PENYELENGGARAAN LOMBA
A. Penyelenggaraaan lomba di Tingkat Kabupaten / Kota
a.1. Persyaratan Peserta
Peserta Lomba Bercerita bersifat terbuka dan terbatas sbb:
a. Siswa/i Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah pada saat pendaftaran Tingkat Kabupaten/Kota masih duduk di kelas 5;
b. Berasal dari sekolah negeri maupun swasta yang memiliki perpustakaan yang dikelola dan didayagunakan dengan baik (sekurang-kurangnya 2 thun terakhir);
c. Memiliki pengalaman membaca secara baik dengan jumlah buku bacaan terkait (bukan buku teks) sekurang-kurangnya 5 judul buku selama 2 tahun terakhir (lampirkan dan sertakan daftar judul buku yang pernah dibaca bersama biodata peserta);
d. Melampirkan/menunjukan surat keterangan dari kepala sekolah masing-masing tentang yang bersangkutan memenuhi persyaratan dan /atau persetujuan untuk mengikuti lomba.
a.2. Materi Lomba
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam materi lomba disamping memenuhi ketentuan yang dijelaskan diatas, juga mengikuti petunjuk sbb:
a. Materi lomba ditetapkan oleh Panitia Kabupaten/Kota yang bersumber dari daerah/budaya lokal (dalam wilayah Kab/Kota masing-masing). Buku tersebut diperoleh dari perpustakaan sekolah masing-masing atau perpustakaan umum Kabupaten/Kota masing-masing;
b. Bagi daerah yang tidak memiliki cerita daerah dapat memakai cerita/legenda di daerah masing-masing berdasarkan masukan dari para tetua adat daerah tersebut:
c. Materi lomba adalah cerita rakyat (bermuatan lokal) yang mengandung nilai perjuangan, kepahlawanan atau legenda (tidak boleh berupa cerita tokoh binatang/fable) yang membangun pendidikan karakter bangsa seperti: sikap nasionalisme, sikap jujur, sikap religius, sikap peduli lingkungan, sikap tanggung jawab, sikap disiplin, sikap kerja keras, sikap kreatif , sikap mandiri, sikap demokratis, sikap cinta damai, sikap bersahabat, sikap toleransi dan sikap senang belajar.
Kriteria lain yang dipersyaratkan dalam penyampaian cerita terhadap isi buku cerita yang dipilih adalah telah diedit dan diminimalisir dari aspek:
1. Kekerasan;
2. Pembunuhan;
3. Perebutan kekuasaan;
4. Percintaan, Romantisme, Dan/Atau Perselingkuhan.
Namun tanpa mengurangi esensi dari isi cerita pada buku yang bersangkutan.
Buku atau materi cerita wajib disiapkan, dipahami serta diceritakan secara baik, lancar, menarik, dan jelas untuk setiap peserta lomba sebanyak 2 (dua).
Adapun rincian pemanfaatannya adalah 1 (satu) judul buku untuk disampaikan pada babak penyisihan lomba dan 1 (satu) judul lagi untuk disampaikan pada babak final lomba bila peserta masuk 12 besar (di tingkat nasional). Ketentuan lain yang harus dilakukan adalah;
1. Buku cerita tersebut disampaikan atau ditujukan ke panitia dalam bentuk foto copy berwarna secara keseluruhan sebagai bukti;
2. Buku/materi terpilih diceritakan kembali di tingkat nasional agar dibuatkan synopsis atau ringkasannya sebanyak 1-2 halaman (font Arial atau Times New Romans 11 dengan spasi 1,5);
3. Bila penyampaian cerita dibutuhkan alat peraga (assecories) peserta mempersiapkan alat peraga secara mandiri;
a.3 Komponen Penilaian
a.3.1 Pengusasaan materi
Peserta harus menguasaai isi cerita dan menghayati cerita yang dibawakan, disamping itu peserta harus melakukan improvisasi maupun menyesuaikan fantasi dan imajinasi terintegrasi dengan materi cerita yang dibawakan;
a.3.2. Cara Bercerita / Teknik Bercerita
Para peserta hendaknya memulai penampilannya dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Volume suara, artikulasi, diksi, tempo dan kecepatan serta proyeksi dan penguasaan panggung;
a.3.3. Kemampuan (Skill) Teknik Bercerita
Peserta h arus dapat mendayagunakan seluruh kemampuan (potensi) dengan memadukan ketiga unsur penilaian diatas secara kreatif dan inovatif. Ditambah dengan kemampuan menjawab pertanyaan Dewan juri yang bersumber dari judul buku yang pernah dibaca dicantumkan di biodata peserta.
a.3.4 Penampilan peserta dalam bercerita
Lebih ditekankan kepada penampilan peserta saat bercerita di panggung. Apakah yang bersangkutan tampil dengan santai/wajar, penuh percaya diri, meyakinkan dan mantap;
* Keterangan
Alat peraga maupun properti yang digunakan dalam bercerita tidak dinilai secara terpisah, namun penilaiannya dimasukan pada penilaian "penguasaan materi" bercerita.
a.4. Teknik Pementasan Peserta dalam Penilaian
a.4.1 Teknik Pengundian Nomor Peserta
Pelaksanaan undian nomor urut pentas peserta lomba dilakukan pada saat "Technical Meeting" yang dilaksanakan oleh panitia dalam rangka memberikan penjelasan dan informasi penyelenggaraan lomba;
a.4.2. Teknik Penampilan Peserta
1. Peserta akan dipanggil berdasarkan urutan nomor undian;
2. Nomor undian peserta agar dipasang didada sebelah kiri dengan baik;
3. Sebelum bercerita, peserta diwajibkan memberi hormat kepada hadirin dan menyebutkan judul buku;
4. Waktu bercerita (durasi) di atas pentas yang dialokasikan untuk setiap peserta maksimal 20 menit sudah termasuk waktu tanya jawab mengenai pengalaman membaca);
5. Untuk kode isyarat penggunaan waktu yang dialokasikan diatur dengan ketentuan sebagai berikut;
a. Lampu hijau menyala sebagai tanda dimulai bercerita;
b. Lampu kuning menyala sebagai tanda waktu telah berjalan salama 10 menit;
c. Lampu merah menyala sebagai tanda waktu selesai penyampaian cerita selama 15 menit;
d. Lima menit berikutnya di isi dengan sesi tanya jawab mengenai pengalaman diri peserta tentang membaca oleh Dewan Juri.
a.5. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Lomba
Kegiatan Pelaksanaan dan Penilaian Lomba Bercerita Tingkat Kabupaten/ Kota paling lambat harus selesai dilaksanakan pada akhir bula April Tahun berjalan. Susunan kegiatan dan jadwal pelaksanaan secara rinci diatur oleh masing-masing daerah.
a.6. Hasil lomba dan Ketentuan Pengiriman Peserta ke Tingkat Provinsi
a. Hasil lomba tingkat Kabupaten/Kota merupakan potensi sumberdaya manusia berbakat dalam bidang pencerdasan masyarakat di daerah; Peserta yang menjadi pemenang adalah yang terbaik dari hasil lomba tingkat Kabupaten/Kota;
b. Juara pertama (ke1) lomba tingkat kabupaten/ kota dikirimkan mewakili Kabupaten/Kota masing-masing pada lomba bercerita tingkat provinsi;
c. Pengiriman usulan 1 (satu) orang peserta wakil kabupaten/Kota ke lomba tingkat provinsi paling lambat minggu pertama bulan Mei tahun berjalan. sudah diterima Panitia Lomba Provinsi;
d. Materi lomba yang akan ditampilkan masing-masing peserta pada Lomba Tingkat Provinsi wajib dikirimkan lebih awal, dan dapat diterima panitia Provinsi paling lambat 2 minggu sebelum pelaksanaan lomba.
a. 7 Penghargaan Pemenang
Penghargaan Pemenang Tingkat Kabupaten/Kota ditanggung oleh daerah masing-masing.
B. Penyelenggaran Lomba di Tingkat Provinsi
b.1. Persyaratan Peserta
Peserta Lomba Bercerita tingkat Provinsi diusulkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Siswa/i Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah yang pada saat pendaftaran keikut sertaan lomba tingkat Provinsi masih duduk di kela 5 dan merupakan pemenang utama tahun yang sama di Tingkat Kabupaten/Kota:
b. Berasal dari sekolah negeri maupun swasta yang memiliki perpustakaan yang dikelola dan didayagunakan dengan baik (sekurang-kurangnya 2 tahun terakhir);
c. Memiliki pengalaman membaca secara baik dengan jumlah buku bacaan terkait (bukan buku teks) sekurang-kurangnya 5 judul buku selama 2 tahun terakhir (lampirkan dan setorkan daftar judul buku yang pernah dibaca bersama biodata peserta;
d. Melampirkan/menunjukan keterangan dari kepala sekolah masing-masing tentang yang bersangkutan memenuhi persyaratan dan/atau persetujuan mengikuti lomba.
b.2 Materi Lomba
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam materi lomba disamping memenuhi ketentuan yang dijelaskan di atas, juga mengikuti hal-hal sebagai berikut:
a. Materi lomba ditetapkan oleh panitia provinsi dan kKabupaten/ Kota yang bersumber dari buku cerita rakyat yang berasal dari daerah / budaya lokal. Buku tersebut berasal dari perpustakaan sekolah masing-masing atau perpustakaan umum Kabupaten/ Kota masing-masing;
b. Bagi daerah yang tidak memiliki cerita daerah, dapat memakai cerita/ legenda di daerah masing-masing berdasarkan masukan dari para tetua adat daerah tersebut.
c. Materi lomba adalah cerita rakyat (bermuatan lokal ) yang mengandung nilai perjuangan kepahlawanan atau legenda (tidak boleh berupa cerita tokoh binatang/ fable) yang membangun pendidikan karakter bangsa seperti; sikap nasionalisme, sukap jujur, sikap religius, sikap peduli lingkungan, sikap tanggung jawab, sikap disiplin, sikap kerja keras, sikap kreatif, sikap mandiri, sikap demokratis, sikap cinta damai, sikap bersahabat, sikap toleransi dan sikap belajar;
Kriteria lain yang dipersyaratkan dalam penyampaian cerita terhadap isi buku cerita yang dipilih adalah telah diedit dan diminimalisir dari aspek;
1. Kekerasan;
2. Pembunuhan;
3 Perebutan Kekuasaan;
4. Percintaan, Romantisme, dan/ atau perselingkuhan,
Namun tanpa mengurangi esensi dari isi cerita pada buku tersebut.
d. Buku atau materi cerita yang wajib disiapkan, dipahami serta diceritakan scara baik, lancar, menarik, dan jelas untuk setiap peserta lomba sebanyak 2 (dua) judul buku (satu judul buku utama dan satu judul buku kedua);
Adapun rincian pemanfaatannya adalah 1 (satu) judul buku untuk disampaikan pada babak penyisihan lomba dan 1 (satu) judul lagi untuk disampaikan pada babak final lomba bila peserta masuk 12 besar (di tingkat nasional). Ketentuan lain yang harus dilakukan adalah;
1. Buku cerita tersebut disampaikan atau ditujukan ke panitia dalam bentuk foto copy berwarna secara keseluruhan sebagai bukti;
2. Buku/materi terpilih diceritakan kembali di tingkat nasional agar dibuatkan synopsis atau ringkasannya sebanyak 1-2 halaman (font Arial atau Times New Romans 11 dengan spasi 1,5);
3. Bila penyampaian cerita dibutuhkan alat peraga (assecories) peserta mempersiapkan alat peraga secara mandiri;
e. Judul dan isi cerita yang dibawakan dalam lomba bercerita hendaknya judul yang baru, bukan judul umum yang sudah populer dikenal masyarakat. Hal ini dimaksudkan sebagai bagian dari penggalian, pengenalan dan pengayaan materi lomba.
B. 3 Komponen Penilaian
b.3.1 Pengusasaan materi
Peserta harus menguasaai isi cerita dan menghayati cerita yang dibawakan, disamping itu peserta harus melakukan improvisasi maupun menyesuaikan fantasi dan imajinasi terintegrasi dengan materi cerita yang dibawakan;
b.3.2. Cara Bercerita / Teknik Bercerita
Para peserta hendaknya memulai penampilannya dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Volume suara, artikulasi, diksi, tempo dan kecepatan serta proyeksi dan penguasaan panggung;
a.3.3. Kemampuan (Skill) Teknik Bercerita
Peserta h arus dapat mendayagunakan seluruh kemampuan (potensi) dengan memadukan ketiga unsur penilaian diatas secara kreatif dan inovatif. Ditambah dengan kemampuan menjawab pertanyaan Dewan juri yang bersumber dari judul buku yang pernah dibaca dicantumkan di biodata peserta.
b.3.4 Penampilan peserta dalam bercerita
Lebih ditekankan kepada penampilan peserta saat bercerita di panggung. Apakah yang bersangkutan tampil dengan santai/wajar, penuh percaya diri, meyakinkan dan mantap;
* Keterangan
Alat peraga maupun properti yang digunakan dalam bercerita tidak dinilai secara terpisah, namun penilaiannya dimasukan pada penilaian "penguasaan materi" bercerita.
b.4. Teknik Penilaian
b.4.1 Teknik Pengundian Nomor Peserta
Pelaksanaan undian nomor urut pentas peserta lomba dilakukan pada saat "Technical Meeting" yang dilaksanakan oleh panitia dalam rangka memberikan penjelasan dan informasi penyelenggaraan lomba;
a.4.2. Teknik Penampilan Peserta
b.2.1. Peserta akan dipanggil berdasarkan urutan nomor undian;
b.2.2. Nomor undian peserta agar dipasang didada sebelah kiri dengan baik;
b.2.3. Sebelum bercerita, peserta diwajibkan memberi hormat kepada hadirin dan menyebutkan judul buku;
b.2.4. Waktu bercerita (durasi) di atas pentas yang dialokasikan untuk setiap peserta maksimal 20 menit sudah termasuk waktu tanya jawab mengenai pengalaman membaca);
b.2.5. Untuk kode isyarat penggunaan waktu yang dialokasikan diatur dengan ketentuan sebagai berikut;
b.2.5.1. Lampu hijau menyala sebagai tanda dimulai/ start bercerita;
b.2.5.2. Lampu kuning menyala sebagai tanda waktu telah berjalan salama 10 menit;
b.2.5.3. Lampu merah menyala sebagai tanda waktu selesai penyampaian cerita selama 15 menit;
b.2.5.4. Lima menit berikutnya di isi dengan sesi tanya jawab mengenai pengalaman diri peserta tentang membaca oleh Dewan Juri.
b.5. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Lomba
Kegiatan pelaksanaan dan Penilaian Lomba Bdercerita Tingkat Provinsi paling lambat harus selesai dilaksanakan pada akhir bulan Juli tahun berjalan. Susunan Kegiatan dan Jadwal pelaksanaan secara rinci diatur oleh masing-masing daerah.
b.5.1. Hasil Lomba dan Ketentuan Pengiriman Peserta ke Tingkat Nasional
a. Hasil lomba Tingkat Provinsi merupakan potensi sumberdaya manusia berbakat dalam bidang mencerdaskan masyarakat di daerah;
b. Juara Pertama (ke-1) Lomba Tingkat Provinsi dikirimkan mewakili Provinsi-masing-masing pada lomba bercerita tingkat Nasional.
c. Pengiriman berkas usulan 1 (satu) orang peserta mewakili provinsi kelomba tingkat Nasional, paling lambat minggu pertama/ awal bulan agustus Tahun berjalan. sudah diterima panitia Lomba Nasional;
d. Biaya tiket perjalanan peserta Lomba Bercerita ditanggung dan dipersiapkan oleh panitia Tingkat Nasional (Mengacu kepada standar Biaya Umum yang ditentukan Kementrian Keuangan);
e. Peserta yang dikirim ke Tingkat Pusat diwajibkan mengirimkan biodata dengan format terlampir dan satu lembar fasfoto ukurang 4x6 berwarna kepanitia pusat;
f. Disamping ketentuan butir c. panitia Tingkat Provinsi panitia Tingkat Provinsi juga diminta mengirimkan pasfoto berwarna ukuran 4 x 6 cm dan identitas diri Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota (Untuk keperluan pembuatan informasi Standing Banner Peserta);
g. Mengirimkan 2 (dua) naskah buku cerita yang ditampilkan di Lomba Tingkat Nasional masing-masing 5 (lima) eksemplar. Naskah ini wajib dikirimkan lebih awal dan dapat diterima Panitia Nasional paling lambat minggu pertama/ awal bulan Tahun yang berjalan.
h. Untuk kelengkapan dalam penjurian, diharapkan semua berkas Biodata Peserta, Pasfoto Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota, dan persyaratan lain yang telah ditentukan dikirimkan selambat-lambatnya pertengahan bulan tahun yang berjalan. CAP POS kepada panitia Tingkat Nasional dengan Alamat:
Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca c.q. Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Minat Baca Gedung E Lt. 2 Jl. Salemba Raya No. 28A Jakarta Pusat 10002.
Contact Person:
Panitia Nasional Bertanggung jawab atas penyediaan akomodasi dan konsumsi untuk satu orang peserta dan satu orang pendamping dari masing-masing provinsi selama acara berlangsung. Biaya transfortasi dari daerah ke Jakarta untuk pendamping menjadi tanggung jawab panitia Daerah masing-masing.
b.5.2. Penghargaan Pemenang
Penghargaan pemenang Tingkat Daerah ditanggung oleh daerah masing-masing.
C. Pemilihan di Tingkat Nasional
c.1. Persyaratan Peserta
Siswa/i Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah merupakan Juara Pertama di Tingkat Provinsi pada tahun berjalan dan dikirim oleh Pemerintah Daerah Provinsi sebagai peserta lomba bercerita tingkat Nasional.
c.2. Materi Lomba
a. Materi lomba di Tingkat Nasional merupakan judul buku cerita yang dikirimkan ke Panitia Pusat oleh Panitia Tingkat Provinsi dan telah ditampilkan di Tingkat Provinsi;
b. Bagi daerah yang tidak memiliki cerita daerah dapat memakai cerita/legenda di daerah masing-masing berdasarkan masukan dari para tetua daerah tersebut.
c. Materi lomba adalah cerita rakyat (bermuatan lokal) yang mengandung nilai perjuangan, kepahlawanan atau legenda (tidak boleh berupa cerita tokoh binatang/ fable) yang membangun pendidikan karakter bangsa seperti: sikap nasionalisme, sikap jujur, sikap religius, sikap peduli lingkungan, sikap tanggungjawab, sikap disiplin, sikap kerja keras, sikap kreatif, sikap mandiri, sikap demokratis, sikap cinta damai, sikap bersahabat, sikap toleransi dan sikap senang belajar.
Kriteria lain yang dipersyaratkan dalam penyampaian cerita terhadap isi buku cerita yang dipilih adalah telah diedit dan diminimalisir dari aspek:
1. Kekerasan;
2. Pembunuhan;
3. Perebutan kekuasaan;
4. Percintaan, Romantisme, Dan/Atau Perselingkuhan.
Namun tanpa mengurangi esensi dari isi cerita pada buku yang bersangkutan.
Buku atau materi cerita wajib disiapkan, dipahami serta diceritakan secara baik, lancar, menarik, dan jelas untuk setiap peserta lomba sebanyak 2 (dua).
Adapun rincian pemanfaatannya adalah 1 (satu) judul buku untuk disampaikan pada babak penyisihan lomba dan 1 (satu) judul lagi untuk disampaikan pada babak final lomba bila peserta masuk 12 besar (di tingkat nasional). Ketentuan lain yang harus dilakukan adalah;
1. Buku cerita tersebut disampaikan atau ditujukan ke panitia dalam bentuk foto copy berwarna secara keseluruhan sebagai bukti;
2. Buku/materi terpilih diceritakan kembali di tingkat nasional agar dibuatkan synopsis atau ringkasannya sebanyak 1-2 halaman (font Arial atau Times New Romans 11 dengan spasi 1,5);
3. Bila penyampaian cerita dibutuhkan alat peraga (assecories) peserta mempersiapkan alat peraga secara mandiri;
a.3 Komponen Penilaian
a.3.1 Pengusasaan materi
Peserta harus menguasaai isi cerita dan menghayati cerita yang dibawakan, disamping itu peserta harus melakukan improvisasi maupun menyesuaikan fantasi dan imajinasi terintegrasi dengan materi cerita yang dibawakan;
a.3.2. Cara Bercerita / Teknik Bercerita
Para peserta hendaknya memulai penampilannya dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Volume suara, artikulasi, diksi, tempo dan kecepatan serta proyeksi dan penguasaan panggung;
a.3.3. Kemampuan (Skill) Teknik Bercerita
Peserta h arus dapat mendayagunakan seluruh kemampuan (potensi) dengan memadukan ketiga unsur penilaian diatas secara kreatif dan inovatif. Ditambah dengan kemampuan menjawab pertanyaan Dewan juri yang bersumber dari judul buku yang pernah dibaca dicantumkan di biodata peserta.
a.3.4 Penampilan peserta dalam bercerita
Lebih ditekankan kepada penampilan peserta saat bercerita di panggung. Apakah yang bersangkutan tampil dengan santai/wajar, penuh percaya diri, meyakinkan dan mantap;
* Keterangan
Alat peraga maupun properti yang digunakan dalam bercerita tidak dinilai secara terpisah, namun penilaiannya dimasukan pada penilaian "penguasaan materi" bercerita.
a.4. Teknik Pementasan Peserta dalam Penilaian
a.4.1 Teknik Pengundian Nomor Peserta
Pelaksanaan undian nomor urut pentas peserta lomba dilakukan pada saat "Technical Meeting" yang dilaksanakan oleh panitia dalam rangka memberikan penjelasan dan informasi penyelenggaraan lomba;
a.4.2. Teknik Penampilan Peserta
1. Peserta akan dipanggil berdasarkan urutan nomor undian;
2. Nomor undian peserta agar dipasang didada sebelah kiri dengan baik;
3. Sebelum bercerita, peserta diwajibkan memberi hormat kepada hadirin dan menyebutkan judul buku;
4. Waktu bercerita (durasi) di atas pentas yang dialokasikan untuk setiap peserta maksimal 20 menit sudah termasuk waktu tanya jawab mengenai pengalaman membaca);
5. Untuk kode isyarat penggunaan waktu yang dialokasikan diatur dengan ketentuan sebagai berikut;
a. Lampu hijau menyala sebagai tanda dimulai bercerita;
b. Lampu kuning menyala sebagai tanda waktu telah berjalan salama 10 menit;
c. Lampu merah menyala sebagai tanda waktu selesai penyampaian cerita selama 15 menit;
d. Lima menit berikutnya di isi dengan sesi tanya jawab mengenai pengalaman diri peserta tentang membaca oleh Dewan Juri.
c.5. Waktu Pelaksanaan (Tentative)






0 comments:
Post a Comment