Tahukah sahabat visiuniversal-blog apa yang dimaksud dengan idiom? Idiom adalah ungkapan dalam bahasa Inggris yang terdiri dari rangkaian kata. Namun, makna dari tiap idiom tersebut tak sama dengan makna harafiah dari masing-masing kata penyusunnya. Nah, ada beberapa idiom yang membahas tentang waktu dalam bahasa Inggris. Apa saja? Berikut contoh-contoh idiom tentang waktu beserta maknanya. menurut definisi, secara harfiah Idiom adalah ungkapan atau frasa yang terdiri dari beberapa kata yang memiliki makna kiasan atau khas, dan tidak bisa diartikan secara harfiah. Idiom merupakan jenis kiasan yang umum dan sering muncul dalam bahasa Inggris sehari-hari.
7 IDIOM TENTANG WAKTU YANG WAJIB DIKETAHUI untuk Belajar Bahasa Inggris
Visiuniversal---Kumpulan cerita rakyat Nusantara, cerita tradisi Indonesia yang paling populer dan sering dibacakan dan diperdengarkan.
Berikut Judul cerita Rakyat nusantara Indonesia yang paling sering kita baca, cerita rakyat Nusantara yang paling populer:
- Puteri Niwerigading
- Asal Mula Danau Toba
- Si Malin Kundang
- Si Lancang
- Puteri Tujuh
- Si Pahit Lidah
- Si Kelingking
- Asal Mula Negeri Lumpur
- Cerita Gunung Merapi
- Penyumpit dan Putri Malam
- Buaya Perompak
- Si Pitung
- Asal Mula Batu Kuwung
- Sangkuriang Sakti
- Timun Emas
- Keong Emas
- Batu Menangis
- Legenda Danau Lipan
- Raja yang Baik Hati
- Asal Mula Danau Batur
- Batu Golog
- Suri Ikun dan Dua Burung
- Putri Tadampalik
- Sawerigading
- Asal Mula Ikan Duyung
- Sigar Laki dan Limbat
- Kisah Kera dan Ayam
- Lahilote
- Si Rusa dan Kulomanang
- Asal Mula Telaga Biru
- Cendrawasih
- Buaya Ajaib
- Kutukan Raja Mintin
- Nyi Roro Kidul
- Roro Jonggrang
- Kancil Mencuri Timun.
- Bawang Merah dan Bawang Putih. Cerita rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih berasal dari Riau. ...
- 2. Lutung Kasarung. Cerita rakyat Lutung Kasarung menceritakan seorang putri cantik bernama Purbasari yang diusir dari istana. ...
- 3. Jaka Tarub. ...
- Sangkuriang. ...
- 6. Malin Kundang. ...
- 7. Timun Emas.
KUMPULAN JUDUL DONGENG DAN CERITA RAKYAT NUSANTARA PALING POPULER
Visiuniversal---Analisis Sajak Taufik Ismail. Sajak perjuangan karya Taufik Ismail yang berjudul Depan Sekretiariat negara.
Depan Sekretariat Negara
Setelah korban diusung
Tergesa-gesa
Keluar jalanan
Kami semua menyanyi
'Gugur Bunga'
Perlahan-lahan
Prajurit ini
Membuka baretnya
Airmata tak tertahan
Di puncak Gayatri
Menunduklah bendera
Di belakangnya segumpal awan.
Analisis Sajak Depan Sekretariat Negara Taufik Ismail
Visiuniversal----Pendidikan Anak, khususnya pendidikan Anak Usia Dini / balita tidak terlepas dari perkembangan kemampuan bahasa dan bicaranya.
Ada beberapa tingkatan Perkembangan bahasa anak-anak, yang perlu diperhatikan ditandai dengan ciri-ciri yaitu :
Prestadium. Pada tahun pertama: meraba, kemudian menirukan bunyi-bunyi.
Masa pertama. ± 12-18 bulan: stadium kalimat satu kata
Masa kedua. ± 18-24 bulan: mengalami stadium nama.
Masa ketiga. ± 24-30 bulan: mengalami stadium-flexi, menafsirkan, mengakrapkan kata-kata
Masa keempat. Mulai usia 30 bulan ke atas: Stadium anak kalimat dan rangkaian kata rumit.
Berikut beberapa Tips Untuk Orang Tua untuk membantu perkembangan berbahasa anak, baik untuk memasuki perkembangan bahasa lisan maupun bahasa tulisnya yaitu :
Metode " Lihat, Dengar " Bagi Orang Tua
Pilih sebuah buku yang amat menarik.
Pastikan bahwa cetakan besar. Semakin muda anak semakin besar huruf yang digunakan.
Pilihlah buku dengan banyak gambar dan sedikit kata di setiap halaman.
Bacakan buku itu untuknya. Jangan menyuruhnya membaca keras-keras.
Gunakan jari atau petunjuk lain dalam pembacaan Anda.
Bacalah dalam frase, dengan tekanan pada arti.
Sesuaikan kecepatan membaca Anda dengan kemampuan anak Anda mengikuti teks.
Ciptakan suasana gembira dan relaks bagi Anda maupun anak Anda.
Langkah-langkah melatih anak membaca :
Tunjukkan buku berwarna cerah kepada anak Anda sejak pertama kali Anda membawa dia ke rumah (sedini mungkin). Dan bacakanlah cerita setiap hari.
Hubungkan membaca dengan semua indera, misalkan membaca kata apel dengan disertai gambar apel.
Namai benda yang bisa dilihat.
Beri nama hal yang bisa dilakukan.
Bermain permainan fonetik (kata yang sederhana) , misalkan got, pot,.
Bermain dengan kata kunci, misalkan kata kuncinya bunga ; mawar, melati, anggrek.
24 Langkah awal untuk mahir menulis :
Bermain dengan bola besar pada masa merangkak.
Susun cangkir plastik untuk anak berusia 9 hingga 18 bulan.
Gunakan papan berpasak untuk anak berusia 12 hingga 18 bulan.
Puzzel sederhana dengan tombol besar untuk anak berusia 18 hingga 24 bulan.
Menalikan manik-manik besar untuk anak berusia 18 hingga 24 bulan.
Puzzel tangan yang lebih rumit sejak usia 2 tahun.
Menuangkan beras dari wadah ke wadah, lalu menuang air.
Penulisan masa awal.
Sering-sering bermain air.
Melukis dengan tangan, spons dan jari.
Berganti ke bola kecil.
Papan tulis kecil.
Makeroni tali antara usia 2 dan 3 tahun.
Serbet kertas berlipat dari usia 18 bulan.
Menyusun puzzel besar pada ulang tahun ketiga.
Menggambar di kertas besar mulai usia 3 tahun.
Lalu gunakan kertas yang lebih kecil.
Melatih Kepekaan jari dengan mengenali huruf-huruf timbul.
Menyemir sepatu pada usia antara 3–5 tahun.
Menyalin nama sendiri menjelang ulang tahun keempat.
Anda menuliskan kisah pertamanya, dan anak menulis dengan menjiplak tulisan anda.
Bantu dia menulis daftar belanja.
Bermainlah permainan menulis di komputer pribadi.
Dia " keranjingan " menulis sebelum umur 5 tahun.
TIPS MEMBANTU PERKEMBANGAN BAHASA ANAK - KEMAMPUAN BAHASA DAN BICARA ANAK
Visiuniversal ----- Cara membacakan puisi perjuangan yang berjudul Kerawang Bekasi Karya Chairil Anwal. Pada dasarnya membacakan puisi perjuangan memang berberbeda dengan membacakan puisi jenis lainnya semisal jika kita membacakan puisi cinta romantis yang cenderung lembut dan mendayu-dayu penuh romantisme, untuk membacakan puisi perjuangan harus dilakukan dengan penuh semangat dan tekanan yang kuat pada bagian kata atau bait-bait tertentu dalam puisi tersebut. Seperti contoh puisi dan cara membacakan puisi perjuangan berikut ini :
Puisi Karya Chairil Anwar : KARAWANG - BEKASI
KARAWANG-BEKASI
Chairil Anwar
Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi.
Demikian cara membacakan puisi perjuangan, Kerawang Bekasi karya Chairil Anwar ini, yang dapat admint visiuniversal bagikan semoga bermanfaat.
Akhmad Solihin November 21, 2022 CB Blogger Indonesia
CARA MEMBACAKAN PUISI PERJUANGAN KERAWAN BEKASI KARYA CHAIRIL ANWAR
Visiuniversal----Puitisasi Al Qur'an adalah kalimat-kalimat terjemahan Al Qur'an yang di gubah menjadi kata-kata puisi atau prosa yang dapat dibaca selayaknya puisi.
Jika ingin membuat karya puitisasi Al Qur'an, atau puisi dari ayat Al Qur'an bahwa terjemahan Al Qur'an adalah arti dari adaftasi sang penyairnya, perlu pengetahuan dan pemahaman khusus bagaimana menafsirkan Al Qur'an dan menjadikannya sebuah karya sastra puisi Islami.
Puitisasi Al Qur'an dan Surah-surah Al qur'an dari beberapa ayat Al qur'an dalam kumpulan puitisasi Al Qur'an atau puisi Islami karya Penyair Bachtar Suryani yang di rangkum dari minpembantanan.blogspot.com.
Tadarus Puisi Islami, puitisasi Al Qur'an, baca puisi Islami di Bulan suci Ramadhan, puisi-puisi islami dan puitisasi Al Qur'an sebagai pemahaman terhadap nilai-nilai qur'ani. Puitisasi Al Qur'an adalah kalimat-kalimat terjemahan Al Qur'an yang di gubah dan diadaftasi dalam bentuk terjemahan menjadi kata-kata puisi atau prosa yang dapat dibaca selayaknya puisi.
Jika ingin membuat karya puitisasi Al Qur'an, atau puisi dari ayat Al Qur'an bahwa terjemahan Al Qur'an adalah arti dari adaftasi sang penyairnya, perlu pengetahuan dan pemahaman khusus bagaimana menafsirkan Al Qur'an dan menjadikannya sebuah karya sastra puisi Islami. Berikut dibacakan Puitisasi Al Qur'an dan Surah-surah Al qur'an dari beberapa ayat Al qur'an dalam kumpulan puitisasi Al Qur'an atau puisi Islami karya Penyair-penyair Islam.
Puitisasi Al Qur'an adalah kalimat-kalimat terjemahan Al Qur'an yang di gubah menjadi kata-kata puisi atau prosa yang dapat dibaca selayaknya puisi.
Jika ingin membuat karya puitisasi Al Qur'an, atau puisi dari ayat Al Qur'an bahwa terjemahan Al Qur'an adalah arti dari adaftasi sang penyairnya, perlu pengetahuan dan pemahaman khusus bagaimana menafsirkan Al Qur'an dan menjadikannya sebuah karya sastra puisi Islami.
Puitisasi Al Qur'an dan Surah-surah Al qur'an dari beberapa ayat Al qur'an dalam kumpulan puitisasi Al Qur'an atau puisi Islami karya Penyair Bachtar Suryani. yang di rangkum dari minpembantanan.blogspot.com.
Puisi yang dibacakan dalam tadarus Puisi Bulan suci Ramadhan dalam Channel Penyair Terselubung kali ini adalah puisi-puisi Islami atau Puitisasi Al Qur'an Karya-Karya Penyair Bachtar Suryani Sebagai bentuk adaftasi dan nukilan beberapa Ayat dalam Al Qur'an yang menjadi karya penyair dan interpretasi cara pembaca puisi dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.
Tags:
Sastra, susastra, sastra Islam, Puisi, puisi Islami, puitisasi Al Qur'an, terjemahan Al qur'an, puisi nukilan Surah, Nukilan Al Qur'an, Tadarus puisi, Baca puisi Ramadhan
#PuisiRamadhan2022
#TadarusPuisi
#PuitisasiAlQur'an
#Musikalisasipuisi
#PuisiadaftasiAlquran
#IdulFitri2022
1. Puitisasi Al Qur'an, Surah An Nahl ayat : 49 : Pada Mu segalanya
2. Puitisasi Al Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat : 186
- Bicaralah Siapa yang Rindu
- Puisi Kamar Terakhir
- Puisi Dalam Perburuan
3. Puitisasi Al Qur'an, Surah Al-Aadiat
- Kuda-kuda perang
- Rasul Penghabisan
4. Puitisasi Al Qur'an, Surah Al-Qaari'ah : Prahara
5. Puitisasi Al Qur'an, Surah An Nur ayat : 35 : Cahaya Atas Cahaya
6. Puitisasi Al Qur'an, Surah At-Tharik: Bola-bola Cahaya.
I
PADAMU SEGALANYA
(Adaftasi/Nukilan Surah An-Nahl ayat : 49)
Karya: Bachtar Suryani
Tuhan, dengan segenap keyakinan dan hati yang ikhlas
Kuucapkan syahadah
Tiada arah patut bersujud, tiada tempat apa
penghuni langit, penghuni daratan, penghuni laut dan sebagainya.
Alangkah banyak kuasa semu
alangkah banyak pemandangan dan rona
dari waktu-kewaktu
yang melata dan memasuki dunia angan
semuanya takkan sebesar debu kuasa-Mu
segalanya ada karena-Mu
segalanya lenyap pulang ke asal-Mu
segalanya layak hanya sujud pada-Mu
Apapun makhuk-makhluk mulia yang Kau cipta
dari serat-serat gugus cahaya
yang mampu segalanya
betapapun, tak pernah merasa tinggi
apalagi mendabik diri.
(Nukilan Surah An-Nahl : 49)
* * *
II
BICARALAH SIAPA YANG RINDU
Karya: Bachtar Suryani
Melintas belantara ini segenap malam
kau bertanya di mana Tuhan
katakan dekat
dekat sekali
dari kuku dan daging di ujung jari
Tuhan pasti menemui siapa
yang mencari
dan Tuhan akan memburu
siapa yang rindu
Bila ingin bicara pada-Nya
bicaralah, sebab seharusnya kita mesti bicara tapi
ketika
lembut dalam sujud, mengadu
karena garis nasib yang tergilas di padang perburuan
terperangkap musim yang gerang
dalam cadar kehidupan yang makin kumuh dan buram
bicara
dalam basah air mata
untuk secangkir air tawar dan obat duka, luka
karena penyakit rahasia yang menoreh parah
dan tikaman beribu panah kendala
Bila ingin bicara, bicaralah
dalam tafakkur
bisikkan hingga ke dasar hati
lewat sebuah ayat lewat lembaran kitab samawi
sebuah kaca paling tinggi.
(Nukilan Suarah Al-Baqarah ayat : 186).
KAMAR TERAKHIR
Karya: Bachtar Suryani
Sepi sekelilingku, sepi kamar ini
sementara yang terdengar hanya detak usia
yang makin renta
melangkah tak henti-henti
mendekati pengembaraan akhir
sepi ruangan ini
yang ada cuma cerita hati
sementara aku kian jauh terasing
terdengar lirih tawa mengejek alpaku
terasa pedih ujung selagi menusuk-nusuk
pada sisa usia
yang makin renta
Di sini aku bagai sosok asing
menatap dinding dunia yang kian buram
menggemgam kebahagiaan yang selalu semu
sementara diri berkeping-keping
hancur, ditikam beribu kendala musim
Tuhan
hamba tunggu semua ini berujung
dan kamar penghabisan ini akan kutinggalkan
mengahadapmu
Tuhan
lidah hati dan mataku
menunggu di depan gerbangmu.
* * *
DALAM PERBURUAN
Karya: Bachtar Suryani
Seperti matahari yang menggelinding ke barat
cepat dan pasti
lalu tiba-tiba membentur dinding langit
adalah manusia
yang meniti ke ujung perjalanan tak bertanda
seperti matahari yang tiba-tiba menukik ke
perut laut
ke dalam dan sepi dalam dingin
tak bersuara apa-apa
lalu merangkak lagi dalam nyala yang pijar
esok pagi
adalah nasib
yang meniti ruas musim silih berganti
pada usia dan guratan nasib
kitapun merangkap
menyusuri langkah waktu
dan
pada lembar usia dan rahasia di balik nasib
kitapun berlari dalam perburuan yang garang
melawan tikaman beribu mata panah kendala
yang pasti tiba.
III
KUDA-KUDA PERANG
Karya: Bachtar Suryani
Demi kuda-kuda perang berkaki tembaga
yang berpacu berkejaran dengan gerang
menerbangkan batu-batu pijar dari kuku yang membakar
dalam kabut subuh tiba-tiba menyerbu
mengacauhamburkan kelompok musuh
sungguh manusia
darahnya dihitami bintik dosa
enggan merendah diri dan balas budi
pada Tuhannya
biarpun sesungguhnya ia mengerti
sungguh manusia
darahnya meleleh demi cinta pada harta
ia rakus lantaran tipu daya
sungguh manusia sering alpa
tentang kematian tentang kebangkitan
dari kubur yang menghimpit
dan disingkapkan dinding rahasia/
tentang suatu hari
akan terlihat segala yang diperbuat.
( Nukilan Surah Al-Aadiat )
RASUL PENGHABISAN
Karya: Bachtar Suryani
Malam itu
telah terbit bulan penuh di celah bukit wida
di balik hijau lambaian pelepah kurma
di dataran gersang pasir-pasir sahara
malam itu
telah datang rasul pilihan
untuk ummat sepanjang zaman
dialah Muhammad, rasul penghabisan
malam itu
puncak keajaiban yang mempesona
api abadi majusi tiba-tiba padam bagai tersiram
dan berhala keliling punggung ka’bah
tiba-tiba saja berjatuhan, tiba-tiba rebah
dan burung-burung bencana melemparkan hujan
batu-batu karang neraka yang pijar
ganas membakar
lalu tuhan lumatkan bala tentera dan gajah-gajah itu
bagai daun-daun muda yang dikunyah
lebur dan musnah
malam itu
telah memancar sebersit cahaya bulan penuh
menembus dinding lembah dan tembok batu
merayapi dataran mengarungi laut biru
membawa kesejukan yang damai
hari ini
rahmat dan salam kita sampaikan
padamu Rasul pilihan
Muhammad utusan Tuhan.
IV
P R A H A R A
Karya: Bachtar Suryani
Hanya AsmaMU Ya Allah, basah lidah dalam
pasrah yang rindu
Maha, kasih, Maha Sayang
Tahukah kalian tentang prahara itu
hari penghabisan segalanya tak menentu
hari itu
manusia bagai belalang di padang buruan
dan gunung-gunung dan perut bumi berhamburan
bagai serabut kapas dalam topan
tapi
orang-orang yang berlimpah timbangannya
amal baik dan pengabdian
kekal dalam kebahagiaan
dan orang-orang yang timbangannya terendam
ditindih dosa-dosa
adalah batu bara yang menyala
lebur dalam panas tak terhingga.
( Nukilan Surah Al-Qaari’ah )
VI
CAHAYA ATAS CAHAYA
Karya: Bachtar Suryani
Allah tebarkan cahaya pada lengkung langit
jagat semesta
dan cahaya itu bagai sebuah renung
pada jendela yang tak tembus pandang
dan kerdip pelita di balik kaca
kemilau kilat butir-butir mutiara
kemilau hangat bintang doria
menyala indah minyak zaitun yang penuh berkah
nadi akarnya menjamah di bumi purba
tapi
tidak di upuk timur tempat fajar rekah menyala
tidak di kaki barat langit merah membara
dalam kelembutan minyak pelita
cemerlang penuh cahaya biarpun tidak disentuh api
dan Nur Ilahi
cahaya bersusun lapis atas cahaya
(dalam kabut dan sabuk musim yang berpacu
dalam samar rambu-rambu)
Hidayah Allah lah arah penentu
Pada busur langit
Allah tebarkan bimbingan dalam cahaya
pada siapa pun yang rindu dan mencariNya
( Nukilan Surah An-nur ayat 35 )
* * *
IV
BOLA-BOLA CAHAYA
Adaftasi surah At Tharik
Karya: Bachtar Suryani
Pada lengkung langit dan bola-bola cahaya
ada seberkas rahasia
apakah gerangan bola cahaya
bola itu bintang pijar di gelap malam
yang menghujam cahaya di ujung subuh
bayangan setiap manusia tersurat dalam genggam kuasa
dan perhitungan Tuhan
lalu tentang dirimu
dari mana ujud asalnya dirimu
dari cairan pekat yang bertumpah
di sela himpitan punggung ayah
dan tulang rangka dada bunda
saat itu dalam kepastian Tuhan bangunkan
semua insan dan dinding-dinding rahasia di
singkapkan
saat itu
terkapar manusia tanpa daya
tak seorangpun mengulur sayang buatnya
demi langit yang menerbangkan biji-bijian
hujan
menyuburhijaukan ladang dan dedaunan
sungguh ayat ini kadar pembela
bukan mainan bukan tipu daya
dan orang-orang kafir itu telah membuat
rencana perhitungan
tapi Aku pun balik dengan perlawanan
saat itu
berilah mereka tenggang waktu
dalam diam dan nasib tak menentu.
* * *
DALAM PERJALANAN
Karya: Bachtar Suryani
Perjalanan ini dalam musim yang berpacu
antara debu dan keringat
sebuah roda menggelinding
sebuah lagi
lepas dari poros dan jalur lurus
membentur dinding kehidupan
beban yang menindih
nasib yang lirih
padan sebuah tikungan
rambupun patah
lembar-lembar kalender yang sobek dan jatuh
dan setangkai bunga tiba-tiba layu
dalam berpacu
mengapa kita tidak menghitungnya
dalam perjalanan ini
daun-daun yang sobek
beterbangan
dan jatuh
adalah usia kita
yang hilang tanpa terasa.
PERJALANAN PANJANG
Karya: Bachtar Suryani
Hidup adalah tombak dan tetes air
perlahan dan mengalir
menguap dijamah waktu
lalu berangkat dalam perjalanan panjang
suatu saat sampai juga pada terminal akhir
di pintu kebesaran Ilahi
tertumpuk segala untuk dihitung
lalu satu-satu tersingkap dinding rahasia
satu-satu bicara dan memilih jalan sendiri
seperti apa yang dititinya dalam perjalanan
semula
dalam hidupnya
perjalanan akhirnya tiba juga di muara
dan arus itu bercabang dua :
Sorga atau Neraka
Dalam perjalanan hari ini
Kita meniti di tengah
meramu beban, membungkus untuk perjalanan
meniti ujung yang pasti tiba./
TIBA-TIBA BUMI MENELAN KITA
Karya: Bachtar Suryani
Lembar-lembar daun yang sobek dan jatuh di tanah
pada mulanya hijau kuning kemudian kering
sepanjang musim
mengapa kita tidak menghitungnya
seperti seikat mata uang atau butir-butir mainan
yang bersua di jalanan
daun-daun yang sobek
yang jatuh bersama angin
berserak sepanjang musim
adalah lembar usia kita
tidak terasa langkah kita satu-satu menapaki lorong ini
pada siang pada malam
pada duka pada sepi
pada canda pada cahaya
pada panas pada mimpi
pada ingat pada lupa
pada apa
pada segalanya
lalu tiba-tiba saja bumi menelan kita
melepaskan genggam kita
lembar-lembar daun yang terlepas dan jatuh/
mengapa kita tidak menghitungnya
lalu membungkus bekal untuk perjalanan
jauh sekali
tidak tahu
tiba-tiba saja bumi menelan kita
sementara kita belum punya apa-apa.
* * *
Akhmad Solihin April 25, 2022 CB Blogger Indonesia
BACA PUISI PUITISASI AL QUR'AN KARYA-KARYA BACHTAR SURYANI
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon yang berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar
Pohon bunga itu
* * *
VIDEO YOUTUBE PUISI HUJAN DI BULAN JUNI
Hujan dan Namamu
Karya: E. Natasha
Senandung lagu mendekap lirih romansa jiwa
Benak menyapa raut wajah yang nyaris tenggelam
Dalam lautan mimpi sang penghirup malam
Melawan hujan, mereguk jejak tanpa nama dunia
Dia yang mencoba membaca arah
Dalam gelap, memanggil cahaya yang tersembunyi di balik aksara
Berdiri sendiri mencoba mengenal suara kerinduan
Adakah dia disana masih terpaku menatap kenangan
Kemana kau akan berlari
Melepas pagi dan mencoba memutar mentari
Apakah kau masih terlelap dan terus bermimpi
Memuja cinta tanpa rasa haus duniawi
Kenangan hujan memanggilmu dan tetap memanggil namamu
Meski luka mencoba menjauhkan dirimu dari putaran waktu masa lalu
Bulan di sana masih merindukanmu
Untuk kembali padanya, tanpa menghapus tangisan hujan di wajahmu
* * *
VIDEO YOUTUBE PUISI HUJAN DAN NAMAMU
Setetes Kenangan dalam Hujan
Karya: Tarisya Widya Safitria
Dulu
Saat semburat merah jingga nan elok
Saat gumpalan kapas gelap bersanding bersama cakrawala
Tetes kehidupan jatuh serentak
Memborbardir ribuan kilometer lahan
Impresi menguap di atas tanah
Larut bersama wewangian hujan
Di bawah rintik-rintik nikmat Tuhan
Tersemat manis indahnya janji masa depan
Penuh kebahagiaan semu berselimut basah
Kini,
Beradu dengan nestapa
Menatap seruan hina yang menyayat jiwa
Menusuk hingga rindu menyeruak keluar
Dengan satu tarikan nafas gusar
* * *
Kenangan di Basah Hujan
Karya: Rayhandi
Di basah itu memori tersangkut
Menyanyut ingat membara baying
Terlihat warna di pucuk mata
Kurasa memori menari bernyanyi berputar
Masih teringat olehku
Kenyataan yang menggenggam
Hangat menguat melawan dingin
Terbawa sampai ke ulu hati
Aku tak ingin melupa
Rasa di bidang merah masih menyenja
Di baying barat rasa itu kugantung
Bersama hujan ia melebur
Hujannya deras terasa
Merangkak mencari celah
Batu keras memukulku
Terngiang ingin mengapak
Aku belum larut menjadi abu
Aku masih menjadi ingatan yang takkan raib
Menjadi sepertiga kenangan yang hidup di hujan malam
Aku masih menjadi cerita untuk hari ini dan selamanya
* * *
Musim Hujan
Karya: Rayhandi
Disini kasih
Berbalut selimut menghangat raga
Dingin terasa hingga sampai ke tangan
Merambah mencari celah
Hujan kali ini begitu berbeda
Berbeda karena di ujung malam
Sepi mencekam bosan
Bermain kantuk membutakan mata
Aku masih disini
Masih menjadi beku yang tak hangat
Terasa sesak tatkala tertatap
Mungkin dingin menjadi penawar
Atap dan daun rimbun jadi saksi
Bahwa bening mencumbu hijau
Terlarut basah meninggal subur
Penawar di musim kemarau
* * *
Hujan dan Kebersamaan
Karya: Dedik B
Hujan ini mengingatkanku pada angan
Pada kebersamaan pernah kita jalankan
Setiap orang menarikan imajinasi yang disampaikan
Melalui kertas putih tak diharapkan
Langit terasa gelap mencekam
Air berjatuhan tanpa memberi kesempatan
Hawa dingin menusuk pori-pori badan
Semangat tetap tak terbantahkan
Ada yang tidur dengan kesakitan
Ada yang merenung dengan kesendirian
Ada yang ragu dalam penyampaian
Ada pula cinta dalam kebersamaan
Kasih ku tatap mata tajam
Ada kerinduan terlalu dalam
Seperti tanah gersang merindukan hujan
Kasih bila hujan telah tiada
Adakah kebersamaan kita tetap terjaga?
Setiap peristiwa melahirkan suka dan duka
Dan menjadi penyebab guncangan jiwa.
* * *
Demikian contoh puisi yang diciptakan penyair dan senimannya karena terinspirasi dari hujan, semoga contoh puisi ini dapat memberikan inspirasi juga untuk membuat puisi yang bertemakan hujan, baik untuk tugas-tugas sekolah atau kuliah maupun untuk karya sendiri yang dapat kita publikasikan menjadi karya seni sastra puisi yang dapat memperindah dunia. Terimakasih sudah berkujung kembali di blog visiuniversal ini, semoga sehat dan sukses selalu.
Source:
Mata Sastra
Akhmad Solihin October 23, 2021 CB Blogger Indonesia
CONTOH PUISI TENTANG HUJAN SEBAGAI BAHAN BELAJAR BAHASA DAN SASTRA
Buku cerita anak yang berjudul: Cerita Kaki Itik, Di tulis dan dan Ilustrator oleh Supriyatin. Diterbitkan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Pusat pembinaan Bahasa dan Sastra Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sekapur Sirih
Untuk anak-anak yang berbahagia semuanya, apa kabar?
Tokoh dalam buku ini adalah seekor itik. Bentuk kaki Itik yang pendek, kasar, dan berselaput. Sering dijadikan bahan ejekan oleh teman-temannya.
Kamu tentu tahu bagaimana sakitnya diejek. Hampir semua anak pernah diejek. Kamu akan merasa sedih jika kamu diejek mengenai sesuatu yang tidak dapat kamu ubah, seperti yang dialami Itik.
Lalu kejadian apa yang membuat itik tidak perduli lagi dengan ejekan teman-temannya?
Bacalah!
Jika kamu mengalami perasaan seperti yang dirasakan Itik. Bicarakan dengan orang tuamu atau gurumu. Dengan demikian, kamu dapat menemukan cara menyelesaikan perasaan sakit hatimu.
Di Ceritakan suatu hari, di sebuah hutan tropis Kalimantan, Saat musim hujan telah berlalu. Udaya yang panas menerpa dan daun-daun pun mulai mengering.
--- Gambar --- halaman 1
Si itik merasa kepanasan, karena udara panas dari musim kemarau dengan matahari yang terik membuat binatang-binatang dihutan juga turut merasakannya.
--- Gambar --- halaman 2
Si itik berpikir disaat cuaca yang panas dan sangat tidak menyenangkan seperti ini, tentu saja berenang dikolam renang sangat mengasyikan kata si Itik.
--- Gambar --- halaman 3
Itik memutuskan untuk berjalan-jalan Pergi ke kolam yang terletak di pinggir hutan.
--- Gambar --- halaman 4






























