Home » All posts
Sama halnya dengan planet lainnya, Bumi berputar mengelilingi Matahari. Bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari disebut ekliptik. Peristiwa itu disebut revolusi Bumi. Waktu revolusi Bumi 265 hari 6 jam 9 menit, dan 10 detik. Adapun arah revolusi Bumi berlawanan arah pergerakan jarum jam. Dalam revolusinya, sumbu bumi miring 66,50 terhadap bidang ekliptika dengn arah kemiringan yang tetap.
Revolusi Bumi berakibat terhadap hal-hal berikut :
a. Paralaks Bintang
Paralak disebut juga pergeseran parallactic, yaitu penggantian/jarak yang nyata posisi suatu objek ketika dipandang dari dua posisi berbeda. Paralaks yang paling utama di (dalam) ilmu perbintangan adalah paralaks mengenai bintang. Itu digambarkan sebagai perubahan yag nyata di dalam posisi suatu bintang ketika diamati dari sisi berlawanan Orbit Bumi pada suatu interval enam bulan. Semakin jauh Bintang, semakin kecil paralaksnya. Paralaks mengenai bintang diukur dengan satua arcseconds. Ahli falak Jerman Friedrich Wilhelm Bessel adalah orang yang pertama menentukan paralaks suatu bintang.
b. Pergantian musim di Bumi
revolusi Bumi akibat terjadinya perubahan musim di daerah iklim sedang, yaitu :
1) 21 Juni
- Belahan Bumi utara mengalami musim panas
- Belahan Bumi Selatan mengalami musim dingin
2) 23 September
- Belahan Bumi Utara musim gugur
- Belahan Bumi Selatan musim semi.
3) 22 Desember: Sebaliknya dari tanggal 21 Juni
4) 21 Maret: Sebaliknya dari tanggal 23 September.
C. Gerhana
1) Gerhana Bulan
Bulan adalah benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri. Bulan tampak bercahaya di malam hari semata-mata karena pantulan dari sinar Matahari.
Bumi dan Bulan mengelilingi Matahari. Bulan berputar mengelilingi Matahari. Suatu ketika, posisi matahari, Bumi, dan bulan berada pada posisi sejajar. Saat itu terjadilah gerhana Bulan. Tentu seja, gerhana Bulan terjadi malam hari.
2) Gerhana Matahari
Gerhana Matahari terjadi pada sat bulan terpat berada di antara Mahari dan Bumi. Pada saat itu. Bagian permukaan Bumi dijatuhi oleh umbra Bulan yang secara langsung tidak mendapat cahaya Matahari. Saat itu terjadi gerhana Matahari total. Daerah yang agak luas di sekeliling daerah gerhana total hanya dijatuhi penumbra Bulan. Pemumbra adalah bayangan yang tidak terlalu gelap.
Gerhana Matahari di seluruh permukaan Bumi lebih sering pada pada gerhana Bulan dalam satu periode. Akan tetapi, gerhana Bulan yang lebih jarang terjadi itu dapat dilihat oleh penduduk 1/2 Bumi yang pada saat itu seang mengalami malam. Gerhana Matahari hanya didiami oleh orang yang berada di daerah bayang-bayang Bulan. Bagian ini tentu saja hanya sebagian kecil dari penduduk bumi tersebut.
Revolusi Bumi berakibat terhadap hal-hal berikut :
a. Paralaks Bintang
Paralak disebut juga pergeseran parallactic, yaitu penggantian/jarak yang nyata posisi suatu objek ketika dipandang dari dua posisi berbeda. Paralaks yang paling utama di (dalam) ilmu perbintangan adalah paralaks mengenai bintang. Itu digambarkan sebagai perubahan yag nyata di dalam posisi suatu bintang ketika diamati dari sisi berlawanan Orbit Bumi pada suatu interval enam bulan. Semakin jauh Bintang, semakin kecil paralaksnya. Paralaks mengenai bintang diukur dengan satua arcseconds. Ahli falak Jerman Friedrich Wilhelm Bessel adalah orang yang pertama menentukan paralaks suatu bintang.
b. Pergantian musim di Bumi
revolusi Bumi akibat terjadinya perubahan musim di daerah iklim sedang, yaitu :
1) 21 Juni
- Belahan Bumi utara mengalami musim panas
- Belahan Bumi Selatan mengalami musim dingin
2) 23 September
- Belahan Bumi Utara musim gugur
- Belahan Bumi Selatan musim semi.
3) 22 Desember: Sebaliknya dari tanggal 21 Juni
4) 21 Maret: Sebaliknya dari tanggal 23 September.
C. Gerhana
1) Gerhana Bulan
Bulan adalah benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri. Bulan tampak bercahaya di malam hari semata-mata karena pantulan dari sinar Matahari.
Bumi dan Bulan mengelilingi Matahari. Bulan berputar mengelilingi Matahari. Suatu ketika, posisi matahari, Bumi, dan bulan berada pada posisi sejajar. Saat itu terjadilah gerhana Bulan. Tentu seja, gerhana Bulan terjadi malam hari.
2) Gerhana Matahari
Gerhana Matahari terjadi pada sat bulan terpat berada di antara Mahari dan Bumi. Pada saat itu. Bagian permukaan Bumi dijatuhi oleh umbra Bulan yang secara langsung tidak mendapat cahaya Matahari. Saat itu terjadi gerhana Matahari total. Daerah yang agak luas di sekeliling daerah gerhana total hanya dijatuhi penumbra Bulan. Pemumbra adalah bayangan yang tidak terlalu gelap.
Gerhana Matahari di seluruh permukaan Bumi lebih sering pada pada gerhana Bulan dalam satu periode. Akan tetapi, gerhana Bulan yang lebih jarang terjadi itu dapat dilihat oleh penduduk 1/2 Bumi yang pada saat itu seang mengalami malam. Gerhana Matahari hanya didiami oleh orang yang berada di daerah bayang-bayang Bulan. Bagian ini tentu saja hanya sebagian kecil dari penduduk bumi tersebut.
MENGENAL REVOLUSI BUMI
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
October 16, 2014
Warga belajar--sekalian, berikut ini kita akan mencoba memahami bagaimana gerak rotasi bumi itu. Planet Bumi melakukan sejumlah gerakan berbeda, Gerakannya adalah berputar pada porosnya (rotasi) dan revolusi atau berputar mengelilingi matahari pada lintasannya.
Rotasi Bumi
Bumi dan planet lainnya berputar mengelilingi matahari. Selain itu, Bumi berputar pada porosnya dari Barat ke Timur yang disebut juga Bumi melakukan rotasi. Lalu, bagaimanakah rotasi itu berlangsung?
Rotasi Bumi
Bumi dan planet lainnya berputar mengelilingi matahari. Selain itu, Bumi berputar pada porosnya dari Barat ke Timur yang disebut juga Bumi melakukan rotasi. Lalu, bagaimanakah rotasi itu berlangsung?
a. Rotasi berlangsung selama 24 jam kurang 4 menit
b. Arah putaran dari Barat ke Timur
c. Selubung udara turut dengan rotasi
Rotasi Bumi mempengaruhi berbagai hal, diantarnya:
A. Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi
Bumi kita berbentuk bulat. Namun, bentuknya tidak bulat sempurna, yaitu agak pepat pada kedua kutubnya. Apa yang menyebabkan bentuk Bumi tidak bulat sempurna? Pepatnya bola Bumi disebabkan Bumi baru terbentuk belum begitu padat, sehingga gerak torasi membuatnya menggelembung pada bagian ekurator.
Jari-jari Bumi di kutub adalah 6,356,8 Km, sedangkan jari-jarinya di ekuator adalah 6.378,2 Km. Karena percepatan gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya pada pusat Bumi, percepatan gravitasi di kutub lebih besar dari pada percepatan gravitasi di khatulistiwa.
B. Pembelokan arah angin
Rotasi Bumi menyebabkan pembelokan arah angin. Menurut Hukum Buys Ballot:
1). Udara bergerak dari tekanan maksimum ke tekanan minimum
2). Di belahan Bumi Utara angin membelok ke kanan dan di belahan SElatan ke kiri.
Akibat rotasi Bumi, titik B bergerak lebih cepat daripada titik-titik A dan D; sedangkan titik-titik A dan D lebih cepat dari pada titik-titik E dan G. Pada waktu tertentu, titik B bergerak sampai B1, bersama-sama dengan A,D, E, dengan G masing-masing bergerak sampai A1, D1, E1, dan G1. Udara turut berotasi dengan kecepatan sama dengan kecepatan rotasi titik tempat asalnya.
Pada gambar di atas, udara bergerak dari A menuju B. Sementara udara menjalani jarak AB, titik A bergerak sampai A1 dan B sampai B1. Karena udara yang berasal dari A itu ikut berotasi dengan kecepatan sama dengan kecepatan A, sampai di khatulistiwa udara itu tidak sampai di titik B1 melainkan di C. Dengan kata lain, aliran udara itu ketinggalan ol B yang telah lama sampai di A1. jelas bahwa di belahan Bumi Utara Angin membelok ke kanan.
Udara yang berasal dari A menuju E. Karena kecepatan rotasinya sama dengan kecepatan rotasi A yang lebih cepat dari pada E ke arah Timur, sehingga udara itu tidak sampai di E1 melainkan di F. Angin dari A ke E inipun karena terletak di belahan bumi Utara membelok ke kanan.
Karena kejadiannya sama, udara dari D ke B dan ke G masing-masing tidak sampai di B1 dan G1 tetapi masing-masing sampai di C dan H. Dengan kata lain angin di belahan Bumi Selatan membelok ke kiri.
D. Pembelokan Arus Laut
Jika arah angin terjadi pembelokan, secara otomatis arus lautpun terjadi pembelokan. Kita ketahui bahwa arah putaran rotasi dari Barat ke Timur. Dengan demikian, laut yang berada di sebelah Bumi bagian Utara, arusnya akan membelok se arah jarum jam. Sebaliknya laut yang berada di belahan Bumi Selatan, arusnya akan membelok berlawanan dengan putaran jarum jam.
Demikian tentang mengenal gerak dan rotasi bumi, semoga bermanfaat, terimakasih.
MENGENAL GERAK ROTASI BUMI
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
October 16, 2014
Warga--belajar--Berikut ini kita akan mencoba mempelajari sedikit tentang aspek religi mantra pada puisi bahasa Banjar. Dalam tulisan ini Bapak akan mengangkat sebuah puisi bahasa Banjar dari guru, sahabat dan pembimbing penulis dalam dunia sastra ketika penulis masih aktif menulis cerpen dan puisi. Beliau adalah Noor Aini Cahya Khairani, dari sekian banyak puisi hebat yang dihasilkan dari buah tangan dan pikiran beliau semasa hidup, salah satu puisi yang menjadi pavorit sangat saya sukai adalah puisi bahasa banjar yang berjudul : "Mangariau Naga".
Dari judul puisi ini yaitu Mangariau Naga dapat kita artikan dengan "memanggil naga", tetapi kata “memanggil” dalam bahasa Indonesia jika disandingkan dengan kata dalam bahasa Banjar “mangariau” lebih spesifik lagi yang berkaitan dengan konsepsi religi magi atau hal-hal gaib. Kata “mangariau” dalam kerangka bahasa Banjar tempio dulu adalah dari kata “kariaw” yang artinya tarikan gaib; mangariau artinya menarik secara gaib. Jika “kana kariaw” kena pengaruh gaib, kena guna-guna.
Sedangkan pengertian dari “naga” adalah berkaitan dengan suatu mitos dari beberapa kisah kosmos tentang seekor binatang (ular besar) yang juga dipercaya keberadaannya oleh sebagian masyarakat Banjar. Seperti kita dengar istilah dan ucapan orang-orang banjar tempo dulu, “naga” adalah naga; banaga-naga artinya ada naga (nya); bananagaan bernaga-nagaan, ada naga-nagaannya : tajau malawan rancak : belanga antik sering ada naga-naganya.
Dalam konsepsi religi Mangariau Naga berkaitan dengan hal-hal yang gaib melibatkan mantra dalam bahasa Banjar “Mamang” yang dilakukan dalam kegiatan ritual “mangariau” tersebut.
Mangariau Naga dapat dilihat dalam gambaran suatu kisah kosmos tentang naga orang Banjar, mite naga yang dipercaya menghuni sungai-sungai besar di wilayah Kalimantan Selatan yang masing-masing diberi nama naga sirintik dan naga siribut, menurunkan perilaku gaib bagi lingkungan kerajaan Banjar tempo dulu dan masyarkat Banjar tersebut. Gambaran hal ini dapat dilihat dalam kutipan Puisi sebagai berikut :
……………………….
Limbah pikah ampat puluh satu pangayuh
limbah tapaluh nangkaya mangayuh jukung basauh
bakalambu ujan panas marintik, basasajian
bapakaian saraba kuning, babaras kuning pawang
bamamang ;
“ barakat aksaraku tatinggi pada ikam
ikam kada mangariau ku aku nang mangariau ikam
uiii, sirintik siribut nang basisik habang sinang
babalang-balang
napa batapa di kalurungan
kada mayukah wadai ampat puluh satu macam
kambang laki-bini pitu macam”
lampah, darah alam jalallah
nang datang matan raden Samudra
sampai kakita.
…………………………….
Naga yang dimantrai (bamamang), dan dikariaw dalam Puisi ini memiliki dua pengertian yaitu : pertama, naga seperti yang terdapat dibalik misteri mitos gaib yang terjadi di sungai-sungai dan daratan Kalimantan Selatan. Kedua, pengertian naga sebagai substansi generasi muda penerus “banua” (nanang-galuh) yang harus digugah semangatnya agar menjadi lebih maju, tidak membiarkan diri larut dalam segala keadaan, sifat dan perilaku negatif yang disimbolkan dengan “banyu nang karuh”. Dengan mantra maka ia “dikariaw” seperti kutipan ini :
……………………………
Jangan hanyut ulih banyu nang karuh
Dingsanakku, hulu masih jauh
Ayu hancap kayuh tambangan
Tampulu kita baluman kakadapan.
Terlepas dari konteks logis atau tidak logisnya suatu pemikiran religi magi, mantra yang terdapat dalam puisi Mangariau Naga ini harus diselami dari dunianya, yaitu secara metafisik dan mistis. Secara mendasar dunia mistis ini memiliki lingkup tersendiri, menurut Joseph J. Weed (1991 : 18) kita memiliki sifat ganda terdapat dua unsur yang mengarungi sistem kita yaitu energi fisik dan energi rokh (energi batin), tidak ubahnya suatu sistem yang terdiri dari berbagai variabel kosmos dalam lingkup ruang gaib yang luar biasa dinamika, makna dan daya imajinasinya. Dunia yang dimaksud satu ini yaitu dunia yang meramu dua variabel yaitu irasional yang berada di luar batas jangkauan logika dan dunia logos sebagai suatu sistem konvensi kemampuan indra manusia.
Mantra “Mamang” dalam puisi ini yang juga berada dalam dunia mistis adalah sebagai suatu tanda bahwa penyair melakukan suatu langkah untuk melewatu suatu batasan dunia pada dimensi yang lain. Dimensi yang ditandai oleh pencarian identitas jati diri terhadap alam semesta beserta seluruh makhluk yang ada di dalamnya baik yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata. Manusia dalam prosesnya mencari suatu strategi untuk menemukan hubungan yang tepat antara manusia dan daya-daya kekuatan yang ada di alam semesta ini.
Dalam puisi ini dengan teradobsinya nilai-nilai budaya masyarakat yang bersifat mistis ini, penyair memberikan suatu gambaran pemikiran di atas, yaitu alam pemikiran ontologis manusia mulai mengambil jarak terhadap segala/sesuatu yang mengitarinya. Penyair dalam posisi ini, tidak lagi sebagai seorang penonton prosesi, melainkan telah berusaha memperoleh pengertian daya-daya yang menggerakan alam dan manusia. Karena itu di sini penyair memulai suatu hubungan perenungan fisik dan alam irasional sebagai kaji-renung metafisik untuk selanjutnya dikedepankan sebagai nilai-nilai yang berharga dalam karya puisi tersebut.
Kata-kata “Mamang”, “Kariau”, dan “Naga” berada dalam lingkup dunia metafisik dan mistis. Jika diuraikan jalinannya berada dalam lingkup hidup dunia mitodologi. Dalam dunia seperti ini tidak ada garis pemisah yang jelas antara dunia realitas dan dunia maya dengan manusia, antara subyek dan obyek. Hubungan manusia dengan makhluk gaib dalam tahap tersebut bisa dikatakan sebagai suatu subyek, berupa lingkaran yang masih dapat dibuka dan diselami rahasianya, yang akhirnya bermuara kepada ketauhidan dari kekuasaan Tuhan.
Pandangan ini sejalan dengan pemikiran Peursen (1995 : 124) yang menguraikannya sebagai ruang “Sosio-mistis” yaitu suatu lingkup daya kekuatan semesta yang ditentukan oleh pertalian antar suku (sosio) dan oleh sikap yang mistis-mistis. Inti dari sikap mistis tersebut, bahwa kehidupan ini ada, ajaib dan berkuasa. Penuh daya kekuatan. Dan dengan kesadaran tersebut timbulah cerita-cerita mistis.
Jadi pandangan akan “naga” ini bukan hal yang tidak rasional bila naga sebagai seekor binatang, menghadirkan kekuatan supranatural bagi kehidupan manusia. Hubungan alamiah dan adikodrati yang dapat menghantarkan eksistensi manusia pada cita-cita individual dalam masyarakat yang komunal.
Secara umum jika kita teliti ada konvensi dan keyakinan masyarakat umum yang mewarnai struktur mithe yang banyak tersebar di nusantra bahkan di dunia ini yaitu unsur dunia atas dan unsur dunia bawah sebagai asal penciptaan dunia mistis. Mitos Naga Banjar adalah merupakan salah sekian dari beragam ceritera yang berkembang di wilayah nusantara ini yang dapat kita lihat dalam tiap-tiap bagian masyarakat adat atau suku yang mendiami wilayah yang terbentang dari sabang sampai merauke ini.
Membaca konsep lanskap alam yang menjadi setting puisi ini, kita mengarahkan pada latar belakang penyair sebagai salah seorang masyarakat atau suku Banjar yang kehidupannya bermula pada proses dinamika alam Banjar, ia terlihat sangat dekat dengan lingkungannya terutama lingkungan sungai yang memang melingkupi seluruh kehidupannya. Pada masyarakat Kalsel sendiri pada umumnya sarana air dan sungai merupakan sarana aktivitas keseharian yang sangat dominan dan sangat vital. Kehidupan yang dimulai dari proses konsumsi, transportasi, ekonomi sampai kegiatan buang air besar dan kecil. Karena itu bagi penyair mantra-mantra yang dilakukan diarahkan pada kehidupan sungai ini. Ada beberapa kata dan kalimat dalam puisi tersebut yang berkaitan dengan dinamika sungai ini seperti kata-kata dan kalimat dalam kutipan puisi ini :
…………………………..
Di bawah kalas muha ari, di atas soklat sungai martapura
……………………………
Mangayuh tambangan tumatan muhara ka hulu
mananjak ilung nang datang tumatan Baritu
………………………………..
gasan anak cucu nang di tabing atau di banyu
tabing lawan banyu kita, urang Banjar
…………………………………
Limbah pikah ampat puluh satu pangayuh
limbah tapaluh nangkaya mangayuh jukung basauh
……………………………
Jangan hanayut ulih banyu nang karuh
Dingsanaku, hulu masih jauh
Ayu hancap kayuh tambangan
………………………..
Unsur air (banyu), perahu (jukung), rakit (lating/batang), enceng gondok (ilung), tebing atau tepian sungai (tabing) merupakan tradisi dari sebuah kebudayaan sungai yang sudah mendarah daging dan berurat mengakar pada masyarakat Banjar. Begitu pula saat proses mangariau dengan perilaku seorang pawang yang “bamamang” (membaca mantra), yaitu gambarannya dapat ia dilakukan di pinggir sungai dengan pakaian serba kuning, menaburkan beras kuning dan melarutkan atau memasukan ke dalam sungai kue-kue makanan khas Banjar sejumlah empat puluh satu jenis, bunga-bunga pria dan wanita “pitu” (tujuh) macam bunga, sebagai lambang kesempurnaan dan kelengkapan sesaji setelah menggenapkan semedi atau meditasi yang telah dilakukan. Hal tersebut secara logika dan akal memang tidak bisa diterima, karena hanya berupa pemborosan materi dan pembuangan energi belaka. Tetapi jika kita lepaskan jubah logika dan memandangnya dari kacamata paranormal, metafisik, dan parapsikologi akan terlihat suatu nilai harmonium yang relevan dengan hidup manusia yang mendambakan kesempurnaan. Sehingga hal ini dapat dipahami dan diterima oleh akal manusia itu sendiri.
Dalam proses mistis di atas, kita harus memahami dunia antologi mistis, dan harus meletakan mithe sebagai teks dasar yang harus dikaji dengan kesadaran tersendiri sehingga kita memandang dan memuat dunia makro yang berisi nilai multidimensi kemasyarakatan. Dunia mistik sendiri berdiri dalam batasan cukup transparan ia dapat dilihat dari kacamatan ilmiah dengan melibatkan pembuktian-pembuktian yang logis dan jujur dalam prosesnya (Joseph J. Weed 1991 : 17-27).
Mantra yang dimuat penyair dalam puisi kita anggap sebuah teks mistis. Teks ini harus dipandang sebagai miniatur refleksi kehidupan yang serba kompleks. Kalau kita renungi pesan-pesannya maka akan terlihat sebuah dunia yang sangat menarik tanpa memberikan pembatasan antara dunia angker/sakral yang identik dengan kesunyian, kesepian dan kegelapan dengan dunia nyata yang identik dengan warna-warni, hiruk-pikuk dan semangat yang menyala-nyala.
Dari hasil pengalaman di masyarakat kita akan dapatkan suatu mantra itu sesuai dengan tujuannya pawang atau orang yang menggunakannya. Karenanya mantra identik dengan tujuannya, yaitu bermacam-macam, seperti untuk mangariau naga tersebut. Bagi kita lepas dari masalah itu, kita melihat mantra itu hanya dari segi keindahan (estetika) dan permainan kata saja, juga dari segi bahasa kesusastraan itu sendiri.
BIODATA PENYAIR NOOR AINI CAHAYA KHAIRANI
Sekedar mengenang dan mengingat kehadiran belau dihati, dan jasa-jasa beliau terhadap penulis dan sahabat-sahabatnya yang lain, berikut ini adalah biografi singkat kehidupan pribadi dan kepenyairan beliau semasa hidup :
Noor Aini Cahya Khairani adalah penyair daerah Kalimantan Selatan yang berdomisili di Banjarmasin. Noor Aini Cahya Khairani dilahirkan di Banjarmasin tanggal 10 Januari 1959, meningal dunia hari Senin, 18 Agustus 2003. Masa kecilnya banyak dihabiskan di lingkungan keluarganya dekat dengan kehidupan sungai yang dekat dengan pasar terapung di daerah Kuin Utara Banjarmasin. Menyukai dunia tulis-menulis sejak tahun 1980, tetapi mulai benar-benar serius setelah tahun 1984. Puisi, cerita pendek dan esai sastranya dimuat diberbagai media masa seperti di Surat Kabar Merdeka, Swadesi, Bali Post, Sinar Harapan, Banjarmasin Post, Dinamika Berita, Untaian Mutiara Sekitar Ilmu dan Seni (UMSIS) RRI Nusantara III Banjarmasin dan Majalah Sastra Budaya Horison.
Karya-karya Pengarang:
Dari segi karya-karyanya Noor Aini Cahya Khairani banyak menulis Puisi dan Cerita Pendek disamping beberapa essai dan tulisan sastra populer lainnya. Puisi-puisinya banyak terhimpun dalam antologi bersama, antara lain seperti dalam antologi : Forum Puisi Indonesia “87 (terbitan Dewan Kesenian Jakarta, 1987), Antologi Puisi Sanggar Minum Kopi Bali (Bali, 1990), antologi LPPIA (Surabaya, 1992), antologi Refleksi 50 tahun Indonesia Merdeka (Taman Budaya Surakarta, 1995), antologi Puisi Indonesia (Komunitas Sastra Indonesia, Bandung, 1997), dan berbagai antologi puisi bersama penyair Kalimantan Selatan lainnya.
Setelah giat menulis sejak 1984, prestasinya dalam dunia sastra terus bertambah. Antara lain, Juara I Lomba Puisi Deppen-Depdikbud Kalsel (1985), Juara I Lomba Tulis Cerpen Bahasa Banjar Himpunan Sastrawan Indonesia (HIMSI) Kalsel (1986), Juara I Lomba Tulis Puisi Bebas HIMSI Kalsel (1989) dan salah satu dari 10 Puisi Terbaik Lomba cipta Puisi Se-Indonesia yang diadakan Sangga Minum Kopi (SKM) Bali (1990) Salah satu puisinya pernah terpilih sebagai puisi terbaik dalam lomba tulis puisi hari kebangkitan nasional. Juga puisi dan cerpennya berhasil meraih juara pertama dalam lomba yang diadakan oleh Himpunan sastrawan Indonesia Kalimantan Selatan. Puisi Mangariau Naga adalah salah satu puisinya dalam bahasa Banjar yang menjadi pemenang pertama dalam lomba tulis Puisi Bahasa Banjar Tahun 1999 yang juga diadakan HIMSI Kalimantan Selatan.
Tahun 1997 Noor Aini Cahya Khairani mengikuti Forum Puisi Indonesia ’87 yang dilaksanakan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta (1997), pemakalah dalam diskusi sastra di Galeri Made Wianta di Denpasar (1990); peserta Temu Sastra Lembaga Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (LIPPIA) di Surabaya (1992,1994), Pekan Seni Daerah Banjar di Anjungan Kalsel di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta (TMII) Jakarta (1995), Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka di Solo (1995), Bedah Buku dan Diskusi Sastra Kepulauan II di Makasar (2000), Banjarmasin Performing Art di Banjarmasi (2001) dan Dialog Borneo-Kalimantan VII di Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin (2003).
Selain membacakan puisi di forum sastra lokal maupun nasional, ia sering diminta menjadi juri lomba membaca maupun mengarang puisi dan pemakalah dalam sejumlah sarasehan, seminar dan diskusi sastra. Tahun 1999 dianggap sebagai puncak prestasinya menjadi seniman khsusnya seniman seni sastra daerah Banjar, Noor Aini Cahya Kahirani menerima Hadiah Seni di bidang Seni Sastra dari Gubernur Kalsel.
Sumber: Disarikan dari Makalah Kuliah PENULIS yang berjudul "Seni Budaya Banjar dalam Sastra Puisi Daerah Banjar". yang diajukan untuk mata kuliah Dinamika Budaya.
ASPEK MANTRA DALAM PUISI BAHASA BANJAR
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
October 15, 2014
Warga belajar--sekalian-- Atmosfer Bumi yang kita kenal selama ini, dimana kita hidup dan tinggal didalamnya, memiliki berbagai unsur, berdasarkan jenisnya terdiri atas tiga kelompok yaitu udara, uap ari dan aerosol (partikel-partikel yang melayang-layang di udara seperti garam, sulfat, dan nitrat). Salah satu unsur udara yaitu Oksigen (O2) digunakan manusia untuk bernafas. Udara dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dalam bentuk angin. Komponen uap air dapat kita rasakan dan dapat kita lihat jika sudah dalam bentuk awan. Begitu pula unsur aerosol yang dapat kita amati dalam waktu-waktu tertentu. Aerosol yang berada di udara dapat berasal dari letusan gunung api, pembakaran bahan bakar minyak dari kendaraan bermotor atau industri, dan lain-alin. Baik udara, uap air, maupun aerosol selalu mengalami perubahan jumlah dan bergerak seiring dengan pergerakan udara. Karena itu dinamakan dinamika atmosfer.
Tebal atmosfer bumi mencapai lebih kurang 10.000 km dari permukaan laut. Sebanyak 97% dari unsur udara terletak di bagian paling bawahsampai 29 km ke atas. Semakin tinggi, lapisan udara itu semakin tipis dan sampai ketinggian 80 km komposisi udara sudah tidak lagi seragam. Dalam keadaan kering (tidak mengandung uap air), susunan udara sebagian besar terdiri atas Nitrogen (N2) 78,08% dan Oksigen (O2) 21% selebihnya terdiri atas unsur lainnya.
Komposisi Rata-rata udara Kering pada lapisan Atmosfer tersebut terlihat sebagai berikut :
Nitrogen (N2) 78,08%
Oksigen (O2) 20,95%
Argon (Ar) 0,93%
Karbondioksida (CO2) 0,0340%
Neon (Ne) 0,0018%
Helium (He) 0,00052%
Ozone (O3) 0,00006%
Hidrogen (H2) 0,00005%
Krypton (Kr) 0,00011%
Metan (CH4) 0,00015
Xenon (Xe) Sangat sedikit.
Dari beberapa unsur dan gas yang disebutkan di atas, semuanya ternyata bermanfaat untuk kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan terutama nitrogen, oksigen, karbondioksida, dan ozon, Unsur nitrogen dibutuhkan oleh tumbuhan yang berbintil-akar (seperti akar tanaman kedelai) dan beberapa jenis ganggang. Dalam bintil-bintil akar terdapat bakteri yang hidup bersimbiosis dengan tumbuhan inangnya. Bakteri berperan "menangkap" nitrogen bebas di udara untuk diubah menjadi nitrat. Setelah menjadi nitrat, barulah diserap oleh tumbuhan untuk keperluan sintesis protein melalui proses metabolisme. Tumbuhan jenis ini kaya akan protein dan tentu saja dibutuhkan untuk memenuhi protein nabati bagi manusia.
Oksigen dibutuhkan manusia untuk bernafas. Oksigen banyak dihasilkan oleh proses fotosintesis pada tumbuhan, ketika dedaunan menyerap karbon dioksida untuk dijadikan karbohidrat, akan dikeluarkan unsur oksigennya. Karena itu semakin banyak tetumbuhan berdaun hijau akan banyak pula dihasilkan unsur oksigen. Udara yang banyak mengandung oksigen akan terasa lebih nyaman dan lebih segar untuk dihirup. Oksigen yang dihisap manusia akan dikeluarkan lagi dalam bentuk karbondioksida. Jadi manusia, hewan dan tumbuhan saling terkait dan saling membutuhkan dalam kehidupan ini.
Karbon dioksida yang diserap tumbuhan dan dijadikan unsur yang membantu proses fotosintesa dan menghasilkan zat karbohidrat. Karbohidrat yang telah dihasilkan akan ditampung pada bagian buah tanaman dan atau pada bagian tubuh tanaman lain seperti pada batang atau pada akar. Jika buah tanaman dimakan manusia, maka ia akan mendapat energi (tenaga) daari zat karbohidrat yang telah dihasilkan tubuhan tersebut.
Kebutuhan karbondioksida sebenarnya dalam jumlah yang keci, karena itu jika unsur ini terlalu berlebihan (akibat terlalu banyak asap yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor dan industri) maka akan sangat berbahaya. CO2 adalah gas yang memiliki sifat menyerap panas dari pancaran panas Bumi, dan tidak dilepaskan ke ruang angkasa. Bumi yang diselimuti CO2 akan menimbulkan efek rumah kaca, yaitu panas matahari akan "terjebak" di atmosfer Bumi sehingga menaikan suhu atmosfer Bumi. Es abadi yang berada di kutub secara perlahan akan mencair dan mengisi air lautan. Jika terjadi demikian maka permukaan air laut akan naik sampai 2 atau 3 meter. Kota-kota di tepi pantai seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, dan lain-lain akan sering dilanda banjir atau bahkan tenggelam.
Lapisan ozon yaitu unsur udara pada ketinggian 15 - 35 km di atas permukaan Bumi. Ozon adalah gas molekulnya terdiri atas tiga atom oksigen (O3). Pembentukan ozon berawal dari oksigen (O2) yang pecah akibat radiasi ultraviolet menjadi atom oksigen. Atom oksigen yang telah terbelah, masing-masing akan bertumpukan dan membentuk lapisan ozon (O3). Dalam keadaan normal, Lapisan ozon selalu tidak stabil. Kadang menjadi atom kadang menjadi oksigen, dan kadang pula menjadi ozon.
Karena sering "bongkar pasang", maka susunan atomnya akan mudah rusak, terutama jika salah satu unsur dari tiga atom itu "tergantikan" oleh zat pencemar. Zat pencemar bagaikan "siluman" yang menggantikan posisi atom oksigen pada ozon (O2), seperti atom klorofluorokarbon (CFC) atau freon dari mesin pendingin, deodoran, dan hair-spray yang sering kita pakai sehari-hari. Susunan O3 yang salah satu atomnya berupa "siluman" akan stabil dan tidak mudah melakukan "bongkar pasang" sebagaimana dijelaskan di atas. Akibat akan berkurang jumlah lapisan ozon (O3) karena jarang terbentyuk dan muncullah istilah "kebocoran lapisan ozon".
Radiasi ulatraviolet yang tidak tersaring oleh lapisan ozon dapat membahayakan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya di Bumi, Radiaasi ultraviolet dapat membakar kulit dan menimbulkan kanker, bahkan kebutaan. Bagi tumbuhan dan hewan dapat menimbulkan gangguan generatif (sel keturunan) dan menurunkan tingkat produktivitas. Untuk mengurangi kerusakan ozon maka dianjurkan untuk tidak menggunakan bahan-bahan yang mengandung zat freon.
Demikian warga belajar sekalian tentang lapisan atmosfer dan manfaatnya bagi kehidupan, semoga bermanfaat sebagai bahan belajar dan menambah ilmu pengetahuan kalian. Terimakasih.
Sumber: Disarikan dari Modul Geografi Paket C setara SMA Kelas X tahun 2009
Tebal atmosfer bumi mencapai lebih kurang 10.000 km dari permukaan laut. Sebanyak 97% dari unsur udara terletak di bagian paling bawahsampai 29 km ke atas. Semakin tinggi, lapisan udara itu semakin tipis dan sampai ketinggian 80 km komposisi udara sudah tidak lagi seragam. Dalam keadaan kering (tidak mengandung uap air), susunan udara sebagian besar terdiri atas Nitrogen (N2) 78,08% dan Oksigen (O2) 21% selebihnya terdiri atas unsur lainnya.
Komposisi Rata-rata udara Kering pada lapisan Atmosfer tersebut terlihat sebagai berikut :
Nitrogen (N2) 78,08%
Oksigen (O2) 20,95%
Argon (Ar) 0,93%
Karbondioksida (CO2) 0,0340%
Neon (Ne) 0,0018%
Helium (He) 0,00052%
Ozone (O3) 0,00006%
Hidrogen (H2) 0,00005%
Krypton (Kr) 0,00011%
Metan (CH4) 0,00015
Xenon (Xe) Sangat sedikit.
Dari beberapa unsur dan gas yang disebutkan di atas, semuanya ternyata bermanfaat untuk kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan terutama nitrogen, oksigen, karbondioksida, dan ozon, Unsur nitrogen dibutuhkan oleh tumbuhan yang berbintil-akar (seperti akar tanaman kedelai) dan beberapa jenis ganggang. Dalam bintil-bintil akar terdapat bakteri yang hidup bersimbiosis dengan tumbuhan inangnya. Bakteri berperan "menangkap" nitrogen bebas di udara untuk diubah menjadi nitrat. Setelah menjadi nitrat, barulah diserap oleh tumbuhan untuk keperluan sintesis protein melalui proses metabolisme. Tumbuhan jenis ini kaya akan protein dan tentu saja dibutuhkan untuk memenuhi protein nabati bagi manusia.
Oksigen dibutuhkan manusia untuk bernafas. Oksigen banyak dihasilkan oleh proses fotosintesis pada tumbuhan, ketika dedaunan menyerap karbon dioksida untuk dijadikan karbohidrat, akan dikeluarkan unsur oksigennya. Karena itu semakin banyak tetumbuhan berdaun hijau akan banyak pula dihasilkan unsur oksigen. Udara yang banyak mengandung oksigen akan terasa lebih nyaman dan lebih segar untuk dihirup. Oksigen yang dihisap manusia akan dikeluarkan lagi dalam bentuk karbondioksida. Jadi manusia, hewan dan tumbuhan saling terkait dan saling membutuhkan dalam kehidupan ini.
Karbon dioksida yang diserap tumbuhan dan dijadikan unsur yang membantu proses fotosintesa dan menghasilkan zat karbohidrat. Karbohidrat yang telah dihasilkan akan ditampung pada bagian buah tanaman dan atau pada bagian tubuh tanaman lain seperti pada batang atau pada akar. Jika buah tanaman dimakan manusia, maka ia akan mendapat energi (tenaga) daari zat karbohidrat yang telah dihasilkan tubuhan tersebut.
Kebutuhan karbondioksida sebenarnya dalam jumlah yang keci, karena itu jika unsur ini terlalu berlebihan (akibat terlalu banyak asap yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor dan industri) maka akan sangat berbahaya. CO2 adalah gas yang memiliki sifat menyerap panas dari pancaran panas Bumi, dan tidak dilepaskan ke ruang angkasa. Bumi yang diselimuti CO2 akan menimbulkan efek rumah kaca, yaitu panas matahari akan "terjebak" di atmosfer Bumi sehingga menaikan suhu atmosfer Bumi. Es abadi yang berada di kutub secara perlahan akan mencair dan mengisi air lautan. Jika terjadi demikian maka permukaan air laut akan naik sampai 2 atau 3 meter. Kota-kota di tepi pantai seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, dan lain-lain akan sering dilanda banjir atau bahkan tenggelam.
Lapisan ozon yaitu unsur udara pada ketinggian 15 - 35 km di atas permukaan Bumi. Ozon adalah gas molekulnya terdiri atas tiga atom oksigen (O3). Pembentukan ozon berawal dari oksigen (O2) yang pecah akibat radiasi ultraviolet menjadi atom oksigen. Atom oksigen yang telah terbelah, masing-masing akan bertumpukan dan membentuk lapisan ozon (O3). Dalam keadaan normal, Lapisan ozon selalu tidak stabil. Kadang menjadi atom kadang menjadi oksigen, dan kadang pula menjadi ozon.
Karena sering "bongkar pasang", maka susunan atomnya akan mudah rusak, terutama jika salah satu unsur dari tiga atom itu "tergantikan" oleh zat pencemar. Zat pencemar bagaikan "siluman" yang menggantikan posisi atom oksigen pada ozon (O2), seperti atom klorofluorokarbon (CFC) atau freon dari mesin pendingin, deodoran, dan hair-spray yang sering kita pakai sehari-hari. Susunan O3 yang salah satu atomnya berupa "siluman" akan stabil dan tidak mudah melakukan "bongkar pasang" sebagaimana dijelaskan di atas. Akibat akan berkurang jumlah lapisan ozon (O3) karena jarang terbentyuk dan muncullah istilah "kebocoran lapisan ozon".
Radiasi ulatraviolet yang tidak tersaring oleh lapisan ozon dapat membahayakan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya di Bumi, Radiaasi ultraviolet dapat membakar kulit dan menimbulkan kanker, bahkan kebutaan. Bagi tumbuhan dan hewan dapat menimbulkan gangguan generatif (sel keturunan) dan menurunkan tingkat produktivitas. Untuk mengurangi kerusakan ozon maka dianjurkan untuk tidak menggunakan bahan-bahan yang mengandung zat freon.
Demikian warga belajar sekalian tentang lapisan atmosfer dan manfaatnya bagi kehidupan, semoga bermanfaat sebagai bahan belajar dan menambah ilmu pengetahuan kalian. Terimakasih.
Sumber: Disarikan dari Modul Geografi Paket C setara SMA Kelas X tahun 2009
LAPISAN ATMOSFER DAN MANFAATNYA BAGI KEHIDUPAN
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
October 13, 2014
Warga--belajar--sekalian, ketika kalian sudah selesai mengikuti program belajar dan sekolah, ketika sudah selesai mengikuti ujian dan dinyatakan lulus dan tamat, maka sudah saatnya kalian untuk memasuki dunia kerja bagi yang ingin mencari kerja. Ada beberapa lembaga, instansi atau perusahaan tertentu yang mempersyaratkan calon karyawannya untuk mengikuti tes, baik tes tertulis maupun tes wawancara sebelum dinyatakan diterima diperusahaan tersebut.
Berikut beberapa tips dan cara menghadapi tes wawancara agar warga belajar bisa diterima ditempat kerja tersebut sebagai berikut :
- Pastikan anda sudah tahu dimana tempat wawancara. Disarankan beberapa hari sebelum wawancara, anda sudah mengetahui tempatnya, bahkan sudah melihat tempatnya, lakukan survei dan observasi ketempat dimana wawancara akan diadakan, baik dengan bertanya atau meninjau langsung ketempat yang dimaksut.
- Jika tidak diberitahu terlebih dulu jenis pakaian apa yang harus dipakai, maka sebaiknya tentukan sendiri pakaian untuk wawancara, gunakan pakaian yang sesuai, bersifat formal, bersih dan rapi.
- Baca kembali surat lamaran, CV anda, dan surat panggilan wawancara tersebut. Jangan lupa untuk membawa surat-surat atau dokumen-dokumen tersebut serta peralatan tulis saat wawancara.
- Mempersiapkan diri menjawab berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan pewawancara. Sebaiknya anda berlatih bersama rekan untuk mengantisipasi semua kemungkinan pertanyaan yang akan dilontarkan pewawancara, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab dengan memuaskan.
- Sebelum berangkat ke tempat wawancara, berdoalah terlebih dulu sesuai keyakinan anda.
- Usahakan untuk tiba sepuluh menit lebih awal, jika terpaksa terlambat karena ada gangguan di perjalanan segera beritahu perusahaan (pewawancara). Namun usahakan jangan terlambat, karena banyak perusahaan yang langsung menganggap anda gagal bila terlambat.
- Sapa satpam atau resepsionis yang anda temui dengan ramah.
- Jika harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan rapi.
- Ucapkan salam (selamat pagi/siang/sore) kepada para pewawancara dan jika harus berjabat-tangan, jabatlah dengan erat (tidak terlalu keras namun tidak lemas).
- Tetaplah berdiri sampai anda dipersilakan untuk duduk. Duduk dengan posisi yang tegak dan seimbang.
- Persiapkan surat lamaran, CV anda, dan surat panggilan wawancara.
- Ingat dengan baik nama pewawancara.
- Lakukan kontak mata dengan pewawancara.
- Tetap fokus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara.
- Tunjukkan antusiasme dan ketertarikan anda pada jabatan yang dilamar dan pada perusahaan.
- Gunakan bahasa formal, bukan prokem atau bahasa gaul; kecuali anda diwawancarai untuk mampu menggunakan bahasa tersebut.
- Tampilkan hal-hal positif yang pernah anda raih.
- Tunjukkan energi dan rasa percaya diri yang tinggi, namun jangan berkesan sombong atau takabur. Banyak yang gagal hanya lantaran berkesan sombong, takabur, atau sok tahu.
- Tunjukkan apa yang bisa anda perbuat untuk perusahaan bukan apa yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada anda.
- Jelaskan serinci mungkin hal-hal yang ditanyakan oleh pewawancara.
- Ajukan beberapa pertanyaan bermutu di seputar pekerjaan anda dan bisnis perusahaan secara umum.
- Berbicara dengan cukup keras sehingga suara jelas terdengar oleh pewawancara.
- Akhiri wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda lakukan selanjutnya.
- Ucapkan banyak terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada anda.
- Jangan lupa bersyukur kepada Tuhan YME atas kelancaran tes wawancara yang kita lakukan.
Demikian tips dan cara menghadapi wawancara lamaran kerja-beserta saran-saran yang penting untuk diperhatikan dalam kegiatan wawancara tersebut. Semoga bermanfaat untuk warga belajar sekalian yang ingin mencari kerja. Terimakasih.
Sumber : gilland-ganesha.com, hanyawanita.com, dengan sedikit penambahan dan perubahan.
TIPS CARA MENGHADAPI WAWANCARA LAMARAN KERJA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
October 12, 2014
Warga belajar--sekalian, Berikut ini kita akan lanjutkan seri keterampilan untuk usaha, kali ini kita akan mengembakan salah satu usaha masakan yang banyak di minati orang, dan pemasarannya pun sangat mudah karena hampir semua orang menyukai yang namanya bakso ini. Apalagi jika kalian bisa membuat produk bakso yang enak dengan citarasa yang sesuai dengan selera masyarakat disekitar, tentu penghasilan yang besar bukan hal yang tidak mungkin akan kita dapatkan.
Sebelum kita membahas tentang cara membuat bakso yang enak ini, sebaiknya kita kenal dahulu apa yang disebut dengan bakso tersebut, sebagai tambahan pengetahuan kita. Bakso atau sebagian orang biasa menyebut baso adalah jenis bola daging yang lazim ditemukan pada masakan Indonesia.Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada juga bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang. Dalam penyajiannya, bakso umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mi, bihun, taoge, tahu, terkadang telur, ditaburi bawang goreng dan seledri. Bakso sangat populer dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia; dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran besar. Berbagai jenis bakso sekarang banyak ditawarkan dalam bentuk makanan beku yang dijual di pasar swalayan dan mal-mal. Irisan bakso dapat juga dijadikan pelengkap jenis makanan lain seperti mi goreng, nasi goreng, atau cap cai. Bakso atau bola daging ini juga bisa kita dapatkan diminimarket atau Mall yang menyediakan kebutuhan rumah tangga.
Bakso memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa Indonesia hal ini ditunjukkan dari istilah 'bakso' berasal dari kata Bak-So, dalam Bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti 'daging giling'. Karena kebanyakan penduduk Indonesia adalah muslim, maka bakso lebih umum terbuat dari daging halal seperti daging sapi, ikan, atau ayam. Kini, kebanyakan penjual bakso adalah orang Jawa dari Wonogiri dan Malang. Tempat yang terkenal sebagai pusat Bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Malang. Bakso Malang dan bakso Solo adalah masakan bakso dan disajikan dengan khas Jawa. Bakso berasal dari China tetapi berbeda dengan bakso Malang dan Solo. Bakso China biasanya terbuat dari babi atau makanan laut dan warnya agak kecokelatan serta bentuknya tidak bulat sekali. Sedangkan bakso Malang dan Solo terbuat dari daging sapi, berwarna abu abu dan bentuknya bulat sekali. Bakso China biasanya tidak disajikan dengan kuah melimpah berbeda dengan bakso khas Indonesia yang disajikan dengan kuah melimpah di campur dengan sayuran.
Bakso memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa Indonesia hal ini ditunjukkan dari istilah 'bakso' berasal dari kata Bak-So, dalam Bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti 'daging giling'. Karena kebanyakan penduduk Indonesia adalah muslim, maka bakso lebih umum terbuat dari daging halal seperti daging sapi, ikan, atau ayam. Kini, kebanyakan penjual bakso adalah orang Jawa dari Wonogiri dan Malang. Tempat yang terkenal sebagai pusat Bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Malang. Bakso Malang dan bakso Solo adalah masakan bakso dan disajikan dengan khas Jawa. Bakso berasal dari China tetapi berbeda dengan bakso Malang dan Solo. Bakso China biasanya terbuat dari babi atau makanan laut dan warnya agak kecokelatan serta bentuknya tidak bulat sekali. Sedangkan bakso Malang dan Solo terbuat dari daging sapi, berwarna abu abu dan bentuknya bulat sekali. Bakso China biasanya tidak disajikan dengan kuah melimpah berbeda dengan bakso khas Indonesia yang disajikan dengan kuah melimpah di campur dengan sayuran.
Berikut ini adalah bagaimana cara membuat bakso yang enak untuk dapat dipasarkan sebagai masakan yang digemari masyarakat :
Bahan Pentol:
1/2 Kg daging sapi yang sudah digiling.
100 gram tepung kanji.
50 gram es batu.
1/4 kg bawang putih yang dihaluskan.
1 butir telur ayam.
1 sendok teh lada putih bubuk.
Bahan Untuk membuat Kuah Bakso:
3 liter air (untuk kuah).
1/4 kg bawang putih haluskan.
1 buah balungan/tulang kaki sapi agar kaldu kuah lebih sedap.
2 sendok makan garam.
1 sendok teh pala bubuk.
1 sendok makan gula pasir.
1 sendok teh lada putih bubuk.
Bahan Pelengkap:
Bihun yang telah di rebus
Saus tomat dan kecap manis
Bawang goreng
Daun seledri secukupnya
Sambal
Cara Membuatnya:
Langkah pertamanya yaitu dengan mencampur es batu, daging sapi giling, telur, dan bumbu untuk pentol tadi. Kemudian haluskan dengan blender/food processor/mixer.
Sembari mencampur tadi, tambahkan pula tepung kanji sedikit demi seikit sambil mengaduk campuran hingga rata. Setelah rata, tuang bahan pentol tersebut ke dalam baskom.
Selanjutnya bentuk adonan pentol sesuai dengan ukuran yang di inginkan. Pentol yang sudah di bentuk di rebus kedalam air yang sudah mendidih. Masukan sesuai dengan kapasitas air, angkat pentol yang sudah terapung, yang terapung merupakan pentol yang sudah masak.
Pembuatan kuah bakso, caranya yaitu dengan memasukkan semua bahan dan humbu untuk bakso biarkan hingga masak dan mendidih.
Cara menyajikan, masukan bahan pelengkap bakso di mangkok. Setelah semua bahan siap, siram dengan kuah dan pentol bakso. Bakso lebih nikmat disantap saat masih hangat.
Nah demikianlah warga--belajar-- sekalian cara membuat bakso yang sederhana tapi cukup enak yang bisa dijadikan sumber usaha dan pendapatan untuk membuatu ekonomi keluarga, semoga bermanfaat. Terimakasih atas kunjungannya ke blog ini.
Sumber referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Bakso
http://www.likethisya.com/cara-membuat-bakso.html
Gambar-https://www.google.co.id/
KETERAMPILAN MEMBUAT MASAKAN BAKSO ENAK UNTUK USAHA
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
October 11, 2014
Warga belajar--sekalian-- berikut ini akan kita lanjutkan pembelajaran kita dengan pembahasan tetang Pengertian, ruang lingkup dan sejarah ilmu geografi. Secara mendasar Geografi sebagai pengetahuan tentang bumi sudah berkembang sejak jaman Yunani Kuni, bahkan mungkin sejak manusia menempati beberapa bagian dari bumi. Sebagai Ilmu pengetahuan,geografi umurnya sangat tua yaitu sejak Anaximandros membuat peta yang pertama tentang bumi pada tahun 550 sebelum masehi (SM). Kemudian disusul oleh Herodotusthaun 400 SM yang membuat peta daerah-daerah di sekitar Laut Tengah.
Istilah geografi sendiri telah diperkenalkan oleh Eratosthenes (276 - 194 SM), yaitu Geographika yang berarti "deskripsi atau tulisan tentang bumi". Seorang tokoh bernama Eratosthenes dianggap sebagai peletak dasar geografi, seorang tokoh yang mernah mencoba mengukur keliling bumi secara matematika berdasarkan perhitungan jarak dari syene (Aswan) dan Alexanderia. Di Syene ia menggali sumur, sedangkan di Alexanderia menancapkan tongkat. Pada Saat pengukuran, cahaya Matahari di Syene menyinari seluruh dasar sumur (tanpa ada bayangan dari didinding sumur), sedangkan di Alexanderia ia mengukur panjang bayangan tongkat.
Eratosthenes menganggap cahaya matahari di Syene akan tembus ke pusat bumi, sedangkan sudut yang dibentuk pada ujung tongkat terhadap panjang bayang-bayangnya sama besar dengan sudut pusat bumi terhadap kelurusan tongkat. Dari cahaya perhitungan ini, Eratosthenes memperoleh angka keliling bumi, yaitu sejauh 252.000 stadia = 45.654 km (1 stadia = 157 meter) dengan asumsi jarak antara Alexanderia - Syene sejauh 5000 stadia.
Generasi berikutnya muncul Claudius Ptolomeus padatahun 150 SM yang menggambarkan benua-benua Asia, Eropa, dan Afrika (Abdurahchim, 1986).Ptolomeus membuat peta yang telah dilengkapi dengan garis-garis dan garis-garis bujur, menggunakan proyeksi kerucut, dan dilengkapi keterangan tentang zona-zona iklim. Peta Ptolomeus dianggap sebagai pelopor peta topografi karena telah dibuat jaring-jaring derajat, memuat alur-alur sungai, dan mencantumkan garis-garis bukit dan pegunungan. Claudius Ptolomeus menulis buku berjudul Geographike Unpegesis dan menjelaskan bahwa geografi adalah suatu penyajian tentang permukaan bumi dalam wujud peta.
Pada tempat yang berbeda, penjelajahan mendapatkan daerah-daerah yang belum diketahui telah dimulai sejak 985 SM, yaitu ketika orang Cina pada jaman kekaisaran Mu Wang mendapatkan Gurun Gobi. Setelah itu banyak bangsa-bangsa lain mengadakan perjalanan ke daerah-daerah yang belum diketahui. Sebut saja Iskandar Zulkarnain (Alexander Agung) mendatangi Hindukush dan Punjab di India tahun 330 SM, namun karena belum banyak ditulis maka hasil penjelajahannya belum banyak terungkap dan pengetahuan tentang bumi masih relatif sedikit.
Catatan lain tentang bumi ditulis oleh Bangsa Arab yaitu pada Dinasti Abassiyah di masa pemerintahan Khalifah Abu Ja'far al Mansur (754-775 M) dan pada jaman kekhalifahan Al-Ma'mun. Buku atau kitab yang berisi tentang peta bumi diberi judul as-Surah al-Ma'muniayah. Selain membuat buku, bangsa Arab juga menerjemahkan buku-buku karangan bangsa Yunani Kuno seperti karya Marinus dan Ptolemues.
Penjelahan yang meninggalkan catatan sejarah mulai tampak pada tahun 1246 yaitu ketika Giovani Delcarpini (Bangsa Italia) menemukan Mongolia, Longimeau (bangsa Prancis) menjelajahi daerah pegunungan Karakorum, dan Ordorico Portenone (1318-1330) seorang Vatikan mengungkapkan tentang negeri Cina dan Tibet.
Perjalanan mengarungi lautan luas telah ditempuh oleh Bartolomeus Dias (orang Portugis) yaitu ke Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) di Afrika Selatan dan diteruskan dengan mengarungi Samudra India ke Kalikut di India tahun 1486. Penjelajahan Bartolomeus Diaz diulangi oleh Vasco da Gama tahun 1498 sampai akhirnya menemukan Indonesia.
Ditempat lain, pada tahun 1492 - 1493, Colombus seorang Genoa mengarungi Samudra Atlantik sampai ke kuba dan Haiti. Perjalanannya untuk mencari Benua Amerika. Tokoh penjelajah lainnya yang cukup terkenal adalah Marcopolo (1272 - 1295) yang melakukan perjalanan dengan maksud berpetualang dan menjelajahi Asia Timur dan Asia Tengah.
Dari perjalanan mereka, banyak diterbitkan kisah-kisah perjalanan tentang daerah-daerah, tempat-tempat dan bangsa-bangsa yang dijumpai. Kisah-kisah yang mereka tulis antara lain tentang keadaan fisiografi muka bumi, cuaca, lautan, gelombang, arus dan ikan-ikannya, hutan-hutan, tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang dilihat dan dijumpai. Semua tulisan hasil perjalanan para pendahulu itu dinamankan logografi yang kelak akan memperkaya pengetahuan tentang bumi dan merangsang ke arah lahirnya ilmu geografi (Abdurachim, 1986:9).
Setelah sekian lama tidak banyak dibicarakan, muncullah Bernharudus Veranius (1622 - 1650) sebagai orang yang menyadari akan perlunya penataan kembali ilmu geografi. Ia menerbitkan buku berjudul Geographia Genaralis di Amsterdam tahun 1650. Veranius berpendapat bahwa ruang lingkup geografi terdiri atas dua yaitu geografi umum dan geografi khusus. Geografi umum memiliki fokus kejian terhadap fenomena alamiah sedangkan geografi khusus memperlajari daerah atau wilayah yang sifanya diperoleh dari hasil interaksi antara manusia dengan proses alamiah (Bintaro, 1987: 3).
Setelah Veranius, tokoh geografi selanjutnya adalah Immanuel Kant (1724 - 1804) menganggap bahwa geografi layak dijadikan sebagai suatu disiplin ilmu yang mandiri. Kemudian muncul Alexander von Humboldt (1769 - 1859) yang mengembara ke benua Amerika, membuat profil benua, dan menggambarkan hubungan vegetasi dengan ketinggian tempat. Dari hasil pengembaraannya, Humboldt menulis geografi regional tentang Cuba dan Mexico.
Walaupun banyak tulisan tentang bumi dan banyak pula orang yang berkecipung di dalam ilmu sebagaimana telah dijelaskan di atas, tetapi mereka masih bekerja secara perorangan. Ilmu geografi belum diajarkan dalam lembaga pendidikan. Barulah pada tahun 1825, Universitas Friederich Wilhelm di Berlin mulai memelopori hal itu dengan mengangkat Carl Ritter menjadi Profesioan Geografi yang pertama di universitas tersebut (Abdurachim, 1986:9).
Pengaruh Carl Ritter dalam Ilmu geografi adalah menanamkan aliran fisis determinis. Ia menyatakan bahwa manusia adalan cermin dari keadaan buminya. Segala hal yang menyangkut hidup manusia ditentukan oleh alam. Hasil karyanya adalah Die Ernkunde suatu deskripsi regional dari seluruh dunia.
Aliran fisis determinis, didukung oleh Friederich Ratzel (1844 - 1904) seorang tokoh Geografi Jerman yang menyatakan bahwa alam (memang sangat) menentukan kehidupan manusia. Buku jilid pertamanya diberi judul Anthropogeographie yang memperkenalkan konsep libensraum yaitu memandang bahwa negara adalah suatu organisme. Negara, menurut Ratzel seperti makhluk hidup yang dapat tumbuh dan juga dapat mati. Untuk mempertahankan hidup dan pertubuhannya, negara perlu makan dan perlu wilayah kekuasaan yang luas. Paham ini diterapkan dalam geopolitik Jerman sebagai landasan politik ekspansi dan penjajahan. Pada masa Ratzel, geografi pernah disalah-arahkan yaitu untuk maksud imperialisme.
Aliran fisis determinis kurang populer di Eropa. Ferdinand von Richthofen menyarankan agar geografi tidak dipupuk berdasarkan aliran fisis deteminis. Ia mengusulkan agar geografi dijadikan sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat chorologi (daerah). Pendapat Richthofen didukung oleh Alfred Hetter (1959 - 1941) yang menyatakan bahwa geografi adalah sebagai ilmu kewilayahan. Geografi membahas tentang wilayah-wilayah dipermukaan bumi dengan segala perbedaan dan relasi (hubungan) keruangannya. Permukaan bumi merupaka landschaft dyang didalamnya mempelajari tentang keadaan alam dan aktivitas manusia yan ada pada alam yang didiaminya (Pasya, 1996: 35).
Sejalan dengan Hetter, Paul Vidal de la Blanche (1854 - 1918) mengusulkan agar geografi menyatukan studinya antara lingkungan fisikal dan masyarakatnya. Menurutnya, geografi adalah ilmu yag mempelajari tentang suatu masyarakat yang telah dan sedang dipengaruhi oleh lingkungan fisikal. karena itu, objek studi geografi harus bersifat kewilayahan atau region (Bintaro, 1987 : 6).
Vidal de la Blanche adalah orang yang menentang faham fisis determinis. Ia mengatakan bahwa alam bukan merupakan penentu suatu kebudayaan, fisik atau rohan manusia, tetapi alam hanya berfungsi sebagai pemberi kemungkinan terhadap aktivitas manusiayang akan melahirkan kebudayaan. Karena itu manusia adalah makhluk yang dapat bertindak aktif, tidak menunggu segala sesuatu yang disediakan oleh alam (Pasya, 1996: 35). aliran ini memandang manusia sebagai makhluk yang berakal dan mampu mengatasi alam serta berusaha mengubah keadaan sekelilinnya demi masa depan kehidupan yang lebih baik. Aliran ini kemudian dikenal sebagai faham posibilis.
Perkembangan geografi semakin mantap. Richard hartshorne (1939) menulis buku tentang The Nature of Geography, isinya mengenai pandangan korologi yang menyangkut perbedaan wilayah di permukaan bumi dan memberikan anjuran kepada hali geografi mengeai cara bertindak terhadap jenis fenomena fisik, ekonomi, dan sosial yang mempunyai persamaan pada suatu wilayah sehingga dengan persamaan itu, dapat diketahui perbedaannya dengan wilayah yang lain.
Dari sejarah perkembangan geografi di atas, akhirnya Rhoad Murphey pada tahun 1966 mencoba menyimpulkan pendapat para ahli. Menurut Murphey ruang lingkup geografi (dalam bukunya The Scope of Geography) terdiri atas:
- Persebaran dan hubungan ummat manusia di muka bumi dengan aspek keruangan tempat tinggalnya. Geografi juga mempelajari tentang bagaimana menggunakan ruang di atas permukaan manusia.
- Interaksi antara kehidupan manusia dengan lingkungan fisik yang merupakan bagian dari kajian keanekaragaman wilayah.
- kerangka pikir dan analisis regionalnya adlaah wilayah-wilayah yang lebih spresifik.
E.J. Taaffe pada tahun 1970 yang dikutip Bintaro (1987) mengajukan pendapat yang lebih konkrit. Ia mengatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari organisasi keruangan yang didalamnya terdapat pola-pola dan proses-proses keruangan. Dengan nada yang sama, P. Hagget (1965) juga menyetujui bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari pola-pola keruangan dilihat dari sistem ekologi dan sistem keruangan. Sistem ekologi berkaitan dengan manusia dan lingkungannya, sedangkan sistem keruangan berkenaan dengan hubungan antar wilayah dalam hubungan timbal balik yang kompleks dari gerakan pertukaran.
Pada tahun 1980, P. Hagget yang dikutip Suharyono (1988) menggambarkan tiga kesepakatan para ahli geografi tentang unsur-unsur yang dipelajari geografi yaitu:
- Geografi mempelajari tentang permukaan bumi. Bumi sebagai lingkungan hidup manusia, yaitu suatu lingkungan mempengaruhi hidup manusia dan mengorganisasi dirinya.
- Geografi memusatkan perhatiannya kepada organisasi keruangan manusia dan hubungan ekologinya dengan lingkungan hidupnya itu, dan
- Geografi sangat sensitif terhadap kekayaan dan keanekaragaman yang ada dipermukaan bumi.
Akhirnya pada tahun 1987, Bintarto mengajukan pendapat yang lebih sempurna. Menurutnya geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan kausal gejala-gejala muka bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dimuka bumi, baik yang fisik maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, ekologi, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan. (Bintarto, 1987).
Demikianlah warga belajar sekalian, dari beberapa uraian diatas dapat kita tari sebuah kesimpulan, bahwa geografi yang sedang kita pelajari kali ini pada dasarnya memiliki ruang lingkup kajian utamanya yaitu: (a) mempelajari bumi sebagai tinggal manusia, (b) mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan, (c) dalam dimensi ruang dan dimensi historis, dan dengan (d) pendekatan yang digunakannya adalah pendekatan keruangan (spatial), ekologi dan regional.
Semoga bermanfaat untuk warga belajar sekalian. Terimakasih atas kunjungannya ke web-blog ini.
Sumber: disarikan dari berbagai sumber, antara lain :
- www.physicalgoegraphy.net
- www.Wikipedia.com
- Abdurachim, 1986. Geografi Latar Belakang Pemikiran dan Metode. Bandung. Penerbit Bina Budaya.
- Bintaro, R dan Hadisumarno, S. 1987. Metode Analisis Geografi. Jakarta. LP3ES.
- Pasya, G.K. 1996. Geografi-Pengantar ke arah Pemahaman Konsep dan Metodologi. Bandung. Buana Nusa.
- Modul mata Pelajaran Geografi Kesetaraan 2011.
PENGERTIAN, RUANG LINGKUP DAN SEJARAH ILMU GEOGRAFI
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
October 11, 2014
Strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Strategi mencakup komponen tujuan kegiatan, siapa yang terlibat dalam kegiatan, isi kegiatan, proses kegiatan dan sarana penunjang kegiatan.
Peningkatan adalah suatu perubahan dari satu keadaan ke keadaan yang lebih baik atau dari suatu tempat ke tempat yang lebih tinggi.. Jadi peningkatan adalah suatu perubahan dari satu keadaan-ke keadaan lain yang lebih baik atau lebih tinggi.
Adapun pengertian mutu atau kualitas pada dasarnya bersifat relatif,. Kualitas biasanya didasarkan kepada upaya yang optimal dari si pemberi layanan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan/pemakai (customer’s).
Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu tutor pendidikan keaksaraan, antara lain melalui kegiatan pelatihan, lokakarya, pemberian bimbingan teknis, penelitian atau melalui lomba-lomba.
Hasil akhir dari semua kegiatan tersebut, adalah meningkatnya kemampuan dalam pengelolaan pembelajaran pendidikan keaksaraan, yang kemudian membaiknya perilaku (performan criterion) dalam proses pembelajaran, serta mengarahnya mutu hasil belajar warga belajar.
Akhmad Solihin
October 05, 2014
CB Blogger
IndonesiaPeningkatan adalah suatu perubahan dari satu keadaan ke keadaan yang lebih baik atau dari suatu tempat ke tempat yang lebih tinggi.. Jadi peningkatan adalah suatu perubahan dari satu keadaan-ke keadaan lain yang lebih baik atau lebih tinggi.
Adapun pengertian mutu atau kualitas pada dasarnya bersifat relatif,. Kualitas biasanya didasarkan kepada upaya yang optimal dari si pemberi layanan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan/pemakai (customer’s).
Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu tutor pendidikan keaksaraan, antara lain melalui kegiatan pelatihan, lokakarya, pemberian bimbingan teknis, penelitian atau melalui lomba-lomba.
Hasil akhir dari semua kegiatan tersebut, adalah meningkatnya kemampuan dalam pengelolaan pembelajaran pendidikan keaksaraan, yang kemudian membaiknya perilaku (performan criterion) dalam proses pembelajaran, serta mengarahnya mutu hasil belajar warga belajar.
STRATEGI PENINGKATAN MUTU TUTOR PNF MELALUI PELATIHAN
VISIUNIVERSAL | Blog Tentang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Teknologi, Tips Cara Belajar Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Seumur Hidup
at
October 05, 2014







