Home » Posts filed under Life Skill
Visiuniversal----Lampu tidur, kita tentunya sudah mengenal penerangan lampu ini yang kita gunakan ketika tidur, lampu ini ternyata dapat kita buat dengan memanfaatkan bahan bekas yaitu dari paralon (PVC) bekas yang sudah tidak terpakai lagi yang banyak kita temukan disekitar sebagai sisa potongan pembuatan saluran air atau talang pada bangunan-bangunan dan rumah-rumah yang besar. Sisa-sisa potongan paralon bekas ini sayang jika tidak digunakan, tentunya akan mengurangi sampah plastik juga menjaga lingkungan dari benda-benda yang tidak mudah terurai seperti pipa paralon ini.
Pembuatan lampu tidur dari bahan bekas ini, sangat menarik dan cukup menjanjikan sebagai peluang usaha atau life skill, untuk meningkatkan nilai ekonomis pendapatan rumah tangga. Kegiatan usaha ini juga dapat dikembangkan menjadi usaha produksi dalam sekala besar, dengan menyediakan bahan baku berupa paralon (PVC) yang baru. Produksi dalam sekala besar nantinya dalam rangka memenuhi permintaan konsumen yang telah banyak karena tertarik dengan lampu tidur dari paralon bekas ini. Berikut cara dan langkah-langkah pembuatan lamput tidur dari paralon bekas, serta strategi produksi dan pemasaran Lampu tidur paralon (PVC) bekas yang dapat dilakukan jika ingin menjadi usaha produktif dalam sekala yang lebih besar dan luas.
Berikut cara membuat lampu tidur dari paralon (PVC) bekas, yang dijelaskan langkah demi langkah untuk mendapatkan hasil lampu tidur yang baik dari paralon (PVC) bekas.
Bahan yang harus di sediakan :
1. Paralon (PVC) ukuran 3 in/bisa di sesuaikan
2. Dudukan lampu
3. Kabel
4. Swith (stop kontak)
5. Steker (colokan listrik)
6. Clear (pernis bening)
7. Karet.
Alat-alat yang harus di sediakan :
1. Bor ukir (Tuner)
2. Pensil
3. Gambar
4. Carbon
5. Pisau kater
6. Amplas.
Langkah-langkah membuat lampu tidur dari paralon (PVC) bekas :
1. Persiapan Bahan
Siapkan paralon dengan ukuran sesuai dengan pola gambar yang akan digambar pada permukaan paralon, biasanya 35-40 cm, dengan ukuran bisa disesuaikan tapi biasanya saya menggunakan ukuran 3 inc.
2. Penggambaran
Dalam penggambaran, letakan carbon pada permukaan paralon, setelah itu letakan gambar di atas carbon ikatlah dengan karet agar gambar tidak bergeser, lalu mulai menggambar dengan mengikuti gambar menggunakan pensil. Pastikan Jelmaan gambar terlihat jelas pada permukaan paralon.
3. Pengukiran
Setelah selesai menggambar pengukiran bisa dimulai, ukiran bagian gambar yang mudah terlebih dahulu dengan hati-hati, sesuaikanlah mata bor agar ukiran tidak melebihi garis pada gambar.
4. Pengamplasan
Lakukan pengamplasan pada bagian-bagian yang terlihat kasar sampai permukaan halus. Jangan gunakan amplas yang kasar.
5. Pemasangan Dudukan dan Lampu
Letakan paralon di atas dudukan, setelah itu beri tanda pada paralon dan dudukan memanjang kurang lebih 2 cm di kanan dan kiri paralon. Setelah selesai lubangi dudukan sebesar paralon, sementara itu bagian bawah paralon di beri cantolan mengikuti lubang pada dudukan. Lubangi dudukan di bagian belakang untuk memasukan kabel, sebelum itu pasangkan swith (stop kontak) di bagian tengah kabel di ujung kabel di pasang steker (colokan listrik).
6. Finising
Setelah selesai tahapan di atas. Cucilah paralon menggunakan sabun dan sikat. Setelah bersih keringkanlah paralon sampai benar-benar kering. Barulah semprot paralon menggunakan clear, diamkan sampai benar-benar kering.
Setelah selesai finishing sebagai langkah akhir dari proses pembuatan lampu tidur dari paralon (PVC) bekas ini, maka akan kita dapatkan sebuah lampu tidur yang cantik berbahan dasar pipa paralon bekas.
Demikian tentang cara membuat lampu tidur dari paralon (PVC) bekas, semoga artikel ini bermanfaat, terimaksih sudah berkunjung kesini. Wassalam.
CARA MEMBUAT LAMPU TIDUR DARI PARALON (PVC) BEKAS
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
April 30, 2019
Visiuniversal---Warga belajar dan para siswa sekalian, dalam pembahasan tentang program-program pendidikan luar sekolah, kursus dan pelatihan, khususnya tentang program life skill, kali ini kita akan melihat tentang bagaimana sebuah motivasi berprestasi dan kerjasama tim dalam berwirausaha itu penting sekali. Karena seseorang yang bekerja sebagai wirausaha (entrepreneurship) memerlukan sekali konsep motivasi dalam berprestasi ini. Marilah kita simak artikel ringkas di bawah ini;
A. Pengertian Motivasi Berprestasi
Motivasi merupakan dorongan untuk berbuat sesuatu yang mengarahkan perilaku individu untuk mencapati tujuan. Sedangkan motivasi berprestasi adalah menerapkan standar kinerja dan standa kesempurnaan yang tinggi, mendorong orang lain dan diri sendiri untuk berprestasi, mencapai, bahkan melebihi sasaran yang ditetapkan. Motivasi dalam suatu perbuatan memegang peran sangat penting. Lemahnya upaya yang dikerahkan seseorang dalam mengerjakan sesuatu sangat ditentukan oleh motivasinya. Oleh karena itu, mengetahui dan membina motivasi yang benar adalah suatu keharusan bagi siapa saja yang ingin meraih keberhasilan. Demikian pula dalam berwirausaha. Dalam berwirausaha dibutuhkan semangat dan motivasi yang tinggi. Motivasi ini menjadi pendorong yang kuat bagi wirausaha untuk mencapai hasil yang baik. Motivasi berprestasi menjadi tanda bagi wirausahawan bahwa ia tidak mudah menyerah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Seseorang yang memiliki motivasi berprestasi dapat dicirikan oleh beberapa hal, sebagai berikut:
a. Segi kognisi:
1) Menyelesaikan tugas sebaik mungkin
Menyelesaikan tugas sebaik-baiknya merupakan sebuah keberhasilan. Dan keberhasilan adalah sebuah prestasi, sehingga seseorang yang memiliki motivasi berprestasi akan selalu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
2. Bekerja tidak atas dasar spekulasi
3. Berfikir dan berorientasi kedepan
Berorientasi ke depan, berarti melakukan prencanaan dan berpikir ke depan. Seseorang yang berorientasi ke depan mencari dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi jauh di masa depan.
4. Lebih mementingkan prestasi daripada upah
Seseorang yang memiliki motivasi berprestasi kadangkala mengesampingkan penghasilan atau upah. Bagi mereka, prestasi adalah sebuah keberhasilan dan kebanggaan, yang tidak dapat diukur dengan uang.
5. Realistik menilai dirinya
6. Tidak konsumtif, melainkan produktif
b. Segi konasi:
1) Semangat, kerja keras penuh vitalitas
2) tidak gampang menyerah
3) Tidak lupa diri bila mendapat pujian
4) Dengan senang hati menerima
5) Senang pada tugas-tugas yang menantang.
c. Segi Afeksi:
1) Gembira manakala memenangkan persaingan
2) Belajar dari pekerjaan sebelumnya
Pekerjaan sebelumnya dijadikan pengalaman, sehingga apapun pengalaman yang dimiliki menjadi guru yang terbaik.
3) Senang bekerja dalam suasana bersaing
Pesaing budkan dianggap sebagai penghalang, tetapi justru menjadi tantangan untuk memenangkan pertandingan.
4) menyesal dan kecewa kalau hasil kerjanya jelek
5) Memperhitungkan resiko dengan cermat
Motivasi untuk meraih prestasi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi suntuk meraih prestasi antara lain :
a. Menjadi yang terbaik
Menjadi yang terbaik yaitu menjadi seseorang yang paling baik di atara lainnya
b. hasil yang terbaik
Yaitu menginginkan hasil yang paling baik yang dapat dicapai
c. Meraih cita-cita
Cita-cita dapat dijadikan pendorong untuk berprestasi, sehingga seseroang bekerja keras dalam rangka mencapai cita-citanya.
d. Mengoptimakan potensi
seseorang yang memiliki potensi dan menyadari potensi dirinya harus dikembangkan akan menjadi pendorong untuk meraih prestasi.
e. Meraih prestise/kebanggaan
f. Optimis bahwa kita bisa
g. Puas
h. Niat yang baik
i. Membuktikan bahwa kita bisa.
Beberapa hal pentong yang harus dilakukan untuk meraih prestasi antara lain;
a. Menetapkan tujuan-tujuan yang menantang
menetapkan tujuan yang menantang akan meningkatkan semangat, dibandingkan tujuan yang biasa-biasa saja.
b. Bekerja secara kontinyu untuk mencapai sasaran
c. Mempengaruhi penetapan prioritas tim untuk menyelesaikan pekerjaan tim
Anggota tim yang terlibat harus dikondisikan untuk bekerja sesuai prioritas, sehingga prestasi dapat dicapai.
d. Mengindentifikasi tindakan-tindakan untuk meningkatkan kinerja tim.
Yaitu menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan, sehingga dapat meningkatkan kinerja tim. Kinerja yang bagus akan memudahkan tim untuk meraih prestasi.
e. Menjaga agar tim tetap fokus pada pencapaian target
f. Mendorong anggota tim menjadi yang terbaik.
Mendorong anggota tim menjadi yang terbaik, menyebabkan setiap anggota akan berusaha memberikan yang terbaik untuk mencapai sukses bersama.
B. Kerjasama Tim
Kerjasama sangat penting untuk mencapai keberhasilan. Begitu pula dengan aktivitas berwirausaha dalam bidang yang telah ditentukan. Seorang wirausahawan harus memfokuskan kekompakan aktivitas pada bisnis yang digelurinya termasuk membangun jaringan dan kerjasama dengan orang=orang di sekitarnya.
syarat/hukum kerjasama tersebut antara lain:
1) Nilai kerjasama
Seseorang tidak akan menjadi besar dan berhasil ketika orang itu bekerja sendiri. Oleh karena itu diperlukan kerjasama tim.
2) Memmperhitungkan tujuan
Memperhitungkan tujuan akhir dari kerjasama yaitu manfaat yang diperoleh dari kerjasama tim.
3) Posisi yang tepat
Setiap orang dalam tim memiliki porsi tugasnya masing-masing sesuai dengan kemampuannya, sehingga setiap orang dalam tim dapat memberikan kontribusi maksimal.
4) Semakin tinggi tantangannya, semakin tinggi kebutuhan kerjasamanya
5) Setiap orang dalam tim memiliki kedudukan yang sama, baik pimpinan maupun karyawan mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan kerjasama.
6) Kerjasama tim dikatakan berhasil ketika tim tersebut berisi orang-orang yang kuat dan memiliki komitmen, sehingga pekerjaan dapat terselesaikan meskipun bekerja di bawah tekanan.
7) Dalam bekerja sama sangat dibutuhkan visi mengenai tujuan kerjasama. Visi ini akan memberikan arah serta kepercayaan diri kepada anggota tim.
8) Setiap anggota tim harus berkerja secara fair dan menghindarkan diri dari sikap yang mementingkan diri sendiri.
9) Rekan-rekan tim harus dapat saling diandalkan dalam soal-soal penting.
10) Ada biaya yang harus dipenuhi jika kerjasama tim ingin berhasil. Selain itu ada konsekuensi yang harus dihadapi jika ingin mencapai tujuan, misalnya meninggalkan keegoisan, menangsendiri, dan lain-lain.
11) Ada nilai-nilai bersama yang harus dijunjung tinggi bersama oleh anggota tim, yang dapat membuat kerjasama tim berhasil.
12) Ada nilai-nilai bersama yang harus dijunjung bersama oleh anggota tim, yang dapat membuat kerjasama tim berhasil
13) Interaksi mendorong diambilnya tindakan. Komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan dalam setiap kerjasama . Berdasarkan komunikasi dapat diketahui masalah, dan segera dapat dicarikan solusinya.
14) Kepemimpinan yang baik akan membawa tim menuju keberhasilan
15) Keberhasilan yang dicapai tim merupakan obat dari perjuangan yang dilakukan anggota
16) Investasi dalam tim akan berkembang dengan berjalannya waktu.
C. RANGKUMAN
Motivasi merupakan dorongan untuk berbuat sesuatu yang mengarahkan perilaku individu untuk mencapai tujuan. Sedangkan motivasi berprestasi adalah menerapkan standar kinerja dan standar kesempurnaan yang tinggi, mendorong orang lain dan diri sendiri untuk berprestasi, mencapai, bahkan melebihi sasaran yang ditetapkan. Dalam berwirausaha dibutuhkan semangat atau motivasi yang tinggi. Motivasi berprestasi ini menjadi pendorong yang kuat bagi wirausaha untuk mencapai hasil yang baik. Motivasi berprestasi menjadi tanda bagi wirausahawan bahwa dia tidak mudah menyerah dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam berwirausaha dibutuhkan kerjasama agar tercapai keberhasilan. Seseorang wirausaha harus memfokuskan aktivitas pada bisnis yang digelutinya termasuk membangun jaringan dan kerjasama dengan orang-orang di sekitarnya. Seseorang wirausaha tidak akan dapat bekerja sendiri tanpa keterlibatan timnya atau pihak-pihak lainya sebagai mitra yang solid.
Demikian artikel tulisan singkat tentang motivasi berprestasi dan kerjasama tim dalam berwirausaha, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan kita tentang kewirausahaan. terimakasih. Wassalam...
MOTIVASI BERPRESTASI DAN KERJASAMA TIM DALAM BERWIRAUSAHA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
February 11, 2019
Visiuniversal---Warga belajar dan para siswa sekalian, seperti yang telah kalian ketahui bersama bahwa aneka peralatan rumah tangga yang sederhana dapat kita buat sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan disekitar kita yang mudah ditemukan. Kita dapat membuat bentuk-bentuk yang menarik dari barang-barang di rumah dengan kreativitas kita tentunya. Nah dalam seri keterampilan sederhana kali ini membuat sebuah alat sederhana tapi sangat bermanfaat yaitu salah satunya kita dapat membuat sebuah gantungan tempat jarum pentul yang cantik.
Untuk menyimpan jarum pentul supaya tidak berserakan, yang bisasanya kita kesulitan mencari-cari dimana jarum pentul dilekatan dan juga untuk keamanan di rumah terutama bagi yang mempunyai anak-anak kecil. Jarum pentul sangat tidak aman kecuali disimpan dalam kotak tertutup, dengan gantungan dapat memudahkan kita untuk mengambil, menariknya juga bisa digantung sesuai selera kita. Contoh seperti gantungan jarum pentul di bawah ini :
Bahan-bahan pembuatan gantungan tempat jarum pentul yang cantik yang diperlukan :
1. Karton lebar 10 X 10 cm.
2. Kain satin warna 2 macam yang senada
3. Renda
4. Pita
5. Jarum jahit dan benang
6. Lem lilin
7. Gabus biasa.
![]() |
| Bahan-Bahan Membuat Gantungan Jarum Pentul |
Langkah-langkah dan cara membuat gantungan jarum pentul :
- Karton digunting bentuk bulat dengan garis tengah 10 cm (seperlunya).
- Kain satin dibentuk bulat untuk membungkus karton. Jelujur pinggir kain, tarik, masukan guntingan karton, jahit di tengah.
- Ambil pita kecil dipotong +_ 8 cm lipat 2 dan tempakan bulatan karton sebagai gantungan.
- Gabus diiris bentuk setengah lingkaran dengan garis tengah 5 cm. Tutup dengan kain yang senada dengan kain penutup karton. Pada alas bulatan gabis bagian bawah pinggirnya diberi renda. Sebelumnya renda dijelujur dulu dna ditarik untuk mendapatkan rimpel.
- Gabus yang telah diberi renda, tempelkan dengan lem lilin pada bulatan karton.
- Di pangkal gantungan diberi variasi pila dan bunga kecil.
![]() |
| Langkah-langkah Membuat Gantungan Jarum Pentul |
Hasil akhir dari keterampilan membuat sebuah gantungan tempat jarum pentul yang cantik dapat dilihat seperti contoh gambar di bawah ini :
Demikian cara membuat sebuah gantungan tempat jarum pentul yang cantik, dari hasil keterampilan dan kreativitas kita sendiri. semoga bermanfaat. terimakasih.
SERI KETERAMPILAN: MEMBUAT GANTUNGAN TEMPAT JARUM PENTUL CANTIK
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
January 18, 2019
Visiuniversal----Kebutuhan akan ikan lele untuk berbagai keperluan, menjadi peluang tersendiri bagi para peternak ikan. Ikan lele yang banyak digemari, di berbagai rumah makan, warung dan restoran selalu dicari, hal ini terlihat dari banyaknya pesanan ikan lele untuk sebagian besar usaha rumah makan ini.
Budidaya ikan lele jika digeluti dengan sungguh-sungguh dapat memberikan hasil yang sangat menguntuntungkan. Selain dapat menjadi konsumsi rumah tangga sendiri juga dapat menjadi sumber pendukung pendapatan bagi keluarga. Karena itulah beternak lele termasuk keterampilan life skill yang sangat bermanfaat bagi kita.
Berikut ini admin visiuniversal, akan mengulas secara singkat tentang bagaimana beternak lele secara sederhana, sebagai salah satu keterampilan dan life skill untuk meningkatkan pendapatan masyarakat warga belajar kita.
Mengenal Ikan Lele Unggul
Sebelum kita masuk pada cara bagaimana beternak ikan lele yang baik dan benar, terlebih dahulu kita akan mengenal apa yang dimaksud dengan ikan lele tersebut, baik dari segi jenis maupun karakteristik ikan lele yang cocok untuk dibudidayakan.
Di masyarakat kita ada tiga jenis lele yang sering di budidayakan atau diternakan. yaitu Lele Lokal, Lele Dumbo, dan Lele Keli. dari ketiga jenis lele tersebut varietas terbaru dari hasil penelitian yang sekarang banyak di budidayakan adalah jenis yang terakhir yaitu Lele Keli jenis Clarias maladerma.
Di masyarakat kita ada tiga jenis lele yang sering di budidayakan atau diternakan. yaitu Lele Lokal, Lele Dumbo, dan Lele Keli. dari ketiga jenis lele tersebut varietas terbaru dari hasil penelitian yang sekarang banyak di budidayakan adalah jenis yang terakhir yaitu Lele Keli jenis Clarias maladerma.
Jika kita melihat dari berbagai literatur dan sumber informasi di intenet, salah satunya di dalam buku freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi yang ditulis oleh Kottelat et. al. tahun 2003, di sebutkan ada beberapa jenis ikan Clarias, yaitu Clalrias batrachus, C. leiacanthus, C. meladerma, C. nieuhofi, C. teijsmani dan C. gariepinus. Jenis Clarias gariepinus atau puler dengan lele dumbo merupakan ikan introduksi. Sedangkan yang lainnya merupakan ikan asli perairan umum Indonesia, jenis Clarias batrachus merupakan ikan konsumsi penting yang telah lama dibudidayakan. Saat ini muncul lele baru jenis Clarias maladerma atau disebut lele keli yang merupakan ikan jenis unggul sehingga berpeluang menjadi aset dalam beternak ikan budidaya yang sangat penting.
Berdasarkan asalnya, lele Clarias maladerma banyak ditemukan di daerah Sumatera, Sumatera Selatan, daerah Keli. Oleh sebab itulah lele ini disebut juga dengan nama lele keli. Sebetulnya ikan lele jenis ini sudah sejak lama dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat daerah Keli, Sumatera Selatan, budidayanya telah dirintis oleh Sub-Balitkawar Palembang pada tahun 1987 dan berhasil dipijahkan tahun 1989.
Berdasarkan taksonominya, lele Keli diklasifikasikan ke dalam :
Filum : Chordata
Klas : Pisces
Ordo : Siluriformes
Famili : Clariidae
Genus : Clarias
Spesies : Clarias melademu.
Secara tampilannya fisik badan lele keli seperti ikan lele pada umumnya berbentuk memanjang. Tengah badannya mempunyai potongan membulat, dengan kepala pipih ke bawah (depressed), sedangkan bagian belakang tubuhnya berbentuk pipih kesamping (compressed). Dengan demikian, pada ikan lele ditemukan tiga bentuk potongan melintang, yaitu pipih ke bawah, bulat, dan pipih ke samping.
Lele keli mempunyai kepala bagian atas dan bawah tertutup tulang pelat. Tulang pelat ini membentuk rongga di atas insang. Di sinilah terdapat alat pernapasan tambahan yang tergabung dengan busur insang kedua dan keempat. Mulutnya terletak pada ujung moncong (terminal) dengan dihiasi 4 sungut (kumis). Lubang hidung yang depan merupakan tabung pendek berada di belakang bibir atas; lubunga hidung sebelah belakang merupakan celah yang kurang lebih bundar berada dibelakang merupakan jscelah yang kruang lebih bundar berada di belakang sungut nasal. Mata berbentuk kecil dengan tepi orbital yang bebas.
Sirip ekor ikan lele membulat, tidak bergabung dengan sirip pungguh maupun sirip anal. Sirip perut membulat dan panjangnya mencapai sirip anal. Sirip pada ikan lele dilengkapi sepasang duri tajam yang umumnya disebut patil atau taji. Patil ini beracun, terutama pada ikan-ikan remaja, sedangkan ikan yang sudah tua agak berkurang kadar racunnya. Selain untuk membela diri dari pengaruh luar yang mengganggunya, patil ini juga digunakan ikan lele lokal untuk melompat keluar dari air dan melarikan diri. Pada lele keli, patilnya pendek, tidak tajam dan tidak beracun sehingga tidak melukai tangan, tidak membuat lubang dan tidak merusak pematang kolam.
Sekilas penampilan lele keli (Clarias meladerma) memang mirip dengan lele lokal (Clarias batrachus). Namun, bila diperhatikan secara seksama ada beberapa penampilan yang biasa membedakannya. Umumnya lele keli mempunyai warna badan lebih gelap (hitam kekuningan) dari lele lokal yang berwarna lebih muda (terang), sirip-siripnya lebih lebar dari lele lokal, ukiran kepalanya lebih besar dari lele lokal dan tidak mempunyai patil (patil tidak tajam).
Berdasarkan taksonominya, lele Keli diklasifikasikan ke dalam :
Filum : Chordata
Klas : Pisces
Ordo : Siluriformes
Famili : Clariidae
Genus : Clarias
Spesies : Clarias melademu.
Secara tampilannya fisik badan lele keli seperti ikan lele pada umumnya berbentuk memanjang. Tengah badannya mempunyai potongan membulat, dengan kepala pipih ke bawah (depressed), sedangkan bagian belakang tubuhnya berbentuk pipih kesamping (compressed). Dengan demikian, pada ikan lele ditemukan tiga bentuk potongan melintang, yaitu pipih ke bawah, bulat, dan pipih ke samping.
Lele keli mempunyai kepala bagian atas dan bawah tertutup tulang pelat. Tulang pelat ini membentuk rongga di atas insang. Di sinilah terdapat alat pernapasan tambahan yang tergabung dengan busur insang kedua dan keempat. Mulutnya terletak pada ujung moncong (terminal) dengan dihiasi 4 sungut (kumis). Lubang hidung yang depan merupakan tabung pendek berada di belakang bibir atas; lubunga hidung sebelah belakang merupakan celah yang kurang lebih bundar berada dibelakang merupakan jscelah yang kruang lebih bundar berada di belakang sungut nasal. Mata berbentuk kecil dengan tepi orbital yang bebas.
Sirip ekor ikan lele membulat, tidak bergabung dengan sirip pungguh maupun sirip anal. Sirip perut membulat dan panjangnya mencapai sirip anal. Sirip pada ikan lele dilengkapi sepasang duri tajam yang umumnya disebut patil atau taji. Patil ini beracun, terutama pada ikan-ikan remaja, sedangkan ikan yang sudah tua agak berkurang kadar racunnya. Selain untuk membela diri dari pengaruh luar yang mengganggunya, patil ini juga digunakan ikan lele lokal untuk melompat keluar dari air dan melarikan diri. Pada lele keli, patilnya pendek, tidak tajam dan tidak beracun sehingga tidak melukai tangan, tidak membuat lubang dan tidak merusak pematang kolam.
Sekilas penampilan lele keli (Clarias meladerma) memang mirip dengan lele lokal (Clarias batrachus). Namun, bila diperhatikan secara seksama ada beberapa penampilan yang biasa membedakannya. Umumnya lele keli mempunyai warna badan lebih gelap (hitam kekuningan) dari lele lokal yang berwarna lebih muda (terang), sirip-siripnya lebih lebar dari lele lokal, ukiran kepalanya lebih besar dari lele lokal dan tidak mempunyai patil (patil tidak tajam).
CARA BETERNAK DAN BUDIDAYA IKAN LELE UNGGUL
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
October 30, 2018
Visiuniversal---Jika kita memiliki lahan kosong yang tidak terpakai, langkah baiknya jika dimanfaatkan untuk menanam tanaman yang bermanfaat. Salah satu yang bisa kita tanam adalah apotik hidup atau tanaman obat tradisional alami. Selama ini kita mengenal tanaman apotek hidup, adalah lahan yang dirubah menjadi taman yang memuat dan menyediakan koleksi berbagai tanaman yang berkhasiat obat. Ada ratusan ribu jenis tanaman obat asli dari alam Indonesia yang tersebar diberbagai kepulauan di Indonesia dan hanya ratusan yang sudah ditemukan dan dimanfaatkan sebagai obat di Indonesia.
Tanaman obat keluarga atau yang kita singkat Tanaman Toga ini, sangat penting sekali kita tanam mengingat kebutuhan kita akan obat-obatan tradisional yang sangat besar sekali. Selain pengobatan kedokteran modern, pengobatan tradisional menggunakan tanaman obat alami sering kali menjadi alternatif penyembuhan berbagai penyakit. Banyak juga orang yang mau menggunakan pengobatan alternatif tradisional, karena dianggap lebih aman dengan menggunakan bahan-bahan alami dari tumbuh-tumbuhan obat yang ada disekitar kita. Berikut ini Tanaman Toga yang telah dikenal dan mudah didapat di sekitar kita dapat dipergunakan untuk mengobati berbagai penyakit, dan bisa kita tanam sendiri karena memenuhi kriteria-kriteria sbb:
- Tanaman tersebut lazim dan mudah di dapati di daerah-daerah tertentu.
- Tanaman mudah diperbanyak (di budidayakan) dan tidak memerlukan cara penanaman khusus dan cara pemeliharaan yang rumit
- Dapat digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga, misalnya untuk bumbu dapur, makanan tambahan, tanaman hias dan lain-lain.
- Dapat dengan mudah diolah menjadi bahan jamu (simplisia) dengan cara sederhana dan berguna bago pengobatan terutama untuk penyakit yang ringan misalnya : batuk, mencret, cacingan, kudis, bengkak, bisul dan sebagainya.
- Menjaga kelestarian alam dengan menanam tanaman berkhasiat yang terancam punah.
- Tanaman-tanaman yang tumbuh liar hendaknya perlu di budi dayakan.
- Meningkatkan kesejahteraan dan juga dapat menambah penghasilan masyarakat desa.
Berikut ini admin blog visiuniversal berikan daftar 100 lebih tanaman yang dianjurkan di tanam di taman obat keluarga atau apotek hidup disekitar pekarangan dan kebun rumah sebagai berikut :
1. Adas (Foeniculum Vugare)
2. Advokat (Persea Americana)
3. Anyang-anyang (Elaeocarpus grandiflorus)
4. Aren (Arenga Pinnata)
5. Asam (Tamarindus Indiaca)
6. Bawang putih (Alium Sativum)
7. Beluntas (Pluchea Indica)
8. Bengle (Zingiber Purpureum)
9. Belimbing manis (Aveerhoa carambola)
10. Belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi)
11. Brambang (Alium cepa)
12. Brotowali (Tinospora tuberculata)
13. Cabe besar (Capsium annum)
14. Ceguk (Quisqualis Indica)
15. Cendana (Santalum Album)
16. Ceplukan (Physalis minima)
17. Daun sendok (Plantago major)
18. Delima putih (Punica Granatum)
20. Duku (Lansium Domesticum)
21. Gambir (Uncaria gambir)
22. Garus (Maranta arundinacea)
23. Iler (Coleus artropurpureus)
24. Inggu (Ruta graveolens)
25. Jahe (Zingiber officinale)
26. Jambu biji (Psidium guajava)
27. Jarak (Ricinus Communis)
28. Jarak pagar (Jatropin curcas)
29. Jeruk limau (Citrus aurantium)
30. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
31. Jeruk Purut (Citrus Hystrix)
32. Jinten (Coleus Amboinicus)
33. Jinten Hitam (Nigella sativa)
34. Johar (Cassia siamen)
35. Kapuk (Ceiba pentadra)
36. Katuk (Isauropus androgynus)
37. Kayu Putih (Melaleuca leucadendron)
38. Kayu rapat (Parameria roxburghii)
39. Kayu Ules (Helicteres isora)
40. Kayu urip (Euphorbia tirucali)
41. Kecubung (Datu metel)
42. Kejibeling (Sericocalyx cripus)
43. Kelapa (Coconut nucifera)
44. Kelembak (Rheum officinale)
45. Kelor (Moringa oleifera)
46. Kembang sepatu (Hibiscus resasinensis)
47. Kemukus (Piper cubeba)
48. Kencur (Kaempferia Galanga)
49. Kendal (Cordia dichotoma)
50. Ketepeng (Cassia alata)
51. Ketumbar (Coriandrum Sativum)
52. Kucai (Allium Odorum)
53. Kumis kucing (Orthosiphon Stamineus)
54. Kunyit (Curcuma domestica)
55. Labu (Cucurbita Moschata)
56. Labu siam (Lagenaria Leucantha)
57. Landep (Barlea prionitis)
58. Lengkuas (Languas galanga)
59. Lempuyang Gajah (Zingiber Zerumber)
60. Lempuyang Pahit (Zingiber amaricans)
61. Lempuyang Awangi (Zingiber aromaticum)
62. Lidah Buaya (Aloe vera)
63. Lobak (Raphanus Stivus)
64. Manggis (Garcinia Mangostana)
64. Manis jangan (Cinammomun brnani)
65. Melati (Jasminum sambac)
66. Meniran (Phyllanthus niruri)
67. Mentimun (Cucumis sativus)
68. Pace (Merinda Citrifolia)
69. Papaya (Carica papaja)
70. Pare (Momordica charantia)
71. Patikan cina (Euphorbia prostrata)
72. Pegagan (Centella asiatica)
73. Pinang (Areca Catechu)
74. Pisang (Musa Paradisiaca)
75. Pohon Merah (Euphorbia pucherrima)
76. Poko (Mentha arvensis)
77. Poncosudo (Jasminum Pubescens)
78. Pronojiwo (Euchresta horsfelldi)
79. Pulasari (Alyxia stellata)
80. Pulai (Alstonia sholaris)
81. Saga (Abrus Precatorius)
82. Salada air (Nasturtium oficinale)
83. Salam (Eugenia Polyntha)
84. Sambiloto (Andrographis panculata)
85. Sembung (Belumea Balsmifera)
86. Sereh (Andropogin nardus)
87. Sidiguri (Sida rhombifolia)
88. Sirih (Peper betle)
89. Sosorbebek (Kalanchoe pinnata)
90. Srigading (Nyctenthes arbortristis)
91. Suku (Artocarpus cemmunis)
92. Tapakdara (Vica rosea)
93. Tapakliman (Elephatopus scaber)
94. Tembakau (Nicotma tabacum)
95. Tembelekan (Lantana carnara)
96. Tempuyung (Sonchur arvensis)
97. Temugiring (Curcuma heyneana)
98. Temukunci (Boesenborgia pandurata)
99. Temulawak (Curcuma zanthorrhiza)
100. Trengguli (Cassia fistula)
101. Turi (Sesbania gradiflora)
102. Ubi Jalar (Impomea batatas)
103. Waru (Hibiscus liliaceus)
104. Wijen (Sesamum indicum)
105. Wortel (Daucus carota)
106. Wungu (Graptophyllum Pictum).
53. Kumis kucing (Orthosiphon Stamineus)
54. Kunyit (Curcuma domestica)
55. Labu (Cucurbita Moschata)
56. Labu siam (Lagenaria Leucantha)
57. Landep (Barlea prionitis)
58. Lengkuas (Languas galanga)
59. Lempuyang Gajah (Zingiber Zerumber)
60. Lempuyang Pahit (Zingiber amaricans)
61. Lempuyang Awangi (Zingiber aromaticum)
62. Lidah Buaya (Aloe vera)
63. Lobak (Raphanus Stivus)
64. Manggis (Garcinia Mangostana)
64. Manis jangan (Cinammomun brnani)
65. Melati (Jasminum sambac)
66. Meniran (Phyllanthus niruri)
67. Mentimun (Cucumis sativus)
68. Pace (Merinda Citrifolia)
69. Papaya (Carica papaja)
70. Pare (Momordica charantia)
71. Patikan cina (Euphorbia prostrata)
72. Pegagan (Centella asiatica)
73. Pinang (Areca Catechu)
74. Pisang (Musa Paradisiaca)
75. Pohon Merah (Euphorbia pucherrima)
76. Poko (Mentha arvensis)
77. Poncosudo (Jasminum Pubescens)
78. Pronojiwo (Euchresta horsfelldi)
79. Pulasari (Alyxia stellata)
80. Pulai (Alstonia sholaris)
81. Saga (Abrus Precatorius)
82. Salada air (Nasturtium oficinale)
83. Salam (Eugenia Polyntha)
84. Sambiloto (Andrographis panculata)
85. Sembung (Belumea Balsmifera)
86. Sereh (Andropogin nardus)
87. Sidiguri (Sida rhombifolia)
88. Sirih (Peper betle)
89. Sosorbebek (Kalanchoe pinnata)
90. Srigading (Nyctenthes arbortristis)
91. Suku (Artocarpus cemmunis)
92. Tapakdara (Vica rosea)
93. Tapakliman (Elephatopus scaber)
94. Tembakau (Nicotma tabacum)
95. Tembelekan (Lantana carnara)
96. Tempuyung (Sonchur arvensis)
97. Temugiring (Curcuma heyneana)
98. Temukunci (Boesenborgia pandurata)
99. Temulawak (Curcuma zanthorrhiza)
100. Trengguli (Cassia fistula)
101. Turi (Sesbania gradiflora)
102. Ubi Jalar (Impomea batatas)
103. Waru (Hibiscus liliaceus)
104. Wijen (Sesamum indicum)
105. Wortel (Daucus carota)
106. Wungu (Graptophyllum Pictum).
Baca Selanjutnya di sini !!
100 TANAMAN TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) YANG WAJIB DITANAM
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
September 28, 2017
Visiuniversal-----Kursus atau yang sering kita singkat LPK merupakan lembaga yang bertujuan untuk membekali para peserta didik terhadap berbagai jenis pengetahuan, keterampilan dan sikap mental untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri menuju individu yang sukses dan bermental wirausaha. Kursus bermakna juga kegiatan belajar, mendapatkan keterampilan sesuai dengan minat dan potensi yang ada. Kebutuhan terhadap kursus tentunya harus terus meningkat, seiring dengan perkembangan IPTEK dan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Namun demikian pertanyaan yang sering muncul adalah; Mampukan kursus menjadi "senjata" untuk pengentasan pengangguran yang kian meningkat dari tahun ketahun?, mampukah kursus juga mencegah urbanisasi angkatan kerja dari desa ke kota?
Menjawab pertanyaan tersebut tentunya harus diawali dengan identifikasi jenis kursus yang berkualitas. Kursus yang berkualitas bukan terletak pada megahnya bangunan, beragamnya jenis kursus yang ditawarkan kepada masyarakat, tetapi terletak pada kebutuhan kursus yang sesuai dengan peluang pasar. Kebutuhan kursus yang mampu memberdayakan potensi lokal.
Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri, profesi, bekerja, usaha mandiri dan atau menlanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Ragam dan jenis kursus yang ada bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Indonesia negara yang kaya akan potensi sumber daya alam, namun potensi tersebut sampai saat ini masih "tidur" menunggu tangan-tangan terampil yang siap mengolahnya. Kursus yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan membawa peserta kursus menjadi senang dan termotivasi untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan yang telah dimiliki.
Pengangguran pada kelompok angkatan kerja produktif usia 15-44 tahun di Indonesia mencapai 7,1 juta orang. Banyak faktor yang mendorong pengangguran cenderung meningkat dan atau tetap banyak, diantaranya;
- Mind set masyarakat yang belum banyak berubah yaitu bahwa yang dimaksud bekerja adalah menjadi pegawai baik PNS maupun swasta, untuk itu setiap orang tua pasti mendorong anaknya untuk menjadi PNS atau pegawai swasta, dan orang tua justru akan bangga jika anaknya menjadi pegawai,
- Sistem pendidikan sekolah yang masih jauh dari memadai, belum mampu membangkitkan semangat wirausaha siswa selama di sekolah, padahal banyak mata pelajaran yang dapat dijadikan sarana mendorong kemandirian siswa seperti pelajaran IPA, ekonomi, Kimia,
- Pendirian sekolah kejuruan atau politeknik masih terbatas, padahal di sinilah kunci untuk mengentasikan pengangguran yait u membelajarkan siswa dalam sekolah kejuruan atau politeknik yang berorientasi usaha, vokasi dan mandiri. Hijrah penduduk desa ke kota, untuk mencari perkerjaan, merupakan fakta yang ada dilapangan. Bahwa kehidupan di kota lebih menjamin dari pada di desa, merupakan persepsi yang muncul di masyarakat. Gerakan urbanisasi ini, jika terus dibiarkan, maka disparitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi antara desa dan kota semakin tajam. Akhirnya desa hanya menjadi tempat persinggahan, pasif tanpa perubahan. Kondisi ini harus diubah, kursus masuk desa atau pelatihan keterampilan berbasis desa menjadi harapan satu-satunya untuk mengubah wajah desa menjadi lebih dinamis, produktif dan hidup. Kursus masuk desa memberikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan desa, potensi desa apa yang dapat dikembangkan sehingga kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik.
Kursus masuk desa tentunya mampu meredam dan mengendalikan fenomena urbanisasi masyarakat. Output* pembelajaran kurusus adalah peserta didik yang memiliki keterampilan baik soft skill maupun hard skill. Titik tekan kursus adalah vokasional, bukan akademik yang ditujukan dengan pemrolehan sertifikat kompetensi bukan ijazah. Dalam lembaga kursus, strategi pembelajaran lebih menekankan kepada praktek (70%-80%) dari pada teori (10%-20%). Mengapa porsentasi praktik lebih banyak? karena ini untuk memenuhi target pencapaian kurikulum dalam sisi penguasaan kompetensi. Pada akhir pembelajaran, lembaga kursus menyediakan dan memfasilitasi program magang kerja (on the job training) kegiatan ini sekaligus untuk mengenalkan dan membiasakan peserta didik dengan dunia kerja sesungguhnya. Sehingga pada saat keluar dari kursus, maka peserta didik benar-benar memiliki kemampuan vokasional yang memadai.
Adalah hal yang patut dipertanyakan, jika ada peserta didik kursus selesai mengikuti program kursus, masih menganggur, atau masih belum mampu menerapkan keterampilan yang dimiliki untuk digunakan sebagai alat untuk mencari kehidupan. Jika ini terjadi maka tentunya perlu dipertanyakan kepada lembaga kursus tersebut terkait dengan hal sebagai berikut;
- Pasti ada yang salah dengan kurikulum kursusnya
- Pasti ada yang kurang tepat dengan strategi, metode pembelajarann,
- pasti jenis keterampilan yang diselenggarakan tidak sesuai dengan peluang pasar, dan
- pasti telah muncul rasa tidak nyaman dalam diri peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran di lembaga kursus tersebut.
Proses pembelajaran yang baik dan benar dengan memperhatikan kurikulum dan SKL (Standar Kompetensi Kelulusan). Kursus memberikan keleluasaan dan keluwesan dalam hal pembelajaran dan pilihan terhadap jenis keterampilan. Hal inilah yang menjadikan solusi mejadi instrumen efektif menguatkan keterampilan masyarakat sehingga mereka mandiri dan mampu meningkatkan kualitas hidupnya.
Secara mendasar kursus yang efektif adalah kursus yang menyangkut hal-hal sebagai berikut;
- Kursus yang memiliki potensi pasar dalam pengembangannya pasca pembelajaran,
- Jenis keterampilan mengacu kepada kebutuhan pasar, perkembangan IPTEK, minat dan motivasi,
- Menyertakan program belajar yang jelas, memiliki mitra penempatan kerja, dan program magang kerja sebagai penyempurnaan proses kursus.
Menjangkaunya kursus hingga ke level desa, tentunya merupaka upaya yang terus ditingkatkan. Membuka keterampilan atau jenis kursus di desa tentunya haruslah sangat kontekstual. Misalnya kursus menjahit, kursus pertukangan kayu, kursus membuat pupuk organik. Kurusus budidaya beternak lele, kurusus budidaya tanaman holtikultura. Jenis-jenis keterampilan tersebut jika secara intensif dikembangkan maka tidak mustahil akan membuka potensi desa secara luas. Bahkan nantinya akan terbentuk desa-desa dengan keterampilan dominan, sehingga sentra-sentra keterampilan seperti sentra desa lele, sentra desa pupuk organik, sentra desa holtikultural.
Selama ini program kurusus yang diselenggarakan oleh lembaga kursus masih sangat terbatas, umumnya adalah kursus komputer, kursus menjahit, kursus bahasa Inggris. Jenis keterampilan tersebut tentunya terbatas diikuti oleh masyarakat. Masyarakat tidak banyak pilihan terhadap keterampilan tersebut. Lembaga kursus harus berani menyelenggarakan kursus yang inovatif, hal ini untuk memuaskan pelanggan (custumer) Pertumbuhan kursus yang cukup baik selama ini, tentunya harus diikuti oleh beragam jenis keterampilan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Umumnya, para penyelenggara kursus hanya menyelenggarakan kursus yang umum seperti yang saya sebutkan di atas. Jika hal ini tetap terjadi, maka kursus akan sulit memenuhi ekspetasi masyarakat terhadap lembaga kursus sebagai tempat untuk meningkatkan kualitas hidup. Inovasi dan kemitraan dengan DUDI atau job order tentunya menjadi kunci pemenuhan harapan tersebut.
Demikian artikel singkat tentang strategi membangun kursus yang berkualitas, semoga bermanfaat. terimakasih.
STRATEGI MEMBANGUN KURSUS YANG BERKUALITAS
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
January 28, 2017
Visiuniversal----Pelaksanaan pembangunan antara perkotaan dan pedesaan seharusnya seimbang, karena keduanya merupakan satu kesatuan yang utuh. Apabila kehidupan pedesaan di tata dengan baik maka tidak akan terjadi urbanisasi dengan segala akibatnya. Begitu juga apabila kehidupan di perkotaan dibina dengan baik pula tidak akan mengakibatkan munculnya masalah sosial ekonomi.
Selama ini tampak bahwa jumlah penduduk di perkotaan semakin padat. Banyak orang mengadu nasib ke kota untuk mencari kehidupan yang lebih baik, walaupun tanpa bekal pendidikan dan keterampilan yag memadai. Hal ini mencerminkan bahwa kehidupan di pedesaan sebagian besar belum mencukupi kebutuhan hidupnya.
Melonjaknya penduduk perkotaan, tentu tidak semata faktor natalitas (kelahiran), sebab tingkat pertumbuhan penduduk di kota lebih rendah dari pada di desa. Di kota lebih banyak tinggal keluarga inti/batih (nuclear family) yang karena faktor ekonomi dan sempitnya rumah menghambat orang punya keluarga besar (extended family). Tidak seperti di pedesaan, walau ekonomi berat, kecendrungan keluarga besar masih tinggi. Dipastikan drastisnya pembengkakan penduduk kota karena urbanisasi (Yusuf, 2000:20).
Sosiolog Soerjono Soekanto (1990: 1974) menyebut beberapa pendorong orang desa pindah ke kota dan bersama orang kota tetap bertahan di kota. Di desa lapangan kerja umumnya kurang dan monoton, sedangkan kota dianggap menyediakan banyak lapangan kerja dan bervariasi. Banyak pekerjaan diasumsikan menghasilkan uang, sebab sirkulasi uang lebih terpusat di kota. Di kota tersedia sarana dan fasilitas pendidikan yang lebih lengkap, sumber-sumber ilmu, teknologi, dan hiburan, untuk mengembangkan jiwa seni, budya dan olahraga. Kota lebih menjanjikan perkembangan karier dan kebebasan, dibandingkan desa yang adat istiadatnya mengikat dan mengungkung.
Ketika kepindahan orang desa ke kota disebabkan perbaikan karier, pengembangan bakat dan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, tentu urbanisasi demikian tidak masalah. Itu seharusnya, dan angkanya pun tentu tidak sebegitu besar. Tetapi bila pemicunya faktor ekonomi, dan justru ini yang banyak terjadi, persoalannya sangat kompleks, sebab dampak ikutannya akan menyangkut kehidupan sosial, ekonomi, keamanan dan lingkungan hidup perkotaan.
Membengkaknya penduduk kota bisa saja dimaknai positif, bahwa pemerintah dan kalangan swasta berhasil memperkaya aksesori kota sehingga lebih menarik dan mampu menjadi magnet orang desa. Tetapi karena kebanyakan orang pindah kekota karna alasan ekonomi dengan berbagai konsukuensinya, jelas ini menunjukan kurangannya keberhasilan pembangunan desa, padahal dalam beberapa aturan, selalu dipesankan agar pembangunan perdesaan lebih diprioritaskan. GBHN 1999-2004 menggariskan, untuk menyukseskan pembangunan daerah, pembangunan perdesaan harus dipercepat dalam rangka pemberdayaan masyarakat terutama petani dan nelayan melalui penyediaan prasarana, pembangunan sistem agribisnis, industri kecil dan kerajinan rakyat, pengembangan kelembagaan, penguasaan terkonoli dan pemanfaatan sumber daya alam.
Pemberdayaan Masyarakat Desa
Agar pembengkakan penduduk kota tidak terus bertambah, diperlukan usaha memberdayakana masyarakat perdesaan secara lebih serius dan proaktif. Selama ini pemberdayaan penduduk desa lebih bersifat eksploitatif dan jangka pendek. Ketika di suatu desa ada potensi kayu, tambang emas, batu bara, minyak dan gas, desa itu berkembang. Tetapi sesudah potensi SDA habis, kembali desa itu sunyi, bahkan meninggalkan kerusakan alam yang parah.
Pengembangan masyarakat desa, terutama di sektor ekonomi yang sangat penting adalah yang ramah lingkungan. Artinya usaha-usaha yang dikembangakan jangan bergantung pada alam. Sangat dikembangkan usaha di bidang keterampilan, sehingga usaha tersebut dapat terus berkembangan dan memiliki prospek yang cerah.
Salah satu usaha pemerintah untuk memberdayakan masyarakat desa, khususnya disektor ekonomi adalah menyediakan tenaga Pamong Belajar yang profesional. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 14 tahun 2007 tentang Standar untuk Program paket A, Paket B dan Paket C, Bab I pasal 1, menyatakan bahwa Pamong Belajar adalah pendidik dan tugas utama adalah melakukan kegiatan belajar mengajar, pengkajian program dan pengembangan model pendidikan nonformal dan informal (PNFI) pada unit pelaksana teknis (UPT) dan Unit pelaksanak Teknis Daerah (UPTD) dan satuan PNFI.
Keberadaan Pamong Belajar ini menjadi sangat penting dan strategis, karena ia berfungsi sebaga agen perubahan dan pengembangan masyarakat. Hal ini tercermin dari unsur dan sub unsur kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh Pamong Belajar, misalnya merencanakan, melaksanakan dan menilai hasil pembelajaran/pelatihan/pembimbingan.
Selain itu pamong belajar juga ditekankan untuk melaksanakan kegiatan yang meliputi pengabdian pada masyarakat dan kegiatan sosial kemasyarakatan, peran serta dalam seminar, di bidang pendidikan, dan sebagainya.
Peran pamong belajar ini menjadi penting sekali karena pada masyarakat desa khususnya, bahkan tidak mustahil juga diperkotaan, ditemui masih banyak warga masyarakat yang buta aksara, putus sekola, tidak tamat pendidikan dasar dan menengah dan sebagainya, padahal mereka berada di usia produktif. Sekiranya suatu desa sudah maju, sehingga tidak ditemu warga yang putus sekolah, namun lulusan sekolah pun banyak yang tidak memiliki keterampilan usaha.
Dalam kondisi demikian, peranan Pamong Belajar semakin penting. Mereka bisa memberikan pendidikan keaksaraan fungsional, memberikan pendidikan secara nonformal, menyelenggarakan pendidikan Paket, dan yang tidak kalang pentingnya adalah memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan.
Demikianlah artikel singkat tentang Pamong Belajar dan pengembangan usaha produktif di pedesaan, semoga bermanfaat. terimakasih.
Pemberdayaan Masyarakat Desa
Agar pembengkakan penduduk kota tidak terus bertambah, diperlukan usaha memberdayakana masyarakat perdesaan secara lebih serius dan proaktif. Selama ini pemberdayaan penduduk desa lebih bersifat eksploitatif dan jangka pendek. Ketika di suatu desa ada potensi kayu, tambang emas, batu bara, minyak dan gas, desa itu berkembang. Tetapi sesudah potensi SDA habis, kembali desa itu sunyi, bahkan meninggalkan kerusakan alam yang parah.
Pengembangan masyarakat desa, terutama di sektor ekonomi yang sangat penting adalah yang ramah lingkungan. Artinya usaha-usaha yang dikembangakan jangan bergantung pada alam. Sangat dikembangkan usaha di bidang keterampilan, sehingga usaha tersebut dapat terus berkembangan dan memiliki prospek yang cerah.
Salah satu usaha pemerintah untuk memberdayakan masyarakat desa, khususnya disektor ekonomi adalah menyediakan tenaga Pamong Belajar yang profesional. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 14 tahun 2007 tentang Standar untuk Program paket A, Paket B dan Paket C, Bab I pasal 1, menyatakan bahwa Pamong Belajar adalah pendidik dan tugas utama adalah melakukan kegiatan belajar mengajar, pengkajian program dan pengembangan model pendidikan nonformal dan informal (PNFI) pada unit pelaksana teknis (UPT) dan Unit pelaksanak Teknis Daerah (UPTD) dan satuan PNFI.
Keberadaan Pamong Belajar ini menjadi sangat penting dan strategis, karena ia berfungsi sebaga agen perubahan dan pengembangan masyarakat. Hal ini tercermin dari unsur dan sub unsur kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh Pamong Belajar, misalnya merencanakan, melaksanakan dan menilai hasil pembelajaran/pelatihan/pembimbingan.
Selain itu pamong belajar juga ditekankan untuk melaksanakan kegiatan yang meliputi pengabdian pada masyarakat dan kegiatan sosial kemasyarakatan, peran serta dalam seminar, di bidang pendidikan, dan sebagainya.
Peran pamong belajar ini menjadi penting sekali karena pada masyarakat desa khususnya, bahkan tidak mustahil juga diperkotaan, ditemui masih banyak warga masyarakat yang buta aksara, putus sekola, tidak tamat pendidikan dasar dan menengah dan sebagainya, padahal mereka berada di usia produktif. Sekiranya suatu desa sudah maju, sehingga tidak ditemu warga yang putus sekolah, namun lulusan sekolah pun banyak yang tidak memiliki keterampilan usaha.
Dalam kondisi demikian, peranan Pamong Belajar semakin penting. Mereka bisa memberikan pendidikan keaksaraan fungsional, memberikan pendidikan secara nonformal, menyelenggarakan pendidikan Paket, dan yang tidak kalang pentingnya adalah memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan.
Demikianlah artikel singkat tentang Pamong Belajar dan pengembangan usaha produktif di pedesaan, semoga bermanfaat. terimakasih.
PAMONG BELAJAR DAN PENGEMBANGAN USAHA PRDUKTIF DI PEDESAAN
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
September 28, 2016
















