Home » All posts
Visiuniversal---Kerajaan Samudera Pasai merupakan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan ini didiriakn oleh Malik Al Saleh. Sebelum menganut agama Islam, ia bernama Marah Sile atau Marah Selu yang merupakan Putra dari Marah Gajah, bangsawan dari Persia.
Setelah Sultan Malik Al Saleh wafat, Pada tahun 1326 Sultan Mahmud juga wafat. Selanjutnya pemerintahan kerajaan Islam Samudra pasai dipimpin oleh Sultan Ahmad yang bergelar Sultan Malik Al Tahir. Pada masa pemerintahan Sultan Ahmad, kerajaan Samudra Pasai mendapat kunjungan Ibnu Batuta, utusan Sultan Delhi. Ibnu Batuta menceritakan bahwa Samudra Pasai merupakan bandar utama pelabuhan yang sangat penting. Karena di pelabuhan ini menjadi tempat bongkar muat barang-barang dagangan yang dibawa oleh para pedagang dari dalam dan luar negeri (India dan Cina). Sultan Muhammad Malik At Thahir yang juga wafat kemudian digantikan oleh Sultan Muhammad Malik Al Zahir. Pada masa pemerintahannya, kerajaan Samudera Pasai mengalami kemunduran. Adiknya yang bernama Mansur Malik Al Zahir yang tidak sependapatnya melakukan pemberontakan dan memisahkan diri sehingga kerajaan terpecah. Pada tahun 1521 M, kerajaan Samudera Pasai dikuasai oleh Portugis selama tiga tahun. Kemudian pada tahun 1524 M, dikuasai oleh Ali Mughayat Syah dari Aceh.
Dari beberapa penggalian dan penelitan yang ada, Sumber sejarah yang membuktikan adanya kerajaan Samudra Pasai antara lain adalah:
- Berita dari perjalanan Marcopolo, saudagar Venesia. Pada tahun 1292 ia mendatangi Perlak dan tempat-tempat lainnya di bagian utara Aceh. Menurutnya, masyarakat Perlak telah menganut agama Islam dan banyak para pedagang India yang giat menyebarkan agama Islam di sana.
- Adanya penemuan dari nisan Sultan Malik al Saleh di tepi Sungai Pasai (Sungai Pasangan) yang bertuliskan tahun 635 H, atau tahun 1297 M.
KESULTANAN SAMUDRA PASAI
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
February 07, 2017
![]() |
| Masjid Demak |
Visiuniversal----Menurut Babad Tanah jawi, Raden Patah adalah keturunan raja terakhir Majapahit, yaitu Raja Brawijaya V yang beristrikan seorang putri china. Setelah kerajaan Majapahit mengalami kemunduran, Demak melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit dan Raden Patah mendirikan kerajaan Islam pertama di Jawa pada tahun 1483 M.
Pada Abad ke-15 tersebut di Pulau Jawa berdiri kerajaan Islam Demak. Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Pendiri kerajaan ini bernama Raden Patah. Ia sebenarnya adalah salah seorang bupati di kerajaan Majapahit yang berkedudukan di Demak dan telah menganut Islam. Kekuasaan Majapahit ketika itu sudah lemah. Keadaan ini mendorong Raden Patah untuk mendirikan kerajaan Islam Demak. Dengan berdirinya kerajaan Islam Demak berarti Raden Patah telah melepaskan diri dari pengaruh kekuasaan Majapahit. Berdirinya kesultanan Demak mendapat dukungan pula dari daerah-daerah lain di Jawa Timur yang sudah Islam seperti Jepara. Tuban dan Gresik.
Dalam waktu singkat Demak telah berkembang menjadi sebuah kerajaan besar. Di samping itu Demak menjadi pusat penyiaran agama Islam. Apalagi setelah malaka Jatuh (dikuasai) oleh Portugis (1511), maka kedudukan dan peranan Demak semakin penting.
Kedatangan penjajah Portugis di Malaka mengundang ketidaksenangan Sultan Demak. Karena hal itu merupakan ancaman pula terhadap kerajaan Demak. Pada tahun 1513 kerajaan Demak mengirim armada tentaranya dipimpin oleh Pati Unus untuk mengusir Portugis di Malaka mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan Potugis memiliki armada lebih kuat dan lengkap.
Meskipun usaha untuk merebut Malaka dari Potugis yang dilakukan Pati Unus mengalami kegagalan, namun peristiwa ini patut dibanggakan karena mereka gagah berani menghadapi bangsa penjajah.
Karena keberaniannya sebagai panglima yang memimpin penyerangan ke Malaka Maka Pati Unus diberi gelar Pangeran Sabrang Lor artinya Pengeran yang menyeberangi laut ke Utara.
Kemudian pada tahun 1518 Raden Patah Wafat. Ia digantikan oleh putranya yaitu Pati Unus. Pemerintahannya hanya berlangsug selama 3 tahun karena setelah itu ia wafat. Selanjutnya kerajaan Islam Demak dipimpin oleh Sultan Renggono, Adim Pati Unus.
Sultan Trenggono dikenal sebagai raja yang tegas dan arif bijaksana. Karena itu pada masa pemerintahannya Demak mencapai puncak kejayaan. Daerah kekuasaannya meliputi Jawa Barat dan Jawa Timur.
Di bawah pemerintahan Sultan Trenggono, Demak tetap antipati terhadap penjajah Potugis. Apalagi Portugis terus meluaskan jajahannya hingga ke Jawa Barat. Pada tahun 1522 Portugis datang ke Sunda Kelapa, pelabuhan utama kerajaan Pajajaran. Portugis menjalin kerjasama dengan raja Pajajaran dengan membuat kesepakatan untuk menghadapi pasukan Islam Demak. Portugis merencanakan mendirikan benteng di Sunda Kelapa.
Pada tahun 1527 kerajaan Islam Demak mengirimkan tentaranya dipimpin oleh Fatahilah untuk mengusir dan menghancurkan Potugis yang menduduki Sunda kelapa. Fatahillah beserta tentaranya berhasil mengusir orang-orang Portugis dan menguasai Sunda Kelapa. Kemudian oleh Fatahillah nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta artinya kemenangan. Sekarang Jayakarta menjadi Jakarta.
Sementara itu Demak berhasil menguasai Jawa Timur. Ekspedisi ke Jawa Timur ini dipimpin langsung oleh Sultan Trenggono. Tetapi dalam serangannya ke Pasuruan Tahun 1546, Sultan Trenggono gugur.
Setelah wafatnya Sultan Trenggono Timbullah pertentangan di kalangan keluarga sendiri. Petentangan bersumber pada siapa yang berhak mewarisi kerajaan. Berakhirnya kerajaan Islam Demak setelah Pangeran Adiwijoyo atau Joko Tingkir berhasil mengalahkan Arya Penangsang suka bertindak sewenang-wenang, sehingga banyak adipati yang menentang tindakannya tersebut. Joko Tingkir kemudian memindahkan keraton Demak ke Pajang tahun 1568.
* * *
Sumber Gambar : Google
KESULTANAN DEMAK
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
February 04, 2017
Visiuniversal----Kesultanan Aceh sebagai salah satu kerajaan Islam, didirikan oleh Muzaffar Syah pada abad ke 15 M, tetapi menjadi kesultanan penuh setelah diperintah oleh Ali Mughayat. Ia berhasil menggabungkan dua kesultanan Lamuri dengan Aceh Dar al-Kama'l menjadi kesultanan Aceh. Pada waktu pemerintahan Sultan Alaudddin Ridyat Syah, Aceh mengalami kejayaan karena menjadi pelabuhan dagang bagi pedagang rempah-rempah. Para pedagang Muslim dari mancanegara dan Nusantara enggan berdagang di Malaka setelah dikuasai Portugis.
Karena majunya perdagangan menjadikan Aceh dapat membangun armada angkatan laut yang sangat kuat. Hubungan diplomatik juga dilakukan dengan kesultanan Ottomon Turki yang saat itu merupakan pemegang kekuasaan Islam tertinggi. Kejayaan Aceh mencapai puncaknya pada waktu pemerintahan Sulatan Iskandar Muda (1607-1636). Kekuasaan Aceh meliputi Johor, Pahang, Perlak, Kedah, dan Pantai Barat Sumatera seperti Tiku, Pariaman, dan Bengkulu. Sultan Iskandar Muda juga mencoba merebut Malaka dari tangan Portugis namun gagal.
Sepeninggal Iskandar Muda, digantikan Sultan Iskandar Tsani. Dalam pemerintahannya Sultan Iskandar Tsani banyak mengembangkan masalalah dalam negerinya, dan masalah agama dengan membangun banyak masjid. Ia juga dibimbing oleh Nuruddin seorang ulama dari Gujarat. Di era pemerintahan Sultan Iskandar Tsani inilah ilmu keagamaan Islam sangat berkembang pesat di Aceh.
Dalam perjalanan selanjutnya Aceh mengalami krisis setelah meninggalnya Sultan Iskandar Tsani, karena beliau tidak meninggalkan seorang putra mahkota. Akibat krisis tersebut banyak wilayah yang berani melepaskan diri dari kekuasaan Aceh. Tetapi meskipun terus mengalami kemunduruan, kesultanan Aceh tetap bertahan sampai abad ke-20, hingga akhirnya jatuh ke tangan penjajahan Belanda.
* * *
Sumber Gambar: Google
KESULTANAN ACEH
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
February 04, 2017
![]() |
| Perang di Malaka |
Visiuniversal----Salah satu Kerajaan terpenting di Nusantara pada abad ke 15 M adalah Kesultanan Malaka. Didirikan oleh Parameswara, seorang Pangeran beragama Hindu dari Palembang. Malaka yang tadinya hanya sebuah desa nelayan kecil dan sederhana berhasil dibangun dan berkembang menjadi bandar serta pusat perdangan yang sangat penting dijalur perdagangan dan pelayaran yang melintasi Malaka.
Tahun 1414 Parameswara masuk Islam dan bergelar Sultan Iskandar Syah. Karena Malaka diperintah penguasa Muslim, menjadikan pedagang Muslim dari Arab, India dan daerah lain mulai berdagang dengan Malaka, semakin banyak yang datang dan semakin ramailah bandar perdagangan di Malaka ini.
![]() |
| Sultan Iskandar Syah |
Malaka menjadi sangat mahsyur dan makmur, terutama pada waktu diperintah oleh Sultan Mansyur Syah. Wilayahnya bertambah luas setelah menaklukkan Pahang, Kedah, Trengganu, dan beberapa daerah di Sumatera. Penaklukan daerah-daerah itu disertai dengan penyebaran agama Islam, sehingga daerah Aceh, Kampar, Idragiri dan Riau penduduknya memeluk agama Islam. Kejayaan dan masa keemasan kesultanan ini semakin meningkat. Sayangnya usia kesultanan ini hanya ada satu abad. Pada waktu diperintah oleh Sultan Mahmud Syah, kepentingan pemerintahan kurang dipedulikan, sehingga korupsi dikalangan para pejabat merajalela. Hal ini diperparah dengan pertengkaran penduduk asal Melayu dengan Muslim India. Selain itu pertahanan negara juga lemah karena hanya mengandalkan tentara bayaran dari Jawa, yang bertempur demi uang. Ketika tahun 1511 M Portugis penyerang Malaka, tentara bayaran dari Jawa banyak yang malah lari menyelamatkan diri, sehingga Malaka kalah dan jatuh ketangan Portugis.
* * *
Sumber Gambar: Google
KESULTANAN MALAKA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
February 03, 2017
Visiuniversal---Wargabelajar dan siswa sekalian, kita akan membahas tentang apa itu desa, tentunya kita semua sering mendengar istilah desa, bahkan kita tahu banyak dari kita yang sebelumnya berasal dari desa. Nah untuk memahami lebih jauh tentang pengertian desa dan ciri-ciri desa tersebut, mari kita ikut pembahasan di bawah ini :
A. Pengertian Desa
1. Menurut R. Bintarto
Desa adalah perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
2. Menurut Suratdjo Kartohadikusumo
Desa adalah suatu kesatuan hukum
3. Menurut Bambang Utoyo
Desa merupakan tempat sebagian besar penduduk yang bermata pencarian di bidang pertanian dan menghasilkan bahan makanan
4. Menurut Sutarjo Kartohadikusumo
Desa merupakan kesatuan hukum tempat tinggal suatu masyarakat yang berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri merupakan pemerintahan terendah di bawah camat.
5. Menurut William Ogburn dan MF Nimkoff
Desa adalah kesatuan organisasi kehidupan sosial di dalam daerah terbatas.
S.D. Misra
Desa adalah suatu kumpulan tempat tinggal dan kumpulan daerah pertanian dengan batas-batas tertentu yang luasnya antara 50 – 1.000 are.
6. Menurut Paul H Landis
Desa adalah suatu wilayah yang jumlah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan cirri-ciri sebagai berikut :
- Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antra ribuan jiwa
- Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuaan terhadap kebiasaan
- Cara berusaha (ekonomi) aalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
7. Menurut UU no. 22 tahun 1999
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan Nasional dan berada di daerah Kabupaten
8. Menurut UU, Nomor 5 Tahun 1979
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat hukum, yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah, langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri-sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
9. Menurut UU no. 6 tahun 2014
Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Cukup jelas bukan? Dari pandangan dan para ahli tersebut di atas, ada yang menyoroti dari aspek geografi, hukum. Kira-kira bisakah Anda membuat pengertian sendiri? selain desa, kita juga pernah mendengar istilah kelurahan. Samakah arti dan penjelasannya dengan desa?
Istilah kelurahan tercantum dalam pasal 1 huruf B. UU No.5 Tahun 1979. yaitu
"Kelurahan adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk yang mempunyai organisasi pemerintah terendah, langsung di bawah camat yang tidak berhak menyelenggarakan rumah tangganya".
Dari penjelasan di atas, cukup jelas memang perbedaan pengertian desa dengan kelurahan. Desa merupakan wilayah pedesaan (rural areas). Pegawai desa tidak memperoleh gajih setiap bulannya tetapi carik/bengkok (tanah yang hanya bisa diolah). Kepala desa dipilih langsung oleh masyarakat desa. Sedangkan kelurahan merupakan wilayah perkotaan (urban areas). Pegawai kelurahan memperoleh gaji dari pemerintah karena pada umumnya Pegawai Negeri sedangkan Kepala Kelurahan diangkat dan diberhentikan oleh Pemerintah yang ada di atasnya.
Yang akan kita pelajari di sini adalah desa yang ada wilayah pedesaan. Ada beberapa istilah di beberapa daerah di Indonesia yang maknanya sama dengan desa antara lain :
1. Jawa = Desa
2. Minangkabau = Nagara
3. Aceh = Gampong
4. Bali = Banjar
5. Kalimantan = Banjar
6. Sumatera Utara = Huta/Kuta
7. Sulawesi Utara = Wanus
8. Kalimantan Timur = Kampung
Selain berdasarkan definisinya, untuk memahami pola keruangan wilayah desa. Anda juga perlu mengetahui unsur-unsur desa. Menurut Bintaro, dalam bukunya Geografi Desa (halaman 15,17 tahun 1977), ada tiga unsur desa yang harus Anda fahami, yaitu :
a. Daerah, dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, beserta penggunaannya, termasuk juga unsur lokasi dan luas dan batas yang merupakan lingkungan geografi setempat.
b. Penduduk, unsur penduduk yang perlu diperhatikan dalam memahami suatu desa antara lain jumlah, penambahan, kepadatan, penyebaran, mata pencaharian, struktur penduduk menurut umur, sex ratio, tingkat kematian, pertumbuhan dan tingkat kelahiran.
c. Tata Kehidupan, dalam hal pola tata pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan warga desa. Jadi seluk beluk kehidupan masyarakat desa (Rural Society). Tata kehidupan yang baik akan memberikan jaminan ketentraman dan keserasian hidup bersama di desa. Corak kehidupan desa didasarkan pada ikatan kekeluargaan yang erat, masyarakatnya merupakan suatu "Gemeinsshaff" yang memiliki unsur gotong-royong yang kuat, tatap muka (face to face) yang kental. Mengapa demikian? Karena di desa ikatan kehidupan cukup erat sebagai akibat dari kebiasaan, kepercayaan dan tradisi yang sama istilah lainnya "consensius" (menurut Auguste Comte).
B. Pengertian Desa
Anda perlu tahu bahwa desa sebagai suatu kesatuan geografis tentu memiliki ciri khas bila dibandingkan dengan daerah di sekitarnya. Coba Anda perhatikan desa tempat tinggalmu!, ciri khas tersebut dapat berupa aspek fisik atau aspek sosial.
1. Ciri wilayah desa menurut geografis
Secara geografis, ciri-ciri wilayah pedesaan adalah :
a. Pemukiman penduduk cenderung tidak padat
b. Fasilitas transportasi yang cukup langka
c. Lahan digunakan sebagai persawahan pada umumnya.
2. Ciri wilayah desa menurut Dirjen Bangdes antara lain :
a. Perbadingan lahan dengan manusia (man land ratio) cukup besar artinya bahwa lahan di wilayah pedesaan masih relatif luas dibandingkan dengan jumlah penduduk yang menempatinya.
b. Lapangan kerja yang dominan adalah pertanian (agraris)
c. Hubungan antara warga akrab, dan
d. Sifat-sifat masyarakat masih memegang teguh tradisi yang berlaku.
Sekarang kita lihat ciri-ciri masyarakat desa itu apa saja. Apakah kalian tahun ciri-cirinya? syukur kalau kalian tahu dan bisa menjelaskannya, kalau belum mari kita pelajari sama-sama dari pakar sosiologi pedesaan di bawah ini :
Rouceck dan Warren memperincikan ciri-ciri masyarakat desa sebagai berikut :
- Kelompok primer (yang bermata pencaharian utama dikawasan tertentu) berperan besar.
- Komunikasi keluarga terjalin secara langsung, mendalam dan informal
- Kelompok (asosiasi) dibentuk atas dasar faktor geografis di kota berdasarkan ikatan kepentingan
- Hubungan bersifat mendalam, awet, kekeluargaan, tatap muka (face to face) dan langsung langgeng adanya.
- Keseragaman (homogenitas) merupakan ciri kehidupan sehari-hari dan menyebabkan mobilitas sosial cukup rendah (bersifat horizontal), misalnya anak seorang petani lagi, anak dukun jadi dukun, dan lain-lain.
- Keluarga lebih ditekankan fungsinya sebagai unit ekonomi keluarga nampak jelas dalam produksi pertanian.
Demikian tentang pengertian desa dan ciri-ciri desa, semoga bermanfaat untuk bahan belajar dan menambah pengetahuan tentang wilayah khususnya pedesaan. Terimakasih.
Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber
Foto : gambar gratis https://pixabay.com/
PENGERTIAN DESA DAN CIRI-CIRI DESA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
February 02, 2017
![]() |
Visiuniversal---Warga belajar dan siswa sekalian, pembahasan materi sejarah kali ini
tentang kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara, yaitu kerajaan kesultanan
Islam yang ada di Indonesia. Dalam beberapa literatur dan naskah-naskah
peninggalan masa lalu, tercatat ada 10 Kesultanan yang ada di Nusantara ini.
Kesultanan-kesultanan ini pernah mengalami masa dan zaman keemasan yang membuat
kerajaan dengan latar belakang ajaran Islam itu berkembang dengan baik. Banyak
warisan kebudayaan kesultanan kesultanan Islam di Nusantara ini, yang secara
umum terdiri dari warisan arsitektur, Warisan Seni Sastra dan Warisan
Tradisi dan Islam Nusantara. Warisan-warisan tersebut menjadi bukti jika
Kesultanan Islam di Nusantara pernah ada dan berkembang hingga mencapai puncak
keemasan dan kejayaannya.
Berikut ini adalah 10 (sepuluh) kesultanan-kesultanan Islam yang ada di Nusantara kita yang dapat para siswa dan warga belajar pelajari sebagai bagian dari sejarahnya sbb:
1. Kesultanan Samudra Pasai (Baca selengkapnya !!)
2. Kesultanan Malaka (Baca selengkapnya !!)
3. Kesultanan Aceh (Baca selengkapnya !!)
4. Kesultanan Demak (Baca selengkapnya !!)
5. Kesultanan Pajang (Baca selengkapnya !!)
6. Kesultanan Mataram (Baca selengkapnya !!)
7. Kesultanan Cirebon (Baca selengkapnya !!)
8. Kesultanan Banten (Baca selengkapnya !!)
9. Kesultanan Makasar (Baca selengkapnya !!)
10. Kesultanan Ternate dan Tidore (Baca selengkapnya !!).
Sumber Gambar : berbagaireviews.com
Sumber Referensi:
Bactiar, Harsja (Eds). 1980. Ensiklopedi Indonesia, Jilid 1,2,3,4,6. Jakarta. Ichtia Baru-Van Hoeve
Kartodirdjo, Sartono; Poesponegoro Mawwati Djoened; Notosusanto, Nugroho. 1975. Sejarah nasional Indonesia, I, II, III, IV, V, VI, Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Ricklefs, M.C. 2005. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Penerjemah: Satrio Wahono, dkk. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.
Sudarmanti, Y.B. 1996. Jejak-jejak Pahlawan: dari Sultan Agung Hingga Syekh Yusuf, Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana.
10 KESULTANAN-KESULTANAN ISLAM DI NUSANTARA INDONESIA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
February 02, 2017
Visiuniversal--Mutu pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tak bisa ditawar-tawar lagi untuk terus ditingkatkan. Karena suatu negara yang dikatakan maju adalah negara yang memiliki mutu pendidikan yang baik. Kualitas manusia suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya, karena itu adalah sangat wajar jika mereka berlomba-lomba meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dalam rangka memajukan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik lagi.
Isu tentang peningkatan mutu pendidikan merupakan masalah kontemporer yang akan terus dijadikan dasar pemikiran dan perumusan kebijakan di bidang pendidikan. Mengapa demikian? Karena tugas filsafat pendidikan adalah memberikan landasan agar pendidikan memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan model pendidikan yang bermutu. Di samping itu, filsafat pendidikan juga mampu merespon dinamika dan tuntutan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan khususnya bidang keguruan dan pendidikan. Masalah kontemporer pendidikan di Indonesia seperti terungkap dalam Rembuk Nasional pendidikan tanggal 4 Februari 2008 yang mengkaji dan membahas isu-isu seputar permasalahan pendidikan seperti bagaimana meningkatkan pemerataan dan perluasan akses pendidikan, bagaimana peningkatan mutu pendidikan, bagaimana peningkatan relevansi pendidikan, bagaimana meningkatkan daya saing, bagaimana meningkatkan dan penguatan tata kelola (governance), serta bagaimana peningkatan akuntabilitas, dan citra publik pendidikan.
Berdasarkan Rembuk Nasional tersebut, maka isu penting yang dijadikan dasar pemecahan masalah pendidikan di Indonesia adalah (1) pemerataan dan perluasan akses, (2) peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing, serta (3) penguatan tata kelola (governance), akuntabilitas, dan citra masyarakat pendidikan. Hal tersebut diidentifikasi merupakan isu-isu pendidikan kontemporer yang selanjutnya akan dijadikan dasar untuk merumuskan berbagai kebijakan dan program pemerintah dalam pembangunan pendidikan nasional.
Posisi Mutu Pendidikan Indonesia
Untuk menambah wawasan kita tentang isu-isu kontemporer pendidika nasional, sebaiknya perhatikan juga tentang mutu pendidikan karena isu peningkatan mutu pendidikan masih menjadi pusat perhatian masyarakat dan pemerintah. Bagaimana posisi mutu pendidikan Indonesia di antara negara ASEAN? Apabila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, mutu pendidikan di Indonesia masih rendah sebagaimana dilaporkan Human Development Indek (HDI). Laporan tahun 2003 menunjukan bahwa Indonesia di posisi ke-112 (0,682) dari 175 negara. Posisi ini jauh di bawah Singapura yang berada di posisi ke-28 (0,888), Brunei Darussalam di posisi ke-31 (0,872), Malaysia di posisi ke-58 (0,790), Thailand di posisi ke-74 (0,768), dan Filipina di posisi ke-85 (0,751). Kendati laporan HDI tersebut bukan hanya mengukur status pendidikan saja, tetapi juga ekonomi dan kesehatan, namun laporan tersebut dapat dijadikan dokumen rujukan yang valid guna melihat tingkat kemajuan pembangunan pendidikan di suatu negara. Kondisi mutu pendidikan ini terkait pula dengan kualitas guru dan tenaga kependidikan seperti pengelola pembelajaran, bahan ajar, media dan alat bantu pembelajaran. Semua unsur saling terkait dan sangat menentukan mutu pendidikan. Dengan demikian, isu peningkatan mutu pendidikan perlu memperhatikan mutu dari setiap unsur tersebut. Oleh karena itu isu peningkatan mutu bukanlah hal yang sederhana. Namun, guru tetap merupakan faktor deteminan dalam menentukan tinggi-rendahnya mutu pendidikan.
Perlu kita pahami pula bahwa mutu guru akan banyak ditentukan oleh kualitas lembaga pendidikan guru. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana membangun sistem pendidikan guru yang berkualitas. Seperti diketahui, jumlah total guru untuk jenjang TK-SD-SMP saat ini sekitar 2,4 juta orang, dimana sebagian besar berlatar belakang pendidikan SLTA dan D-3 serta sebagian kecil tamatan S-1 untuk jenjang SLTA. Tentu saja hal ini akan berpengaruh pada kemampuan mengajar karena kemampuan tersebut diukur dari tingkat penguasaan materi pembelajaran dan metodologi pengajaran. Selain itu, masih banyak guru yang mengajar di luar bidang keahliannya atau secara teknis disebut mismatch. Contoh ekstrem adalah guru sejarah yang mengajar matematika atau IPA. Hal ini terutama banyak dijumpai di Madrasah (MI, MTS, dan MA) guru mismatch ini jelas tidak mempunyai kompetensi dan keahlian yang memadai untuk mengajar mata pelajaran yang bukan bidang keahliannya karena dapat menurunkan mutu pembelajaran. Dengan demikian, upaya peningkatan mutu guru mutlak diperlukan, yaitu melalui program sertifikasi dan penyetaraan D-3 dan S-1 menurut bidang studi yang relevan. Namun upaya ini juga harus disertai pula dengan peningkatan kesejateraan guru melalui pemberian insentif. Hal ini sangat penting agar motivasi guru dalam mengajar makin kuat dan semangat pengabdian menjalankan tugas mulia sebagai pendidik kian bergelora.
Demikian artikel singkat tentang isu peningkatan pendidikan di Indonesia, semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan kita dalam bidang pendidikan pada umumnya dan filsafat pendidikan pada khususnya. Terimakasih.
Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber!!
ISU PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
January 31, 2017
![]() |
| Immanuel Kant (1724-1804) |
Sekarang pertanyaan pokok yang harus kita cari jawabannnya adalah "apakah filsafat itu?". Tentu kita sering mendengar bahkan menggunakan kata filsafat. Perlu kita ketahui bahwa telah banyak para ahli filsafat yang memberikan pengertian dan definisi tentang filsafat. Akan tetapi, terdapat keragaman dalam memberikan pengertian dan merumuskan definisi tersebut. Hal ini terjadi karena masing-masing ahli filsafat atau filsuf pada waktu itu mempunyai konsep yang berbeda-beda dengan filsuf yang lain dan memiliki dasar pemikiran dan pandangan yang berbeda pula. Anda perlu memahami perbedaan tersebut dengan seksama untuk memperoleh wawasan pengetahuan yang luas dan mendalam.
Hakikat filsafat adalah menggunakan ratio (berfikir). Tapi tidak semua proses berfikir disebut filsafat. Dan manusia yang dapat berfikir, dapat diketahui dalam kehidupan sehari-hari. Dan jika pemikiran manusia tadi dapat dipelajari maka ada 4 (empat) golongan pemikiran yaitu:
- Pemikiran pseudo ilmiah
- Pemikiran awam
- Pemikiran ilmiah
- Pemikiran filosofis
Pemikiran Pemikiran pseudo ilmiah bertumpu pada aspek kepercayaan dan kebudayaan mitos, dan bekas-bekasnya dapat kita jumpai dalam astrologi atau kepercayaan terhadap buku primbon. Kalau pemikiran awam adalah pemikiran orang-orang dewasa yang menggunakan akal sehat, karena bagi orang awam untuk memecahkan kesulitan dalam kehidupan cukup dengan menggunakan akal sehat tanpa melakukan penelitian lazim terlebih dahulu. Selanjutnya pemikira ilmiah sebagaimana lazimnya menggunakan metode-metode dengan penggunaan hipotesis untuk menguji kebenaran konsep teori atau pemikiran dalam dunia empiris yang tidak pernah selesai dalam proses keilmuan. Sedangkan Pemikiran filosofis, adalah kegiatan berfikir reflekstif meliputi kegiatan analisis, pemahaman, deskripsi, penelitian, penafsiran dan perekaan, yang bertujuan untuk memperoleh kejelasan, kecerahan, keterangan pembenaran, pengertian, dan penyatu paduan tentang obyek.
Dan filsafat juga merupakan ilmu yang tertua yang menjadi induk ilmu pengetahuan yang lain. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh John S. Brubacher sebagai berikut:
"Philosophy was, as its etymology from the Greek words Pilots and Sopia suggests, love of wisdom or learning. More over it was love of learning in general; it subsimed under one heading what to day we call science as well as that er now call philopsophy. It is for the reason that philosophy is often referre to us the mother as well as the queen of the science."
Atau filsafat adalah berasal dari perkataan Yunani: Philos dan Sophia yang berarti cinta kebijakan atau belajar. Lebih dari itu dapat diartikan cinta belajar pada umumnya; dalam proses pertumbuhan ilmu hanya ada di dalam apa yang kita sebut sekarang dengan filsafat. Untuk alasan inilah maka sering dikatakan bahwa filsafat adalah induk atau ratu ilmu pengetahuan.
Dan bila diperhatikan maka arti sebenarnya dari filsafat tersebut mengandung cita-cita yang mulia yaitu orang belajar filsafat berusaha untuk memiliki mutiara-mutiara kebijaksanaan tersebut sebagai pedoman dan pegangan hidup, sehingga filsafat mengandung suatu yang ideal yang dalam bagi manusia. Dan filsafat dianggap sebagai induk ilmu pengetahuan, karena pada mulanya sebagian besar ilmu yang berkembang dewasa ini adalah berasal dari filsafat. Cabang-cabang ilmu tadi memisahkan diri dari filsafat, karena memiliki obyek yang berbeda dari filsafat. Filsafat menjawab semua persoalan tentang hidup dan kehidupan yang kesimpulannya bersifat hakiki. Ada filsafat manusia, filsafat ketuhanan, filsafat ekonomi, filsafat sosial, filsafat pengetahuan, filsafat pendidikan, dan lain-lain, sehingga dalam hal ini nampak filsafat berperan sebagai induk atauratu dari ilmu pengetahuan.
(visiuniversal.blogspot.co.id)
Dari beberapa pendapat dan pandanga beberapa ahli yang banyak tersebar diberbagai literatur, pengertian filsafat ditinjau dari segi arti bahasanya dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah :
1. Pengetahuan tentang kebijaksanaan
2. Mencari kebenaran
3. Pengetahuan tentang dasar-dasar atau prinsip-prinsip.
Ketiga pengertian tadi tidaklah hanya diperlukan oleh seorang filosofit umum saja, tetapi juga dimiliki oleh setiap individu yang baik yang memiliki pimpinan pemikiran terutama kita yang harus bersikap bijaksana.
Dan jika filsafat ditinjau dari segi istilah menurut para ahli dapat dikemukakan antara lain:
- Apa yang disebut bijaksana menurut Plato (427-342 SM), seorang filosof Yunani terkenal (murid Socrates dan guru Aristoteles) dalam teori etika kenegaraanya menyebutkan empat budi, meliputi: penguasaan diri (perwira), keberanian, kebijaksanaan dan keadilan. Budi kebijaksanaan dimiliki oleh pemerintah atau filosof. tugas mereka ialah membuat undang-undang, mengawasi pelaksanaannya, memperdalam filosofi dan ilmu pengetahuan tentang ide kebaikannya. Membuat undang-undang dan mengawasi pelaksanaannya adalah menjadi tugas pemerintah dan atau filosof sekaligus menunjukan kelebihan mereka sebagai pihak yang mampu menatap dan menapak jauh ke depan dan berbuat serta bertindak dengan penuh perhitungan. Artinya bahwa kebijaksanaan itu berada dalam dua bidang yaitu berpikir dan berbuat. Kebijaksanaan berfikir itulah filsafat dan kebijaksanaan berbuat adalah bidangnya Tasawwuf.
- Al Kindi (Abu Judsuf Ya'kub bin Isa Al Kindi, 796-374 M.), sebagai ahli pertama dalam filsafat Islam dan yang mengawali pengertian skolastik Islam di Irak dan kemudian memberikan pengertian filsafat di kalangan umat Islam dalam tiga lapangan: a) Ilmu Fisika (ilmu Thobi'iyyad) meliputi tingkatan alam nyata, terdiri dari benda-benda konkrit yang dapat ditangkap panca indera. b) Ilmu Matematika (ilmurriyadli), yang berhubungan dengan benda, tetapi mempunyai wujud tersendiri yang dapat dipastikan denan angka-angka (misalnya ilmu hitung, teknologi, astronomi, dan musik). c) Ilmu Ke Tuhanan (Ilmurrububiyyah), yang berhubungan dengan benda sama sekali yaitu soal ke Tuhanan-Tahuhid.
- Ibnu Sina (Abu Ali Al Hussein Ibnu Sina, 980-1037 M) seorang dokter, ahli kimia dan filosof Islam, membagi filsafat dalam dua bagian: teori dan praktik. Keduanya dihubungkan dengan agama. Dasarnya terdapat pada syari'at, penjelasan dan kelengkapannya diperlengkap dengan tenaga akal manusia. Tujuan filsafat praktek ialah mengetahui apa yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang. Sehingga ia mendapat bahagia di dunia dan di akhera, yang disebut ilmu akhlak. Fuilsafat juga mencakup undang-undang yaitu apa yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang dalam hubungannya dengan rumah tangga dan negara.
- Immanuel Kant. (1724-1804) yang sering dijuluki fakar raksasa di Barat, mengatakan bahwa: Filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya 4 persoalan yaitu :
- Apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika).
- Apakah yang seharusnya kita ketahui dan kerjakan? (dijawab oleh etika).
- Sampai di manakah pengharapan kita? (dijawab ooeh agama).
- Apakah yang dinamakan manusia (dijawab oleh antropologi)
Dari beberapa uraian tentang pandangan para filosof tersebut tadi dapat dirumuskan bahwa filsafat ialah daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami, mendalami dan menyelami secara radikal dan integritas serta sistematik mengenai keTuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakekatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.
MEMAHAMI PENGERTIAN FILSAFAT SEBAGAI ILMU YANG TERTUA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
January 29, 2017













