. Terimakasih.
Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber!!
ISU PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
January 31, 2017
![]() |
| Immanuel Kant (1724-1804) |
Sekarang pertanyaan pokok yang harus kita cari jawabannnya adalah "apakah filsafat itu?". Tentu kita sering mendengar bahkan menggunakan kata filsafat. Perlu kita ketahui bahwa telah banyak para ahli filsafat yang memberikan pengertian dan definisi tentang filsafat. Akan tetapi, terdapat keragaman dalam memberikan pengertian dan merumuskan definisi tersebut. Hal ini terjadi karena masing-masing ahli filsafat atau filsuf pada waktu itu mempunyai konsep yang berbeda-beda dengan filsuf yang lain dan memiliki dasar pemikiran dan pandangan yang berbeda pula. Anda perlu memahami perbedaan tersebut dengan seksama untuk memperoleh wawasan pengetahuan yang luas dan mendalam.
Hakikat filsafat adalah menggunakan ratio (berfikir). Tapi tidak semua proses berfikir disebut filsafat. Dan manusia yang dapat berfikir, dapat diketahui dalam kehidupan sehari-hari. Dan jika pemikiran manusia tadi dapat dipelajari maka ada 4 (empat) golongan pemikiran yaitu:
- Pemikiran pseudo ilmiah
- Pemikiran awam
- Pemikiran ilmiah
- Pemikiran filosofis
Pemikiran Pemikiran pseudo ilmiah bertumpu pada aspek kepercayaan dan kebudayaan mitos, dan bekas-bekasnya dapat kita jumpai dalam astrologi atau kepercayaan terhadap buku primbon. Kalau pemikiran awam adalah pemikiran orang-orang dewasa yang menggunakan akal sehat, karena bagi orang awam untuk memecahkan kesulitan dalam kehidupan cukup dengan menggunakan akal sehat tanpa melakukan penelitian lazim terlebih dahulu. Selanjutnya pemikira ilmiah sebagaimana lazimnya menggunakan metode-metode dengan penggunaan hipotesis untuk menguji kebenaran konsep teori atau pemikiran dalam dunia empiris yang tidak pernah selesai dalam proses keilmuan. Sedangkan Pemikiran filosofis, adalah kegiatan berfikir reflekstif meliputi kegiatan analisis, pemahaman, deskripsi, penelitian, penafsiran dan perekaan, yang bertujuan untuk memperoleh kejelasan, kecerahan, keterangan pembenaran, pengertian, dan penyatu paduan tentang obyek.
Dan filsafat juga merupakan ilmu yang tertua yang menjadi induk ilmu pengetahuan yang lain. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh John S. Brubacher sebagai berikut:
"Philosophy was, as its etymology from the Greek words Pilots and Sopia suggests, love of wisdom or learning. More over it was love of learning in general; it subsimed under one heading what to day we call science as well as that er now call philopsophy. It is for the reason that philosophy is often referre to us the mother as well as the queen of the science."
Atau filsafat adalah berasal dari perkataan Yunani: Philos dan Sophia yang berarti cinta kebijakan atau belajar. Lebih dari itu dapat diartikan cinta belajar pada umumnya; dalam proses pertumbuhan ilmu hanya ada di dalam apa yang kita sebut sekarang dengan filsafat. Untuk alasan inilah maka sering dikatakan bahwa filsafat adalah induk atau ratu ilmu pengetahuan.
Dan bila diperhatikan maka arti sebenarnya dari filsafat tersebut mengandung cita-cita yang mulia yaitu orang belajar filsafat berusaha untuk memiliki mutiara-mutiara kebijaksanaan tersebut sebagai pedoman dan pegangan hidup, sehingga filsafat mengandung suatu yang ideal yang dalam bagi manusia. Dan filsafat dianggap sebagai induk ilmu pengetahuan, karena pada mulanya sebagian besar ilmu yang berkembang dewasa ini adalah berasal dari filsafat. Cabang-cabang ilmu tadi memisahkan diri dari filsafat, karena memiliki obyek yang berbeda dari filsafat. Filsafat menjawab semua persoalan tentang hidup dan kehidupan yang kesimpulannya bersifat hakiki. Ada filsafat manusia, filsafat ketuhanan, filsafat ekonomi, filsafat sosial, filsafat pengetahuan, filsafat pendidikan, dan lain-lain, sehingga dalam hal ini nampak filsafat berperan sebagai induk atauratu dari ilmu pengetahuan.
(visiuniversal.blogspot.co.id)
Dari beberapa pendapat dan pandanga beberapa ahli yang banyak tersebar diberbagai literatur, pengertian filsafat ditinjau dari segi arti bahasanya dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah :
1. Pengetahuan tentang kebijaksanaan
2. Mencari kebenaran
3. Pengetahuan tentang dasar-dasar atau prinsip-prinsip.
Ketiga pengertian tadi tidaklah hanya diperlukan oleh seorang filosofit umum saja, tetapi juga dimiliki oleh setiap individu yang baik yang memiliki pimpinan pemikiran terutama kita yang harus bersikap bijaksana.
Dan jika filsafat ditinjau dari segi istilah menurut para ahli dapat dikemukakan antara lain:
- Apa yang disebut bijaksana menurut Plato (427-342 SM), seorang filosof Yunani terkenal (murid Socrates dan guru Aristoteles) dalam teori etika kenegaraanya menyebutkan empat budi, meliputi: penguasaan diri (perwira), keberanian, kebijaksanaan dan keadilan. Budi kebijaksanaan dimiliki oleh pemerintah atau filosof. tugas mereka ialah membuat undang-undang, mengawasi pelaksanaannya, memperdalam filosofi dan ilmu pengetahuan tentang ide kebaikannya. Membuat undang-undang dan mengawasi pelaksanaannya adalah menjadi tugas pemerintah dan atau filosof sekaligus menunjukan kelebihan mereka sebagai pihak yang mampu menatap dan menapak jauh ke depan dan berbuat serta bertindak dengan penuh perhitungan. Artinya bahwa kebijaksanaan itu berada dalam dua bidang yaitu berpikir dan berbuat. Kebijaksanaan berfikir itulah filsafat dan kebijaksanaan berbuat adalah bidangnya Tasawwuf.
- Al Kindi (Abu Judsuf Ya'kub bin Isa Al Kindi, 796-374 M.), sebagai ahli pertama dalam filsafat Islam dan yang mengawali pengertian skolastik Islam di Irak dan kemudian memberikan pengertian filsafat di kalangan umat Islam dalam tiga lapangan: a) Ilmu Fisika (ilmu Thobi'iyyad) meliputi tingkatan alam nyata, terdiri dari benda-benda konkrit yang dapat ditangkap panca indera. b) Ilmu Matematika (ilmurriyadli), yang berhubungan dengan benda, tetapi mempunyai wujud tersendiri yang dapat dipastikan denan angka-angka (misalnya ilmu hitung, teknologi, astronomi, dan musik). c) Ilmu Ke Tuhanan (Ilmurrububiyyah), yang berhubungan dengan benda sama sekali yaitu soal ke Tuhanan-Tahuhid.
- Ibnu Sina (Abu Ali Al Hussein Ibnu Sina, 980-1037 M) seorang dokter, ahli kimia dan filosof Islam, membagi filsafat dalam dua bagian: teori dan praktik. Keduanya dihubungkan dengan agama. Dasarnya terdapat pada syari'at, penjelasan dan kelengkapannya diperlengkap dengan tenaga akal manusia. Tujuan filsafat praktek ialah mengetahui apa yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang. Sehingga ia mendapat bahagia di dunia dan di akhera, yang disebut ilmu akhlak. Fuilsafat juga mencakup undang-undang yaitu apa yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang dalam hubungannya dengan rumah tangga dan negara.
- Immanuel Kant. (1724-1804) yang sering dijuluki fakar raksasa di Barat, mengatakan bahwa: Filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya 4 persoalan yaitu :
- Apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika).
- Apakah yang seharusnya kita ketahui dan kerjakan? (dijawab oleh etika).
- Sampai di manakah pengharapan kita? (dijawab ooeh agama).
- Apakah yang dinamakan manusia (dijawab oleh antropologi)
Dari beberapa uraian tentang pandangan para filosof tersebut tadi dapat dirumuskan bahwa filsafat ialah daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami, mendalami dan menyelami secara radikal dan integritas serta sistematik mengenai keTuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakekatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.
MEMAHAMI PENGERTIAN FILSAFAT SEBAGAI ILMU YANG TERTUA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
January 29, 2017
Visiuniversal-----Kursus atau yang sering kita singkat LPK merupakan lembaga yang bertujuan untuk membekali para peserta didik terhadap berbagai jenis pengetahuan, keterampilan dan sikap mental untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri menuju individu yang sukses dan bermental wirausaha. Kursus bermakna juga kegiatan belajar, mendapatkan keterampilan sesuai dengan minat dan potensi yang ada. Kebutuhan terhadap kursus tentunya harus terus meningkat, seiring dengan perkembangan IPTEK dan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Namun demikian pertanyaan yang sering muncul adalah; Mampukan kursus menjadi "senjata" untuk pengentasan pengangguran yang kian meningkat dari tahun ketahun?, mampukah kursus juga mencegah urbanisasi angkatan kerja dari desa ke kota?
Menjawab pertanyaan tersebut tentunya harus diawali dengan identifikasi jenis kursus yang berkualitas. Kursus yang berkualitas bukan terletak pada megahnya bangunan, beragamnya jenis kursus yang ditawarkan kepada masyarakat, tetapi terletak pada kebutuhan kursus yang sesuai dengan peluang pasar. Kebutuhan kursus yang mampu memberdayakan potensi lokal.
Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri, profesi, bekerja, usaha mandiri dan atau menlanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Ragam dan jenis kursus yang ada bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Indonesia negara yang kaya akan potensi sumber daya alam, namun potensi tersebut sampai saat ini masih "tidur" menunggu tangan-tangan terampil yang siap mengolahnya. Kursus yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan membawa peserta kursus menjadi senang dan termotivasi untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan yang telah dimiliki.
Pengangguran pada kelompok angkatan kerja produktif usia 15-44 tahun di Indonesia mencapai 7,1 juta orang. Banyak faktor yang mendorong pengangguran cenderung meningkat dan atau tetap banyak, diantaranya;
- Mind set masyarakat yang belum banyak berubah yaitu bahwa yang dimaksud bekerja adalah menjadi pegawai baik PNS maupun swasta, untuk itu setiap orang tua pasti mendorong anaknya untuk menjadi PNS atau pegawai swasta, dan orang tua justru akan bangga jika anaknya menjadi pegawai,
- Sistem pendidikan sekolah yang masih jauh dari memadai, belum mampu membangkitkan semangat wirausaha siswa selama di sekolah, padahal banyak mata pelajaran yang dapat dijadikan sarana mendorong kemandirian siswa seperti pelajaran IPA, ekonomi, Kimia,
- Pendirian sekolah kejuruan atau politeknik masih terbatas, padahal di sinilah kunci untuk mengentasikan pengangguran yait u membelajarkan siswa dalam sekolah kejuruan atau politeknik yang berorientasi usaha, vokasi dan mandiri. Hijrah penduduk desa ke kota, untuk mencari perkerjaan, merupakan fakta yang ada dilapangan. Bahwa kehidupan di kota lebih menjamin dari pada di desa, merupakan persepsi yang muncul di masyarakat. Gerakan urbanisasi ini, jika terus dibiarkan, maka disparitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi antara desa dan kota semakin tajam. Akhirnya desa hanya menjadi tempat persinggahan, pasif tanpa perubahan. Kondisi ini harus diubah, kursus masuk desa atau pelatihan keterampilan berbasis desa menjadi harapan satu-satunya untuk mengubah wajah desa menjadi lebih dinamis, produktif dan hidup. Kursus masuk desa memberikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan desa, potensi desa apa yang dapat dikembangkan sehingga kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik.
Kursus masuk desa tentunya mampu meredam dan mengendalikan fenomena urbanisasi masyarakat. Output* pembelajaran kurusus adalah peserta didik yang memiliki keterampilan baik soft skill maupun hard skill. Titik tekan kursus adalah vokasional, bukan akademik yang ditujukan dengan pemrolehan sertifikat kompetensi bukan ijazah. Dalam lembaga kursus, strategi pembelajaran lebih menekankan kepada praktek (70%-80%) dari pada teori (10%-20%). Mengapa porsentasi praktik lebih banyak? karena ini untuk memenuhi target pencapaian kurikulum dalam sisi penguasaan kompetensi. Pada akhir pembelajaran, lembaga kursus menyediakan dan memfasilitasi program magang kerja (on the job training) kegiatan ini sekaligus untuk mengenalkan dan membiasakan peserta didik dengan dunia kerja sesungguhnya. Sehingga pada saat keluar dari kursus, maka peserta didik benar-benar memiliki kemampuan vokasional yang memadai.
Adalah hal yang patut dipertanyakan, jika ada peserta didik kursus selesai mengikuti program kursus, masih menganggur, atau masih belum mampu menerapkan keterampilan yang dimiliki untuk digunakan sebagai alat untuk mencari kehidupan. Jika ini terjadi maka tentunya perlu dipertanyakan kepada lembaga kursus tersebut terkait dengan hal sebagai berikut;
- Pasti ada yang salah dengan kurikulum kursusnya
- Pasti ada yang kurang tepat dengan strategi, metode pembelajarann,
- pasti jenis keterampilan yang diselenggarakan tidak sesuai dengan peluang pasar, dan
- pasti telah muncul rasa tidak nyaman dalam diri peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran di lembaga kursus tersebut.
Proses pembelajaran yang baik dan benar dengan memperhatikan kurikulum dan SKL (Standar Kompetensi Kelulusan). Kursus memberikan keleluasaan dan keluwesan dalam hal pembelajaran dan pilihan terhadap jenis keterampilan. Hal inilah yang menjadikan solusi mejadi instrumen efektif menguatkan keterampilan masyarakat sehingga mereka mandiri dan mampu meningkatkan kualitas hidupnya.
Secara mendasar kursus yang efektif adalah kursus yang menyangkut hal-hal sebagai berikut;
- Kursus yang memiliki potensi pasar dalam pengembangannya pasca pembelajaran,
- Jenis keterampilan mengacu kepada kebutuhan pasar, perkembangan IPTEK, minat dan motivasi,
- Menyertakan program belajar yang jelas, memiliki mitra penempatan kerja, dan program magang kerja sebagai penyempurnaan proses kursus.
Menjangkaunya kursus hingga ke level desa, tentunya merupaka upaya yang terus ditingkatkan. Membuka keterampilan atau jenis kursus di desa tentunya haruslah sangat kontekstual. Misalnya kursus menjahit, kursus pertukangan kayu, kursus membuat pupuk organik. Kurusus budidaya beternak lele, kurusus budidaya tanaman holtikultura. Jenis-jenis keterampilan tersebut jika secara intensif dikembangkan maka tidak mustahil akan membuka potensi desa secara luas. Bahkan nantinya akan terbentuk desa-desa dengan keterampilan dominan, sehingga sentra-sentra keterampilan seperti sentra desa lele, sentra desa pupuk organik, sentra desa holtikultural.
Selama ini program kurusus yang diselenggarakan oleh lembaga kursus masih sangat terbatas, umumnya adalah kursus komputer, kursus menjahit, kursus bahasa Inggris. Jenis keterampilan tersebut tentunya terbatas diikuti oleh masyarakat. Masyarakat tidak banyak pilihan terhadap keterampilan tersebut. Lembaga kursus harus berani menyelenggarakan kursus yang inovatif, hal ini untuk memuaskan pelanggan (custumer) Pertumbuhan kursus yang cukup baik selama ini, tentunya harus diikuti oleh beragam jenis keterampilan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Umumnya, para penyelenggara kursus hanya menyelenggarakan kursus yang umum seperti yang saya sebutkan di atas. Jika hal ini tetap terjadi, maka kursus akan sulit memenuhi ekspetasi masyarakat terhadap lembaga kursus sebagai tempat untuk meningkatkan kualitas hidup. Inovasi dan kemitraan dengan DUDI atau job order tentunya menjadi kunci pemenuhan harapan tersebut.
Demikian artikel singkat tentang strategi membangun kursus yang berkualitas, semoga bermanfaat. terimakasih.
STRATEGI MEMBANGUN KURSUS YANG BERKUALITAS
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
January 28, 2017
KUNCI JAWABAN LATIHAN SOAL-SOAL KEGIATAN BELAJAR PPKn Kesetaraan SMP Kelas VII
Kegiatan belajar 1 Ketaqwaan
1. d
2. a
3. c
4. b
5. d
6. c
7. a
8. d
9. a
10. a
Kegiatan belajar 2 Cinta Tanah Air
1. a
2. b
3. c
4. b
5. a
6. b
7. b
8. c
9. d
10. a
Kegiatan belajar 3 Musyawarah
1. a
2. a
3. c
4. d
5. d
Kegiatan belajar 4 Bekerja Keras
1. c
2. b
3. a
4. c
5. a
Kegiatan belajar 5 Tenggang Rasa
1. a
2. b
3. c
4. d
5. a
Kegiatan belajar 6 Musyawarah
1. b
2. c
3. a
4. c
5. b
Kegiatan belajar 7 Gotong Royong
1. d
2. a
3. a
4. a
5. c
Kegiatan belajar 8 Persamaan Derajat
1. a
2. b
3. c
4. c
5. d
6. d
7. c
8. c
9. a
10. c
Kegiatan belajar 9 Persatuan dan Kesatuan
1. a
2. b
3. b
4. d
5. d
Kegiatan belajar 10 Rela Berkorban
1. a
2. c
3. c
4. d
5. c
Akhmad Solihin
January 28, 2017
CB Blogger
IndonesiaKegiatan belajar 1 Ketaqwaan
1. d
2. a
3. c
4. b
5. d
6. c
7. a
8. d
9. a
10. a
Kegiatan belajar 2 Cinta Tanah Air
1. a
2. b
3. c
4. b
5. a
6. b
7. b
8. c
9. d
10. a
Kegiatan belajar 3 Musyawarah
1. a
2. a
3. c
4. d
5. d
Kegiatan belajar 4 Bekerja Keras
1. c
2. b
3. a
4. c
5. a
Kegiatan belajar 5 Tenggang Rasa
1. a
2. b
3. c
4. d
5. a
Kegiatan belajar 6 Musyawarah
1. b
2. c
3. a
4. c
5. b
Kegiatan belajar 7 Gotong Royong
1. d
2. a
3. a
4. a
5. c
Kegiatan belajar 8 Persamaan Derajat
1. a
2. b
3. c
4. c
5. d
6. d
7. c
8. c
9. a
10. c
Kegiatan belajar 9 Persatuan dan Kesatuan
1. a
2. b
3. b
4. d
5. d
Kegiatan belajar 10 Rela Berkorban
1. a
2. c
3. c
4. d
5. c
KUNCI JAWABAN LATIHAN SOAL-SOAL KEGIATAN BELAJAR PPKn Kesetaraan SMP Kelas VII
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
January 28, 2017
Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, pada pembahasan materi keterampilan life skill terdahulu, kita sudah membahas tentang apa itu Hidroponik dan bagaimana cara pembuatan hidroponik yang baik dan benar. Selanjutnya dalam pembahasan kali ini kita akan coba untuk membuat Green House Hidroponik. Apa Itu Green House Hidroponik? kita sudah bahas sedikit yang intinya adalah rumah atau tempat untuk melakukan kegiatan budidaya dan tempat penanaman hidroponik dalam jumlah yang cukup banyak.
Seperti kita ketahui hidroponik merupakan salah satu alternatif dalam sistem pertanian untuk menghasilkan sayuran dan buah-buahan dilahan yang kita miliki walaupun dalam jumlah luas yang terbatas. Hidroponik sangat bagus dan cocok untuk wilayah tropis seperti di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang tanahnya kurang subur.
Tanaman yang ditanam dengan hidroponik akan menghasilkan kualitas panenan yang cukup baik, karena selain dianggap lebih menyehatkan juga kerugian tanam dapat diminimalisir dengan metode yang dapat mengurangi baik serangan hama ataupun gangguan lain yang dapat merusakan tanaman hidroponik kita. Nah Green House Hidroponik, mempunyai salah satu fungsi perlindungan untuk pertumbuhan tanaman yang sedang kita kembangkan. Berikut ini cara pembuatan dan perhitungan biaya untuk membuat dan membangun Green House Hidroponik yang kita buat sebagai usaha bisnis dari keterampilan life skill bagi siswa dan warga belajar.
Bagi yang ingin buat GREEN HOUSE HIDROPONIK. Berikut ini adalah perhitungan standar Investasi Green House Skala Hobby dan Industri bisnis Kecil yang dikembangkan oleh Bapak Awiek Hadi Widodo-Jikamaka-Tablong sebagi berikut;
Sebagai contoh kali ini, kita menggunakan lahan seluas 9 x 6 meter atau 54 meter persegi. Maka Bahan yang diperlukan adalah:
1. Lahan : 10 m x 7 m = 70 m persegi
2. Baja Ringan ukuran 6 m : 55 batang
3. Reng Baja Ringan ukuran 6 m : 45 batang
4. Baut Baja : 1.600 biji
5. Plastik UV ukuran lebar 4 m: 40 m
6. Screen Net/Insect Net ukuran lebar 3 meter: 35 m
7. Pasir: 3 bak
8. Batako: 300 buah
9. Pekerja : 3 orang
Kebutuhan di atas adalah kebutuhan pokok dalam pembuatan Green House, namun bisa juga disesuaikan dengan keadaan tanah yang ada. Untuk masalah harga, beda tempat akan beda pula harganya, jadi saya memakai harga sesuai dengan yang ada di sini.
1. Baja Ringan @ Rp. 71.000 x 55 batang = Rp. 3.905.000
2. Reng Baja @ Rp. 30.900 x 45 batang = Rp. 1.390.500
3. Baut @ Rp. 240 x 1.600 biji = Rp. 384.000
4. Plastik UV @ Rp. 27.000 x 40 m = Rp. 1.080.000
5. Screen Net @ Rp. 25.000 x 35 m = Rp. 875.000
6. Pasir @ Rp. 140.000 x 3 bak = Rp. 420.000
7. Batako @ Rp. 2.400 x 300 buah = Rp. 720.000
8. Upah Pekerja @ Rp. 60.000 x 3 orang x 7 hari = Rp. 1.260.000
9. Lain-lain = Rp. 550.000
Total semua biaya untuk pembuatan Green House adalah Rp. 10.584.500
Seperti kita ketahui hidroponik merupakan salah satu alternatif dalam sistem pertanian untuk menghasilkan sayuran dan buah-buahan dilahan yang kita miliki walaupun dalam jumlah luas yang terbatas. Hidroponik sangat bagus dan cocok untuk wilayah tropis seperti di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang tanahnya kurang subur.
Tanaman yang ditanam dengan hidroponik akan menghasilkan kualitas panenan yang cukup baik, karena selain dianggap lebih menyehatkan juga kerugian tanam dapat diminimalisir dengan metode yang dapat mengurangi baik serangan hama ataupun gangguan lain yang dapat merusakan tanaman hidroponik kita. Nah Green House Hidroponik, mempunyai salah satu fungsi perlindungan untuk pertumbuhan tanaman yang sedang kita kembangkan. Berikut ini cara pembuatan dan perhitungan biaya untuk membuat dan membangun Green House Hidroponik yang kita buat sebagai usaha bisnis dari keterampilan life skill bagi siswa dan warga belajar.
Bagi yang ingin buat GREEN HOUSE HIDROPONIK. Berikut ini adalah perhitungan standar Investasi Green House Skala Hobby dan Industri bisnis Kecil yang dikembangkan oleh Bapak Awiek Hadi Widodo-Jikamaka-Tablong sebagi berikut;
Sebagai contoh kali ini, kita menggunakan lahan seluas 9 x 6 meter atau 54 meter persegi. Maka Bahan yang diperlukan adalah:
1. Lahan : 10 m x 7 m = 70 m persegi
2. Baja Ringan ukuran 6 m : 55 batang
3. Reng Baja Ringan ukuran 6 m : 45 batang
4. Baut Baja : 1.600 biji
5. Plastik UV ukuran lebar 4 m: 40 m
6. Screen Net/Insect Net ukuran lebar 3 meter: 35 m
7. Pasir: 3 bak
8. Batako: 300 buah
9. Pekerja : 3 orang
Kebutuhan di atas adalah kebutuhan pokok dalam pembuatan Green House, namun bisa juga disesuaikan dengan keadaan tanah yang ada. Untuk masalah harga, beda tempat akan beda pula harganya, jadi saya memakai harga sesuai dengan yang ada di sini.
1. Baja Ringan @ Rp. 71.000 x 55 batang = Rp. 3.905.000
2. Reng Baja @ Rp. 30.900 x 45 batang = Rp. 1.390.500
3. Baut @ Rp. 240 x 1.600 biji = Rp. 384.000
4. Plastik UV @ Rp. 27.000 x 40 m = Rp. 1.080.000
5. Screen Net @ Rp. 25.000 x 35 m = Rp. 875.000
6. Pasir @ Rp. 140.000 x 3 bak = Rp. 420.000
7. Batako @ Rp. 2.400 x 300 buah = Rp. 720.000
8. Upah Pekerja @ Rp. 60.000 x 3 orang x 7 hari = Rp. 1.260.000
9. Lain-lain = Rp. 550.000
Total semua biaya untuk pembuatan Green House adalah Rp. 10.584.500
Nah setelah selesai pembuatan Green House Hidroponik, selanjutnya kita akan mengisinya dengan alat utama dalam kegiatan penanaman hidroponik yaitu One Kit Hidroponik System DFT. Berikut cara pembuatan dan perhitunga biaya One Kit Hidroponik System DFT tersebut;
Cara membuat One Kit Hidroponik System DFT dengan Spesifikasi :
- Paralon AW anti timbal Merk Power Max 3"
- Tiang Paralon AW 11/4"
- Netpot 110 Buah
- Lubang Tanam 110 buah
- Tong Air Kapasitas 100 Liter
- Pompa Air
Total Biaya agar One Kit Hidroponik System DFT Siap pakai harga = Rp. 2.500.000,-
Demikian cara pembuatan dan perhitungan biaya untuk membuat dan membangun Green House Hidroponik yang kita buat sebagai usaha bisnis dari keterampilan life skill ini, semoga bermanfaat untuk menambah penghasilan usaha kita. terimakasih.
Sumber: Info dan Narasumber teknis Awiek Hadi Widodo-Jikamaka-Tabalong.
CARA PEMBUATAN GREEN HOUSE HIDROPONIK UNTUK KETERAMPILAN USAHA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
January 20, 2017














